Tampilkan postingan dengan label unsyiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unsyiah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2017

Bu Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Beri Kuliah Umum di Unsyiah

Asslamualaikum wr wb..

(Copas)

Jumat, 6/01/2017 – Banda Aceh, Sri Mulyani merupakan menteri keuangan RI beri kuliah umum untuk mahasiswa Unsyiah pada hari Kamis, 5 Januari 2017 tepatnya di gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah Darussalam.
Acara ini dimulai pada pukul 10.00 wib hingga siang hari .Adapun tema dalam kuliah umum tersebut adalah “ Peran Fiskal Dalam Pembangunan Perekonomian Inklusif” yang dihadiri oleh ribuan mahasiswa dari segala fakultas, terutama dari fakultas ekonomi dan bisnis Unsyiah.

Dalam kuliah tamunya beliau memaparkan bahwa instrumen suatu kebijakan  yang sangat penting bagi negara adalah APBN ( Anggaran Pendapatan Belanja Negara). APBN ini merupakan instrument fiskal didalam suatu perekonomian  bagi suatu negara khususnya Indonesia dan bagaimana instrument APBN kebijakan fiskal ini dapat  mendukung tujuan kita  bernegara.
“Tujuan dalam mencapai masyarakat yang adil dan makmur adalah cita-cita bangsa Indonesia . Tujuan itu harus di upayakan dengan berbagai  macam instrumen kebijakan, salah satu instrument yang penting adalah instrument APBN “ ujarnya.

APBN  sebagai   instrument kebijakan fiskal  bukan satu- satunya  instrument kebijakan. Pemerintah memiliki instrument lainnya seperti instrument ekonomi struktural dan juga instrument moneter yang berguna untuk menciptakan pertumbuhan  perekonomian.

Menteri keuangan RI ini memaparkan bahwa Tujuan masyarakat adil  dan makmur pada saat ini  untuk indonesia ada 3 issu penting yg harus dihadapi   diantaranya , kemiskinan, kesenjangan dan  kemamupuan  untuk meningkatan produktifitas dan daya saing negara yang tumpuannya adalah manusia. Daya saing suatu Negara bisa dilihat dari kekayaan alamnya, tetapi daya saing suatu Negara yang hanya bisa tetap  tahan lama tumpuannya bukan kepada geografisnya, melainkan lebih kepada manusianya.

“Kebutuhan akan  infrastruktur kita masih  jauh memadai dan juga  infrastruktur teknologi serta skill  adalah 3 hal yang diidentifikasi yang merupakan kendala bagi kita untuk memiliki daya saing yang baik  juga dalam kita mengurangi kemiskinan dan juga  menciptakan kemerataan bagi Indonesia” ungkapnya.

Beliau menambahkan bahwa sektor keuangan yang merupakan salah satu penunjang pembangunan negara   masih cukup dangkal . Berdasarkan tabel indikator  kemiskinan dan ketimpangan ,  kemiskinan mengalami pertumbuhan dari  tahun 2007-2017 . Tingkat kemiskinan dari 17% terhadap populalasi Indonesia kini  menjadi 10.9 % .

Menurutnya Jika ketimpangan dibiarkan pada level tertentu maka akan   menjadi penghabat bagi pertumbuhan ekonomi. Jika Indonesia ingin  megalami pendapatan yang tinggi maka  harus mewaspadai  ketimpangan. Ketimpanagn inilah  akan menciptakan “middle income trap” atau perangkat bagi banyak Negara yg pendapatannya di tengah dan tidak akan pernah maju . Ciri dari middle income trap adalah  ketidakmampuan negara untuk  meyelesaikan masalah institusi .Beliaupun menambahkan penyakit yg sering terjadi  untuk Negara yang ingin  maju  bukan  karena musuh dari dari luar akan tetapi penyakit tersebut adalah korupsi dalam Negara.

Ibu Sri Mulyani  hadir untuk kedua kalinya setelah terjadinya tsunami Aceh, dan  sebelumnya hadir untuk meresmikan gedung- gedung  keuangan Negara yg dibangun kembali setelah tsunami Aceh. “Dan hari ini saya bangga bisa hadir kembali ke Aceh tentunya ke kampus” begitulah ujarnya saat pembukaan kuliah umum pada hari Kamis lalu.

Antusias terhadap kedatangan Ibu Sri Mulyani Menteri Keuangan ke Unsyiah juga dirasakan oleh  Fifi  salah satu mahasiwa feb Unsyiah. “  Senang dapat melihat ibu Menteri Keuangan RI secara langsung” imbuhnya.

Adapun rektor Unsyiah  Prof.Dr.Samsul Rizal, M.Eng  berharap, semoga APBA  provinsi  Aceh segera dapat di sepakati antara  legislatif dan ekisekutif sehingga dapat dijadikan instrumen yang penting  bagi pelaksanaan pemerintah. (Sumber )

Kamis, 20 Oktober 2016

Regresi Data Primer Dengan EViews

Assalamualikum wr wb...

