Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juni 2014

Pertama Kali dalm Sejarah, Pelaksanaan Shalat, Adzan dan Pembacaan Al Qur;an di Vatikan

VATICAN CITY - Untuk pertama kalinya dalam sejarah ibadah shalat dan pembacaan kitab suci Al-Qur'an dan Azan akan berkumandang dari Vatikan, Minggu (8/6/2014), sebagai bagian dari langkah Paus Fransiskus untuk mempercepat proses perdamaian antara Israel dan Palestina.

Pejabat Tahta Suci Vatikan mengatakan ibadah shalat yang akan digelar itu merupakan sebuah "jeda politik". Pejabat itu menegaskan tak ada motif apapun di balik langkah ini selain keinginan untuk mendamaikan Israel dan Palestina baik di level politik maupun rakyat.

Saat mengunjungi Timur Tengah pekan lalu, Paus Fransiskus sudah melayangkan undangan untuk Presiden Israel Shimon Peres dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk berkunjung ke Vatikan.

Di Vatikan, Mahmoud Abbas, Shimon Peres dan Paus Fransiskus akan didampingi para tokoh agama Yahudi, Kristen dan Islam. Rencananya, Vatikan akan menyiarkan peristiwa ini secara langsung ke seluruh dunia.

"Doa bersama ini bukan sebuah mediasi damai atau pertemuan untuk mencari solusi. Kami hanya ingin bertemu lalu berdoa bersama, selanjutnya semua pulang ke rumah masing-masing," kata Paus Fransiskus usai meyampaikan undangan untuk mengunjungi Vatikan.

Paus Fransiskus dijadwalkan akan bertemu Presiden Shimon Peres dan Mahmoud Abbas secara terpisah di hotel Vatikan yang juga menjadi tempat tinggal Paus.

Dalam acara ini, Paus Fransiskus akan didampingi pemimpin spiritual Kristen Ortodoks dunia, Ecumenical Patriarch Bartolomeus, untuk menampilkan sebuah persatuan Kristen dalam ajang itu.

Selanjutnya keempat orang itu akan menuju sebuah lapangan di taman Vatikan untuk memulai gelar doa bersama yang akan dibagi dalam tiga bagian. Nantinya, perwakilan Yahudi, Kristen dan Islam akan membacakan ayat-ayat di kitab suci masing-masing dengan tema penciptaan, doa pengampunan dan doa mohon perdamaian.

Setelah gelar doa bersama Paus Fransiskus, Shimon Peres dan Mahmoud Abbas akan menyampaikan pidato. Rangkaian acara ini diakhiri dengan penananam pohon zaitun, sebagai lambang perdamaian.(Al Arabiya)

Sumber klik disini

Tes CPNS Tidak Perlu Lagi SKCK, Kartu Kuning dan Surat Keterangan Sehat....

JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparartur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) akan menghapus tiga persyaratan utama dalam pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS). Penghapusan ini agar memudahkan masyarakat yang ingin menjadi CPNS.

Adapun persyaratan dalam pendaftaran CPNS yang dipangkas yaitu Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), kartu kuning dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), dan surat keterangan sehat dari dokter. Demikian seperti dikutip dari situs resmi Setkab, Minggu (8/6/2014).

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik KemenPAN-RB) Herman Suryatman mengatakan, pemangkasan persyaratan ini dimaksudkan agar calon peserta seleksi CPNS lebih fokus menyiapkan diri mengikuti testing, tanpa harus disibukkan dengan mengurus atau membuat berbagai persyaratan administratif.

Namun demikian, ketiga persyaratan ini bukan berarti tidak diperlukan. Ketiga persyaratan ini tetap dibutuhkan ketika para pelamar sudah diterima sebagai CPNS. "Ketiga surat keterangan itu baru diperlukan saat pelamar sudah diterima sebagai CPNS," tambah Herman.

Diakuinya, pemangkasan ini akan mengakibatkan membludaknya pelamar CPNS, tetapi dengan diterapkannya sistem computer assisted test (CAT) dalam ujian, dirinya yakin pemerintah bisa menjaring putera-puteri terbaik bangsa untuk menjadi CPNS. (okezone)
sumber: klik disini

Kamis, 05 Juni 2014

Ketika Bung Karno Membicarakan "Atlantis"

Anda pernah dengar legenda Atlantis? Ini merujuk pada cerita Plato pada 335 SM. Dalam salah satu karyanya, Timaeus, Plato menceritakan tentang Atlantis yang hilang. Konon, Critias, nama orang dalam buku Plato, mendengar kisah Atlantis dari Solon. Dan Solon mendengarnya dari seorang pendeta Mesir.


sumber foto : http://m.berdikarionline.com/


Atlantis digambarkan sebagai sebagai negeri dengan peradaban yang sangat maju. Sayang, seperti diceritakan Plato, negeri hebat itu tenggelam ke dalam samudra “hanya dalam waktu satu hari satu malam”. Itu diperkirakan terjadi pada 11.600 tahun yang lalu.

Cerita soal Atlantis mengundang rasa penasaran. Banyak orang yang berusaha mencari jejak-jejak kerajaan hilang itu. Ratusan ekspedisi dilakukan untuk mencari jejak Atlantis di Siprus, Afrika, Laut Mediterania, Amerika Selatan, Kepulauan Karibia hingga Mesir. Hasilnya pun nihil.

Belakang, seorang penulis Brazil, Profesor Arysio Santos, membuat kegemparan. Dalam bukunya, Atlantis: The Lost Continent Finally Found, Santos menyimpulkan bahwa peradaban Atlantis ada di kepulauan Indonesia. Banyak pakar, terutama pakar geoologi, membantah hipotesis Santos ini. Kita tak akan membahas polemik ini.

Rupanya, 47 tahun yang lalu, Bung Karno juga bercerita soal Atlantis. Bung Karno melakukannya di depan rapat para panglima ALRI di Tanjung Priok, Jakarta. Awalnya, Bung Karno berbicara mengenai mitos Nyi Roro Kidul.

Lalu, Bung Karno bilang, “ada kupasan yang mengatakan bahwa di selatan Pulau Jawa ini ada satu Pulau besar, yang seperti Nusa Tembini, kepulauan pulau Nusa ini, seperti Nusa Tembini diereh oleh seorang Raja Putri.”

Raja Putri itu, kata Bung Karno, mempraktekkan hukum matriarchal. Akan tetapi, kerajaan Nusa Tembini tenggelam ke dasar laut. Nah, inilah yang kemudian dikenang dengan cerita Nyi Roro Kidul.

Cerita soal Nusa Tembini ini, menurut Bung Karno, mirip dengan kepercayaan orang eropa mengenai kerajaan lautan Atlantis. Bung Karno memulai penjelasannya dengan tarikan geografis.

Ia mencoba menjelaskan, di sebelah barat Eropa Barat dan Afrika Barat, kemudian sebelah timurnya Amerika Utara dan Amerika Selatan, terdapat ruang kosong. “Sepertinya di tengah itu ada lubang,” katanya. Menurut Bung Karno, kemungkinan besar kawasan itu dulunya benua besar yang pecah.

“Di sebelah sini Amerika Utara dan Amerika Selatan, di sebelah sini Afrika dan Eropa, dan ditengah-tengahnya itu ada, itu tadi, satu pulau besar yang dinamakan Atlantis,” ungkap Bung Karno.

Pulau besar itu, katanya, dilingkari oleh lautan luas yang disebut Lautan Atlantis. Pulau besar Atlantis itulah yang tenggelam. Jadi, Bung Karno menyimpulkan, Atlantis itu ada di tengah-tengah antara Amerika Selatan-Amerika Utara dan Afrika-Eropa.

Lebih jauh, Bung Karno menjelaskan, kerajaan Atlantis ini juga diperintah oleh seorang raja perempuan. Hukumnya pun bersifat matriarchal. Bagi Bung Karno, hal itu memang sangat masuk akal, karena—seperti ditulis dalam buku “Sarinah”—hukum tertua dalam sejarah manusia itu adalah hukum matriarchal.

Namun, Bung Karno menegaskan, cerita Atlantis agak berbeda dengan Nyi Roro Kidul. Bung Karno tidak ingin melihat kepercayaan Nyi Roro Kidul itu berakhir sebagai mistik belaka. Baginya, cerita Nyi Roro Kidul hanya simbol belaka, bahwa jikalau kita bersatu dengan laut, bisa menjadi negara maritim, maka kita akan menjadi negara kuat.

