Sabtu, 13 April 2013

Perekonomian Indonesia Tahun 2008 di Tengah Krisis Keuangan Global


Indonesia merupakan negara small open economy sehingga imbas dari krisis finansial global sangat mempengaruhi kondisi perekonomian dalam negeri. Salah satu dampak dari krisis finansial global adalah perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2008. Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tumbuh mencapai 6,1% pada tahun 2008 atau sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2007 sebesar 6,3%.

Dampak negatif dari krisis global, antara lain sebagai berikut : 

  • Menurunnya kinerja neraca pembayaran.
  • Tekanan pada nilai tukar Rupiah
  • Dorongan pada laju inflasi.

Pertama, kinerja neraca pembayaran yang menurun
   Pada saat terjadi krisis global, negara adidaya Amerika Serikat mengalami resesi yang serius, sehingga terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi yang selanjutnya menggerus daya beli masyarakat Amerika. Hal ini sangat mempengaruhi negara-negara lain karena Amerika Serikat merupakan pangsa pasar yang besar bagi negara-negara lain termasuk Indonesia. Penurunan daya beli masyarakat di Amerika menyebabkan penurunan permintaan impor dari Indonesia. Dengan demikian ekspor Indonesia pun menurun. Inilah yang menyebabkan terjadinya defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). Bank Indonesia memperkirakan secara keseluruhan NPI mencatatkan defisit sebesar US$ 2,2 miliar pada tahun 2008.        Penyebab lain terjadinya defisit NPI adalah derasnya aliran keluar modal asing dari Indonesia khususunya pada pasar SUN (Surat Utang Negara) dan SBI (Sertifikat Bank Indonesia). Derasnya aliran modal keluar tersebut menyebabkan investasi portofolio mencatat defisit sejak kuartal III-2008 dan terus meningkat pada kuartal IV-2008. Selain itu, adanya sentimen negatif terhadap pasar keuangan global juga membuat terjadinya pelepasan aset finansial oleh investor asing dan membuat neraca finansial dan modal ikut menjadi defisit.

Kedua, tekanan pada nilai tukar Rupiah.
      Secara umum, nilai tukar rupiah bergerak relatif stabil sampai pertengahan September 2008. Hal ini terutama disebabkan oleh kinerja transaksi berjalan yang masih mencatat surplus serta kebijakan makroekonomi yang berhati-hati. Namun sejak pertengahan September 2008, krisis global yang semakin dalam telah memberi efek depresiasi terhadap mata uang. Kurs Rupiah melemah menjadi Rp 11.711,- per USD pada bulan November 2008 yang merupakan depresiasi yang cukup tajam, karena pada bulan sebelumnya Rupiah berada di posisi Rp 10.048,- per USD. Pergerakan Kurs Rupiah selama tahun 2008 dan awal 2009 dapat dilihat dari grafik dibawah ini: 