Selamat Pagi..

Semoga kita semua dalam lindungan Allah swt.. Amiin Ya Rabbal alamin..

Udah lama nggak sharing ni masalah pengolahan data,, nah kali ini saya mau sharing cara mengolah data primer menggunakan EViews.. 
Q : Nah loh, emang dengan program lain emang nggak bisa? SPSS? Shazam? dll 
A : ada beberapa alasannya, 
1). Bagaimana jika tidak ada program pengolahan data lain? (Hayoooo.Emang bisa kita hitung pake jari??? hihii) 
2). Setelah belajar-belajar dengan ibu-ibu Tim Hiber (Ibu 1, Ibu 2, dan Ibu 3) baru dapat ilmunya, karena pemikiran saya awalnya eviews lebih sering digunakan untuk meregresi data runtun waktu (time series), (atau emang saya yang masih malas baca...hahahha). 
3). untuk menjawab pertanyaan "hasil dengan spss kurang bagus, bisa nggak di coba dengan eviews, mungkin hasilnya bagus?" ini membuktikan bahwa hasil regresi dengan mengunakan eviews dan spss itu sama. ini pertanyaan yang kadang datang dari kawan, adk2, pengunjung blog ini serta entah dari mana-mana.

Yok kita lihat gimana langkah-langkah regresi data primer dengan eviews..


  • Siapkan data dalam bentuk excel yang sudah disusun rapi




  • Buka program eviews - file - new - workfile 

  • untuk data primer, pada workfile structure type pilih unstructured / undated
  • untuk obseravtion isi dengan jummlah sampel data misalnya dalam penelitian ini menggunakan 80 sampel - klik ok

  • sekarang membuat variabel satu persatu sesuai denan penelitian yang ada, misalnya saya buat y x1 x2 x x4 untuk membuatnya , klik object - new object- series - isi namanya sesuai keinginan



  • untuk variabel selanjutnya cukup di copy kemudian paste dan diganti namnya

  • untuk memasukan nilai dari tiap variabel, blok variabel sesuai urutann di file excel

  • setelah itu klik kanan open as grup, klik edit - copy data excel dn paste di eviews
  • biasakan setelah di copy untuk cek data sudah masuk atau belum



  • kemudian langkah selanjutnya di close
  • selanjutnya membuat equation / persamaan
  • object - new object - equation - pada name isi dengan nama yang diinginkan

  • untuk eq estimation nya isi dengan persamaan yang akn di regresi y c x1 x2 x3 x4


  • untuk uji asumsi klasik sama dengan uji asumsi klasik pada data time series yang sudah saya posting sebelumnya
  • untuk hasilnya bisa langsung di interpretasi seperti biasa..



Nah terkadang ada pertanyaan, hasil regresi eviews dengan spss sama nggak?
ya jawabannya sama. karena spss eviews mmerupakan alat yang digunakan untuk proses perhitungannya

mari kita lihat..
bandingkan dengan spss

ini merupakan data yang sama dengan dikerjakan di evviews
sekarang mari kita coba regresi dengan persamaan yang sama yaitu Y X1 X2 X3 X4

ini merupakan hasil regresi dengan spss dengan menggunakan data yang sama

sekarang coba kita perhatikan beberapa hal ini :

Eviews
R square = 0.829235
R square ad = 0.820128
koefisien x1 = 0.592358

koefisien x2 = 254.3892

durbin watson = 1.880249


SPSS
R square = 0,829
R square ad = 0,820
koefisien x1 =0,592
koefisien x2 = 2554,89
durbin watson = 1,880






sama persis kan?

berarti hasil yang ada dari kedua program pengolahan ini memang sama..


Ditunggu komen dan masukannya untuk membuat tulisan ini lebih baik...

Terima Kasih sudah berkunjung

Regresi Data Primer Dengan EViews

Assalamualikum wr wb...

Selamat Pagi..

Semoga kita semua dalam lindungan Allah swt.. Amiin Ya Rabbal alamin..

Udah lama nggak sharing ni masalah pengolahan data,, nah kali ini saya mau sharing cara mengolah data primer menggunakan EViews.. 
Q : Nah loh, emang dengan program lain emang nggak bisa? SPSS? Shazam? dll 
A : ada beberapa alasannya, 
1). Bagaimana jika tidak ada program pengolahan data lain? (Hayoooo.Emang bisa kita hitung pake jari??? hihii) 
2). Setelah belajar-belajar dengan ibu-ibu Tim Hiber (Ibu 1, Ibu 2, dan Ibu 3) baru dapat ilmunya, karena pemikiran saya awalnya eviews lebih sering digunakan untuk meregresi data runtun waktu (time series), (atau emang saya yang masih malas baca...hahahha). 
3). untuk menjawab pertanyaan "hasil dengan spss kurang bagus, bisa nggak di coba dengan eviews, mungkin hasilnya bagus?" ini membuktikan bahwa hasil regresi dengan mengunakan eviews dan spss itu sama. ini pertanyaan yang kadang datang dari kawan, adk2, pengunjung blog ini serta entah dari mana-mana.