Jadi, dalam konteks ini, Bung Karno tidak sedang membenangkan dirinya dalam pendiskusian soal mitos. Sebaliknya, ia berusaha menarik kepercayaan itu sebagai penanda simbolis belaka. Dengan begitu, ia berusaha menjadikan cerita Nyi Roro Kidul sebagai legitimasi bahwa kita harus memperkuat karakter maritim bangsa kita.

Mahesa Danu

sumber: klik disini

Inilah Sosok 9 Presiden Palling Sederhana Di Dunia

Bagi sebagian orang di dunia, termasuk di Indonesia, kehidupan seorang Presiden identik dengan kemewahan. Banyak Presiden di dunia tinggal di rumah mewah, kemana-mana naik limusin, punya banyak pengawal, fasilitas serba mewah, gaji banyak, dan bisnis keluarga yang dijalankan oleh anak dan istri.

Namun, tidak semua Presiden seperti itu. Di belahan dunia lain, terutama di Amerika Latin, muncul pemimpin-pemimpin yang tak beda jauh dengan kehidupan rakyatnya. Bagi mereka, menjadi Presiden adalah melayani rakyat.

Berikut nama-nama Presiden yang cukup sederhana di dunia:

1.    Fernando Lugo

Dia mendapat julukan “pastor kaum papa”. Maklum, sebelum menjadi kandidat Presiden, Fernando Lugo adalah pastor yang sangat getol membela kaum tertindas. “Bila ada hal yang paling menyakitkan saya, maka itu adalah ketidakadilan dan terutama sekali ketidakadilan sosial,” kata Lugo.

Begitu dilantik menjadi Presiden tahun 2008, Lugo langsung menyatakan tidak akan menerima gajinya sebagai Presiden sebesar 4000 USD per bulan. “Saya tidak membutuhkan gaji itu, yang sebetulnya hak kaum miskin,” katanya.

Selama menjadi Presiden, Lugo memilih tetap tinggal di rumahnya yang sederhana. Ia juga selalu berpakaian sangat sederhana: kemeja panjang atau lengan pendek.

Rikard Bagun dalam laporannya berkepala “Terperangah atas Asketisme Lugo” menulis, “Setiap tamu, termasuk kami bertiga dari Indonesia (saya, Budiman, dan Martin), ikut menikmati makanan harian Lugo berupa singkong rebus, nasi putih, daun kol cacah (salad), dan ikan. Jenis makanan sehari-hari rakyat biasa di Paraguay. Tidak ada yang istimewa.”

Rikard juga melihat, pada hari pertama di jabatannya, Lugo dan Hugo Chavez menyantap makanan rakyat Amerika Latin, seperti ubi kayu, jagung, dan pisang rebus. Sayang, 22 Juni 2012 lalu, Fernando Lugo dikudeta oleh sayap kanan melalui parlemen.

2.    Jose ‘Pepe’ Mujica

Jose Mujica adalah salah satu pemimpin Gerakan Pembebasan Nasional Tupamaro (MLN-T). Ia menghabiskan 14 tahun di penjara karena aktivitas gerilya melawan kediktatoran.

Ia memenangkan pemilu tahun 2009 dan resmi menduduki jabatan Presiden pada Maret 2010. Sejak menjadi Presiden Uruguay, Pepe Mujica memilih tinggal di rumahnya di pinggiran kota Montevideo. Di rumahnya itu tidak ada pelayan. Hampir semua pekerjaan rumahnya, seperti memasak, dikerjakan sendiri.

Selama menjadi Presiden, Pepe Mujica menyumbangkan 90 persen gajinya untuk menambah anggaran sosial negerinya. Pada tahun 2010, kekayaannya pribadinya tak lebih dari 1800 AS dollar atau sekitar Rp 18 Juta. Ia juga hanya menggunakan Volkswagen Beetle keluaran 1987 sebagai kendaraan pribadinya.

Hidup sederhana memang filosofi hidup politisi kiri ini. Ketika ia menjadi anggota parlemen, ia memang sudah sangat sederhana. Sampai-sampai  Petugas parkir gedung parlemen sangat kaget ketika melihat Mujica datang hanya mengendari motor vespa.

3.    Hugo Chavez

Hugo Chavez lahir dari keluarga kelas pekerja. Ia tumbuh dalam kehidupan yang sangat miskin bersama neneknya. Begitu terpilih sebagai Presiden tahun 1998, Chavez menggunakan kekuasannya untuk memberdayakan kaum miskin.

Dia juga adalah sosok Presiden yang sederhana. Seperti Fernando Lugo dan Jose Mujica, Chavez juga menyumbangkan sebagian besar gajinya untuk anggaran sosial. Chavez juga dikenal Presiden yang sangat merakyat. Ketika melakukan kunjungan, Ia hanya menggunakan jeep atau menumpangi truk.

Ketika hujan lebat mengguyur Venezuela, yang berakibat banjir hebat di mana-mana, Chavez membuka pintu istana Kepresidenan sebagai tempat penampungan. Baginya, Istana Kepresidenan adalah rumah rakyat.

Chavez adalah pembebas bagi rakyat Venezuela. Ia menggunakan kekuasaannya untuk merebut kembali kontrol terhadap sumber daya dan kemudian menggunakannya untuk memberantas kemiskinan, membebaskan rakyat dari buta huruf, menggratiskan pendidikan dan kesehatan, menciptakan toko sembako murah di seantero negeri, dan uan pensiun bagi lansia.

4.    Fidel Castro

Fidel Castro adalah salah satu pemimpin Revolusi Kuba tahun 1959. Sejak itu, Kuba bergerak menuju sosialisme. Tak heran, karena langkahnya yang berbeda dengan jalan imperialisme itu, Fidel Castro dan Kuba banyak didiskreditkan.

Yang sering terdengar, Fidel dianggap diktator dan hidup sangat mewah. Majalah Forbes, misalnya, menuding Fidel punya simpanan 900 juta USD di luar negeri. Berbekal tudingan palsu itu, media-media mainstream menempatkan Castro sebagai orang terkaya di dunia.

Pada kenyataannya, Castro hidup sangat sederhana. Ia tak punya limusin seperti Obama. Pada kenyataannya, hanya menerima gaji sebesar 900 peso (Peso Kuba tidak punya nilai di pasar internasional, tetapi nilai domestiknya setara kira-kira 36$ per bulan atau sekitar Rp 350 ribu). Di Indonesia, kita hampir tidak menemukan lagi ada buruh yang dibayar di bawah Rp 350 ribu per bulan. Tetapi Kuba membayar gaji Presidennya hanya Rp 350 ribu.

Fidel sendiri sudah membantah tudingan Forbes. Ia bahkan menantang Forebs, “Jika anda bisa membuktikan saya punya uang 1 dollar di luar negeri, saya akan mundur dari jabatan saya.”

Dalam wawancaranya dengan Ignacio Ramonet, seperti ditulis di buku “Fidel Castro: My Life”, sekalipun gajinya pas-pasan, ia mengaku tidak sekarat dalam kelaparan. Sudah begitu, gaji yang kecil itu harus dia sisipkan untuk menyetor iuran ke partai.

5.    Nelson Mandela

Siapa yang tak kenal Nelson Mandela? Dia merupakan pemimpin terkemuka pembebasan Afrika Selatan dari kolonialisme dan apartheid. Namanya begitu termasyhur di seluruh penjuru Afrika dan dunia.

Meski begitu, Mandela tetap merupakan sosok yang sederhana. Begitu menjadi Presiden tahun 1994, Mandela rutin memotong gajinya untuk disumbangkan bagi anggaran sosial. Malahan, kemudian, ia menyerahkan sepertiga gajinya untuk membantu anak-anak.

Rumahnya di Johannesburg maupun di desa asalnya, Qunu, terbilang sederhana dan tak ubahnya dengan rumah masyarakat umum.

Tahun 1994, ketika negerinya didera utang warisan rejim lama, Mandela menyerukan pejabat negerinya mengencangkan ikat pinggang. Namun, sebagai langkah awal, ia memulai dengan memotong gajinya sendiri dan gaji Wakil Presiden.

6.    Rafael Correa

Rafael Correa adalah ekonom bergelar  PhD jebolan University of Illinois, AS. Namun, sekalipun menimbah ilmu di AS, Correa justru sangat anti-neoliberal.

Pada saat Luis Alfredo Palacio, Correa menjadi salah satu menterinya. Saat itu Correa berani menentang proposal IMF dan Bank Dunia. Sayang, tindakannya tidak direstui Presiden Ekuador saat itu. Correa pun mundur dari jabatannya. Namun, sejak peristiwa itu, nama Correa makin populer dan dikagumi rakyat.

