Senin, 26 Mei 2014

Belajar Sistem Informasi Gampong, Datanglah ke Abdya

Ketika asik membaca koran Serambi seperti biasanya, ada hal yang mampu membuat saya tersenyum bangga, ya di sudut salah satu halamannya, muncul kolom "Pariwara" dengan judul "Belajar Sistem Informasi Gampong, Datanglah ke Abdya", tokoh yang berada disitu adalah Pak WERI, S.E, MA, Dosen saya di EKP Unsyiah yang kini menjabat sebagiai Kepala Bappeda Aceh Barat Daya (ABDYA). Ternyata Pemkab Abdya tidak salah mengangkat beliau sebagai kepala Bappeda, buktinya dengan di aplikasikannnya program SAIG (Sistem Adminitrasi dan Informasi Gampong) yang berasal dari studi banding beliau ke Nusa Tenggara Barat..Terbersit kagum akan pengaplikasian hasil dari studi banding tersebut ke daerah Abdya.. Semoga sehat selalu dan selalu dalm lindungan Allah SWT  Pak, dan terus Berkarya untuk membangun daerah....

(Aceh.Tribunnews.com)..TANPA data, tak ada perencanaan pembangunan. Aceh bahkan tidak akan pernah mencapai sasaran pembangunan apabila database (pangkalan data)-nya tidak ada. “Tanpa database, percuma saja dirancang semua program ini-itu karena kita tak tahu dari mana memulainya dan tak tahu kapan harus mengakhirinya.”

Itulah yang menjadi stressing pembicaraan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Aceh Barat Daya (Bappeda Abdya), Weri SE MA saat tampil dalam Seminar Inovasi Pelayanan Publik di Aceh yang digelar Logica 2 Australian Aid (AusAid) di Hotel Hermes Banda Aceh, Rabu pekan lalu.

Dari sekian banyak materi presentasi yang merupakan success story instansi/lembaga yang selama ini didampingi dan difasilitasi Logica 2 di Aceh, salah satunya adalah tentang Sistem Administrasi dan Informasi Gampong (SAIG). Materi ini menjadi andalan Pemkab Abdya karena Abdya sudah hampir setahun menerapkannya. Itu sebab, Tim Logica 2 Banda Aceh mengundang Kepala Bappeda Abdya, Weri MA untuk mempresentasikannya di depan 300 peserta yang menghadiri seminar tersebut.

Dengan gayanya yang komunikatif dan kocak, Weri berhasil memperkenalkan SAIG ala Abdya serta berbagai keunggulan dan manfaatnya. Tak lupa pula ia beberkan apa saja tantangannya.

Adalah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang mengamanatkan bahwa hak warga desa dijamin untuk mendapatkan informasi tentang pembangunan desa. Pada Pasal 86 UU itu malah dinyatakan pemerintah wajib mengembangkan sistem informasi desa.

Ketika Pemkab Abdya ingin mengembangkan sistem informasi desa, di Aceh tahun lalu belum ada kabupaten yang bisa dijadikan tempat berguru untuk mendalami sistem administrasi dan informasi desa (SAID). Pemkab Abdya yang sejak awal antusias melengkapi SAID-nya, mendapat kabar dari Tim Logica 2 Banda Aceh bahwa di Desa Sawe, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), sudah diterapkan SAID yang hasilnya memuaskan.

Akhirnya, tim yang ditunjuk Bupati Abdya, Ir Jufri Hasanuddin bertolak ke Desa Sawe NTB pada 24-25 Juli 2013. Di sinilah Weri dkk mendalami segala sesuatunya tentang SAID, program yang didukung oleh ACCESS (The Australian Community Development and Civil Society Strengthening Scheme).

Konsep SAID itu pun diadopsi dan dimutatis mutandis untuk diterapkan di Abdya. “Tapi berhubung di Aceh, termasuk di Abdya, sudah banyak SAID, maka istilahnya kita ganti menjadi SAIG,” kata Weri berseloroh. Candaan Weri itu dia maksudkan untuk menyatakan bahwa SAID (Said) yang merupakan gelar bangsawan Aceh keturunan Arab, memang tergolong banyak di Aceh. Maka ia ganti menjadi SAIG, karena istilah desa di Aceh sudah dibakukan menjadi gampong, sebagaimana diatur di dalam Qanun Aceh tentang Gampong. Jadi, kalau di NTB namanya SAID, di Abdya justru SAIG.