Yok kita lihat gimana langkah-langkah regresi data primer dengan eviews..


  • Siapkan data dalam bentuk excel yang sudah disusun rapi




  • Buka program eviews - file - new - workfile 

  • untuk data primer, pada workfile structure type pilih unstructured / undated
  • untuk obseravtion isi dengan jummlah sampel data misalnya dalam penelitian ini menggunakan 80 sampel - klik ok

  • sekarang membuat variabel satu persatu sesuai denan penelitian yang ada, misalnya saya buat y x1 x2 x x4 untuk membuatnya , klik object - new object- series - isi namanya sesuai keinginan



  • untuk variabel selanjutnya cukup di copy kemudian paste dan diganti namnya

  • untuk memasukan nilai dari tiap variabel, blok variabel sesuai urutann di file excel

  • setelah itu klik kanan open as grup, klik edit - copy data excel dn paste di eviews
  • biasakan setelah di copy untuk cek data sudah masuk atau belum



  • kemudian langkah selanjutnya di close
  • selanjutnya membuat equation / persamaan
  • object - new object - equation - pada name isi dengan nama yang diinginkan

  • untuk eq estimation nya isi dengan persamaan yang akn di regresi y c x1 x2 x3 x4


  • untuk uji asumsi klasik sama dengan uji asumsi klasik pada data time series yang sudah saya posting sebelumnya
  • untuk hasilnya bisa langsung di interpretasi seperti biasa..



Nah terkadang ada pertanyaan, hasil regresi eviews dengan spss sama nggak?
ya jawabannya sama. karena spss eviews mmerupakan alat yang digunakan untuk proses perhitungannya

mari kita lihat..
bandingkan dengan spss

ini merupakan data yang sama dengan dikerjakan di evviews
sekarang mari kita coba regresi dengan persamaan yang sama yaitu Y X1 X2 X3 X4

ini merupakan hasil regresi dengan spss dengan menggunakan data yang sama

sekarang coba kita perhatikan beberapa hal ini :

Eviews
R square = 0.829235
R square ad = 0.820128
koefisien x1 = 0.592358

koefisien x2 = 254.3892

durbin watson = 1.880249


SPSS
R square = 0,829
R square ad = 0,820
koefisien x1 =0,592
koefisien x2 = 2554,89
durbin watson = 1,880






sama persis kan?

berarti hasil yang ada dari kedua program pengolahan ini memang sama..

Untuk melihat videonya klik disini

Ditunggu komen dan masukannya untuk membuat tulisan ini lebih baik...

Terima Kasih sudah berkunjung

Selasa, 11 Oktober 2016

Mahasiswa Masih Kurang Memanfaatkan Fasilitas BPJS

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Fasilitas layanan BPJS Kesehatan ternyata belum banyak dimanfaatkan kalangan mahasiswa. Baik itu di Universitas Syiah Kuala maupun di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

Hal itu disampaikan Wakil Direktur Pelayanan Medis RS Prince Nayef Unsyiah, dr Teuku M Yus, dalam acara sosialisasi pemanfaatan BPJS bagi 500-an mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unsyiah, Senin, 10 Oktober 2016.



Dia menyebutkan, apabila merujuk data BPJS yang menyebutkan bahwa sudah 70 persen penduduk Indonesia terdaftar di BPJS Kesehatan, maka itu berarti, dari 45.000 mahasiswa Unsyiah dan UIN Ar-Raniry, seharusnya ada 31.000 mahasiswa yang sudah memiliki kartu BPJS.

"Tetapi angka tersebut tidak terlihat pada kunjungan mahasiswa yang berobat di RS Prince Nayef Unsyiah yang menggunakan BPJS. Mahasiswa masih belum memahami pemanfaatan fasilitas BPJS," kata dr Teuku M Yus didampingi Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Hewan, Dr drh Razali MSi.
M Yus menekankan akan perlunya kepedulian mahasiswa akan pentingnya layanan kesehatan ini. Apalagi sebagian besar dari mereka berada jauh dari rumah orang tua. Jangan sampai, karena tidak ada uang lantas tidak berobat, terus menelpon orang tua untuk datang. Padahal semua fasilitas dan layanan kesehatan sudah ditanggung oleh BPJS.

"Selama kuliah, mahasiswa bisa memindahkan fasilitas kesehatan BPJS dari daerah asalnya ke Banda Aceh. Di sekitar kampus ada Klinik Athari dan Puskesmas Kopelma Darussalam, yang selanjutnya apabila memerlukan layanan spesialis, bisa dirujuk ke RS Prince Nayef," saran Dr Teuku M Yus. (*)

sumber : klik disini

Jumat, 06 Mei 2016

Uji Multikolinearitas Pada Data Panel

Oleh : Jul Fahmi Salim Selian

Assalamualaikum wrr wb..

