Tampilkan postingan dengan label Ekonom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonom. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 September 2020

Cara Mendapatkan EViews 11 Demo Version

 Oleh: Jul Fahmi Salim

Assalmkum wrwb..

Selamat Pagi, Siang, Malam teman-teman sekalian, jika dipostingan sebelumnya sydah ada cara mendapatkan eviews 9, kali ini saya akan berbagai cara memndapatkan Eviews versi terbaru yaitu Eviews 11

Berikut langkah-langkahnya:


  • Kemudian pilih "Product & Pricing" ==> "Request a Demo Copy"
  • Kemudian isi semua data yang diperlukan
  • pastikan email yang didaftarkan adalah email  yang aktif, karena link download dan instruksinya akan dikirim ke email tersebut oleh pihak eviews.com

  • Jika disetujui, maka akan email resmi dari eviews.com seperti dibawah ini

  • Kemudian tinggal mendownload master filenya sesuai dengan spesifikasi laptopnya (32 bit atau 64 bit)
  • Jika sudah, maka silahkan di cek folder download di device masing-masing




  • Ikuti seluruh instruksi unutk menginstalnya sesuai yang terdapat pada email yang diterima
  • Doble klik pada master file eviewsnya

  • klik next
  • 1 accept term license and agreement
  • next
  • next
  • next
  • Finish








Selesai

Terima Kasih, semoga bisa membantu



Sabtu, 22 Juli 2017

Spideconomic and BeEconomic

Oleh : Jul Fahmi Salim

Assalamualaikum wr wb....

SpidEconomics ??? ==> Spider + Economics ??? or Spideconomist ==>> Spider Economist
BeEconomics ?? ==> Bee + Economics  ??? or BeEconomist ==> Bee Economist

Apa maksud dari kata - kata tersebut??

itu cuma kata-kata yang muncul sepintas ketika penulis lagi suntuk ngerjaiin borang..

Sekian..

Kamis, 20 Oktober 2016

Regresi Data Primer Dengan EViews

Assalamualikum wr wb...

Selamat Pagi..

Semoga kita semua dalam lindungan Allah swt.. Amiin Ya Rabbal alamin..

Udah lama nggak sharing ni masalah pengolahan data,, nah kali ini saya mau sharing cara mengolah data primer menggunakan EViews.. 
Q : Nah loh, emang dengan program lain emang nggak bisa? SPSS? Shazam? dll 
A : ada beberapa alasannya, 
1). Bagaimana jika tidak ada program pengolahan data lain? (Hayoooo.Emang bisa kita hitung pake jari??? hihii) 
2). Setelah belajar-belajar dengan ibu-ibu Tim Hiber (Ibu 1, Ibu 2, dan Ibu 3) baru dapat ilmunya, karena pemikiran saya awalnya eviews lebih sering digunakan untuk meregresi data runtun waktu (time series), (atau emang saya yang masih malas baca...hahahha). 
3). untuk menjawab pertanyaan "hasil dengan spss kurang bagus, bisa nggak di coba dengan eviews, mungkin hasilnya bagus?" ini membuktikan bahwa hasil regresi dengan mengunakan eviews dan spss itu sama. ini pertanyaan yang kadang datang dari kawan, adk2, pengunjung blog ini serta entah dari mana-mana.

Yok kita lihat gimana langkah-langkah regresi data primer dengan eviews..


  • Siapkan data dalam bentuk excel yang sudah disusun rapi




  • Buka program eviews - file - new - workfile 

  • untuk data primer, pada workfile structure type pilih unstructured / undated
  • untuk obseravtion isi dengan jummlah sampel data misalnya dalam penelitian ini menggunakan 80 sampel - klik ok

  • sekarang membuat variabel satu persatu sesuai denan penelitian yang ada, misalnya saya buat y x1 x2 x x4 untuk membuatnya , klik object - new object- series - isi namanya sesuai keinginan



  • untuk variabel selanjutnya cukup di copy kemudian paste dan diganti namnya

  • untuk memasukan nilai dari tiap variabel, blok variabel sesuai urutann di file excel

  • setelah itu klik kanan open as grup, klik edit - copy data excel dn paste di eviews
  • biasakan setelah di copy untuk cek data sudah masuk atau belum



  • kemudian langkah selanjutnya di close
  • selanjutnya membuat equation / persamaan
  • object - new object - equation - pada name isi dengan nama yang diinginkan

  • untuk eq estimation nya isi dengan persamaan yang akn di regresi y c x1 x2 x3 x4


  • untuk uji asumsi klasik sama dengan uji asumsi klasik pada data time series yang sudah saya posting sebelumnya
  • untuk hasilnya bisa langsung di interpretasi seperti biasa..