Nah, dalam SAIG ala Abdya ini, kata Weri, 63 indikator sosial ekonomi ada di sana. Dengan demikian, tergambar lengkap siapa yang miskin dan siapa yang kaya di setiap desa. Jika suatu waktu ada bantuan untuk warga miskin di sebuah desa di Abdya yang sudah diinput data SAIG-nya, maka bantuan itu tidak akan salah sasaran. Soalnya, Abdya kini sudah punya peta sosial kemiskinan. Berkat SAIG langsung ketahuan siapa orang miskin yang tidak mendapat bantuan yang seharusnya ia terima dan siapa pula orang kaya yang menerima bantuan untuk orang miskin.

Data SAIG yang online itu dimungkinkan terhimpun, karena diawali dengan kegiatan pemetaan apresiatif gampong (PAG), dilanjutkan dengan pertemuan apresiatif kabupaten (PAK). Untuk itu, Pemkab Abdya menyiapkan dan melatih sejumlah kader pemetaan apresiatif gampong (KPAG) dan fasilitator pemetaan apresiatif gampong (FPAG), serta fasilitator teknis pemetaan (FTP). Pelatihan para kader dan fasilitator ini dibantu AusAid melalui LOGICA 2 (Local Governance Innovations for Communities in Aceh) Fase 2.

“Pendeknya, Logica 2 telah memberi kontribusi sangat besar dalam SAIG ini. Sedari awal program percontohan ini pun didukung oleh Bappeda Aceh,” kata Weri yang juga dosen Fakultas Ekonomi Unsyiah.

Namun diakuinya, belum semua kecamatan di Abdya sudah ditata PAG dan SAIG-nya. Abdya akan mereplikasi PAG dan SAIG untuk 78 desa lagi yang tersebar di lima kecamatan lainnya.

Jadi, kalau mau belajar sistem administrasi dan informasi gampong, tak perlu lagi di NTB atau Pulau Jawa, cukup datang saja ke Abdya. “Dengan senang hati kami siap share pengalaman,” kata Weri yang berdarah Minang dan Alas.

“Hanya dua menit, sebuah surat pindah di desa bisa diproses dengan cekatan oleh kader yang hanya berpendidikan sekolah menengah,” kata Weri berpromosi.

Saat ini Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bireuen, dan Pidie Jaya telah menyertakan kader gampong mandirinya untuk dilatih di Abdya karena tertarik untuk mereplikasi PAG dan SAIG. Itu menandakan, Abdya bakal menjadi guru yang baik di bidang PAG dan SAIG. Bravo Abdya!

Apa Itu SAIG?
SAIG adalah Sistem Administrasi dan Informasi Gampong. Di Aceh, program ini pertama kali diterapkan di Aceh Barat Daya (Abdya). SAIG dikembangkan dengan memanfaatkan database penduduk (by name by address).

SAIG terdiri atas dua bagian, yaitu sistem administrasi (menyimpan informasi pribadi penduduk, dipergunakan untuk keperluan layanan administrasi, dan hanya bisa diakses oleh aparat desa yang diberi wewenang) serta sistem informasi (berisi informasi umum desa online melalui website/portal).

Database dan visualisasi melalui peta interaktif sudah pula diterapkan di sebagian Abdya. Ini memungkinkan visualisasi informasi dan data, sehingga mempermudah pemahaman dan analisis fakta database. Dengan adanya peta interaktif itu, apa lantai dan cat atap rumah setiap penduduk di sebuah desa pun terdata.

Selain itu visualisasi akan memicu diskusi terkait topik spesifik. Misalnya, siapa dan di mana orang miskin, siapa penerima program, perubahan dalam status sebagai orang miskin, dan sebagainya. Terkahir, targetting berbagai program dapat ditingkatkan akurasi sasarannya berkat SAIG.

Dalam sistem administrasi desa juga terdapat data statistik seperti grafik jenis pekerjaan warga. “Banyak hal yang dapat dilihat dari peta ini. Untuk melihat jenis kelamin cukup mengetik di sistem, maka keluarlah jumlah jenis kelamin yang ada di sebuah desa. Begitu juga ketika kita ingin melihat data jumlah KK perempuan, cukup hanya diketik dan keluarlah jumlah kepala keluarga perempuan,” kata Nashrun Marzuki, Staf Khusus Bupati Abdya Bidang Politik dan Public Relation.