Selamat soreee..
Sebelumnya saya suda share yang berkaitand engan data panel, mulai dari cara input, input alternatif, pemilihan model terbaik (CEM, FEM atau REM), hingga uji LM, Karena ada beberapa pertanyaan dari pengunjung blog ini mengenai cara uji multikolinearitas pada data panel, saya akan mencoba untuk sharing...

Berikut merupakan langkah-langkahnya :
- Susun data panel dalam excel seperti gambar di bawah ini





- Kemudian buka EViews




- Klik file -new - workfile (boleh dengan short cut ctrl + n)
- setelah keluar mini windows spereti dibawah ini, ganti workfile structure dengan "balanced data"



- Pada freuqency silahkan sesuaikan dengan jenis data, karena menggunakan data tahunnan saya menggunakan annual
- Start date isi dengan tahun awal
- End date isi dengan tahun akhir
- Number off cross section isi dengan seberapa banyak crossw sectionnya, karena saya menggunakan data 2 kab kota jadi saya mengeisinya 23, kemudian klik ok

- Setelah selesai selanjutnya klik object - new object - pilih series - name objek silahkan buat sendri sesuai kemauan, saya membuat "Y" klik ok





- Untuk variabel lainnya, klik kanan sekali pada variabel y, kemudian copy dan  paste, maka akan muncul seperti di bawah ini, destination isi dengan nama var berikutnya, saya buat x1 kemudian klik ok






- Maka sudah bertambah satu variabel lagi, yaitu x1, selanjutnya lakukan langkah sebelumnya yaitu klik kana, copy paste dan buat nama variabel baru samapai semua variabel yang ada di excel, Y X1 X2 X3
- Selanjutnya mari kita input data excel ke EViews, klik y kemudian tekan kontrol, dan jangan di lepas, klik berurutan Y X1 X2 dan X3, kemudian klik kanan, open as group
- klik "edit", kemudian copy data di exxcel dan kembali ke jendela eviews dan paste kan





- close jendelanya,
- untuk uji multikol, buka variavel x1 x2 dan x dengan cara tadi, yaitu klik xx1 tekan ctrl dan klik x2 dan x3 kemuadian open as group
- klik quick, group statistic pilih correlation dan perhatikan nilai antar variabelnya, jika ada yg lebih besar dari 0,8 maka terindikasi multikolinearitas. Karena dari hasil uji kita nilai korelasinya semua < 0,8 sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi gejala multikolinearitas dalam model yang kita gunakan.

Sekian cara uji multikol di data panel, cukup mudah kan,

Makasi buat Ad' Intan Safitri, atas datanya.. hehhe

berikan masukan dan sarannya akgar tulisan ini bisa lebih baik lagi..

wassalamualakum wr wb...

Kamis, 14 April 2016

Pengelolaan Migas Aceh

Assalamualaikum wr wb..
Selamat Sore...
Copas Berita dari Serambi Aceh..


PERSOALAN pengelolaan minyak dan gas Aceh menjadi salah satu isu sejak ditetapkannya Undang-undang No.11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), yang kemudian ditetapkan Peraturan Pemerintah No.23 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumberdaya Alam Minyak dan Gas Bumi di Aceh. Atas dasar itu, terbentuk Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA) yang menggantikan SKK Migas di Aceh. Dengan terbentuknya lembaga ini, berarti pemerintah Aceh telah diberikan hak dalam mengelola migas di Aceh. Kesahihan terbentuknya lembaga tersebut ditunjukkan oleh telah dilantiknya Kepala BPMA, Marzuki Daham oleh Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) belum lama ini di Jakarta.

Kita menyambut baik kebijakan ini. Tentu saja dengan harapan semakin meningkatnya geliat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Keterlibatan pemerintah Aceh di dalam kegiatan ini bukan berarti Pemerintah Aceh dapat mengatur secara politik setiap langkah dan gerak dari BPMA. Memang, itu adalah bagian dari negosiasi politik yang dibicarakan dalam waktu yang relatif lama.
Akan tetapi, bila politik dikedepankan, mungkin tujuan awal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh hanya akan menjadi mimpi. Barangkali kita bisa lihat kembali Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) sebagai lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah untuk memajukan Sabang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru (New Economic Growth Center) di ujung barat Indonesia. Keikutsertaan tangan-tangan politik yang kental, menyebabkan lembaga tersebut seperti ada dan tiada.

Kita Mampu
BPMA mungkin sebuah keniscayaan di awal mimpi-mimpi kita selaku masyarakat Aceh untuk kemajuan ekonomi Aceh. Puluhan tahun kita memprotes pemerintah pusat karena tidak transparan dalam mengelola migas Aceh. Kita meyakini, kita memiliki sumber daya alam, khususnya migas yang sangat besar di bumi ini. Kita meyakinkan masyarakat, kalau kita mampu mengelola sendiri sumber daya alam itu untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat kita. Hari ini kita harus membuktikan, BPMA itu memang untuk kesejahteraan masyarakat, bukan untuk gontok-gontokan, atau memperkaya kelompok kita sendiri. Kita harus memberikan kesempatan untuk mengelola setiap kebijakan BPMA secara profesional, bukan secara politik apalagi politisasi.