Correa sendiri terbilang pemimpin sederhana. Tanggal 6 April lalu, ketika APBN Ekuador diancam defisit, Correa mengeluarkan dekrit untuk membekukan pembayaran gaji pejabat tinggi selama dua tahun. Itu termasuk gaji Presiden, Wakil Presiden, Menteri, dan pejabat tinggi lainnya.

Tak hanya itu, ia juga memotong gajinya dari sekitar 8000 USD menjadi 4000 USD. Memang, gaji pejabat Ekuador termasuk tertinggi di kawasan Andean. Dengan pemotongan gaji itu, Correa menyelamatkan APBN tanpa memangkas subsidi sosial rakyatnya.

7.    Evo Morales

Evo Morales adalah Presiden pribumi pertama dalam sejarah Bolivia. Seperti kebanyakan pribumi Bolivia lainnya, Evo kecil sangat miskin dan menghabiskan masa kecilnya dengan menggembala domba. Karena tekanan kemiskinan itu pula, Evo tidak bisa menuntaskan pendidikannya.

Evo adalah seorang petani. Penderitaan yang dialami oleh petani membuat Evo tertarik bergabung dalam serikat petani koka. Pada tahun 1995, ia turut mendirikan partai gerakan sosial bernama Gerakan untuk Sosialisme (MAS).

Dalam pemilu 2005, Evo memenangkan pemilu Presiden. Ia resmi menempati jabatannya Januari 2006. Begitu ia menempati jabatannya, Evo mengumumkan pemotongan setengah gajinya untuk meningkatkan jumlah guru dan dokter.

“Kita membutuhkan 6000 guru baru dan membutuhkan uang 2.200 USD,” katanya. Ia juga menyerukan agar menterinya mengikuti langkahnya. “Bukan untuk Evo, tetapi untuk rakyat,” tambahnya.

Ketika Peru dilanda gempa bumi, pada tahun 2007, Evo juga mendonasikan separuh gajinya untuk korban gempa. Begitu pula ketika terjadi gempa di Haiti dan Chile, Evo juga memotong separuh gajinya dan gaji Wakil Presiden untuk disumbangkan ke rakyat Chile dan Haiti.

Selama menjadi Presiden, penampilan Evo tidak berubah. Ia lebih sering memakai pakaian sederhana, seperti jaket kulit atau sweater biasa. Ia juga tidak meninggalkan kebiasan kaum pribumi mengunyah daun koka.

8.    Ahmadinejad

Ahmadinejad, yang pernah menjadi Walikota Teheran, Ibukota Iran, resmi menjadi Presiden tahun 2005. Saat itu, ia diminta mengumumkan kekayaannya. Ternyata, kekayaannya hanya satu rumah sederhana seluas 175 meter persegi dan mobil Peugeot putih keluaran 1977.

Selain itu, ketika baru menempati jabatannya, ia meminta pembantunya menggulung karpet antik peninggalan Persia di istana negara dan menggantinya dengan karpet biasa. Ia menolak kursi V.I.P di pesawat Kepresidenan.

Ahmadinejad selalu berusaha menggambarkan dirinya tidak berjarak dengan rakyat kebanyakan. Beberapa fotonya beredar di dunia maya memperlihatkan Ia tertidur pulas di atas karpet biasa.

9.    Lula Da Silva

Lula Da Silva adalah Presiden Brazil yang berlatar-belakang aktivis buruh. Ia lahir dari keluarga yang sangat miskin. Lantaran itulah ia harus meninggalkan bangku Sekolah Dasar. Sejak usia 12 tahun, Lula kecil hidup di jalanan, jadi tukang semir sepatu dan menjual kacang.

Pada usia 14 tahun, Ia bekerja di pabrik pengolahan tembaga dan menempati posisi operator mesin bubut. Lima tahun kemudian, ketika ia bekerja di perusahaan otomotif, ia kehilangan jarinya karena kecelakaan kerja. Namun, kejadian itulah yang mendorong Lula mengorganisir kawan-kawannya sesama pekerja untuk membangun serikat dan memperjuangkan hak-haknya.

Di bawah kediktatoran, Lula tampil sebagai aktivis kiri penentang kediktatoran. Tahun 1971, Lula terpaksa menyaksikan Istrinya, Maria de Lourde, yang menderita penyakit hepatitis, meninggal karena ketiadaan uang untuk membeli obat. Tahun 1978, Ia menjadi Presiden Serikat Buruh Pabrik Baja. Ia juga terlibat dalam pendirian Partai Buruh (PT).

Tiga kali maju sebagai Calon Presiden, Lula akhirnya terpilih pada tahun 2002. Pertama kalinya dalam sejarah Brazil dipimpin oleh Presiden berhaluan kiri dan dari latar-belakang klas pekerja.

Begitu menjadi Presiden, Lula tidak mengubah kehidupannya. Ia tetap berpenampilan sederhana. William Gonçalves, seorang Professor di Universitas Negara Rio De Jeneiro, mengatakan, “Lula adalah rakyat. Ia mengerti perasaan mereka dan berbicara dengan bahasa mereka.”

Lula terpilih dua kali sebagai Presiden Brazil. Masa pemerintahannya dianggap sangat sukses. Tak heran, tingkat penerimaan rakyat terhadap pemerintahan Lula mencapai 80%.

Raymond Samuel
sumber : klik disini

Senin, 02 Juni 2014

Pelajar Indonesia Di Luar Negeri Jembatan Antara Indoonesia dan Dunia

Di era globalisasi seperti sekarang ini, pendidikan telah mencapai era baru dimana  transfer ilmu dan pengetahuan telah menembus batas-batas negara dan juga jarak dengan dinamika yang sangat berbeda dengan zaman pra-globalisasi. Salah satu bentuk dari transfer pengetahuan lintas negara ini adalah dalam bentuk pelajar Internasional, dalam artian para pelajar (umumnya mahasiswa) yang menuntut ilmu pengetahuan dan mengejar gelar akademis di negara luar yang bukan negara asalnya. Hal ini sendiri relatif tidak baru karena sudah banyak kaum terpelajar Indonesia yang menuntut ilmu di luar negeri di masa pra-kemerdekaan Indonesia sebelumnya. China dan Jepang sendiri saat di awal abad 20 sudah banyak mengirimkan pelajar ke negara-negara Eropa dan Amerika Serikat untuk menuntut ilmu yang nantinya akan berguna untuk kemajuan negara mereka. Dari sejarah dapat kita lihat bahwa kemajuan negara Jepang yang kita saksikan saat ini juga merupakan buah dari transfer ilmu dari negara barat ke Jepang, bahkan sekarang transfer pengetahuan tersebut sudah berubah menjadi transfer dua arah.  Perlu dicatat bahwa transfer ilmu tersebut bukan hanya oleh pelajar yang dikirimkan ke barat tetapi juga melalui kerjasama industri dan berbagai hal lainnya.

Seiring dengan perkembangan teknologi, dinamika dan cara pikir mahasiswa internasional pun juga telah berubah jika dibandingkan dengan saat awal abad 20. Teknologi internet telah mempermudah saya untuk mengakses jurnal ilmiah dan berkomunikasi dengan ilmuwan lain di luar Indonesia. Teknologi transportasi terbaru telah mempermudah adanya konferensi ilmiah internasional ataupun memudahkan mahasiswa untuk berpindah-pindah negara dan mencari pengalaman baru. Tujuan mahasiswa untuk belajar di luar negeri pun juga makin beragam, mendapatkan pengalaman dan wawasan internasional hanyalah satu dari sekian tujuan tersebut, ada juga yang untuk jalan-jalan  atau mendapatkan gelar luar negeri untuk gengsi dan sebagai amunisi tambahan ke calon mertua. Tetapi satu hal yang mungkin tidak akan pernah berubah adalah, secara umum, para kaum terpelajar tersebut akan tetap memberikan kontribusinya untuk dunia, ikut menjadi motor pergerakan dunia,  dan memajukan peradaban umat manusia. Saya beri contoh di bidang saya sendiri :  kemajuan teknologi peroketan Amerika dan Cina dimotori oleh seorang ilmuwan Cina, Qian Xuesen, yang mempelajari ilmu pasti di Amerika dan kemudian turut membangun teknologi luar angkasa di Amerika sebelum kembali ke Cina untuk melakukan hal yang sama di negaranya. Efek dari kemajuan teknologi luar angkasa ini dapat anda rasakan sekarang saat memakai sistem navigasi Global Positioning System (GPS), memantau data penyebaran abu vulkanik erupsi gunung berapi, mitigasi bencana, ataupun kegunaan lainnya.  Hanya saja masalah tidak akan pernah selesai, saat saya sebutkan kemajuan peradaban umat manusia, sebenarnya saat ini hanya segelintir kecil umat manusia yang dapat menikmati kemajuan tersebut; pekerjaan  masih banyak. Akan  selalu ada ruang untuk memberikan kontribusi kepada dunia dan kaum terpelajar berada di garis terdepan untuk itu. Dengan jumlah pelajar Indonesia di luar negeri yang semakin meningkat, sudah sewajarnya Indonesia juga dapat terus memberikan kontribusi ke dunia melalui medium yang berupa kaum-kaum terpelajar.  Saya akan sering menggunakan kata mahasiswa karena mayoritas pelajar Indonesia di luar negeri adalah pelajar tingkat sarjana atau lebih tinggi.