Menjaring data
Ada beberapa proses dalam mendapatkan data yang valid. Pertama, kader pemberdayaan masyarakat (KPM) menggali aset dan potensi desa. Saat potensi dan aset sudah terdata, maka warga kembali dikumpulkan untuk menyepakati. Tidak hanya sampai di situ, KPM, keuchik, Sekdes, dan kepada dusun mendata dari rumah ke rumah guna mencari informasi akurat dari warga. Setelah data diperoleh, kembali dilakukan pleno dengan warga. KPM memperoleh data klasifikasi tingkat kesejahteraan keluarga. Berdasarkan kesepakatan saat penggalian indikator, masyarakat menyepakati tiga klasifikasi, yaitu: miskin, sedang, dan kaya yang kemudian diberi warna merah, kuning, dan hijau. (*)

Sumber : klik disni

Senin, 05 Mei 2014

Cara Mengecilkan Ukuran Video dengan VirtualDub Tanpa Mengurangi Kualitasnya

Oleh : Jul Fahmi Salim

Asslamualaikum Wr Wb....

Baiklah, kali ini saya akan berbagi cara untuk mengecilkan ukuran
video tanpa mengurangi kualitasnya

saya menggunakan virtualdub

berikut langkah-langkahnya :
1. buka virtualdub
2. klik menu file, open file
3. pilih video yang akan kita kecilkan ukurannya, saya memilih video
   regresi linear berganda yang memiliki ukuran sekitar 63 mb




4. pilih menu video - compression - xvid MPEG-4 codec - ok











5. pilih menu file - save as AVI - pilih tempat penyimpan dan beri nama baru, kemudian
   klik ok





6. prosess sedang berjalan, silahkan tunggu hngga selesai


7. ok proses sudah selesai, sekarang kita lihat hasilnya.....

Perbandingan Ukuran video sebelum dan sesudah di convert dengan VirtualDub





dari 63 mb, diperkecil hingga ukuran sekitar 6,17 mb....

lihat videonya disini

terimakasih sudah berkunjung, selamat mencoba sendiri :-)

Rabu, 09 April 2014

Uji Asumsi Klasik : Autokorelasi dengan SPSS

Oleh : Jul Fahmi Salim

Asslamualaikum..Wr.Wb

Sebelumnya saya sudah share trio uji asumsi klasik (Multikolinearitas, heteroskedastisitas dan normalitas), sekarang giliran saudarnya yag ke empat, yaitu Autokorelasi.....

buka program spss
1. input data ke dalam spss


2. klik analyze => regression => linear



3. masukan IHSG ke dependent variable
   masukan kurs, inflasi dan BI Rate ke independent variabel

4. klik menu statistic




5. centang kotak "durbin - watson"


6. klik continue




7. klik ok



8. berikut merupakan hasil output regressinya



   abaikan hasil yang lainnya, fokus kepada tabel "model Summary"
   dapat dilihat bahwa nilai DW dari model tersebut adalah sebesar
   0,437. dalam model ini terdapat masalah autokorelasi karena nilainya jauh di bawah
   nilai tabel dw yaitu dL = 1,5915 & dU = 1,7275.

9. Bandingkan dengan nilai tabel D-W


 
cara mencari tabel D-W

N = 91
k = 3

lihat tabel DW

dL = 1,5915
dU = 1,7275

Contoh:
jika n = 40
     k = 4
dilihat dari rabel D-W, nilainya adalah dL = 1,285 & dU = 1,721,
- jika nilai d hitung kurang dari 1,285 terdapat bukti dari serial koralasi
  first order yang positif
- jika nilai d hitung lebih besar dari 1,721, tidak terdapat bukti dari korelasi
  first order yang positif.
- akan tetapi, jika d terletak antara batas terendah dan batas teratas, terdapat
  hubungan yang belum bisa
  dijelaskan dengan memperhatikan ada atau tidaknya korelasi serial first order yang positif

sumber contoh : Buku Dasar-dasar Ekonometrika,2010 (Damodar N. Gujarati dan Dawn C. Porter)
                         halaman L-115, edisi 5, Salemba Empat

Download tabel D-W disini

Untuk lihat videonya klik disini


Semoga dapat membantu, silahkan berikan masukanya untuk memperbaiki postingan ini.. :-)

Selasa, 08 April 2014

Belajar "Syariat" dari Negeri Jepang (Repost)

Sebuah artikel yang terbit tahun lalu, tapii sangat sangat menarik untuk dibaca, dan dijadikan sebagai pelajaran bagi diri kita sendiri, artikel tersebut mengenai bagaimana "Syariat" di Negeri sakura (Jepang) dalam berperilaku terhadap orang lain, isi artikel tersebut berdasarkan pengalaman Dosen saya Pak Abd. Jamal yang terbit di salah satu media online The Globe Journal.... Berikut isi artikel beliau....