Mungkin sebagian masyarakat sering mendengarkan istilah rente (rent). Istilah ini sebenarnya sebuah istilah bermakna positif yang digunakan untuk menghargai atau menilai setiap pemberian Tuhan yang kita dapatkan secara gratis. Akan tetapi, karena adanya orang-orang tertentu yang mendapatkan manfaat (benefit) atau keuntungan (profit) tanpa adanya usaha, maka istilah rente digunakan kepada hal yang demikian. Kegiatan semacam itulah yang disebut sebagai perburuan rente (rent seeking).
Kewenangan yang didapatkan oleh seseorang kecenderungan dimanfaatkan untuk menunjukkan eksistensinya. Baik berupa pengaruh, maupun kesempatan untuk mendapatkan rente. Di sinilah biasanya kehancuran itu akan terjadi. Ketika campur tangan politik untuk kebijakan ekonomi sangat dominan, ditambah lagi untuk kepentingan tertentu (vested interest), maka kepentingan untuk rakyat menjadi terlupakan atau dilupakan? Apabila kemakmuran rakyat menjadi pilihan utama dan mutlak, maka kita harus melupakan ekonomi rente (rent economics).

Semua kebijakan harus benar-benar untuk rakyat, bukan hiasan bibir (lip service) atau janji yang diingkari. Pengelolaan migas oleh BPMA nantinya, jangan sampai menjadi tempat atau markas perburuan rente bagi banyak pihak. Kita kuatir bila itu dilakukan, perjuangan atau apapun namanya yang selama ini telah dilakukan atau dikampanyekan, akan dipandang sinis oleh masyarakat. Pemerintah Aceh jangan merasa mengutangkan budi pada pengelolanya, sehingga budi itu harus dibalasnya dalam bentuk rente.

Aceh pernah jaya dengan minyak dan gasnya. Sampai-sampai kita merasa sombong dengan kekayaan alam yang ada di perut bumi. Seakan tidak pernah habisnya. Negara kita berfoya-foya dengan hasil migas yang dimiliki. Setelah tiga puluhan tahun gemerlapnya Aceh dengan gelar petro dolar, ternyata kita harus kembali ke masa yang hampir suram. Kondisi ini ditunjukkan oleh geliat ekonomi di Aceh, khususnya Aceh Utara dan Lhokseumawe sebagai daerah yang memiliki sumber daya alam migas (yang tidak dapat diperbarui). Kegemerlapan di masa lalu, telah meninabobokan semua lapisan di bumi Aceh, rakyat hingga pejabat. Seakan kegemerlapan itu akan terus berlangsung hingga usia Aceh berakhir.

Harus bangkit
Hari ini, pengelolaan migas telah diserahkan kepada rakyat Aceh. Memang, blok yang lama telah usai. Mungkinkah kita dapat menemukan atau mengembangkan blok-blok yang baru? Mungkinkah ini awal kejayaan atau kegemerlapan Aceh yang baru? Akankah kondisi ini meninabobokan kembali pejabat dan rakyat Aceh? Kita harus belajar dari pengalaman masa lalu yang relatif pahit. Jangan bergantung pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui itu. Kalaupun hal ini dapat membangkitkan kembali Aceh menjadi lebih baik dari sebelumnya, namun pemerintah Aceh harus bangkit dan sadar, hal itu akan berakhir suatu masa nanti.

Pemerintah Aceh harus berpikir untuk generasi yang akan datang di dalam jangka panjang. Jangan hanya berpikir untuk jangka lima tahunan. Oleh karenanya, pemerintah Aceh sudah selayaknya memikirkan konsep mengembangkan ekonomi yang berkelanjutan (sustainable economic). Ekonomi yang berbasis pada sumber daya alam yang terbarukan. Bagian dari keuntungan pengelolaan migas sepatutnya digunakan untuk tujuan pengembangan ekonomi jangka panjang.

Masyarakat juga jangan lagi dibutakan mata hatinya atau terlena dengan janji-janji yang tak berujung. Masyarakat kita perlu dibangunkan dari buaian-buaian mimpi yang tak terbukti. Dengan adanya pengelolaan migas oleh Pemerintah Aceh, saatnya kita berpikir bersama-sama membangun Aceh yang tanpa terkota-kotak, baik dari sisi ekonomi, sosial, budaya maupun geografis. Pengalaman buruk masa lalu harus menjadi pelajaran berharga untuk masa depan yang lebih maju.

Isu adalah momen. Pilkada di Aceh tidak lama lagi. Para calon pasti sedang mempersiapkan materi untuk kampanye. Berbagai isu dikumpulkan untuk dijadikan bahan pada momen kampanye. Peluang-peluang sekecil apapun akan dimanfaatkan oleh para calon untuk menunjukkan keberhasilannya atau menawarkan sesuatu bila terpilih. Pengelolaan migas oleh pemerintah Aceh adalah isu yang selayaknya masyarakat Aceh tahu.