Nah terkadang ada pertanyaan, hasil regresi eviews dengan spss sama nggak?
ya jawabannya sama. karena spss eviews mmerupakan alat yang digunakan untuk proses perhitungannya

mari kita lihat..
bandingkan dengan spss

ini merupakan data yang sama dengan dikerjakan di evviews
sekarang mari kita coba regresi dengan persamaan yang sama yaitu Y X1 X2 X3 X4

ini merupakan hasil regresi dengan spss dengan menggunakan data yang sama

sekarang coba kita perhatikan beberapa hal ini :

Eviews
R square = 0.829235
R square ad = 0.820128
koefisien x1 = 0.592358

koefisien x2 = 254.3892

durbin watson = 1.880249


SPSS
R square = 0,829
R square ad = 0,820
koefisien x1 =0,592
koefisien x2 = 2554,89
durbin watson = 1,880






sama persis kan?

berarti hasil yang ada dari kedua program pengolahan ini memang sama..


Ditunggu komen dan masukannya untuk membuat tulisan ini lebih baik...

Terima Kasih sudah berkunjung

Regresi Data Primer Dengan EViews

Assalamualikum wr wb...

Selamat Pagi..

Semoga kita semua dalam lindungan Allah swt.. Amiin Ya Rabbal alamin..

Udah lama nggak sharing ni masalah pengolahan data,, nah kali ini saya mau sharing cara mengolah data primer menggunakan EViews.. 
Q : Nah loh, emang dengan program lain emang nggak bisa? SPSS? Shazam? dll 
A : ada beberapa alasannya, 
1). Bagaimana jika tidak ada program pengolahan data lain? (Hayoooo.Emang bisa kita hitung pake jari??? hihii) 
2). Setelah belajar-belajar dengan ibu-ibu Tim Hiber (Ibu 1, Ibu 2, dan Ibu 3) baru dapat ilmunya, karena pemikiran saya awalnya eviews lebih sering digunakan untuk meregresi data runtun waktu (time series), (atau emang saya yang masih malas baca...hahahha). 
3). untuk menjawab pertanyaan "hasil dengan spss kurang bagus, bisa nggak di coba dengan eviews, mungkin hasilnya bagus?" ini membuktikan bahwa hasil regresi dengan mengunakan eviews dan spss itu sama. ini pertanyaan yang kadang datang dari kawan, adk2, pengunjung blog ini serta entah dari mana-mana.

Yok kita lihat gimana langkah-langkah regresi data primer dengan eviews..


  • Siapkan data dalam bentuk excel yang sudah disusun rapi




  • Buka program eviews - file - new - workfile 

  • untuk data primer, pada workfile structure type pilih unstructured / undated
  • untuk obseravtion isi dengan jummlah sampel data misalnya dalam penelitian ini menggunakan 80 sampel - klik ok

  • sekarang membuat variabel satu persatu sesuai denan penelitian yang ada, misalnya saya buat y x1 x2 x x4 untuk membuatnya , klik object - new object- series - isi namanya sesuai keinginan



  • untuk variabel selanjutnya cukup di copy kemudian paste dan diganti namnya

  • untuk memasukan nilai dari tiap variabel, blok variabel sesuai urutann di file excel

  • setelah itu klik kanan open as grup, klik edit - copy data excel dn paste di eviews
  • biasakan setelah di copy untuk cek data sudah masuk atau belum



  • kemudian langkah selanjutnya di close
  • selanjutnya membuat equation / persamaan
  • object - new object - equation - pada name isi dengan nama yang diinginkan

  • untuk eq estimation nya isi dengan persamaan yang akn di regresi y c x1 x2 x3 x4


  • untuk uji asumsi klasik sama dengan uji asumsi klasik pada data time series yang sudah saya posting sebelumnya
  • untuk hasilnya bisa langsung di interpretasi seperti biasa..



