Rabu, 08 April 2015

IRF (Impulse Response Function) and Variance Decomposition With EViews 7

Assalamualaikum wr wb....

Selamat Pagiiii..

Baik lah, pada pagi yang ceraaaah ini, Tanpa maksud menggurui dan hanya ingin menjadi bermanfaat bagi orang lain saya mau share gimana cara melakukan pengolahan data IRF (Impulse response Function) dengan Menggunakan EViews 7....

Eit tunggu dulu, saya mau kasi tau bahwa dalam regresi VECM, perangkat estimasi yang digunakan adalah IRF dan Variance Decomposition.

Nah kegunaan IRF ini adalah untuk melacak respon saat ini dan masa depan setiap variabel akibat shock suatu variabel

Sedangkan Variance decomposition adalah kegunaannya untuk memberikan informasi mengenai kontribusi (Persentase) varians setiap vvariabel terhadap perubahan suatu variabel tertentu
(Cara Cerdas Menguasai EViews, Schochrul Aziza dkk : 2011)


Berikut merupakan langkah - langkahnya  :

  • Buka Eviews 7 ( Kalau enggak ada EViews nya di Install dulu.hihihihi )
  • Buka file yang sudah disiapkan, jika belum ada input data dari awal. untuk cara penginputan data silahkan klik disini



  • Pilih varibael yang digunakan, kali ini saya menggunakan IHSG, Kurs dan BI rate
  • Kemudian klik kanan, open as VAR


  • Terdapat 2 pilihan Var type, yaitu unrestricted VAR untuk VAR biasa, dan Vector Error Correction jika kita menggunakan VECM.
  • kali ini saya menggunnakan model VECM dan menggunaan Lag 1 4 (bukan empat belas tapi satu empat) jika sudah dipilih salah satu maka langsung klik ok

  • Kemudian akan tampil hasil output VECM sebagai berikut, tapi abaika hasil VECM tersebut


  • Kemudian pilih VIEW ==> Impulse Response Funtion
  • Kemudian akan tampil box tambahan seperti berikut 

  • Pilih Table untuk hasil IRF berupa Tabel
  • Berikut hasil berupa Tabel
  • Pilih Multiple Graph untuk hasil IRF berupa bentuk banyak grafik

  • berikut merupakan hasil output dalam bentuk Multiple Graph (Grafik Banyak)


  • Pilih Combined untuk hasil IRF berupa Grafik Kombinasi


  • Pilih Multiple Graph untuk hasil IRF berupa bentuk banyak grafik


  • Untuk Melihat variance Decomposition, pilih View ==>  Variance decomposition
  • pilih table, kemudian klik ok







Untuk melihat videonya kliiiiik Disini :-)

Nah, cukup mudah kan ??? ternyata pengolahan data itu ngga sesulit yang kita bayangkan.hehehhe
Semoga bermanfaat, mohon berikan masukan untuk perbaikan tulisan ini..



Selasa, 07 April 2015

Aceh Tenggara Gencarkan Promosi Pariwisata

Asslamualaikum wr.wb....

Selamat Pagiiii semua.....

Kali ini masih berita mengenai Aceh Tenggara tercinta, heheh.

Hanya Copy Paste.....

Banda Aceh ( Berita ) : Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mulai menggencarkan promosi pariwisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negeri.
"Promosi pariwisata ini merupakan kunci sukses meningkatnya kunjungan wisatawan ke Aceh Tengggara. Karena itu, kami mulai menggencarkan promosi pariwisata," kata Wakil Bupati Aceh Tenggara Ali Basrah di Banda Aceh, Rabu [01/04].

Promosi, kata dia, dilakukan tidak hanya di Aceh, tetapi juga diluar daerah berjuluk Serambi Mekkah tersebut. Promosi dilakukan dengan jalan memasang baliho hingga ke media massa, baik nasional maupun lokal. "Promosi juga akan dilakukan di majalah-majalah yang ada di pesawat komersial. Tujuannya untuk menggaet minat wisatawan mancanegara," ungkap Ali Basrah.