Akan tetapi, isu ini tidak sepatutnya dijadikan bahan kampanye. Sekali isu ini masuk ke ranah kampanye politik, maka saat berkuasa akan memiliki kecenderungan untuk mengutak-atik lembaga itu. Akhirnya, profesionalitas tidak dapat diwujudkan di sana. Politisasi dapat saja terjadi. Harus diingat, tujuan awal BPMA untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Aceh.

* Dr. Abd. Jamal, S.E., M.Si., Dosen/Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Darussalam, Banda Aceh. Email: abdjamal@unsyiah.ac.id

Sumber : Klik disini

Senin, 11 Januari 2016

Menyoal Harga Komoditas Pertanian

Assalamualaikum wr wb..
Repost Tulisan Bu Chenny di Serambi Indonesia..


HARGA merupakan bagian penting dalam ekonomi pertanian. Hal ini karena harga sangat menentukan tingkat kesejahteraan semua pihak, baik petani sebagai produsen maupun rumah tangga sebagai konsumen. Harga yang terlalu rendah akan merugikan petani, pada sisi yang lain harga yang terlalu tinggi akan memicu meningkatnya inflasi dan menurunkan kesejahteraan rumah tangga konsumen, terutama bagi si miskin.

Komoditas pertanian di Provinsi Aceh sendiri menjadi perhatian khusus bagi otoritas moneter karena beberapa di antaranya tergolong dalam inflasi volatile food yang sangat besar perannya dalam menyumbang inflasi di Aceh. Beberapa di antara komoditas volatile food yang menyumbang inflasi cukup besar, antara lain; beras, tembakau (rokok), cabe merah, bawang merah, tomat, kedelai, beberapa jenis sayur-mayur, dan buah-buahan. Beras bahkan selalu menjadi komoditas yang menyumbang inflasi tertinggi di antara 7 kelompok komoditas yang dihitung dalam perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK).

Analisis harga pertanian sebagai bagian dalam ilmu ekonomi memegang peranan penting dalam merumuskan kebijakan stabilitas harga komoditas pertanian, peningkatan produksi pangan, dan ramalan tentang perkembangan harga komoditas pertanian ke depan. Beberapa metode dalam analisis pertanian di antaranya adalah analisis kuantitatif. Metode ini sering menggunakan model-model ekonomi yang mencoba melihat bagaimana pengaruh harga-harga komoditas terhadap kesejahteraan rumah tangga dan kesejahteraan petani.

Tentu saja analisis ini memerlukan beberapa hal dari penulis, misalnya wawasan teori yang melatarbelakangi penelitian cukup baik sehingga membantu penulis dalam membangun model-model yang tepat. Selain itu ketersediaan data yang mendukung penelitian sangat besar peranannya, di samping kemampuan analisis statistik penulis itu sendiri juga cukup baik (Tomeck dan Robinson, 1990).

Tak asing lagi
Model permintaan sudah tak asing lagi bagi masyarakat, terutama yang memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Ekonomi. Di antara model permintaan yang dapat menganalisis pengaruh harga komoditas pertanian terhadap permintaan adalah Model Permintaan Hampir Ideal (Almost Ideal Demand System atau model AIDS). Model ini diperkenalkan oleh Deaton dan Muellbauer pada 1980. Sebagai informasi Deaton sendiri konsisten melihat perilaku konsumen (consumer behavior) dan menjadi peraih nobel ekonomi pada tahun 2015 ini. Kelebihan model ini selain dapat memuat banyak vaiabel harga komoditas dalam satu model, juga dapat menguji berbagai batasan-batasan (restriksi) dalam fungsi permintaan. Restriksi yang dimaksud yaitu aditivitas, homogenitas, dan kendala simetris.

Model ini juga dapat melihat variabel lain di luar harga komoditas, misalnya; variabel pendapatan rumah tangga, variabel spatial, dan variabel sosial demografi. Sangat memungkinkan bagi banyak variabel dimuat dalam satu persamaan. Output dari model AIDS ini adalah elastisitas harga permintaan, elastisitas pendapatan, dan elastisitas variabel lainnya. Elastisitas harga akan melihat bagaimana tingkat sensitivitas harga terhadap permintaan rumah tangga, apakah bersifat elastis, inelastis, atau unity. Besaran elastisitas ini dapat melihat bagaimana perubahan kesejahteraan seseorang akibat perubahan harga komoditas pertanian tersebut.