Mahasiswa Indonesia di luar negeri sering sekali menjadi harapan masyarakat di Indonesia untuk kembali membangun negara jika mereka sudah menyelesaikan masa studinya nanti. Dengan berbekal ilmu, pengalaman, dan wawasan yang mereka dapat di luar negeri, keberadaan mereka juga sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan Indonesia. Hal tersebut benar, karena tidak semua bekal penting yang diperlukan untuk membangun negeri bisa kita dapatkan di dalam negeri. Sampai saat ini mayoritas sudut pandang melihat dari apa yang dapat diberikan pelajar tersebut untuk Indonesia saja. Akan tetapi ada satu sudut pandang yang sampai saat ini sering terlewatkan: yaitu apa yang dapat diberikan mahasiswa Indonesia untuk dunia? Sebelum saya mencoba membahas lebih lanjut tentang sudut pandang ini, saya ingin memberikan contoh dari China dan India. Berdasarkan data dari The Institute of International Education tahun 2011-2012, mahasiswa India dan China menyumbang porsi besar dari total populasi mahasiswa internasional di Amerika Serikat dengan persentase masing-masing sebesar 25.4% dan 13.1%. Tidak hanya itu saja, banyak dari pelajar-pelajar ini yang kemudian menjadi ilmuwan, pengusaha, atau bahkan juga menjadi pengambil kebijakan di Amerika Serikat. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) yang terkenal dengan robot-robot canggihnya dikepalai oleh Arati Prabhakar, seorang imigran dari India yang mendapatkan gelar PhD-nya di Amerika Serikat. Efek dari kaum terpelajar ini juga dapat dirasakan oleh negara mereka sendiri, pembangunan ekonomi China tidak lepas dari sumbangan diaspora mereka yang bahkan sudah beratus-ratus tahun lamanya. Saya pernah dengar ungkapan bahwa pemerintah China tidak pernah menuntut semua diasporanya untuk kembali ke China, mereka percaya bahwa buah dari pengalaman diaspora China di luar negeri akan memberikan nilai lebih dan manfaat tersendiri untuk China nantinya. Saat ini saya sedang membaca buku “China Airborne” yang membahas tentang perkembangan bisnis aviasi dan teknologi perkembangan di China. Dalam buku ini disebutkan bahwa kaum China yang mendapatkan pendidikannya di luar negeri dan dibekali kemampuan bilingual (Mandarin + Inggris) bahkan trilingual merupakan salah satu aset terpenting negara China, dimanapun mereka berada.

Tentu saja Indonesia juga tidak kalah, Indonesia memiliki Sehat Sutardja yang menjadi pendiri Marvell Technology sebagai perusahaan besar di bidang semikonduktor, dan juga masih banyak lagi contoh lainnya. Dari apa yang saya diskusikan dengan kolega-kolega saya, peran penting yang seharusnya dimiliki mahasiswa Indonesia di luar negeri inilah yang sering dilewatkan. Selain berkontribusi untuk Indonesia, mereka juga memiliki peran besar dan penting untuk turut membangun dunia. Walaupun peran ini tentunya juga dimiliki oleh kaum terpelajar di Indonesia, mahasiswa Indonesia yang sedang berada di luar negeri memiliki nilai plus dengan keberadaan mereka secara fisik di luar negeri. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah: kontribusi seperti apa yang bisa pelajar Indonesia di luar negeri berikan untuk di dunia? Mahasiswa-mahasiswa tersebut bukan saja hanya sebagai duta Indonesia untuk mengenalkan Indonesia ke luar negeri. Hal tersebut penting tetapi duta Indonesia bukan hanya berarti menjadi duta budaya Indonesia, duta Indonesia artinya juga duta Indonesia untuk dunia, sebagai medium untuk Indonesia memberikan sumbangsihnya ke dunia. Contoh mudahnya adalah hasil penellitian mahasiswa master atau doktor yang dilakukan mahasiswa Indonesia di luar negeri merupakan bentuk sumbangan dari Indonesia untuk dunia. Tetapi hal tersebut hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan contoh yang ada, percaya atau tidak, sikap kita saat berhadapan dengan orang luar juga bisa menjadi perwujudan kecil dari sumbangsih tersebut. Saat kita berdiskusi dengan kolega dari negara luar kemudian kita menyumbangkan ide yang berguna, itu juga merupakan sumbangsih dari Indonesia untuk dunia. Jika kita berperilaku dan bertutur kata baik saat berhadapan dengan orang dari negara lain, itu juga merupakan bentuk dari sumbangan kita untuk dunia. Bayangkan jika anda sedang berdiskusi dengan orang dari negara X di suatu kelas kemudian orang tersebut selalu memotong pembicaraan orang lain ketika sedang berdiskusi, yang lazim timbul di pikiran kita adalah “orang-orang negara X perilakunya tidak sopan ya”. Walaupun belum tentu semua orang dari negara  X seperti itu tapi acapkali kita melakukan generalisasi suatu stereotipe dari suatu bangsa padahal saat itu kita hanya melihat satu sampel. Sadarkah jika itu juga berlaku untuk anda ketika anda sedang berada di negeri orang? Orang luar bisa menganggap bangsa Indonesia adalah bangsa yang malas ketika melihat kita malas-malasan kuliah dan hanya tidur di kelas, akan lain halnya jika kita berperilaku yang bertentangan dengan sikap yang dipandang negatif barusan. Mungkin saja orang luar akan melihat dan berkata “wah, orang Indonesia rajin-rajin sekali, saya tidak boleh kalah dengan mereka”. Di sini lah mengapa saya memandang keberadaan mahasiswa Indonesia di luar negeri secara fisik penting, karena tindakan dan perilaku kita dapat langsung dilihat oleh orang luar. Bahkan bukan hanya mahasiswa, saya pikir setiap orang Indonesia yang berada di luar negeri memiliki tanggung jawab yang sama, bahkan ketika saat itu anda hanya menjadi turis sekalipun.

Selain sikap, tentunya bentuk kontribusi mahasiswa Indonesia yang lebih nyata (dalam artian lebih terlihat oleh dunia) adalah sumbangan kita yang berupa ide, pemikiran, hasil penelitian, prototipe, atau produk teknologi. Penting memang ketika kita berpikir untuk kemajuan Indonesia, tetapi saya pikir peran utama dari pelajar Indonesia di  luar negeri adalah dengan secara langsung menunjukkan apa yang Indonesia bisa lakukan di mata dunia dan juga memberikan sumbangsih untuk dunia. Ingat bahwa peran ini juga dimiliki oleh mahasiswa Indonesia di dalam negeri, oleh karena itu lah pertukaran pelajar Indonesia dengan negara lain atau mengirimkan mahasiswa dalam negeri untuk kejuaraan di luar negeri sangatlah penting. Saya sendiri bangga ketika melihat mahasiswa Indonesia dari sekolah/universitas dalam negeri dapat meraih prestasi berupa penghargaan atau menjadi juara di luar negeri. Melihat ilmuwan atau pengusaha Indonesia yang sukses di luar negeri tentunya juga hal yang sangat membanggakan. Hal ini menunjukkan bahwa orang Indonesia juga dapat bersaing di kancah internasional dan secara langsung maupun tidak langsung juga mengharumkan nama Indonesia. Untuk mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di luar negeri, disinilah anda juga mendapatkan peran untuk menunjukkan apa yang orang Indonesia dapat lakukan. Jika kita belajar dari diaspora China dan India yang sudah mengisi berbagai posisi penting di negara seperti Amerika Serikat (terutama dalam bidang ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi), saya pikir Indonesia juga dapat melakukan hal yang sama dengan  bonus demografi yang Indonesia miliki. Walaupun saya memberikan contoh dalam bidang teknologi, pada hakikatnya semua bidang pengetahuan memiliki peran yang sama, Muhammad Yunus dari Bangladesh (peraih nobel perdamaian 2006) adalah satu dari sekian contoh yang ada.