Aceh Tenggara, kata dia, memiliki potensi pariwisata yang luar biasa banyak. Selain potensi wisata alam, Aceh Tenggara memiliki seni budaya yang tidak kalah uniknya dengan daerah lainnya di Aceh.
Wisata alam, kata dia, Aceh Tenggara memiliki arung jeram di kawasan Ketambe. Wisata alam ini tidak hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga sudah tidak asing lagi bagi wisawatan mancanegera. "Banyak wisatawan mancanegera berkunjung ke Aceh Tenggara karena mereka tertarik menikmati wisata arung jeram di Ketambe. Karena itu, kami berencana menjadikan Ketambe ikon pariwisata Aceh Tenggara," kata Ali Basrah.

Selain itu, lanjut Ali Basrah, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara juga berencana menggelar kejuaraan internasional arung jeram. Kejuaraan serupa juga pernah digelar dan diikuti lebih seratus peserta baik dalam maupun luar negeri. "Kejuaraan internasional arung jeram ini juga upaya kami mempromosikan pariwisata Aceh Tengggara. Kami juga mengharapkan dukungan Pemerintah Aceh membantu mempromosikan pariwisata Aceh Tenggara," kata Ali Basrah. (ant )

sumber : http://beritasore.com/2015/04/01/aceh-tenggara-gencarkan-promosi-pariwisata/

Terimkasih sudah berkunjung... :-)

Minggu, 05 April 2015

Potensi Kemandirian Gas di Aceh Tenggara

Oleh : Jul Fahmi Salim

Assalamualaikum Wr Wb

Sapi..... Sapi...Sapi....
Sapi bukan hanya bisa dimanfaatkan sebagai sapi pedaging, namun juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan energi alternatif. Tentu saja dalam masa memelihara dan masa penggemukan sapi tersebut tentunya terdapat kotoran kan? nah inilah yang akan dijadikan sebagai sumber energi alternatif pengganti gas yang disebut dengan biogas.


Sumber : Google Image


Hampir setiap hari kita mendengar berita yang tidak mengenaknan dari bidang energi dan bahan bakar, mulai dari tidak stabilnya harga BBM, kelangkaan gas elpiji 3kg, hinggga kenaikan harga gas 12 Kg. Tentu saja hal ini mengakibatkan tidak stabilnya roda perekonomian, mulai dari meningkatnya harga barang,  meningkatnya ongkos angkutan umum serta berbagai hal lainnya.

Sumber : Google Image

Kelangkaan gas 3 kg dan gas 12kg mengapa tidak disiasati dengan cara mendirikan instalasi biogas, dalam hal ini kita tidak perlu melakukan untuk semua daerah / desa, melainkan membuat sebuah desa percontohan. Dengan adanya sebuah desa yang berhasil mandiri dengan biogasnya, buka tidak mungkin desa-desa lainnya akan tertarik untuk mengikuti jejak tersebut.

Berikut cuplikan pernyataan dari Program Manager Indonesia Domestic Biogas Program Robert De Groot,  “**sebanyak 50 kilogram kotoran bisa diproduksi oleh dua atau tiga sapi. Kotoran sebanyak 50 kilogram tersebut pada gilirannya dapat dijadikan biogas yang dapat digunakan untuk memasak selama delapan jam sehari.” Bayangkan dengan hanya 2 ekor sapi mampu menghasilkan kas yang dapat digunakan selama 8 jam sehari.

Sumber : http://st2013.bps.go.id/dev/st2013/index.php/site/tabel?tid=26&wid=1100000000


Dengan jumlah sapi dan kerbau mencapai 4.034 ekor *** pada tahun 2013, tentu saja ini merupakan potensi yang sangat besar. Dengan potensi sebesar itu maka dengan asumsi 2 sapi menghasilkan 50 kg kotoran dan mampu menghasilkan gas untuk memasak selama 8 jam sehari maka dengan 4.034 ekor sapi maka dapat dihasilkan gas sebanyak 2017 jam. Jika 2017 jam tersebut dibagi menjadi 8 jam perhari, maka kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi selama kurang lebih 252 hari.