diolah dari: www.bi.go.id
     Semasa Pemerintahan Orde Baru, Indonesia menganut sistem fixed exchange rate atau sistem nilai tukar tetap. Tetapi pada Pemerintahan berikutnya sampai sekarang, sistem yang dianut telah berubah menjadi sistem floating exchange rate atau sistem nilai tukar mengambang. Dengan sistem ini nilai tukar rupiah menjadi bergantung pada supply dan demand di pasar. Hal ini berbeda dengan sistem fixed exchange rate dimana Bank Indonesia berkewajiban menjaga Rupiah konstan dengan aktif membeli dan menjual valas untuk menghadapi supply dan demand yang berubah-ubah.
      Pada masa krisis global yang terjadi sejak beberapa waktu yang lalu, terjadi keketatan likuiditas global, dengan demikian supply dollar relatif sangat menurun. Hal inilah yang memeberikan efek depresiasi terhadap Rupiah. 
       Keketaatan likuiditas global terjadi akibat perusahaan dan rumah tangga lebih menjaga likuiditasnya untuk berjaga-jaga dari berbagai resiko bisnis yang meningkat akibat krisis global. Hal ini yang menyebabkan sulitnya mencari dana talangan dalam membiayai defisit anggaran pemerintah. Rumah tangga konsumen pun mulai menahan diri untuk berbelanja guna mengantisipasi terhadap goncangan yang mungkin terjadi. Keketatan likuiditas diperparah oleh sikap bank yang terlalu berhati-hati dalam mengucurkan kreditnya dalam rangka meminimalisir terjadinya kredit macet.
     Sebenarnya depresiasi Rupiah menguntungkan kondisi dalam negeri, karena secara teoritis akan meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Harga-harga produk dalam negeri menjadi relatif lebih murah apabila dibandingkan dengan harga-harga produk sejenis yang diimpor dari negara lain. Di pasar negara tujuan ekspor Indonesia, konsumen akan lebih memilih produk dari Indonesia karena harganya lebih murah. Kondisi ini menyebabkan ekspor Indonesia meningkat. 
       Namun hal itu tidak terjadi karena negara lain juga mengalami hal yang sama seperti Indonesia dimana mata uangnya juga mengalami depresiasi. Krisis global membuat daya beli masyarakat di setiap negara pada umumnya menurun. Sehingga Depresiasi tidak serta merta membuat ekspor Indonesia meningkat, bahkan ekspor justru turun.  Berdasarkan laporan BPS awal Maret 2009 lalu, disebutkan bahwa nilai ekspor Indonesia pada Januari 2009 hanya sebesar USD 7,15 miliar. Angka ini turun 17,7% dibandingkan nilai ekspor pada Desember 2008 sebesar USD 8,69 miliar. Bahkan, jika dibandingkan dengan Januari 2008, nilai penurunannya lebih besar lagi, yakni sebesar 36%.

Ketiga, dorongan pada laju inflasi. 
     Dorongan tersebut berasal dari lonjakan harga minyak dunia yang mendorong dikeluarkannya kebijakan subsidi harga BBM. Tekanan inflasi makin tinggi akibat harga komoditi global yang tinggi. Namun inflasi tersebut berangsur menurun di akhir tahun 2008 karena harga komoditi yang menurun dan penurunan harga subsidi BBM. Pergerakan inflasi di Indonesia dapat dilihat dari grafik berikut:


diolah dari: www.bi.go.id
      Dari grafik tersebut terlihat bahwa terjadi tekanan inflasi yang tinggi hingga triwulan III-2008 yakni hingga bulan September 2008. Hal ini dipicu oleh kenaikan harga komoditi dunia terutama minyak dan pangan. Lonjakan harga tersebut berdampak pada kenaikan harga barang yang ditentukan pemerintah (administered prices) seiring dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Setelah bulan September 2008, tingkat inflasi mulai turun karena turunnya harga komoditi internasional, pangan dan energi dunia. Penyebab lain dari terus menurunnya tingkat inflasi adalah kebijakan Pemerintah menurunkan harga BBM jenis solar dan premium pada Desember 2008, dan produksi pangan dalam negeri yang relatif bagus. Bahkan awal Desember 2008 terjadi deflasi sebesar 0,04 persen. Deflasi tersebut terjadi karena menurunnya harga pada sektor transportasi, konsumsi, dan jasa keuangan. Keberhasilan menurunkan inflasi secara berangsur-angsur tak lepas dari keberhasilan instansi terkait dalam memitigasi akselerasi ekspektasi inflasi yang sempat meningkat tajam pasca kenaikan harga BBM. Secara keseluruhan, inflasi IHK pada tahun 2008 mencapai 11,06 persen, sementara inflasi inti mencapai 8,29 persen. 