Idealnya menurut saya, dari semua populasi mahasiswa Indonesia yang ada di luar negeri sekitar 50% dari mahasiswa tersebut nantinya perlu kembali ke Indonesia untuk membangun Indonesia dan juga dunia dari dalam dimana 50% sisanya melakukan hal yang sama dari luar negeri. Kesamaannya adalah dimanapun mereka berada, mereka dapat memberikan manfaat dan kontribusinya ke Indonesia dan dunia dengan caranya masing-masing. Dr. Warsito dapat dijadikan contoh dimana beliau membawa teknologi Tomografi yang ia kembangkan di luar negeri untuk dikembangkan lebih lanjut di Indonesia, manfaat dari penelitian beliau dapat dirasakan Indonesia dan juga dunia. Saya juga memiliki kenalan professor Indonesia di universitas di Australia yang tidak segan untuk membimbing mahasiswa Indonesia di universitas dalam negeri lewat komunikasi jarak jauh. Ada juga professor Indonesia di universitas Korea dan juga di Jepang yang sampai sekarang tetap aktif menjalin hubungan dengan universitas dalam negeri dan juga rajin bertemu dengan mahasiswa Indonesia yang ada di Korea. Saat saya menjadi mahasiswa sarjana dan master di Bandung, saya sering berkomunikasi dengan alumni laboratorium saya yang sedang kuliah di luar negeri agar saya tetap dapat memantau perkembangan terbaru yang ada di ilmu saya mengingat saya memiliki keterbatasan untuk mengakses jurnal ilmiah saat itu. Manfaat dari hal tersebut dapat kita rasakan sendiri dimana orang Indonesia tersebut menjadi penghubung antara Indonesia dan dunia internasional. Koneksi yang dijalin dengan kolega kerja di luar negeri juga merupakan hal yang penting, dengan cara ini anda akan menjadi jembatan antara Indonesia dan dunia internasional untuk terus menerus membawa Indonesia ke dunia dan juga membawa Indonesia ke dunia. Jalin hubungan baik dengan kolega-kolega internasional anda sekarang karena di masa depan anda mungkin tidak menyangka bahwa mereka akan menjadi orang berpengaruh dan terkenal di bidangnya. Saya sendiri berpikir untuk nantinya terus menjalin hubungan dengan professor dan kolega internasional yang saya kenal, saya ingin menunjukkan ke mereka bahwa Indonesia juga bisa melakukan sesuatu untuk dunia. Hal ini tentunya juga sudah dilakukan oleh beberapa ilmuwan Indonesia yang kembali ke dalam negeri, professor Sri Widiyantoro dari Fakultas Teknologi Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung memiliki 3005 sitasi (sumber: google scholar) dan hingga saat artikel ini ditulis beliau aktif menjadi anggota dari berbagai organisasi ilmiah internasional. Jika saya menyebutkan satu persatu jumlahnya akan banyak sekali, tetapi contoh-contoh barusan setidaknya bisa memberikan bayangan mengenai orang-orang Indonesia seperti apa yang menjadi motor pergerakan dunia tetapi juga memberikan manfaat ke tanah airnya sendiri.  Mereka yang masih menuntut ilmu di perguruan tinggi sekarang tentunya merupakan potensi yang lebih besar lagi mengingat jumlah mahasiswa Indonesia di luar negeri terus bertambah dari waktu ke waktu.

Akhir kata, saya pikir kita harus mulai menggeser paradigma bahwa membangun Indonesia harus dilakukan di dalam negeri. Kita perlu memandang mahasiswa Indonesia yang berada di luar negeri sebagai agen Indonesia untuk membangun dunia dan juga Indonesia di saat yang bersamaan. Indonesia memiliki jalinan diaspora yang besar jika dibandingkan dengan negara lainnya, mahasiswanya pun juga memiliki jaringan besar bernama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia. Menurut saya adanya jaringan ini merupakan suatu langkah besar bagi Indonesia untuk memantapkan jejak kakinya di kancah persaingan internasional. Dimanapun anda berada sekarang, di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Arab, Jepang, Korea, Tunisia, ataupun negara-negara lainnya, anda memiliki peran besar untuk turut membangun dunia. Dunia menanti anda, dia meminta anda untuk turut membangun dirinya ke arah yang lebih baik.

 Pramudita Satria Palar

Mahasiswa doktoral bidang Aeronautika dan Astronautika

Universitas Tokyo, Jepang 

16 Februari 2014

sumber; klik disni

Kamis, 13 Februari 2014

Pengumuman CPNS Honorer K2

Setelah ditunggu sekian lama, ternyata pengumuman untuk hasil tes CPNS dari Honorer Kategori 2 (K2) akhirnya diumumkan oleh pemerintah da dapat dillihat melalui web liputan6.com.
Meskipun telah diumumkan, ternyata belum semua Instansi dan Provinsi mengumumkan hasilnya tesnya, salah satunya adalah Pemkab Aceh Tenggara, Prov. Aceh, kemungkinan akan menyusul dalam beberapa hari...
Berikut langkah-langkah untuk melihat pengumuman tersebut :

  • Silahkan klik link http://cpns.liputan6.com/
  • atau link alternatif disini
  • berikut akan tampak halaman seperti berikut



  • kali ini saya melihat pengumuman untuk Pemkab. Karo Provinsi sumatera utara, maka cukup diketikan saya "Pemerintah Kab. Karo"



  • klik preview untuk melihat secara langsung,


  • maka hasilnya akan seperti ya ng terlihat di bawah ini

  • bisa juga klik download untuk mendownload filenya,

  • jika menggunakan IDM, maka setelah di klik "download" maka akan tampil jendela seperti ini, kemudian klik "Start Download"

  • jika tidak menggunakan IDM, biasanya hasil download akan masuk secara otomatis ke dalam folder download di drive C

Semoga bermanfaat bagi tema-teman..
Terimakasih telah berkunjung....

Minggu, 27 Oktober 2013

Kisah CK Song "Jokowi_nya" KORSEL....