Nah terkadang ada pertanyaan, hasil regresi eviews dengan spss sama nggak?
ya jawabannya sama. karena spss eviews mmerupakan alat yang digunakan untuk proses perhitungannya

mari kita lihat..
bandingkan dengan spss

ini merupakan data yang sama dengan dikerjakan di evviews
sekarang mari kita coba regresi dengan persamaan yang sama yaitu Y X1 X2 X3 X4

ini merupakan hasil regresi dengan spss dengan menggunakan data yang sama

sekarang coba kita perhatikan beberapa hal ini :

Eviews
R square = 0.829235
R square ad = 0.820128
koefisien x1 = 0.592358

koefisien x2 = 254.3892

durbin watson = 1.880249


SPSS
R square = 0,829
R square ad = 0,820
koefisien x1 =0,592
koefisien x2 = 2554,89
durbin watson = 1,880






sama persis kan?

berarti hasil yang ada dari kedua program pengolahan ini memang sama..

Untuk melihat videonya klik disini

Ditunggu komen dan masukannya untuk membuat tulisan ini lebih baik...

Terima Kasih sudah berkunjung

Senin, 11 Januari 2016

Menyoal Harga Komoditas Pertanian

Assalamualaikum wr wb..
Repost Tulisan Bu Chenny di Serambi Indonesia..


HARGA merupakan bagian penting dalam ekonomi pertanian. Hal ini karena harga sangat menentukan tingkat kesejahteraan semua pihak, baik petani sebagai produsen maupun rumah tangga sebagai konsumen. Harga yang terlalu rendah akan merugikan petani, pada sisi yang lain harga yang terlalu tinggi akan memicu meningkatnya inflasi dan menurunkan kesejahteraan rumah tangga konsumen, terutama bagi si miskin.

Komoditas pertanian di Provinsi Aceh sendiri menjadi perhatian khusus bagi otoritas moneter karena beberapa di antaranya tergolong dalam inflasi volatile food yang sangat besar perannya dalam menyumbang inflasi di Aceh. Beberapa di antara komoditas volatile food yang menyumbang inflasi cukup besar, antara lain; beras, tembakau (rokok), cabe merah, bawang merah, tomat, kedelai, beberapa jenis sayur-mayur, dan buah-buahan. Beras bahkan selalu menjadi komoditas yang menyumbang inflasi tertinggi di antara 7 kelompok komoditas yang dihitung dalam perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK).

Analisis harga pertanian sebagai bagian dalam ilmu ekonomi memegang peranan penting dalam merumuskan kebijakan stabilitas harga komoditas pertanian, peningkatan produksi pangan, dan ramalan tentang perkembangan harga komoditas pertanian ke depan. Beberapa metode dalam analisis pertanian di antaranya adalah analisis kuantitatif. Metode ini sering menggunakan model-model ekonomi yang mencoba melihat bagaimana pengaruh harga-harga komoditas terhadap kesejahteraan rumah tangga dan kesejahteraan petani.

Tentu saja analisis ini memerlukan beberapa hal dari penulis, misalnya wawasan teori yang melatarbelakangi penelitian cukup baik sehingga membantu penulis dalam membangun model-model yang tepat. Selain itu ketersediaan data yang mendukung penelitian sangat besar peranannya, di samping kemampuan analisis statistik penulis itu sendiri juga cukup baik (Tomeck dan Robinson, 1990).

Tak asing lagi
Model permintaan sudah tak asing lagi bagi masyarakat, terutama yang memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Ekonomi. Di antara model permintaan yang dapat menganalisis pengaruh harga komoditas pertanian terhadap permintaan adalah Model Permintaan Hampir Ideal (Almost Ideal Demand System atau model AIDS). Model ini diperkenalkan oleh Deaton dan Muellbauer pada 1980. Sebagai informasi Deaton sendiri konsisten melihat perilaku konsumen (consumer behavior) dan menjadi peraih nobel ekonomi pada tahun 2015 ini. Kelebihan model ini selain dapat memuat banyak vaiabel harga komoditas dalam satu model, juga dapat menguji berbagai batasan-batasan (restriksi) dalam fungsi permintaan. Restriksi yang dimaksud yaitu aditivitas, homogenitas, dan kendala simetris.

Model ini juga dapat melihat variabel lain di luar harga komoditas, misalnya; variabel pendapatan rumah tangga, variabel spatial, dan variabel sosial demografi. Sangat memungkinkan bagi banyak variabel dimuat dalam satu persamaan. Output dari model AIDS ini adalah elastisitas harga permintaan, elastisitas pendapatan, dan elastisitas variabel lainnya. Elastisitas harga akan melihat bagaimana tingkat sensitivitas harga terhadap permintaan rumah tangga, apakah bersifat elastis, inelastis, atau unity. Besaran elastisitas ini dapat melihat bagaimana perubahan kesejahteraan seseorang akibat perubahan harga komoditas pertanian tersebut.