Kebijakan Bank Indonesia dalam Menghadapi Krisis Global 
    Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter yang mempunyai independensi dari pemerintah mempunyai kewajiban menjaga stabilitas moneter serta mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dapat meminimalisir dampak dari krisis global. Bank Indonesia telah menerapkan beberapa kebijakan, yakni: 
     Pertama, Kebijakan dalam sektor moneter. BI mengarahkan kebijakan pada penurunan tekanan inflasi yang didorong oleh tingginya permintaan agregat dan dampak lanjutan dari kenaikan harga BBM yang sempat mendorong inflasi mencapai 12,14 persen pada bulan September 2008. Untuk mengantisipasi berlanjutnya tekanan inflasi, BI menaikkan BI rate dari 8 persen secara bertahap menjadi 9,5 persen pada Oktober 2008. Dengan kebijakan moneter tersebut ekspektasi inflasi masyarakat tidak terakselerasi lebih lanjut dan tekanan neraca pembayaran dapat dikurangi.
    Selanjutnya, memasuki triwulan II-2008, seiring dengan turunnya harga komoditi dunia serta melambatnya  permintaan agregat sebagai imbas dari krisis keuangan global, BI memperkirakan tekanan inflasi ke depan menurun, sehingga BI Rate pada bulan Desember 2008 diturunkan sebesar 25 basis point (bps) menjadi 9,25 bps. 
        Kedua, Kebijakan dalam sektor perbankan. Kebijakan tersebut diarahkan pada upaya memperkuat ketahanan sistem perbankan, khususnya dalam upaya persiapan implementasi Basel II. Basel II dibuat berdasarkan struktur dasar the 1988 accord  yang memberikan kerangka perhitungan modal yang bersifat lebih sensitif terhadap risiko (risk sensitive) serta memberikan insentif terhadap peningkatan kualitas penerapan manajemen risiko di bank. Hal ini dicapai dengan cara penyesuaian persyaratan modal dengan risiko dari kerugian kredit dan juga dengan memperkenalkan perubahan perhitungan modal dari eksposur yang disebabkan oleh risiko dari kerugian akibat kegagalan operasional. 
     Basel II bertujuan meningkatkan keamanan dan kesehatan sistem keuangan, dengan menitikberatkan pada perhitungan permodalan yang berbasis risiko, supervisory review process, dan market discipline.Framework Basel II disusun berdasarkan forward-looking approach yang memungkinkan untuk melakukan penyempurnaan dan penyesuaian dari waktu ke waktu. Hal ini untuk memastikan bahwa framework Basel II dapat mengikuti perubahan yang terjadi di pasar maupun perkembangan-perkembangan dalam manajemen risiko.

   Kebijakan dalam sektor perbankan lainnya adalah meningkatkan kapasitas pelayanan industri perbankan syariah. Sistem perbankan syariah terbukti lebih tahan terhadap hantaman krisis. Sistem perbankan ini juga sudah mulai digiatkan oleh negara-negara non-muslim seperti Inggris, Italia, Hong Kong, China, Malaysia, dan Singapura. Bahkan menurut anggota Komite Ahli Bank Indonesia, perbankan syariah tetap stabil di saat krisis global berlangsung dikarenakan perbankan syariah merupakan pilihan yang komprehensif, progresif, dan menguntungkan.