Jakarta, Kluget.com Bagi pengusaha Korea Selatan nama CK Song bukanlah sekedar nama, ia separuh legenda dalam kemampuannya mengembangkan sistem manajemen Pabrik, KMK Global Sports sudah menjadi rujukan bagi banyak pengusaha Korea Selatan.  yang ingin membangun pabrik disana. CK Song tidak membangun pabrik tiba-tiba, bukan merupakan anak manja dalam sebuah industri, ia lahir dari buah kerja keras dan lebih menariknya lagi ia meyakinkan dirinya bahwa bisnisnya bisa berkembang karena lahir dari "kebaikan-kebaikan hati orang Indonesia".
Pria kelahiran 1 Januari 1957, datang ke Indonesia pada tahun 1988. Ia datang dengan keyakinan bahwa salah satu negara macan asia ini memiliki prospek yang bagus. Dengan modal seadanya ia tiba di Jakarta, ia berani datang ke Jakarta karena adanya referensi dari seorang teman, ternyata teman yang akan jadi gantungan hidup awal di Indonesia menemui kebangkrutan. Ini yang bikin CK Song kaget, dan ia harus membiayai hidup di Jakarta dengan duit cekak. Tapi hati kecilnya berkata "Ia tidak boleh menyerah" Kehidupan telah mengajarkan banyak hal untuk tidak menyerah.
CK Song menjalani itu dengan sabar. Kebetulan ia punya pengalaman bekerja di bidang manufaktur sepatu. Ia mengetahui sedikit soal purchasing, dan ia mencoba menawarkan sendiri dari pabrik ke pabrik soal purchasing ini. Satu per satu Pabrik ia datangi dengan naik ojek dan ia juga harus mengenakan dasi. Banyak orang mengira duitnya banyak karena ia orang Korsel dan senang pakai dasi, tapi kenyataan kantongnya benar-benar kosong. Namun Tuhan menjawab kerja kerasnya, ia dapat order, dan kemudian ia mengunjungi Restoran Korea, disana ia melihat satu ruangan yang tidak terpakai, ia minta ruangan itu jadi kantor kecilnya. Pegawai-pegawai Restoran Korea yang asli orang Indonesia ternyata membantu dengan tulus. Saat itulah ia melihat orang Indonesia itu senang senyum, "Orang Indonesia itu ajaklah senyum, mereka akan memberikan seribu senyuman terbaik, sentuhlah hati mereka, maka mereka akan membuat kita menjadi satu keluarga" kata CK Song soal orang Indonesia ini.
"uang bukanlah tujuan dari orang Indonesia, tujuan utama orang Indonesia itu adalah rasa kekeluargaan" begitulah kesimpulan CK Song melihat orang Indonesia dan ia sepertinya sudah menemukan rasa kekeluargaan disini. Tuhan memberikan rejeki yang mudah bagi CK Song, di tahun 1994 ia berkesempatan mengambil sebuah Pabrik Manufaktur sepatu. Dari sinilah berkembang PT Karet Murni Kencana (KMK) yang mengerjakan banyak order sepatu dari prinsipal-prinsipal merek besar industri sepatu. Ia kemudian membangun pabrik NIKE.
Megawati adalah nama khusus bagi CK Song, karena Presiden Indonesia yang ke-5 inilah yang menginspirasi CK Song tidak menyerah terhadap ancaman kebangkrutan. Megawati bersama Rini Soemarno (Menteri Perindustrian dan Perdagangan) saat itu pernah mengunjungi PT KMK Global Sports di tahun 2002, saat itu ekonomi sedang sulit, banyak pengusaha Korsel yang 'capital flight' ke Vietnam dan RRC karena kondisi di Indonesia kurang menguntungkan. Tapi CK Song tidak. Ia meneruskan usaha di Indonesia.
Kini CK Song mendapatkan keberuntungannya, ia memiliki tiga pabrik dan puluhan ribu karyawan. Megawati yang Senin, 21 Oktober 2013 mengunjungi Pabrik KMK Global Sports terharu menjelaskan manajemen sentuhan hati dari CK Song ini. Di depan Megawati dan Rano Karno, CK Song menuturkan  "dalam 2 tahun di Indonesia, agak sedikit angin kencang untuk industri sepatu, industri padat karya, tapi paling penting kita stay aboard dan karyawan kami sekarang ada tadi Sarah yang ngomong ada 18 ribu orang, itu bukan karyawan itu aset perusahaan jadi bagaimana kita peduli karyawan yang kerja disini, jadi kita semuanya harus menjaga karyawan jadi saya utamanya harus menjaga karyawan dan hari ini saya terimakasih banyak buat Jeff Latan dan putri dari NIKE, Jeff hari ini sebenarnya semalam harus pergi ke India tapi dia batal, hari ini hadir saya terima kasih banyak NIKE, karena kenapa, NIKE juga sangat perhatian terus dengan perusahaan ini sama ibu, dan hari ini ada ada kelompok inikon manajemen kita, Mr. Dennis.. Dennis chen, Mr. Park, Jack, Eddy, karena semuanya ini tim NIKE disini ada yang dibelakangnya ada, juga hari ini juga ada kadin Korea, asosiasi Korea juga hadir dan wartawan Korea juga hadir jadi ini semuanya untuk sungguh-sungguh untuk perusahaan kami terima kasih banyak, nanti hari ini  semuanya karena.. ibu Megawati dulu pernah disini, ingat ibu masih ingat yah.. kita disini ada sedikit acara ibu sampai disana terus sapa karyawan terus naik ke kantor saya sama kita minum kopi sama-sama"
Bagi CK Song Indonesia adalah Rumah-nya, karena itu ia mewajibkan semua Direksi, baik yang orang Korsel atau orang Eropa dan Amerika Serikat wajib berbahasa Indonesia. "Bahasa adalah kebanggaan orang Indonesia, dan kita harus menghormati kebanggaan orang Indonesia dengan mempelajari bahasanya". CK Song amat dekat dengan karyawannya, ia tiap minggu bahkan ke rumah-rumah karyawannya, bicara dengan mereka sebagai teman. Inilah kenapa CK Song kerap dijuluki oleh karyawannya sebagai "Jokowi-nya Cikupa". Ketika Kluget.com menanyakan kepada salah seorang karyawan pabrik, Takwin yang sudah 21 tahun bekerja di KMK Global Sports dengan bangga menyatakan "Pak CK Song, tidak menganggap diri sebagai majikan, ia teman bagi semua orang disini"
Dari CK Song kita bisa banyak belajar bagaimana pengusaha menjadikan rumah kerjanya bukan sebagai alat penghisapan, tapi buah manis rasa kekeluargaan.

(Laporan : Anton DH Nugrahanto)

sumber : klik disini

Kamis, 24 Oktober 2013

Kata Mutiara Cinta Paling Romantis (Copas)

Kata Mutiara Cinta Paling Romantis kali ini saya akan berikan informasinya pada teman-teman yang sedang membutuhkannya, namun dalam hal ini bukan bukan berarti saya sebagai penulis merupakan seorang pujangga cinta yang mahir dalam merangkai kalimat yang dapat membuaikan hati para pendengarnya yang telah di kutip dalam kata mutiara cinta.

tetapi maksud serta tujuan saya menuliskan kata kata mutiara ini hanya sebagai informasi saja, barangkali teman - teman sedang membutuhkan beberapa kalimat untuk semakin memotivasi dalam menyikapi permasalahan teruatama dalam perihal cinta. sekalian ingin memberikan koleksi tentang beragam kata mutiara cinta di situs ini.


dikarenakan penulis tidaklah seorang perangkai kata yang mahir, maka segera saja saya langsung publikasikan pada teman-teman perumpamaan kata mutiara cinta yang sangat terbaru pada sahabat. semoga dengan kehadiran kata kata mutiara cinta ini, kiranya bisa menghibur teman-teman yang lagi bimbang dikarenakan cinta.

Terkadang, karena terlalu ingin mendapat apa yg kamu inginkan, kamu lupa apa yg kamu butuhkan.

Tak perlu menjadi seorang yang sempurna demi dia yang kamu cinta. Lebih baik menunggu seseorang yang mencintai ketidak-sempurnaanmu.

Jangan pernah sakiti orang yang mencintaimu, meski mungkin kamu tak mencintainya. Karena mereka tak akan pernah menyakitimu.

Hanya mereka yang kuat yang mampu mengucapkan kata maaf, namun bagi mereka yang mampu memaafkan adalah orang yang lebih kuat.

Pembalasan terbaik bagi org yg menyakitimu adalah dgn menunjukkan bhw dia bkn lg alasan bagimu utk tersenyum & menangis.

Jangan mudah menyerah dan terus memikirkan kekurangan yg ada pada dirimu, karena setiap kegagalan berimu pelajaran tuk bisa lebih baik lagi.

Jangan pernah merasa dirimu sendiri dalam hidup ini, karena selalu ada seseorang yg peduli, yg menyebutkan namamu setiap doanya . 

hanya segitu saja yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini, semoaga dengan adanya artikel yang membahas seputar cinta ini dapat menjadikan suatu motivasi tersendiri bagi anda para pembaca. terimakasih saya ucapkan karena anda telah berkunjung dan kiranya telah membaca artikel yang di berbagi Kata Mutiara. 