Sumber : Google Image

Sumber : Google Image


Nah sangat bermanfaatkan, daripada kotorannya hanya terbuang sia-sia. semoga Pemda Aceh Tenggara Memiliki keinginan untuk mewujudkan kamandirian gas ini, di mulai dari daerah sendiri..  Semoga tulisan ini dapat bermanfaat. silahkan berikan masukan agar tulisan ini bisa lebih baik lagi...

Sumber : Google Image

Terima Kasih sudah berkunjung... 
:-)


Sumber :
** http://daerah.sindonews.com/read/804339/25/warga-sulap-kotoran-ternak-jadi-energi-biogas-1384160208
*** http://st2013.bps.go.id/dev/st2013/index.php/site/tabel?tid=26&wid=1100000000

Jumat, 03 April 2015

Tol Laut Indonesia

Oleh : Jul Fahmi Salim

Assalamualaikum Wr Wb..

Selamat Pagiiii semua, Mudah-mudahan kita selalu dalam keadaan sehat wal’afiat..Amiin...


Sumber : google Image


Tol Laut ? Sudahlah Kita Siap dalam Menjalankannya? Bagaimana ketersediaan sarana kita? Sduahkah kita memili banyak pelaut (Nahkoda Kapal) yang siap untuk mejalankan tol laut ini? Atau para pelaut hanya akan didominasi oleh pelaut asing? sebagai negara maritim memang sudah selayakya kita memberikan perhatia lebih terhadap sektor kelautan. Hal ini dikarenakan daerah di Indonesia sebagian besar dipisahkan oleh laut yang merupakan ciri khas dari negara kepulauan

Sumber : google Image

Tol laut adalah bukan merupakan jalan aspal yang dibangun di atas laut, melainkan menjadikan laut seperti jalan tol di darat. dimana sarana tol laut ini akan di isi oleh kapal-kapal kargo raksasa yang diklaim mapu menghemat biaya trsportasi daripada menggunakan kapal-kapal kecil pada saat sekarang ini.

Sumber : google Image


Mengapa begitu banyak pertanyaan saya mengenai tol laut? Karena sebuah tujuan tanpa persiapan malah akan menggilas kita dalam tujuan tersebut. Memang secara pandangan saya itu bisa saja terjadi, karena dengan mengangkut barang dalam skala besar akan menciptakan efisiensi dan stok barang di suatu daerah akan lebih terjaga. Namun dalam kenyataanya, sudahkah kita memiliki sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini awak kapal, serta berbagai sarana dan prasaran yang dibutuhkan. Dari segi SDM  kita memiliki banyak sekali sekolah/perguruan tinggi Pelayaran yang setiap tahun meluluskan ratusan bahkan ribuan pelaut muda. Dengan Adanya Tol laut ini selain mencapai efisensi diharapkan juga mampu menampung lulusan pelayaran yang tidak sedikit, sehingga tinggkat pengagguran dari lulusan pelayaran dapat diturunkan secara drastis dan dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia yang secara umumnya.

Ini merupakan beberapa kapal kargo / kontainer terbesar di dunia dengan ukuran yang fantastis mencapai Ratusan Meter dan mampu mengangkut ribuan Kontainer.

Sumber : google Image

Sumber : google Image

Sumber : google Image


Dengan Adanya tol laut kita harapkan akan terjaganya angka inflasi, barang-barang mudah di dapat, roda perekonomian semakin lancar, harga barang antar daerah tidak terlalu senjang sehingga seluruh Indonesia Harga barang dapat stabil..

Sumber : www.bps.go.id



Semoga semuanya bisa tercapai kedepannya. Amiin


Referensi :

  • http://katadata.co.id/infografik/2014/12/04/tol-laut-jokowi-poros-maritim-dunia
  • http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/06/07/1150184/Inilah.Penjelasan.Tol.Laut.yang.Akan.Dibangun.Jokowi
  • https://indonesiakuhebat.wordpress.com/2014/06/16/ini-maksud-jokowi-tentang-tol-laut/comment-page-1/
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_sekolah_pelayaran_di_Indonesia

Kamis, 02 April 2015

At Museum Tsunami Aceh

Assalamualaikum wr wb...
Postingan kali ini jauh dari masalah ekonomi, ekonometrika, statistik maupun pengolahan dan postingan lainnya..hehehhe 

Jumat Kemarin ngebawa adik-adik leting dari Sman 1 Kutacane dan SMA lainnya dari Kutacane ke Mesjid Baiturrahman kemudian ke Museum Tsunami...