    Seiring dengan semakin dalamnya tekanan krisis global, sejak semester II-2008, kebijakan perbankan ditujukan pada upaya mengurangi imbas krisis global pada perbankan domestik. Keketatan likuiditas yang terjadi akibat krisis disikapi BI dengan mempermudah akses bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) terhadap fasilitas pendanaan. Namun upaya tersebut tetap dilakukan BI dengan memperhatikan risiko yang terjadi pada perbankan nasional serta dampak yang lebih luas pada perekonomian rakyat. Untuk itu, upaya menjaga ketersediaan pendanaan bagi sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai bantalan perekonomian rakyat, juga senantiasa dicermati.
            Terkait dengan kebijakan di sektor perbankan ini, BI telah mengeluarkan ketentuan-ketentuan yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi perbankan dalam menyalurkan kredit dengan tetap memperhatikan unsur kehati-hatian dan kestabilan ekonomi secara umum. Ketentuan-ketentuan tersebut mencakup beberapa hal seperti: memperpanjang masa transisi penerapan Basel II untuk perhitungan beban modal risiko operasional, menyederhanakan tatacara pembukuan kantor bank (termasuk syariah), menyesuaikan bobot Aset Tertimbang Menurut Resiko (ATMR) untuk Kredit Usaha Kecil dengan skim penjaminan, menyesuaikan tatacara penilaian kredit dalam jumlah tertentu, memberikan fasilitas transaksi USDrepurchase agreement (repo) bank kepada BI, dan mengurangi kewajiban pembentukan penyisihan penghapusan aktiva non produktif.
  Selanjutnya ketentuan-ketentuan tersebut akan diikuti dengan langkah pengaturan secara lebih mendalam, terkait dengan upaya peningkatan transparansi perbankan, penguatan efektifitas manajemen risiko likuiditas, dan produk-produk derivatif perbankan. Dengan demikian diharapkan seluruh pelaku industri perbankan, baik bank umum konvensional maupun syariah, akan memiliki ruangan yang cukup untuk menjalankan fungsi intermediasinya tanpa mengesampingkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko, sebagai prioritas utama.
    Ketiga,  Kebijakan di sektor pembayaran. Bank Indonesia turut berupaya mencegah terjadinya guliran krisis global terhadap kelancaran sistem pembayaran nasional. Dalam mencegah risiko sistemik dari risiko gagal bayar peserta yang cenderung meningkat pada kondisi krisis dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, BI telah melakukan perubahan jadwal setelmen sistem pembayaran pada hari tertentu. 
     Kebijakan BI dalam sistem pembayaran terus dilakukan untuk meningkatkan pengedaran uang yang cepat, efisien, aman, dan handal, meningkatkan layanan kas prima, dan meningkatkan kualitas uang. Sementara kebijakan non tunai diarahkan untuk memitigasi risiko sistem pembayaran melalui pengawasan sistem pembayaran, mengatur kegiatanmoney remittances, meningkatkan efisiensi pengelolaan rekening pemerintah, dan meningkatkan pembayaran non tunai.
     Sebagai Bank Sentral, BI memang mempunyai tanggung jawab dalam membuat kebijakan-kebijakan dalam menstabilkan kondisi moneter Indonesia. Dengan demikian diharapkan kebijakan-kebijakan yang dibuat BI merupakan kebijakan yang strategis dan tepat sasaran dalam meminimalisir dampak krisis keuangan. Kebijakan moneter yang diambil BI juga diharapkan dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sektor riil dan selanjutnya pada kesejahteraan masyarakat. (Catatan : Bahan tulisan ini, antara lain bersumber dari laporan Bank Indonesia)
( Ibnu Purna / Hamidi / Prima )
http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=3698&Itemid=29

Senin, 08 April 2013

Ada Apa Dengan Aceh Tercinta???


             Begitulah pertanyaan yang sering muncul dipikiran saya sendiri, dan saya yakin bukan hanya saya sendiri bahkan beribu-ribu orang memiliki pertanyaan yang sama di dalam kepala mereka. Mulai dari tingkat kemiskinan yang begitu tinggi, banyaknya pengemis yang kita temui setiap hari di persimpangan lampu merah, kampung-kampung, bahkan mereka sampai melakukan aksinya diwilayah kampus. Sebenarnya ada apa? Apakah masyarakat kita memiliki etos kerja yang rendah? Pemalas? Atau malah fenomena ini merupakan hasil dari gagalnya pemerintah dalam mengelola daerahnya sendiri? Terkadang kita melihat begitu miris kehidupan yang ada di Aceh ini, dimana rata-rata pejabat memiliki kemewahan yang bisa dibilang lebih dari cukup, bahkan beberapa dari mereka memiliki kekayaan yang besar, di sisi lain marilah kita lihat keadaan kita sendiri sebagai rakyatnya.
            Tindakan yang perlu kita lakukan bukanlah yang terlalu muluk-muluk, hal yang paling utama adalah mampu untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri tanpa harus bergantung terlalu besar dari daerah tetangga seperti wilayah Sumatera Utara. Hampir dapat dikatakan bahwa semua faktor penunjang untuk mewujudkan hal tersebut ada di daerah kita, tidak percaya? Mari kita lihat satu per satu.
  • Sumber daya alam