dari soberius.com

sumber : http://www.woamu.mangaku.net/2013/06/kata-mutiara-bijak-cinta.html#more

Minggu, 14 April 2013

Habibie Tokoh Paling Inspiratif yang Tergusur


     Saat buku atau film "Habibie dan Ainun" sukses serta menjadi perbincangan di Indonesia tampaknya telah mengokohkan posisi Habibie sebagai tokoh bangsa. Bangsa Indonesia mungkin baru menyadari bahwa Habibie tampaknya menjadi tokoh Indonesia paling inspiratif di dunia modern. Prestasi hebatnya saat menjabat menjadi Wakil Presiden dan Presiden tersingkat di Indonesia itu bisa saja ia melanjutkan jadi Presiden. Tetapi ia tersingkir dan tidak mau mencalonkan lagi meski dia sangat berkompeten dan berkemampuan luar biasa dalam memimpin bangsa.
       Sejarah bangsa ini mencatat bahwa tokoh super Indonesia itu dengan berbagai kehebatannya bukan hanya berteknologi tetapi juga dalam mengelola bangsa tetapi justru disingkirkan karena paranoid negatif masyarakat Indonesia. Paranoid salah itu terpengaruh oleh informasi yang tidak benar karena ulah para politikus dan media masa yang dikuasai para politikus.
       Habibie bisa jadi panutan bangsa ini sebagai tokoh paling inspiratif dengan kolaborasi dua kekuatan hebat antara bermoral cerdas dan berotak luar biasa. Bacharuddin Jusuf Habibie adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga dengan waktu tersingkat tetapi mencapai hasil yang sangat spektakular.
Habibie hanya menjabat selama 1 tahun dan 5 bulan sebagai Presiden.
        Tampaknya Habibie adalah Presiden paling produktif dan progresif dalam segala hal.
Sejak awal pengangkatan B.J. Habibie sebagai Presiden sudah menimbulkan berbagai macam kontroversi bagi masyarakat Indonesia. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional. Hal itu sesuai dengan ketentuan pasal 8 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa â€Å“bila Presiden mangkat, berhenti, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia diganti oleh Wakil Presiden sampai habis waktunya”. Sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa pengangkatan B.J. Habibie dianggap tidak konstitusional. Hal ini bertentangan dengan ketentuan pasal 9 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa \"sebelum Presiden memangku jabatan maka Presiden harus mengucapkan sumpah atau janji di depan MPR atau DPR\".
          Saat paska reformasi itu Habibie mewarisi kondisi sosial, politik dan ekonomi yang buruk dan tidak menentu.Bangsa dan negara saat itu kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto pada masa orde baru, sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah Indonesia. Bahkan dia harus menghadapi perpecahan militer yang saat itu terjadi pertentangan kubu Wiranto, Prabowo dan berbagai faksi militer internal lainnya. Segera setelah memperoleh kekuasaan Presiden Habibie dengan cepat membentuk sebuah Kabinet.
     Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Dia juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi. Habibie telah membawa bangsa ini lebih dikenal dunia sebagai bangsa berteknologi tinggi. Meski belum bisa memproduksi mobil nasional tetapi sudah mampu memproduksi pesawat yang mulai dipesan negara lain.
Sebagai Pejabat Presiden yang terpendek masa jabatannya dengan cepat dan cerdas Habibie berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia. Pada masa pemerintahannya yang singkat itu dilahirkan berbagai produk undang-undang yang penting bagi bangsa ini melangkah maju di era reformasi. Habibie berhasil mengusulkan ke DPR UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting adalah UU otonomi daerah. Beberapa pengamat menilai melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintergrasi yang diwarisi sejak era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Para ahli meyakini bahwa tanpa UU otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.
            Habibie juga memberi kebebasan pada rakyat untuk menyalurkan aspirasinya sehingga banyak bermunculan partai-partai politik baru yakni sebanyak 48 partai politik. Saat jadi Presiden dengan tegas dan berani dia langsung membebaskan narapidana politik (napol) seperti Sri Bintang Pamungkas (mantan anggota DPR yang masuk penjara karena mengkritik Presiden Soeharto) dan Muchtar Pakpahan (pemimpin buruh yang dijatuhi hukuman karena dituduh memicu kerusuhan di Medan tahun 1994).
            Habibie juga langsung mencabut larangan berdirinya serikat-serikat buruh independen yang pada saat masa orde baru adalah merupakan hal paling tabu.
Hanya dalam waktu singkat pemerintahnya telah mengusulkan membentuk tiga undang-undang politik yang penting dan demokratis yaitu: UU No. 2 tahun 1999 tentang Partai Politik, UU No. 3 tahun 1999 tentang Pemilu dan UU No. 4 tahun 1999 tentang Susunan Kedudukan DPR/MPR.
Habibie juga sangat besar kontribusinya dalam memacu dalam penetapan 12 Ketetapan MPR dan ada 4 ketetapan yang mencerminkan jawaban dari tuntutan reformasi yaitu : Tap MPR No. VIII/MPR/1998, tentang pencabutan Tap No. IV/MPR/1983 tentang Referendum, Tap MPR No. XVIII/MPR/1998, tentang pencabutan Tap MPR No. II/MPR/1978 tentang Pancasila sebagai azas tunggal, Tap MPR No. XII/MPR/1998, tentang pencabutan Tap MPR No. V/MPR/1978 tentang Presiden mendapat mandat dari MPR untuk memiliki hak-hak dan Kebijakan di luar batas perundang-undangan dan Tap MPR No. XIII/MPR/1998, tentang Pembatasan masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden maksimal hanya dua kali periode.
            Habibie juga dengan cerdas dan progresif ikut memacu dan berkontribusi dalam penetapan 12 Ketetapan MPR antara lain tentang Tap MPR No. X/MPR/1998, tentang pokok-pokok reformasi pembangunan dalam rangka penyelematan dan normalisasi kehidupan nasional sebagai haluan negara, Tap MPR No. XI/MPR/1998, tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme, Tap MPR No. XIII/MPR/1998, tentang pembatasan masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Tap MPR No. XV/MPR/1998, tentang penyelenggaraan Otonomi Daerah, Tap MPR No. XVI/MPR/1998, tentang politik ekonomi dalam rangka demokrasi ekonomi, Tap MPR No. XVII/MPR/1998, tentang Hak Asasi Manusia (HAM), Tap MPR No. VII/MPR/1998, tentang perubahan dan tambahan atas Tap MPR No. I/MPR/1998 tentang peraturan tata tertib MPR, Tap MPR No. XIV/MPR/1998, tentang Pemilihan Umum, Tap MPR No. III/V/MPR/1998, tentang referendum, Tap MPR No. IX/MPR/1998, tentang GBHN, Tap MPR No. XII/MPR/1998, tentang pemberian tugas dan wewenang khusus kepada Presiden/mandataris MPR dalam rangka menyukseskan dan pengamanan pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila, Tap MPR No. XVIII/MPR/1998, tentang pencabutan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).
Meski seorang pakar teknologi, dengan gemilang di bidang ekonomi, ia berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar masih berkisar antara Rp 12.000 – Rp 15.000. Namun pada akhir pemerintahannya, terutama setelah pertanggungjawabannya ditolak MPR, nilai tukar rupiah meroket naik pada level Rp 6500 per dolar AS nilai yang tidak akan pernah dicapai lagi di era pemerintahan manapun selanjutnya.
            Pakar aerotechnology itu juga memulai menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih fokus mengurusi perekonomian.
Meski bukan pakar ekonomi dengan cerdas Habibie menyelesaikan krisis moneter dan perbaikan ekonomi Indonesia, B.J. Habibie melakukan langkah-langkah restrukturisasi dan rekapitulasi perbankan melalui pembentukan BPPN dan unit Pengelola Aset Negara, melikuidasi beberapa bank yang bermasalah, menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga di bawah Rp. 10.000,00, membentuk lembaga pemantau dan penyelesaian masalah utang luar negeri, mengimplementasikan reformasi ekonomi yang disyaratkan IMF, mengesahkan UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan yang Tidak Sehat, mengesahkan UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
            Salah satu ide luar biasa berani tetapi dianggap sebagai kesalahan terbesar oleh lawan politiknya adalah setelah menjabat sebagai Presiden, B.J. Habibie memperbolehkan diadakannya referendum provinsi Timor Timur (sekarang Timor Leste), ia mengajukan hal yang cukup menggemparkan publik saat itu, yaitu mengadakan jajak pendapat bagi warga Timor Timur untuk memilih merdeka atau masih tetap menjadi bagian dari Indonesia.
            Pada masa kepresidenannya, Timor Timur lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjadi negara terpisah yang berdaulat pada tanggal 30 Agustus 1999. Lepasnya Timor Timur berdasarkan riwayat sejarah dalam memperjuangkannya memang disesali oleh sebagian warga negara Indonesia. Tapi tidak disadari disisi lain membersihkan nama Indonesia yang sering tercemar oleh tuduhan pelanggaran HAM di Timor Timur.
Kehebatan Habibie itu ternyata terganjal oleh masalah politik.
            Kasus Timor Timur mendorong pihak oposisi yang tidak puas dengan latar belakang Habibie semakin giat menjatuhkan Habibie. Ganasnya perlawanan politik dan opini yang dibangun media dalam memprovokasi membuat para politisi dan masyarakat terjebak mengorbankan Presiden hebat Indonesia untuk dilengserkan. Upaya ini akhirnya berhasil dilakukan pada Sidang Umum 1999, ia memutuskan tidak mencalonkan diri lagi setelah laporan pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR.
Pandangan terhadap gebrakan Habibie saat menjabat Presiden pada era awal reformasi cenderung bersifat negatif. Tapi sejalan dengan perkembangan waktu sejarah bangsa ini mencatat banyak yang menilai positif pemerintahan Habibie.
Tokoh Inpiratif yang Tersingkirkan.
            Pengalaman bangsa ini mencatat beberapakali fenomena bahwa seorang hebat dalam bidangnya tetapi harus tersingkirkan oleh kondisi anomali politik dan sosial. Di era modern ini selain Habibie banyak tokoh hebat yang digusur hanya karena fenomena menyimpang dari suara masyarakat akibat pengaruh kepentingan politik. Demi kepentingan politik individu dan kelompok, media massa menjerumuskan opini masyarakat ke jurang kesesatan yang dapat menjatuhkan seorang tokoh hebat bagi bangsa ini. Bayangkan paska reformasi dengan euforia yang luar biasa tiada hari tanpa demonstrasi yang hebat dan dahsyat menentang segala bentuk yang berbau orde baru. Paranoid sebagian masyarakat saat itu bahwa Habibie adalah produk orde baru, kaki tangan Soeharto atau Boneka Soeharto tidak terbukti dalam cerita perjalanan sejarah bangsa.
            Fakta sejarah menunjukkan paska reformasi justru Habibie dianggap melawan dan bertentangan dengan Soeharto. Demi kepentingan bangsa saat itu justru Habibie rela mengorbankan ikatan hubungan psikologis kuat dan lama antara Soeharto dan Habibie yang dianggap seperti ayah dan anak. Bahkan saking sakit hatinya Soeharto terhadap Habibie, sampai akhir hayat Soeharto dan keluarga tidak mau menemui Habibie yang mau menjenguk saat akhir hayatnya.
            Tampaknya teori bahwa suara masyarakat sebagai suara Tuhan, seperti saat itu sedikit terbantahkan. Karena suara masyarakat menjadi salah ketika terkondisi karena sugesti informasi yang tidak benar yang disuarakan para lawan politik Habibie dan media massa yang dikuasai para politikus. Selain itu masyarakat telah mendapatkan trauma akibat tekanan krisis ekonomi kesalahan ditimpakan pada orde baru yang memang saat itu dinilai tidak demokratis dan dipenuhi KKN.
            Sejarah nantinya akan mencatat bahwa beberapa tokoh hebat seperti Habibie atau tokoh lainnya yang berpotensi membawa bangsa ini lebih maju terkorbankan oleh hasutan politik yang menyesatkan dan mendistorsikan kebenaran suara masyarakat.
            Di samping sisi kelemahan Habibie sebagai manusia biasa, tetapi sejarah tetap mencatat kecerdasan moral dan kehebatan otak Habibie telah membawa bangsa ini menjadi lebih bermartabat dan terlepas dari masa masa sulit yang sangat rawan.
Habibie layak menjadi tokoh idola dan tokoh paling inspiratif bagi generasi masa depan meski kehebatannya harus tergusur oleh kepentingan politik sesaat dan kepentingan politik individu!!!
Sumber: Opini Kompasiana 17 Januari 2013

