Tampilkan postingan dengan label Ketambe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketambe. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Maret 2017

Perekonomian Aceh Tenggara

Assalamualaikum wr wb
Selamat Sore…

Kaleidoskop Perkonomian Aceh Tenggara : 
Mencari Sebuah Solusi Untuk Mengejar Kemajuan Daerah Tetangga

Aceh Tenggara merupakan salah satu Kabupaten yang berada di paling ujung Provinsi Aceh, berbatasan langsung dengan Kab. Karo salah satu daerah di Sumut. Aceh Tenggara sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Aceh tentu saja ikut merasakan “manisnya” dana otsus yang didapat Aceh. Lantas benarkah dana otsus mampu memperbaiki perekonomian Aceh Tenggara secara makro? Mari kita lihat dalam 5 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Aceh Tenggara, Aceh dan Nasional.




Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa 6 tahun terakhir cenderung mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada awal periode (2010) pertumbuhan ekonomi aceh tenggara mencapai 10,73 persen, sebuah angka pertumbuhan yang sangat baik tentunya. Jika dilihat secara umum pertumbuhan ekonomi nasional dikisaran 6,6 persen sedangkan pertumbuhan ekonomi aceh berada di angka 5,91 persen. Secara umum baik perekonomian aceh maupun aceh tenggara cenderung mengikuti tren pertumbuhan ekonomi nasional. Ini mengindikasikan bahwa aceh tenggara belum mampu menepis ketergantungan yang kuat terhadap provinsi maupun nasional. Aceh tenggara akan lebih baik jika mampu mengikuti “irama” pertumbuhan ekonomi yang positif baik provinsi maupun nasional, dan mampu tetap positif jika pertumbuhan ekonomi aceh dan nasional cenderung negative.

Kemiskinan Pertumbuhan Ekonomi
Kemiskinan merupakan salah satu factor penghambat dalam suatu perekonomian. Suatu daerah yang memiliki penduduk miskin yang besar biasa merupakan daerah yang memilki penduduk yang kurang produktif. Kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi dari berbagai penelitian memiliki hubunga kausalitas (sebab-akibat) yang erat. Pertumbuhan ekonomi yang baik, diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan. Lantas, bagaimakah dengan Aceh Tenggara? Sudahkah mampu menurunkan angka kemiskinan?
Sumber : BPS Aceh (Diolah)
Terjadi sedikit fenomena “aneh”, dimana ketika pertumbuhan ekonomi yang tinggi, angka kemiskinan juga tinggi, dan ketika pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan maka terlihat bahwa tingkat kemiskinan juga mengalami penuruan. Secara umum dalam kurun waktu 6 tahun pertumbuhan ekonomi menurun dari 10,73 persen menjadi 4,08 persen , sedangkan tingkat kemiskinan menurun dari 16,78 persen menjadi 14,91 persen pada tahun 2015. Meski begitu, pertumbuhan ekonomi yang meningkat dari tahun 2012 sebesar 4,61 persen menjadi 4,89 persen diikuti dengan penurunan tingkat kemiskinan dari 15,64 persen menjadi 14,39 persen.

Memang banyak pendapat para ahli yang menyatakan bahwa, mengukur kesejahteraan suatu negara/provinsi/daerah dengan menggunakan pertumbuhan ekonomi merupakan hal yang semu, tidak terkecuali yang terjadi di Aceh Tenggara. Artinya, ada hal atau factor yang lebih spesifik yang mampu menjelaskan mengapa tingkat kemiskinan di Aceh Tenggara bisa menurun dalam kurun waktu 6 Tahun terakhir.

Sumber : BPS Aceh (Diolah)

Daerah yang sedang berkembang identic dengan penyokong perekonomiannya berada disektor primer, dimana kegiatan perekonomian masi di dominasi oleh kegiata pertanian, penggalian dan pertambangan. Daerah sedang berkembang juga sangat identic dengan tingkat kemiskinan yang tinggi.


Kenaikan nilai IPM setiap daerah ditentukkan oleh baik tidaknya layanan terhadap masyarakat, baik itu pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, saran dan prasarana,  infrastruktur pendukung seperti jalan, dan bandar udara. Disamping itu kebutuhan untuk industry pengolahn terhadap barang-barang raw material menjadi barang yang lebih bernilai (memiliki nilai tambah), misalnya pengolah padi menjadi beras, kemudian beras menjadi tepung. Dengan dijualnya tepung menjadi lebih mahal.