            Kita jangan menutup mata seperti orang bodoh bila kita mengatakan bahwa kita kekurangan sumber daya alam. Lihat sekeliling kita, berapa banyak lahan yang terlantar yang hanya menjadi tempat tumbuhnya rumput liar, coba bayangkan sepertiga saja dari lahan yang kosong ini dapat dimanfaatkan dengan optimal  oleh pemerintah, saya yakin bukan hanya kebutuhan kita saja yang terpenuhi malah kita dapat menjaga kestabilan harga bahan – bahan pokok tanpa terpengaruh oleh harga barang yang sama di luar daerah kita. Hal ini disebabkan karena barang tersebut kita hasilkan sendiri bukannya mengimpor dari daerah tetangga.
  • Sumber daya manusia

            Jika kita berbicara soal sumber daya manusia, tak perlu kita ragukan lagi seberapa banyak ahli – ahli kita yang tersebar di berbagai universitas di wilayah Aceh ini baik Negeri maupun swasta. Jika saja pemerintah kita mau memanfaatkan keahlian yang dimiliki oleh para dosen – dosen kita, misalnya mulai dari masalah perencanaan dengan menggunakan keahlian dari dosen Fak.Ekonomi tepatnya Ekonomi Pembangunan, mengatasi masalah pertanian dengan menggunaka keahlian dari dosen fak. Pertanian, memaksimalkan potensi kelautan dan perikanan yang ada dengan menggunakan keahlian dosen ilmu kelautan dan perikanaan, maka proses pembangunan di Aceh dapat dipercepat.
  • Sarana dan prasarana

            Untuk transportasi daerah Aceh terkenal dengan jalan raya yang mulus, selain itu sebagian besar wilah Aceh sudah memiliki akses jalan. Tidak hanya jalur darat trnasportasi di aceh juga didukung oleh transportasi laut maupun udara sehingga seharusnya pengangkutan hasil produk pertanian dsb dapat berjalan lancar.
            Seharusnya dengan begitu besar potensi yang kita miliki kita bisa menjadi daerah yang mandiri, bahkan dapat menjadi daerah yang mampu memberikan kontribusi terhadap daerah tetangganya, hal ini tergantung kepada pemerintah sebagai pusat penggerak roda pemerintahan yang ada di Aceh ini. Jika memang potensi yang ada ini tidak mampu bermanfaat banyak bagi kita masyarakat Aceh ini, maka kita dapat mempertanyakan mengenai keseriusan pemerintah dalam mengelola daerah ini. Selain itu kita juga patut menyoroti para pemegang jabatan yang ada di instansi terkait, apakah sudah sesuai dengan bidangnya dan melalui tahapan fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) atau pengangkatannya berbau politis. Salah satu contoh Hal yang sangat memalukan yang terjadi baru-baru ini adalah dikembalikannya R-APBA oleh pihak Kemendagri karena isi yang di buat tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh pihak kemendagri. (Serambinews, senin 25 Februari 2013)
            Bukan rahasia lagi, mari kita perhatikan para pemegang jabatan sekarang baik di daerah maupun provinsi, ketika kita membaca koran dan menemukan kalimat “ Kepala Dinas Pertanian Kab. Aceh xxxx  si fulan .SPd ............”. Terkadang kita sebagai orang awam pun tertawa geli melihat fenomena ini, Apa ada hubungannya antara keahlian yang diperlukan dengan latarbelakang pendidikan sang kepala dinas?? jika hanya untuk menjalankan amanah saya kira masih banyak yang lebih kompeten dari “si fulan .SPd”, Walaupun tidak begitu pintar dan bagus, minimal memiliki latarbelakang pendidikan yang sesuai lah seperti sarjana Pertanian, sarjana teknik pertanian dsb. Karena dengan begitu sedikit banyaknya maka ia akan mampu memberikan masukan kepada bawahannya dan instansi yang dipimpinnya dan bahkan dapat memberikan kontribusi yang besar kepada daerah secara keseluruhan.
          Kita tidak tahu lagi harus berbuat apa sekarang, begitu rusaknya sistem pemerintahan kita.Jika terus seperti ini kedepannya, maka dapat dipastikan menjadi daerah yang mandiri hanyalah mimpi disiang bolong. Kita berdoa saja semoga pemerintah yang baru ini mampu meberikan yang terbaik dengan mengedepankan kepentingan rakyat dan bukan solongan semata seperti yang dinyatakan Gubernur Aceh  bahwa pada 2013 akan mampu menurunkan angka kemiskinan secara drastis. (The Globe Journal Desember 2012). 
1.      Gejala yang terjadi dari ketidakjelasan pembangunan
a.       Kemiskinan
b.      Pertumbuhan Ekonomi yang bias
c.       Kesejahteraan yang hanya di atas kertas
2.      Penyebab
a.       Kurangnya koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kab/kota
b.      Sitem perekrutan pejabat yang sangat buruk
c.       Kurang memberdayakan sumber daya yang ada
d.      Kepetingan politik yang lebih besar dari kepentingan rakyat
3.      Tindakan yang Perlu Dilakukan
a.       Merubah paradigma pembangunan yang ada
b.      Menjalin komunikasi yang baik antara pusat dan daerah
c.       Setiap kepala pemerintahan dari yang terkecil (Kades) hingga Gubernur harus mampu bersinergi dalam memanfaatkan potensi yang ada