Beberapa waktu lalu saya bersama sejumlah se-Indonesia mendapat kesempatan belajar (training) ke Jepang untuk mempelajari kebijakan publik dan perencanaan dalam Program Human Resources Development Planning (PHRDP) yang difasilitasi Bappenas. Dalam kesempatan belajar tersebut, selain belajar di kelas, kami juga diperkenalkan dengan lingkungan yang mereka hadapi dan lakukan untuk pembangunan.
Perjalanan lapangan dan in class study yang kami ikuti mulai dari Tokyo, Kyoto hingga ke Beppu - Oita. Selama perjalanan studi, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dan saya jadikan sebagai catatan kecil tentang Jepang. Paling tidak ada delapan belas poin yang menjadi catatan penting dan sering sulit bagi bangsa kita untuk melakukannya walau sangat sederhana. Sebenarnya catatan itu hampir terlupakan bagi saya, namun karena adanya polemik tentang pelarangan wanita mengangkang di Kota Lhokseumawe, maka saya teringat untuk membukanya kembali.

Dalam pemahaman saya, syariat Islam adalah aturan untuk menegakkan amar makruf dan nahi munkar. Menegakkan aqidah. Artinya, sebagai ummat Islam kita harus menjalankan ketentuan yang digariskan oleh agama Islam. Ketentuan yang harus dijalankan bukan hanya bagaimana kita berpakaian (pakai rok atau celana?) atau menutup aurat, tapi juga bagaimana kita berdagang, memimpin negeri hingga kepada bagaimana kita berjalan di depan orang tua dan berbicara dengan orang tua (akhlak dan etika). Dengan perkataan lain, syariat Islam yang harus dijalankan sebenarnya sangat luas dan komprehensif (kaffah istilah orang-orang yang sering berceramah), bukan hanya sekedar pakai rok atau duduk ngangkang.

Kembali ke perjalanan di Jepang, dengan sekilas cuplikan cerita. Suatu hari, kami dibawa ke suatu tempat di Kyoto. Tempat itu adalah tempat belajar, semacam tempat pendidikan agama di negeri kita. Kami ingin diberikan pengetahuan tentang perencanaan pembangunan di Provinsi Kyoto. Ketika mau masuk ke gedung tempat belajar, kami diharuskan membuka sepatu dan menggantikan dengan sandal yang telah mereka sediakan di locker (rak yang terkunci) masing-masing.

Ketika sedang belajar, saya ingin ke kamar kecil (toilet) karena terlalu banyak minum, dan saya tanyakan kepada salah seorang (mungkin guru) yang ada di luar ruang pertemuan; di mana toilet dan di mana tempat buang sampah, karena saya harus membuang kaleng minuman. Saya segan untuk membuangnya sembarangan, karena tempatnya sangat bersih, dan bukan budaya orang Jepang untuk melempat sampah sembarangan.

Apa jawaban yang saya peroleh? Orang muda tersebut menjawab, tempat sampah ada di bawah (karena kami belajar di lantai dua), mari saya yang buangkan dan Anda tidak perlu ke sana. Untuk pertanyaan yang satu lagi, dia meminta saya untuk mengikutinya sampai ke depan pintu toilet dan mempersilahkan saya masuk dengan sangat santun. Pertanyaan selanjutnya adalah, adakah orang-orang kita, kalaupun bukan bangsa yang melakukan seperti itu pada tamunya? Bukankah kita sering melihat orang menunjuk dan berkata, belok ke kiri, belok ke kanan dan tanyakan pada orang di sana?