Model ini pernah saya pakai dalam penelitian disertasi saya mengenai pergeseran kesejahteraan rumah tangga perdesaan dan rumah tangga perkotaan di Provinsi Aceh tahun 2009 hingga tahun 2013. Data yang digunakan adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Komoditas pertanian yang saya angkat adalah komoditas penyumbang inflasi, yaitu; beras, rokok, dan ikan. Komoditas ini tergolong komoditas yang rentan menyebabkan inflasi (inflasi volatile food).
Naiknya harga-harga komoditas pertanian cenderung disebabkan oleh faktor musim/cuaca. Pada sisi yang lain permintaan masyarakat Aceh semakin meningkat sedangkan supply bagi komoditas ini masih jauh dari mencukupi. Hal ini terlihat dari ketergantungan Aceh terhadap daerah lain masih sangat tinggi dalam memenuhi kebutuhan komoditas yang diteliti, terutama komoditas beras.
Berdasarkan hasil perhitungan elastisitas model AIDS, terlihat bahwa inflasi pada komoditas pertanian di Provinsi Aceh sangat besar pengaruhnya terhadap pergeseran kesejahteraan rumah tangga di perkotaan. Hal ini terlihat dari nilai elastisitas harga yang cenderung elastis. Nilai ini cenderung inelastis pada perdesaan. Daerah perkotaan merupakan rumah tangga konsumen murni dari produk pertanian. Hal ini sedikit berbeda bagi rumah tangga perdesaan, di mana selain mereka sebagai konsumen, pada sisi yang lain kebanyakan dari mereka juga menjadi produsen (petani).
Namun, hasil yang unik adalah nilai elastisitas harga bagi komoditas rokok yang cenderung inelastis di perdesaan. Nilai ini dapat diartikan bahwa walaupun harga rokok naik setiap tahun, tetapi konsumsi rokok di perdesaan tidak terlalu terpengaruh. Adakah kemungkinan budaya merokok di warung kopi yang sudah menjadi tradisi di provinsi ini turut andil dan memperkuat hasil penelitian ini.

Rekomendasi kebijakan
Sebagai rekomendasi kebijakan dalam penelitian ini, untuk kebijakan stabilisasi inflasi pada komoditas volatile food, ketiga komoditas tadi harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan otoritas moneter. Dalam hal ini pemberdayaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mutlak diperlukan. Pemerintah sudah harus memetakan komoditas unggulan yang menjadi prioritas pembangunan ke depan, terutama bagi komoditas beras dan sektor perikanan.
Upaya mencapai swasembada bagi kedua komoditas ini harus menjadi target prioritas, mengingat kedua komoditas ini sangat besar perannya terhadap inflasi dan kesejahteraan masyarakat Aceh. Aceh sendiri memiliki peluang dan potensi yang besar dalam mengembangkan kedua komoditas ini. Komoditas rokok sebaiknya didekati dengan persuasif dari sisi konsumennya, misalnya dengan memperluas sosialisasi tentang bahaya rokok bagi kesehatan, dan intervensi langsung dari pemerintah tentang anti rokok.

Model-model yang diperkenalkan dalam analisis harga pertanian diharapkan dapat membantu pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam upaya membuat kebijakan stabilitas harga, memprediksi perkembangan harga ke depan, dan lebih jauh menjadi arah kebijakan ekonomi terutama terkait komoditas-komoditas unggulan yang harus diprioritaskan

sektor pertanian telah menjadi satu sektor yang besar kontribusinya dalam pertumbuhan ekonomi Aceh, sehingga jika kemandirian pangan dapat dicapai maka hal tersebut menjadi prestasi yang luar biasa bagi pemerintah Aceh ke depan. Permasalahan inflasi yang rentan berfluktuasi akibat komoditas volatile food juga dapat diminimumkan seiring meningkatnya produksi komoditas pertanian di Aceh. Saya yakin, kejayaan Aceh dapat kembali dimulai dengan mewujudkan kemandirian pangan dan menjadi produsen bagi beberapa komoditas unggulan, seperti beras dan ikan. Semoga!

* Dr. Chenny Seftarita, S.E., M.Si., Dosen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh. Email: chennyseftarita@gmail.com

Sumber : klik disini

Rabu, 20 Mei 2015

Edev Untuk Kita Para Calon Ekonom

Assalamualaikum wr wb

Berikut saya share Tulisan dari http://edev-unsyiah.blogspot.com/

Ekonomi merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan individu maupun bermasyarakat di duinia ini, maka dari itu, perlunya ilmu ekonomi yang memadai untuk membuat suatu kebijakan ekonomi yang memberikan dampak  yang baik bagi perekonomian suatu negara ataupun dunia  demi mencapai kesejahteraan.

Fakultas Ilmu Ekonomi Unsyiah Aceh,  hadir demi melahirkan ekonom-ekonom yang handal guna memperbaiki perekonomian Aceh yang buntu setelah beberapa dekade terakhir Aceh dilanda masa konflik yang berkepanjangan. Para ekonom yang dilahirkan Fakultas Ekonomi nantinya diharapkan juga dapat memperbaiki perekonomian Aceh pasca bencana dahsyat tsunami tahun 2004. Dan para ekonom yang berasal dari Fakultas tertua di Unsyiah ini juga diharapkan mampu menyelasaikan permasalahan-permasalahan lainnya yang berkaitan dengan perekonomian Aceh maupun nasional demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada disekitarnya.