            Ini hanyalah buah pikiran/pendapat seorang mahasiswa yang mencoba menuangkannya dalam tulisan yang masih dipenuhi dengan kekurangan disana-sini. Terimakasih..

Kamis, 28 Maret 2013

Cara Mengganti ATM BRI Yang Hilang

Diantara teman-teman/keluarga/saudara/ pasti pernah mengalami kehilangan ATM kan???
ni saya bagi pengalaman pribadi, "Kehilangan ATM BRI"
kalau teman-teman ada yang senasib dengan saya, jangan panik dahulu, untuk mengganti ATM tersebut  sangatlah mudah, dan tahapan yang saya lakukan adalah :

  • Jika saldo di ATM teman2 banyak, maka segera telfn ke 14017 atau lapor ke Kantor BRI terdekat dan minta kepada CS untuk memblokir ATM yang hilang tersebut
  • Buatlah surat keterangan kehilangan di kantor polisi terdekat, dan untuk membuat surat keterangan dari polisi dibutuhkan FC KTP/SIM/tanda pengenal lainnya, dan FC Buku Tabungan
  • Selanjutnya pergi ke Kantor BRI terdekat,( kalau bisa kantor pusat di daerah tersebut)
  • Ambil nomor antrian untuk CS
  • Isi data yang diminta oleh CS, (pasti ditanya nama ibu kandung, jadi jangan sampe lupa ama nama ibu kandung gan hehheheh)
  • Membayar uang adm pergantian kartu sebesar Rp.10.000
  • Menunggu sekitar 15 menitlah, sambil ngomong2 ama CS nya. dan
  • tereeeeengggg...tereeeeeeeeengg..... ATM BRI kesayang kita kembali lagi,

Semoga pengalaman pribadi  saya ini bisa memberikan sedikit bantuan kepada teman-teman yang mengalami masalah yang sama.