Belum selesai cerita sampai di sana. Saya melanjutkan untuk masuk ke toilet. Ketika saya masuk melewati pintu pertama, terlihat ada sejumlah sandal tersusun rapi yang dulu pernah dikenal sandal Lily di negeri kita untuk dipergunakan masuk ke dalam kamar kecil tempat buang hajat. Namun tempatnya sangat bersih. Bandingkan dengan tempat ibadah di negeri ini. Sandal yang entah dari mana datangnya, dibawa hingga ke anak tangga mesjid. Kamar kecil yang ada juga kadangkala membuat kita tidak nyaman untuk masuk ke dalamnya.

Sepenggal cerita lagi, saya pernah tersesat sehabis shalat Ashar di suatu gedung pertemuan di Oita, karena saya shalat yang terakhir di lantai yang jauh dari tempat kegiatan yang kami ikuti. Setelah shalat, saya lupa di lantai berapa kegiatan belajar kami. Akan tetapi, ketika saya sedang bingung di lift, kebetulan ada seorang gadis Jepang yang dapat berbahasa Inggris masuk, saya menjelaskan kondisi saya. Setelah mendengar cerita saya, wanita itu mengantar saya ke lantai sepuluh, dan menjelaskan tentang hal yang saya alami kepada petugas yang ada di sana.

Selanjutnya, wanita yang saya temui permisi untuk melanjutkan perjalanannya turun ke lantai tujuh. Kemudian saya di antar oleh wanita yang kedua ke tempat acara yang saya ikuti hingga ke dalam ruangan acara untuk membuktikan kebenaran kegiatan. Saya hanya bisa berkata “terima kasih” dalam bahasa Jepang yang saya tahu sepenggal. Pertanyaan kembali adalah adakah orang-orang kita mau mengantarkan orang sampai ke tempat tujuan? Sulit untuk menjawabnya.

Dari dua penggal kisah yang saya alami, apakah perlakuan orang-orang Jepang tersebut sebagai implementasi syariat Islam? Jelas tidak, karena mereka bukan beragama Islam. Namun, mengapa mereka berperilaku seperti implementasi syariat Islam? Mungkin ini yang tidak bisa dijawab oleh bangsa kita. Tidak lain, itulah etika yang berlaku bagi mereka, begitulah budaya mereka. Bagaimana dengan kita? Kita kadangkala suka memperdebatkan hal-hal yang kurang perlu (dhaif), kita juga sering membuat peraturan-peraturan yang tidak perlu atau tidak populer (kontroversial) karena ingin populer. Padahal masih banyak hal lain yang harus diurus untuk kepentingan pembangunan bangsa agar menjadi maju.

Penegakan Syariat
Sejak tahun 2001 pemerintah kita (Aceh) telah berupaya untuk menegakkan syariat (Islam), dalam artian menegakkan amar makruf dan nahi munkar. Kita selalu mendengar pelaksanaan syariat Islam secara kaffah (menyeluruh), Pengertian menyeluruh harusnya pelaksanaan pada berbagai aspek, yaitu aspek ekonomi, sosial, ideologi dan politik serta hukum. Akan tetapi, yang terjadi? Dalam banyak pengalaman, perwujudan penegakan syariat masih sangat parsial. Hanya menyentuh aspek-aspek kecil dari sebuah aspek. Bukankah bila kita berbicara syariat Islam yang kaffah, berarti berbicara sebuah suprasistem di daerah ini?

Saya tidak ingin menggugat apapun kebijakan yang dibuat oleh penguasa. Dari berbagai pengalaman yang ada, telah dibuktikan, bahwa kebijakan yang coba-coba dan kebijakan yang hanya untuk mencari popularitas, tidak bertahan lama. Dia menghilang dengan sendirinya seiring dengan perjalanan waktu, atau ketika ada pihak yang di dalam kekuasaan berhadapan dengan persoalan itu.

Penegakan syariat Islam, seharusnya dimulai dari hal-hal yang sederhana serta tidak menimbulkan pro dan kontra. Sebagai contoh, adakah pemotong ayam membaca bismillah saat akan memotongnya? Adakah kamar kecil di mesjid memenuhi syarat suci? Adakah penjual melakukan timbangan yang benar dan jujur? Kalau hal-hal seperti itu telah berjalan dengan benar, baru dinaikkan ke tingkat yang lebih tinggi, seperti mencambuk pedagang yang tidak jujur dalam timbangan. Tidak jujur dalam timbangan adalah identik dengan mencuri atau korupsi.