Edev Untuk Kita Para Calon EkonomDemi melatih para calon ekonom, Fakultas Ekonomi khususnya jurusan Ekonomi Pembangunan (EKP) membekali mahasiswanya dengan teori-teori dan pengetahuan-pengetahua tentang kondisi, sejarah, serta cara mengambil kebijakan ekonomi , agar mahasiswanya terlahir menjadi ekonom yang handal yang bermanfaat bagi Indonesia kusunya Aceh.

Untuk menjadi para ekonom yang handal, tidak cukup bagi mahasiswa EKP hanya bermodal dengan teori-teori saja yang diberikan didalam kelas oleh para dosen tanpa mempraktekannya sendiri. Dengan berbicara atau membuat tulisan-tulisan yang berkaitan dengan kebijakan maupun fenomena-fenomena ekonomi yang sering terjadi saat ini, diharapkan para mahasiswa EKP dapat menjadi ekonom yang handal seperti yang diharapkan. Oleh karena itu perlunya wadah bagi mahasiswa EKP untuk menyalurkan idealismenya yang berkaitan tentang kondisi perekonomian yang sedang banyak diperbincangkan saat ini.

Edev komunitas pemikir ekonomi lewat portalnya ( edev-unsyiah.blogspot.com ) didirikan untuk kita para calon ekonom. Diharapkan Edev menjadi wadah bagi mahasiswa EKP untuk menyalurkan idealismenya dan melatih maupun mengasah kemampuannya untuk menjadi ekonom  yang handal dikemudian hari. maka dari itu diinformasikan bagi kawan-kawan agar dapat melihat isu-isu atau masalah yang berkaitan dengan perekonomian yang kemudian menulisnya dalam bentuk pemikiran pribadi.

Hal ini dilakukan agar kawan-kawan dapat terlatih dalam melihat suatu masalah lalu mengambil suatu kebijakan yang dapat mengatasi masalah tersebut. Dan diharapkan juga bagi kawan-kawan dalam jangan takut salah untuk menulis,  tulis apa saja yang ada dibenak kalian karena kita masih dalam proses belajar maka dari itu kita mesti banyak bertanya kepada dosen dalam proses penulisan yang kita lakukan.

Ini Dia Kolom-Kolom Tulisan yang Ada di Edev Untuk Kawan-Kawan Bisa Isi:

Economic News : Kolom ini meng up date setiap isu-isu terhangat yang berkaitan dengan ekonomi baik internasional. nasional, maupun daerah. Dalam penulisannya kita bida mencari berita ekonomi di portal berita nasional seperti kompas.com, antaranews.com, dan lain-lain dimana setelah kita melihat berita di web berita tersebut kita dapat menulisnya dalam bahasa kita sendiri di tambahkan statement atau tanggapan dari dosen kiat (EKP).

Kuliahku : Kolom ini berfungsi sebagai bahan-bahan kuliah kita ataupun catatan-catatan perkuliahan kita. dan bisa juga kawan-kawan tulis catatan perkuliahannya dalam bentuk berita disertai kutipan bicara dosen di kelas.

Karya tulis : Kolom ini berisi tentang Karya ilmiah, karya ilmiah populer, hasil penelitian milik pribadi kawan-kawan ataupun bisa juga punya mahasiswa lain tapi masih dalam ruang lingkup EKP.

Economic Photography : Kolom ini berisi tentang karya-karya foto milik kawan-kawan pribadi yang bertema tentang kegiatan ataupun kehidupan ekonomi masyarakat.

Financial Market : Kolom ini berisi tentang update kondisi pasar keuangan seperi kurs, ihsg, dan lain-lain yang berkaitan denganpasar keuangan.

Articel : Kolom ini berisi tulisan panjang, opini, atau bisa juga cerpen yang berkaitan dengan ekonomi.

Informasi : Kolom ini berisi tentang informasi-informasi lanjutan tentang Edev baik kegiatan edev maupun agenda-agenda edev. Bisa juga kawan-kawan mengirimkan informasi-informasi yang berkaitan dengan lomba apa saja, seminar, lowongan pekerjaan, informasi s2 dan lain-lain.
 
Untuk mengirimkan hasil karya-karya tulis kawan-kawan bisa dikirim melalui email keredaksian Edev dieconomicdevelopment1958@gmail.com

Informasi lanjutan dan Jika ada kritik dan saran bisa melalui Fuad Riski (08126991101) dan Tajul ULa ( 082161192023)

Ayo semangat buat kawan-kawan untuk menulis , gak ada alasan sibuk kuliah karena ini bagian dari praktek setelah kita mendapat teori-teori didalam kelas.

Sumber : http://edev-unsyiah.blogspot.com/2014/04/edev-untuk-kita-para-calon-ekonom.html#clients

Cara Mendapatkan EViews 11 Demo Version

 Oleh: Jul Fahmi Salim Assalmkum wrwb.. Selamat Pagi, Siang, Malam teman-teman sekalian, jika dipostingan sebelumnya sydah ada cara mendapat...