Terima Kasih sudah berkunjung....:-)

Sertifikasi Guru Unsyiah

Assalamualaikum wr.wb....
Baiklah, pada kali ini saya akan berbagi informasi mengenai sertifikat sertifikasi guru,untuk bapak / ibu guru yang mengikuti sertikasi yang berada di rayon Unsyiah, infonya dapat di lihat disini dengan cara klik tautan di bawah ini
http://berita.sertifikasiguru.unsyiah.ac.id/home

maka akan terlihat halaman seperti dibawah ini.....



dan untuk melihat nomor sertifikat sertifikasi, dapat dilakukan dengan cara mengklik link di bawah ini :
http://sertifikasiguru.unsyiah.ac.id/sertifikat_pendidik_2012/

 maka akan tampil halaman sebagai berikut :

caranya :

  • pada nomor peserta isikan no peserta bapak/ibu misalnya 1245678910
  • pada kolom kedua cukup jumlahkan angka yang ditampilkan
  • klik bar "Lihat Nomor Sertifikat Pendidik"
semoga info sederhana ini dapat membantu Bapak/Ibu....Terimakasih

Minggu, 17 Maret 2013

cara menstabilkan jaringan internet dengan cmd

Dalam berselancar di internet kita pasti mengalami gangguan jaringan, lelet, susah connect dsb, ni ada satu tutorial yang udah banyak yang tau untuk membantu mengurangi beban kita tersebut yaitu dengan menstabilkan jaringan menggunakan cmd,

  • klik start
  • pada kotak search, ketikan "cmd"
  • akan tampil kotak dialog seperti ini :













  • kemudian ketik " ping 8.8.8.8. -t -l 1 "
  • enter
  • hasilnya akan seperti ini













semoga tips yang sangat sederhana di atas dapat membantu kawan-kawan,dan untuk lihat videonya di youtube silahkan klik disini.

Sabtu, 16 Maret 2013

Initial D Thirdstage sub Indonesia


Tak lama setelah lulus dari sekolah tinggi, Takumi didekati oleh RedSuns pemimpin Ryosuke Takahashi dan menawarkan untuk bergabung dengannya dalam membentuk sebuah tim balap profesional. Sebelum datang dengan jawaban atas proposal, Takumi mencari pembalasan dengan mengeluarkan pertandingan ulang kepada Kaisar pemimpin kyouichi Sudou, yang sebelumnya mengalahkan dia karena kegagalan mesin. Dia juga ditantang oleh Kai Kogashiwa, generasi kedua pembalap jalanan yang ayahnya pernah menjadi saingan sengit Bunta ayah Takumi itu.

Baca selengkapnya: http://www.90animax.com/2012/10/initial-d-third-stage-movie-subtitle.html # ixzz2NezVMHI4






untuk link downloadnya silahkan pilih gan...


Initial D Third Stage Movie: IDWS | am4share |

untuk lihat film seru lainnya yang selalu update, silahkan kunjungi http://www.90animax.com/ dijamin gak akan nyesal gan..... 100% guarantee, hehehheh

(◡‿◡✿Berterima Kasihlah Pada Mereka-mereka yang Sudah Ngesub Anime Ini, dan Jangan Lupa Selalu Kunjungi Website-website Mereka yah!(>‿◠)✌

Read more: http://www.90animax.com/2012/10/initial-d-third-stage-movie-subtitle.html#ixzz2Nf0pMefY


Jumat, 15 Maret 2013

Cara Uji Normalitas dengan SPSS

Uji normalitas digunakan dalam model regresi untuk menguji apakah nilai residual yang dihasilkan terdistribusi secara normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki nilai residual yang terdistribusi secara normal. Ada beberapa metode uji normalitas yaitu :

  • -          Metode grafik
  • -          Metode statistik one sample kolmogorov-smirnov

 Pada kali ini data yang kita gunakan adalah data bulanan dari IHSG,Kurs, Inflasi, dan BI Rate, dan kita akan melihat apakah residual  yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau tidak.
data yang saya gunakan adalah data bulanan IHSG,Kurs, Inflasi dan BI Rate juni 2005 - des 2012 yang bersumber dari  www.bi.go.id, www.bps.go.id dan yahoo finance.