Komoditi lain unggulan yang bisa di jadikan leading sektor dalam industry pengolahan adalah Ikan Mas. Ikan mas yang melimpah dapat dijadikan ikan kaleng, dimana untuk ikan air tawar masih belum ada yang menjadi berupa makanan kaleng yang bisa lebih instan. Dengan dijadikan makanan instan, ikan tersebut lebih bisa tahan lama dan pemasarannya pun bisa menjadi lebih luas, sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih baik dibandingkan dengan hanya menjual ikan mas seperti biasa, dimana dari segi daya jangkau luas pemasaran tergantung pada kemampuan ikan bertahan. Jika pengemasan pengiriman tidak baik maka ikan mas bisa mati sebelum sampai pada tempat tujuannya.

Selain ikan mas, kakao merupakan salah satu komoditi unggulan lainnya dari Aceh Tenggara, daripada menjualnya dengan bentuk bijian yang lebih murah, akan lebih baik menjualnya dalam bentuk tepung coklat siap seduh, tentu saja dalam pemilihan (sortir) biji kakao yang baik adalah biji kakao yang sesuai standar yang tetapkan oleh BPPOM (akan sangat lebih baik jika sesuai dengan standar internasional) sehingga mampu bersaing dengan produk yang sudah ada sehingga dari segi kualitas mampu dijamin oleh produsen (kita harus belajar banyak dari Kabupaten dari dtaran tinggi Gayo yaitu Bener Meriah dan Aceh Tengah, dengan komoditi unggulan merekea berupa kopi yang sudah mendunia). Dalam mewujudkannya, perlu adanya sinergisitas yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha yang berada di Kutacane.

Service Sector will be a leading sector, why not????
Selain dari sektor pertanian dan perkebunan, salah satu sektor yang sangat potensial di Agara adalah sektor pariwisata. Iya pariwisata, karena Agara sudah memiliki “objek wisata” yang memiliki “Branding” internasional. Jika anda berpikir “objek wisata ” itu adalah TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser), berarti kita memiliki pemikiran yang sama. TNGL memiliki nama yang sudah Go Internasional, ini terbukti dengan mudahnya menemukan nama TNGL baik d situs dalam maupun luar negeri.

Tampaknya Pemda Agara masih belum optimal dalam memanfaatkan “Branding” TNGL yang sudah ada. Seharusnya pemda yang sudah memiliki branding tersebut harus lebih “gila” dalam mempromosikannya. Dalam beberapa tahun terakhir memang sudah terlihat cukup menggeliat, dengan adanya beberapa event nasional bahkan internasional yang di adakan oleh pemda Agara seperti International Rafting Festival 2015. Ini merupakan sebuah langkah besar yang sebaiknya rutin dilakukan tiap tahunnya baik dalam maupun luar negeri.
Sumber : http://www1-media.acehprov.go.id/uploads/rafting-sungai-alas.jpg

Diharapkan kedepannya pemda Agara lebih mampu lagi menggali potensi-potensi yang ada di Agara sehingga mampu meningkat taraf hidup masyarakat yang bermukin di Tanoh ALah Metuah ini.

Terima Kasih..




Rabu, 01 April 2015

Potensi Wisata di Aceh Tenggara, Sudahkah Kita Memanfaatkannya?

Rabu, 1 April 2015 

Oleh : Jul Fahmi Salim

Assalamualaikum wr wb...

Peta Menuju Kutacane (Sumber : Google Image)


Ada apa dengan judul postingan kali ini?
Bukan apa-apa, hanya sebuah keresahan dan pandangan sederhana dari seorang pemuda asli daerah yang sedang dalam  perantauan..heheh. Jika diperjelas mungkin maksudnya adalah, kita memiliki banyak objek wisata tetapi tidak dimanfaatkan secara maksimal. Jika kita belum mampu memanfaatkan nya secara keseluruhan, sebaiknya pemerintah daerah harus mendukung dan memajukan salah satu jeis wisata yang lebih unggul dari  wisata lainnya. Beragam ekowisata yang bisa dimanfaatkan, mulai dari mengunjungi hutan Ketambe, wisata air panas, serta arung jeram di sungai Alas yang sudah terkenal hingga ke manca negara. Bahkan beberapa tahun lalu pernah diadakan kejuaraan arum jeram tingkat Internasional yang di ikuti dari berbagai negara (*baca beritanya disini). Hal itu merupakan bukti bahwa arung jeram mampu dijadikan sebagai salah satu wisata unggulan yang akan kita manfaatkan.