Sepertinya, untuk menegakkan syariat Islam di negeri ini tidak perlu muluk-muluk dan untuk kepentingan popularitas sesaat. Kalau pemerintah daerah serius ingin menegakkan syariat Islam, silahkan memulai pada semua aspek yang dengan unsur-unsur terpilih tanpa diskriminasi ras, seks ataupun suku.

***

Penulis adalah dosen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, dapat dihubungi di abdjml@aim.com

sumber : klik disini


kunjungi website beliau disini http://abdjamal1966.wordpress.com/ , anda akan menemukan berbagai artikel menarik yang beliau tulis..

Terimakasih sudah Berkunjung... :-)

Kamis, 03 April 2014

Transformasi data Ke Dalam Bentuk Log dan Ln dengan SPSS 20

Oleh : Jul Fahmi Salim

Asslamkum Wr.Wb

Sebelumnya saya sudah share mengenai Transformasi data ke dalam bentuk Log dan Ln menggunakan microsoft Excel, kali ini saya share mengenai Transformasi data Ke Dalam Bentuk Log dan Ln dengan SPSS 20...
cara mentransformasi data ke dalam bentuk Log dan Ln dengan menggunakan SPSS 20
1. Buka spss
2. input data
3. klik menu transform => compute Variable





4. Setelah keluar jendela compute variable, isi seperti berikut



5. Pada Target Variabel, isi dengan nama yang akan muncul di data editor, saya membuat "Log_IHSG"
6. Kemudian pada kotak "Function Group" klik "All" dan pada kotak "Fuction and Special Variables", double klik pada "Log10"


7. Kemudian double klik IHSG




8. Maka, pada Numeric Expression akan menjadi LG10(IHSG), yang artinya, Variabel IHSG akan diubah      ke dalam bentuk logaritma. kemudian klik Ok

9. Coba di cek pada data editor, maka akan bertambah variabel Log_IHSG  berikut



untuk variabel lainnya seperti Kurs, inflasi dan BI rate, lakukan hal yang sama
untuk kurs => Pada Target Variabel, isi  dengan "Log_kurs"
                      pada numeric expression "LG10(kurs)"

untuk Inflasi => Pada Target Variabel, isi  dengan "Log_Inflasi"
                      pada numeric expression "LG10(Inflasi)"

untuk BIR => Pada Target Variabel, isi  dengan "Log_BIR"
                      pada numeric expression "LG10(BI_Rate)"


Sedangkan untuk transformasi dalam bentuk Ln, caranya hampir sama, hanya berbeda pada "Function and special variables". jika untuk Log kita menggunakan "LG10", maka untuk Ln kita menggunakan Function and special variables "Ln"



- Pada Target Variabel, isi dengan nama yang akan muncul di data editor, saya membuat "Ln_IHSG"
- Kemudian pada kotak "Function Group" klik "All" dan pada kotak "Fuction and Special Variables", double    klik pada "Ln"
- double klik pada variabel IHSG (bisa juga, klik sekali dan klik tanda panah yang terdapat di samping IHSG tersebut (yang tandai lingkaran merah)), maka hasilnya seperti gambar dibawah ini.





- Hasilnya adalah bertambahnya variabel lagi di samping kolom Log_IHSG, yaitu Ln_IHSG,seperti gambar      berikut: 




untuk kurs => Pada Target Variabel, isi  dengan "Ln_kurs"
                      pada numeric expression "Ln(kurs)"

untuk Inflasi => Pada Target Variabel, isi  dengan "Ln_Inflasi"
                      pada numeric expression "Ln(Inflasi)"

untuk BIR => Pada Target Variabel, isi  dengan "Ln_BIR"
                      pada numeric expression "Ln(BI_Rate)"


Untuk Melihat videonya, silahkan klik disini

Silahkan Berikan masukan untuk menjadikan postingan ini lebih baik...
Terimakasih sudah berkunjung :-)

Uji Validitas dan Reliabilitas dengan SPSS 20

Asslamualaikum wr.wb

Pagiiiiiii............

Pada pagi yang cerahhh (Panas) ini, saya mau berbagi cara untuk melakukan uji validitas dan reabilitas kuesioner penelitian, (hah?uji valid lagi??????)
Tenang-tenang, kemaren kan ujinya pake microsoft Excel, sekarang agak beda dikit, yaitu dengan menggunakan SPSS 20...