Susaah jelasinnya, terkadang sebuah gambar bisa memberikan sebuah penjelasan yang lebih banyak dari pada kata-kata.heheheh

check this out..
















Rombongan pun Pulaaaang.heheheh

Sekian dulu postingan kali ini...

Sekian dan terimakasih.... :-)

Variance Decomposition menggunakan Eviews 7

Assalamuaaikum wr wb...

Selamat siang...

EViews is Back..!!!!! heheheh

Baiklah, kali ini saya akan berbagi cara bagaimana menampilkan variance decomposition
dengan menggunakan Eviews 7..


  • Buka File Data yang akan digunakan




  • pilih variabel mana saja yang akan digunakan untuk Variance Decomposition (klik var Dependen, tekan ctrl dan tahan, kemudian klik variabel Independen X1, X2...)

  • klik kanan. open as VAR


  • klik ok




  • Pilih "view" =>> Variance Decomposition

  • Terdapat beberapa pilihan var Decomposition yaitu dalam bentuk Tabel, multiple graph dan Combined Graph





  • Table



  • Multiple Graph 

  • Grafik gabungan


Terimakasih banyak sudah membaca, berikan masukan agar tulisan ini semakin bagus.....



Rabu, 01 April 2015

Potensi Wisata di Aceh Tenggara, Sudahkah Kita Memanfaatkannya?

Rabu, 1 April 2015 

Oleh : Jul Fahmi Salim

Assalamualaikum wr wb...

Peta Menuju Kutacane (Sumber : Google Image)


Ada apa dengan judul postingan kali ini?
Bukan apa-apa, hanya sebuah keresahan dan pandangan sederhana dari seorang pemuda asli daerah yang sedang dalam  perantauan..heheh. Jika diperjelas mungkin maksudnya adalah, kita memiliki banyak objek wisata tetapi tidak dimanfaatkan secara maksimal. Jika kita belum mampu memanfaatkan nya secara keseluruhan, sebaiknya pemerintah daerah harus mendukung dan memajukan salah satu jeis wisata yang lebih unggul dari  wisata lainnya. Beragam ekowisata yang bisa dimanfaatkan, mulai dari mengunjungi hutan Ketambe, wisata air panas, serta arung jeram di sungai Alas yang sudah terkenal hingga ke manca negara. Bahkan beberapa tahun lalu pernah diadakan kejuaraan arum jeram tingkat Internasional yang di ikuti dari berbagai negara (*baca beritanya disini). Hal itu merupakan bukti bahwa arung jeram mampu dijadikan sebagai salah satu wisata unggulan yang akan kita manfaatkan.

Guest House di Ketambe (Sumber Google Image)


Arung Jeram di Lawe Alas (Sumber : Google Image)


Arung Jeram di Lawe Alas (Sumber : Google Image)


    Sebenarnya apa yang salah dengan kita? Begitu banyak di karuniai wisata alam tetapi malah mengabaikannya. Bandingkan dengan daerah atau bahkan negara lain yang rela membuat objek wisata buatan karena tidak memiliki objek wisata alami. Yang ingin saya perjelas adalah, sebenarnya apa kegiatan  / kerjaan dari dinas pariwisata Kab. Aceh Tenggara? apakah mereka bekerja? Apakaha dari sekian banyak pns di Dinas tersebut tidak ada yang memiliki ide-ide cemerlang? Atau program kerjanya hanya Copast (Copy paste) saja dari tahun ke tahun? Jika sudah ada, Apa output yang sudah dihasilkan? Hasil nyatanya apa?. Sebagai contoh sederhananya adalah, apakah kita sudah memiliki sebuah website yang khusus berisi info wisata di daerah Aceh Tenggara? seperti tourism center lah , dimana terdapat berbagai informasi seperti lokasi, jarak tempuh, tempat penyewaan alat-alat wisata, biaya perjalanan, biaya penginapan, Contact Person yang jelas serta Costumer Service tempat wisatawan mengadukan berbagai keluhan yang pada akhirnya informasi tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas dan pelayanan di objek wisata yang dituju.  Sepengetahuan saya belum ada..!!  lantas bagaimana kita bisa mengetahui potensi wisata apa saja yang kita miliki? Jangankan masyarakat luar Aceh Tenggara (Agara), bahkan banyak penduduk Agara sendiri yang tidak tahu sebenarnya di mana saja potensi wisata itu berada. Karena bukan persoalan yang sulit untuk membuat website, hanya kisaran ratusan ribu Rupiah kok. Jika masih berat juga, maka buat saja dalam bentuk blog, namun resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Aceh Tenggara. Sungguh miris bukan?