Guest House di Ketambe (Sumber Google Image)


Arung Jeram di Lawe Alas (Sumber : Google Image)


Arung Jeram di Lawe Alas (Sumber : Google Image)


    Sebenarnya apa yang salah dengan kita? Begitu banyak di karuniai wisata alam tetapi malah mengabaikannya. Bandingkan dengan daerah atau bahkan negara lain yang rela membuat objek wisata buatan karena tidak memiliki objek wisata alami. Yang ingin saya perjelas adalah, sebenarnya apa kegiatan  / kerjaan dari dinas pariwisata Kab. Aceh Tenggara? apakah mereka bekerja? Apakaha dari sekian banyak pns di Dinas tersebut tidak ada yang memiliki ide-ide cemerlang? Atau program kerjanya hanya Copast (Copy paste) saja dari tahun ke tahun? Jika sudah ada, Apa output yang sudah dihasilkan? Hasil nyatanya apa?. Sebagai contoh sederhananya adalah, apakah kita sudah memiliki sebuah website yang khusus berisi info wisata di daerah Aceh Tenggara? seperti tourism center lah , dimana terdapat berbagai informasi seperti lokasi, jarak tempuh, tempat penyewaan alat-alat wisata, biaya perjalanan, biaya penginapan, Contact Person yang jelas serta Costumer Service tempat wisatawan mengadukan berbagai keluhan yang pada akhirnya informasi tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas dan pelayanan di objek wisata yang dituju.  Sepengetahuan saya belum ada..!!  lantas bagaimana kita bisa mengetahui potensi wisata apa saja yang kita miliki? Jangankan masyarakat luar Aceh Tenggara (Agara), bahkan banyak penduduk Agara sendiri yang tidak tahu sebenarnya di mana saja potensi wisata itu berada. Karena bukan persoalan yang sulit untuk membuat website, hanya kisaran ratusan ribu Rupiah kok. Jika masih berat juga, maka buat saja dalam bentuk blog, namun resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Aceh Tenggara. Sungguh miris bukan?

    Bayangkan Efek ganda (Multiplier Effect) yang mampu kita dapatkan dari pengembangan objek wisata ini, mulai dari makin lancarnya roda perekonomian masyarakat, bertambahnya pendapatan daerah baik dari pajak maupun retribusi, besar potensi susksesnya usaha angkutan umum maupun travel, berpeluag untuk membuka jasa penukaran uang (Money Changer), berpeluang untuk membuka toko cinderemata, serta toko penyewaan alat-alat untuk arung jeram, hiking dsb serta  peluang usaha lainnya.

   Dengan berkembangnya sektor wisata, bukan tidak mungkin akan membangkitkan serta memunculkan sektor lainnya seperti sektor perkebunan dan pertanian, untuk sederhana mungkin bisa dibandingkan degan daerah tetangga yaitu berastagi. Dimana dapat dilihat dengan berkembangnya sektor wisata, kemudian membangkitkan sektor perkebunan dan perhotelan bahakan memiliki hotel bertaraf  internasional. Dengan nyata dapat dilihat bagaimana potens wisata, sektor pertanian dan perkebuna serta jasa berajalan beriringan dan saling menguatkan di Brastagi. Buka tidak mungkin, Aceh Tenggara juga mampu seperti itu, asalkan pemerintah mau serius dan konsisten dalam mewujudkan dan mengembangkan potensi wisata tersebut.

salah satu Hotel di Brastagi (sumber : Google image)

Salah satu wisata perkebunan buah (sumber : Google image)

Pasar Buah Brastagi (sumber : Google image)


    Selain wisata arung jeram, wisata yang tidak kalah besar peluang untuk pemanfaatannya adalah Eko Wisata Hutan Ketambe. Pemerintah perlu segera menyelesaikan pembangunan pusat penelitian Ketambe yang telah terbakar beberapa tahun yang lalu (**baca disini ). Stasiun penelitian ini sangat penting karena merupakan salah satu tujuan dari berbagai peneliti di dunia, sebaiknya stasiun penelitian yang baru dibangun dengan sarana yang memadai salah satunya fasilitas wifi, namun tetap harus menjaga kelestarian ekosistem dan lingkungan sekitar stasiun penelitian. Dengan begitu para peneliti yang datang ke stasiun terebut dapat berkomunikasi lebih mudah  dan nyaman, sehingga ketika mereka kembali ke daerah maupun ke negara asalnya akan menceritakan bagaimana pengalaman mereka melakukan penelitian di stasiun penelitian Ketambe. Sehingga Tanpa disadari promosi dari mulut ke mulut telah terjadi dan di masa mendatang menarik para peneliti lebih banyak lagi.

dan selalu yang menjadi pertanyaan mendasar adalah, apakah ada niat untuk memajukan sektor pariwisata ini?

Karena jika ada niat maka segala sumberdaya dan upaya akan di lakukan..

Terimakasih telah membaca tulisan ini. silahka berikan masukan agar tulisan ini bisa semakin baik..

:-)


Cara Mendapatkan EViews 11 Demo Version

 Oleh: Jul Fahmi Salim Assalmkum wrwb.. Selamat Pagi, Siang, Malam teman-teman sekalian, jika dipostingan sebelumnya sydah ada cara mendapat...