Cara menguji validitas dan realibilitas kuesioner dengan menggunakan spss

1. buka program spss

2. copy dan pastekan data yang terlebih dahulu diketik pada excel

Data di Excel

Setelah input di SPSS

3. setelah selesai di input, kemudian klik variabel view, pada kolom label
   silahkan beri nama, saya membuat "X1,X2,X3,X4,X5,X6,Total X "
Before


After


4. untuk uji validitas, klik menu analyze => correlate => bivariate
    Akan keluar jendela Bivariate correlation

5. blok semua item dan masukan ke dalam kolom sebelah kanan, centang pada
   "Pearson" dan "two-tailed" kemudian klik Ok

Before


After



6. Hasilnya outputnya sebagai berikut




dari hasil uji valid, hanya item x6 yang tidak valid, karena nilani r hitung (0,412) masih
lebih kecil dari nilai r tabel df=16 = 0,4683.   (0,412 < 0,4683).
karena ketentuannya adalah, item kuesioner valid jika nilai r hitung > r tabel

Catatan : Item kuesiner dikatakan valid jika nilai r hitung > dari nilai r tabelnya
r tabel dapat dilihat pada tabel r statistik, dimana nilai df=N-2,
disini saya menggunakan N=18 dan jika mengikuti rumus maka df=N(18) -2= 16
jadi kita melihat nilai df 16= 0,4683,
jika nilainya itemnya lebih kecil dari 0,4683 maka item tersebut tidk valid dan sebaiknya dibuang untuk hasil penelitian yang lebih baik

Untuk mendownload tabel r, silahkan klik disini


6. Selanjutnya uji reliabilitas, klik analyze => scale => Reliability test
   masukan semua variabel pada kotak kiri ke kotak kanan, kecuali variabel
   "Total X"

Before





7. kemudian klik OK
8. Berikut merupakan outputnya




9. dari hasil uji reliabilitas, yang dilihat adalah nilai cronbach's alpha
    nilai cronbach's alpha yang kita peroleh sebesar 0,800, artinya kuesioner
    yang kita buat sudah reliabel karena lebih besar dari nilai 0,60...

Referensi :
http :/ www.azuarjuliandi.com/e learning/

Lihat videonya disini

Untuk pengolahan data lainnya menggunakan SPSS 20, klik disini

Demikianlah cara uji validitas dan reliabilitas kuesiner dengan menggunakan SPSS 20, semoga dapat membantu....
Silahkan berikan masukan untuk membuat postingan ini lebih baik...
Mohon maaf atas segala kekurangan....

Terimakasih sudah mampir ke blog saya... :-)


Rabu, 02 April 2014

Cewek Era Komputerisasi

Pas lagi-lagi browsing, eh nemu ni blog, http://lutunya.blogspot.com/

HARD-DISK GIRLS
Cewek jenis ini akan mengingat semua hal, SELAMANYA

RAM GIRLS
Cewek jenis akan langsung melupakan mu, pada saat kamu melepaskannya.

WINDOWS Girls
Semua tahu cewek jenis ini tidak dapat melakukan semua dengan benar, tapi kita tidak dapat hidup tanpanya.

SCREEN SAVER Girls
Cewek jenis ini bagus hanya untuk bersenag senang saja

INTERNET Girls
Biasanya susah di akses, dan mudah putus hubungan (Disconnected)

SERVER Girls
Selalu sibuk bila kita membutuhkannya

MULTIMEDIA GIRLS
Cewek jenis ini bisa membuat hal buruk menjadi indah

CD-ROM Girls
Selalu lebih cepat dan cepat

E-MAIL Girls
Setiap sepuluh kalimat yang diucapkannya, delapan kalimat adalah bohong

VIRUS Girls
Cewek jenis ini bila kita tidak memerlukannya dia datang, dia meng-Install dirinya dan menggunakan semua sumber sumber yang ada. Jika kita berusaha meng- Un-install, kita akan kehilangan semuanya, Jika kita tidak berusaha untuk meng Un-Installnya maka kita pun akan kehilangan juga...cewek jenis ini biasa juga dikenal dengan istilah... ISTRI

sumber

Cara Mendapatkan EViews 11 Demo Version

 Oleh: Jul Fahmi Salim Assalmkum wrwb.. Selamat Pagi, Siang, Malam teman-teman sekalian, jika dipostingan sebelumnya sydah ada cara mendapat...