    Bayangkan Efek ganda (Multiplier Effect) yang mampu kita dapatkan dari pengembangan objek wisata ini, mulai dari makin lancarnya roda perekonomian masyarakat, bertambahnya pendapatan daerah baik dari pajak maupun retribusi, besar potensi susksesnya usaha angkutan umum maupun travel, berpeluag untuk membuka jasa penukaran uang (Money Changer), berpeluang untuk membuka toko cinderemata, serta toko penyewaan alat-alat untuk arung jeram, hiking dsb serta  peluang usaha lainnya.

   Dengan berkembangnya sektor wisata, bukan tidak mungkin akan membangkitkan serta memunculkan sektor lainnya seperti sektor perkebunan dan pertanian, untuk sederhana mungkin bisa dibandingkan degan daerah tetangga yaitu berastagi. Dimana dapat dilihat dengan berkembangnya sektor wisata, kemudian membangkitkan sektor perkebunan dan perhotelan bahakan memiliki hotel bertaraf  internasional. Dengan nyata dapat dilihat bagaimana potens wisata, sektor pertanian dan perkebuna serta jasa berajalan beriringan dan saling menguatkan di Brastagi. Buka tidak mungkin, Aceh Tenggara juga mampu seperti itu, asalkan pemerintah mau serius dan konsisten dalam mewujudkan dan mengembangkan potensi wisata tersebut.

salah satu Hotel di Brastagi (sumber : Google image)

Salah satu wisata perkebunan buah (sumber : Google image)

Pasar Buah Brastagi (sumber : Google image)


    Selain wisata arung jeram, wisata yang tidak kalah besar peluang untuk pemanfaatannya adalah Eko Wisata Hutan Ketambe. Pemerintah perlu segera menyelesaikan pembangunan pusat penelitian Ketambe yang telah terbakar beberapa tahun yang lalu (**baca disini ). Stasiun penelitian ini sangat penting karena merupakan salah satu tujuan dari berbagai peneliti di dunia, sebaiknya stasiun penelitian yang baru dibangun dengan sarana yang memadai salah satunya fasilitas wifi, namun tetap harus menjaga kelestarian ekosistem dan lingkungan sekitar stasiun penelitian. Dengan begitu para peneliti yang datang ke stasiun terebut dapat berkomunikasi lebih mudah  dan nyaman, sehingga ketika mereka kembali ke daerah maupun ke negara asalnya akan menceritakan bagaimana pengalaman mereka melakukan penelitian di stasiun penelitian Ketambe. Sehingga Tanpa disadari promosi dari mulut ke mulut telah terjadi dan di masa mendatang menarik para peneliti lebih banyak lagi.

dan selalu yang menjadi pertanyaan mendasar adalah, apakah ada niat untuk memajukan sektor pariwisata ini?

Karena jika ada niat maka segala sumberdaya dan upaya akan di lakukan..

Terimakasih telah membaca tulisan ini. silahka berikan masukan agar tulisan ini bisa semakin baik..

:-)


Cara Mendapatkan EViews 11 Demo Version

 Oleh: Jul Fahmi Salim Assalmkum wrwb.. Selamat Pagi, Siang, Malam teman-teman sekalian, jika dipostingan sebelumnya sydah ada cara mendapat...