Model ini pernah saya pakai dalam penelitian disertasi saya mengenai pergeseran kesejahteraan rumah tangga perdesaan dan rumah tangga perkotaan di Provinsi Aceh tahun 2009 hingga tahun 2013. Data yang digunakan adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Komoditas pertanian yang saya angkat adalah komoditas penyumbang inflasi, yaitu; beras, rokok, dan ikan. Komoditas ini tergolong komoditas yang rentan menyebabkan inflasi (inflasi volatile food).
Naiknya harga-harga komoditas pertanian cenderung disebabkan oleh faktor musim/cuaca. Pada sisi yang lain permintaan masyarakat Aceh semakin meningkat sedangkan supply bagi komoditas ini masih jauh dari mencukupi. Hal ini terlihat dari ketergantungan Aceh terhadap daerah lain masih sangat tinggi dalam memenuhi kebutuhan komoditas yang diteliti, terutama komoditas beras.
Berdasarkan hasil perhitungan elastisitas model AIDS, terlihat bahwa inflasi pada komoditas pertanian di Provinsi Aceh sangat besar pengaruhnya terhadap pergeseran kesejahteraan rumah tangga di perkotaan. Hal ini terlihat dari nilai elastisitas harga yang cenderung elastis. Nilai ini cenderung inelastis pada perdesaan. Daerah perkotaan merupakan rumah tangga konsumen murni dari produk pertanian. Hal ini sedikit berbeda bagi rumah tangga perdesaan, di mana selain mereka sebagai konsumen, pada sisi yang lain kebanyakan dari mereka juga menjadi produsen (petani).
Namun, hasil yang unik adalah nilai elastisitas harga bagi komoditas rokok yang cenderung inelastis di perdesaan. Nilai ini dapat diartikan bahwa walaupun harga rokok naik setiap tahun, tetapi konsumsi rokok di perdesaan tidak terlalu terpengaruh. Adakah kemungkinan budaya merokok di warung kopi yang sudah menjadi tradisi di provinsi ini turut andil dan memperkuat hasil penelitian ini.

Rekomendasi kebijakan
Sebagai rekomendasi kebijakan dalam penelitian ini, untuk kebijakan stabilisasi inflasi pada komoditas volatile food, ketiga komoditas tadi harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan otoritas moneter. Dalam hal ini pemberdayaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mutlak diperlukan. Pemerintah sudah harus memetakan komoditas unggulan yang menjadi prioritas pembangunan ke depan, terutama bagi komoditas beras dan sektor perikanan.
Upaya mencapai swasembada bagi kedua komoditas ini harus menjadi target prioritas, mengingat kedua komoditas ini sangat besar perannya terhadap inflasi dan kesejahteraan masyarakat Aceh. Aceh sendiri memiliki peluang dan potensi yang besar dalam mengembangkan kedua komoditas ini. Komoditas rokok sebaiknya didekati dengan persuasif dari sisi konsumennya, misalnya dengan memperluas sosialisasi tentang bahaya rokok bagi kesehatan, dan intervensi langsung dari pemerintah tentang anti rokok.

Model-model yang diperkenalkan dalam analisis harga pertanian diharapkan dapat membantu pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam upaya membuat kebijakan stabilitas harga, memprediksi perkembangan harga ke depan, dan lebih jauh menjadi arah kebijakan ekonomi terutama terkait komoditas-komoditas unggulan yang harus diprioritaskan

sektor pertanian telah menjadi satu sektor yang besar kontribusinya dalam pertumbuhan ekonomi Aceh, sehingga jika kemandirian pangan dapat dicapai maka hal tersebut menjadi prestasi yang luar biasa bagi pemerintah Aceh ke depan. Permasalahan inflasi yang rentan berfluktuasi akibat komoditas volatile food juga dapat diminimumkan seiring meningkatnya produksi komoditas pertanian di Aceh. Saya yakin, kejayaan Aceh dapat kembali dimulai dengan mewujudkan kemandirian pangan dan menjadi produsen bagi beberapa komoditas unggulan, seperti beras dan ikan. Semoga!

* Dr. Chenny Seftarita, S.E., M.Si., Dosen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh. Email: chennyseftarita@gmail.com

Sumber : klik disini

Cara Mendapatkan EViews 11 Demo Version

 Oleh: Jul Fahmi Salim Assalmkum wrwb.. Selamat Pagi, Siang, Malam teman-teman sekalian, jika dipostingan sebelumnya sydah ada cara mendapat...