1.      Metode Grafik
     Pengujian normalitas dengan metode grafik adalah dengan cara melihat penyebaran data pada sumbu diagonal pada grafik Normal P-P Plot of regression standardized residual. Langkah – langkah pengerjaan dengan SPSS adalah sbb :
  • -          Input data ke dalam SPSS
  • -          Pada variabel view ubah nama VAR0001,.... sesuai dengan nama varibel yang kita gunakan. Pada kolom “Measure” ubah “unknown” menjadi ”scale”.
  • -          Klik Analyze => Regression => Linear
  • -        Muncul kotak dialog Linear Regression, klik IHSG dan masukan ke dalam kotak Dependent dengan cara klik tanda panah kekanan, kemudian klik Kurs, Inflasi dan BI rate masukin ke dalam kotak independent.
  • -          Klik tombol plots, kemudian centang “Normal Probability Plot”, kemudian klik continue, kemudian klik ok
  • Hasilnya akan sepesrti ini :

-          
-         
-          Dapat dilihat dari grafik di atas bahwa  titik – titik menyebar disekitar garis dan mengikuti garis diagonal, dapat disimpulkan bahwa nilai residual yang dihasilkan dari regressi tersebut normal.

2.      Metode Statistik one sample Kolmogorov – Smirnov
Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah residual normal atau tidak, jika nilai signifikansi  > 0,05 maka residual tersebut  normal.
Langkah – langkah penyelesaian dengan SPSS adalah sebagai berikut:
  • -          Input data ke dalam SPSS
  • -          Pada variabel view ubah nama VAR0001,.... sesuai dengan nama varibel yang kita gunakan. Pada kolom “Measure” ubah “unknown” menjadi ”scale”.
  • -          Klik Analyze => Regression => Linear
  • -          Muncul kotak dialog Linear Regression, klik IHSG dan masukan ke dalam kotak Dependent dengan cara klik tanda panah kekanan, kemudian klik Kurs, Inflasi dan BI rate masukin ke dalam kotak independent.
  • -          Klik tombol “save”, kemudian muncul kotak dialog, pada residual centang kotak  “unstandardized” kemudian klik continue. Buka kembali jendela input, maka akan terlihat bertambah sebuah variabel yang diberi nama “RES_1” yaitu residual.
  • -          Klik analyze kemudian non prametric test, kemudian Legacy dialog, pilih 1- Sample K-S
  • -          Pada kotak dialog, masukan variabel Unstandardized ke kotak test variabel list kemudian pada test distribution (letaknya di bawah) centang kottak “Normal” kemudian klik ‘OK’

-          Hasilnya sebagai berikut

NPar Tests

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual
N
91
Normal Parametersa,b
Mean
0E-7
Std. Deviation
516,39624253
Most Extreme Differences
Absolute
,080
Positive
,055
Negative
-,080
Kolmogorov-Smirnov Z
,766
Asymp. Sig. (2-tailed)
,600
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.

           Dari hasil output di atas dapat dilihat bahawa nilai Asymp. Sig. (2tailed) = 0,600, maka sesuai ketentuan  0,600 > 0,05 maka nilai residual tersebut adalah normal.


NB: sebagai mahasiswa yang sedang belajar tentu tulisan ini tidak sempurna, Saran dan untuk perbaikan sangat diharapkan agar tulisan ini bisa lebih baik lagi, InsyaAllah akan ada tutoril selanjutnya.Terimakasih semoga bermanfaat... :-)


Sumber: http://duwiconsultant.blogspot.com/2011/11/uji-normalitas-regresi.html dengan perubahan data yang saya buat, untuk tutorial selengkapnya silahkan kunjungi link di atas.

Cara Mendapatkan EViews 11 Demo Version

 Oleh: Jul Fahmi Salim Assalmkum wrwb.. Selamat Pagi, Siang, Malam teman-teman sekalian, jika dipostingan sebelumnya sydah ada cara mendapat...