Permata Indonesia yang Terlupakan


Oleh : Miftahur Rahman El-Banjary, MA
Ditengah krisis kepercayaan terhadap tokoh publik di negeri ini, ternyata bangsa Indonesia masih menyimpan beberapa permata berharga yang seringkali terlupakan. Kenyataannya bahwa kita masih membutuhkan tokoh-tokoh besar yang mampu mengangkat harkat martabat bangsa ini di mata dunia. Kendatipun jumlah mereka relatif kecil, namun kita tidak menafikan bahwa tokoh-tokoh idola itu masih ada. Sayangnya, rekayasa politik dan haus akan kekuasaan seringkali membuat tokoh-tokoh besar itu termarginalkan, bahkan terbuang, lalu tergantikan oleh tokoh-tokoh rekayasa palsu yang tampil seakan-akan sebagai pembela rakyat.

Salah satu tokoh besar yang seringkali terlupakan adalah si jenius Prof. Dr. Ing. B.J Habibie. Siapa yang tidak mengenalnya! Seorang ilmuwan dunia serta Bapak Teknologi yang pernah menjabat sebagai Presiden RI pasca reformasi tahun 1998 lalu. Kariernya sebagai teknorat dalam bidang pengembangan teknologi pesawat terbang, bukan saja telah membawa nama harum bagi bangsa Indonesia di mata dunia, bahkan beliau adalah aset dunia yang paling berpengaruh saat ini. Cukup menyebut sebagai muridnya, orang-orang Barat akan menaruh rasa hormat dan segan. Begitulah pandangan dunia kepada putra terbaik bangsa yang kita miliki!

Bukan hanya saya, lebih seribu mahasiswa Indonesia di Mesir yang hadir pada Forum Dialog Umum bersama Prof. Dr. Ing. B. J Habibie yang berlangsung di gedung ACC (Azhar Conference Center) Cairo, pada Rabu 6/6/2011 kemarin, dibuat berdecak kagum dengan prestasi beliau. Tak banyak orang yang menyadari bahwa teknorat jenius ini telah menyumbangkan karya terbaiknya -sebuah pesawat N250- bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia yang ke- 50. Ingin tahu kenapa dunia begitu menghargai Habibie? Kurang lebih seperti inilah dunia melihatnya.....

Mengapa Dunia Menghormatinya?
Kulit luarnya bisa saja terlihat halus mulus tanpa cacat. Tapi siapa tahu, sisi dalamnya keropos. Ketidakpastian inilah yang dihadapi industri pesawat terbang sampai 40 tahun lalu. Pemakai dan produsen sama-sama tidak tahu persis, sejauh mana bodi pesawat terbang masih andal dioperasikan. Akibatnya memang bisa fatal. Pada awal 1960-an, musibah pesawat terbang masih sering terjadi karena kerusakan konstruksi yang tak terdeteksi. Kelelahan (fatique) pada bodi masih sulit dideteksi dengan keterbatasan perkakas. Belum ada pemindai dengan sensor laser yang didukung unit pengolah data komputer, untuk mengatasi persoalan rawan ini.

Titik rawan kelelahan ini biasanya pada sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang atau antara sayap dan dudukan mesin. Elemen inilah yang mengalami guncangan keras dan terus-menerus, baik ketika tubuhnya lepas landas maupun mendarat. Ketika lepas landas, sambungannya menerima tekanan udara (uplift) yang besar. Ketika menyentuh landasan, bagian ini pula yang menanggung empasan tubuh pesawat. Kelelahan logam pun terjadi, dan itu awal dari keretakan (krack).

Titik rambat, yang kadang mulai dari ukuran 0,005 milimeter itu terus merambat. Semakin hari kian memanjang dan bercabang-cabang. Kalau tidak terdeteksi, taruhannya mahal, karena sayap bisa sontak patah saat pesawat tinggal landas. Dunia penerbangan tentu amat peduli, apalagi saat itu pula mesin-mesin pesawat mulai berganti dari propeller ke jet. Potensi fatique makin besar.

Pada saat itulah muncul anak muda jenius yang mencoba menawarkan solusi. Usianya baru 32 tahun. Postur tubuhnya kecil namun pembawaannya sangat enerjik. Dialah Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, laki-laki kelahiran Pare-pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Habibie-lah yang kemudian menemukan bagaimana rambatan titik krack itu bekerja. Perhitungannya sungguh rinci, sampai pada hitungan atomnya. Oleh dunia penerbangan, teori Habibie ini lantas dinamakan krack progression. Dari sinilah Habibie mendapat julukan sebagai Mr. krack. Tentunya teori ini membuat pesawat lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah.

Sebelum titik krack bisa dideteksi secara dini, para insinyur mengantispasi kemungkinan muncul keretakan konstruksi dengan cara meninggikan faktor keselamatannya (SF). Caranya, meningkatkan kekuatan bahan konstruksi jauh di atas angka kebutuhan teoritisnya. Akibatnya, material yang diperlukan lebih berat. Untuk pesawat terbang, material aluminium dikombinasikan dengan baja. Namun setelah titik krack bisa dihitung maka derajat SF bisa diturunkan. Misalnya dengan memilih campuran material sayap dan badan pesawat yang lebih ringan. Porsi baja dikurangi, aluminium makin dominan dalam bodi pesawat terbang. Dalam dunia penerbangan, terobosan ini tersohor dengan sebutan Faktor Habibie.

Faktor Habibie bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10% dari bobot sebelumnya. Bahkan angka penurunan ini bisa mencapai 25% setelah Habibie menyusupkan material komposit ke dalam tubuh pesawat. Namun pengurangan berat ini tak membuat maksimum take off weight-nya (total bobot pesawat ditambah penumpang dan bahan bakar) ikut merosot. Dengan begitu, secara umum daya angkut pesawat meningkat dan daya jelajahnya makin jauh. Sehingga secara ekonomi, kinerja pesawat bisa ditingkatkan.

Faktor Habibie ternyata juga berperan dalam pengembangan teknologi penggabungan bagian per bagian kerangka pesawat. Sehingga sambungan badan pesawat yang silinder dengan sisi sayap yang oval mampu menahan tekanan udara saat tubuh pesawat lepas landas. Begitu juga pada sambungan badan pesawat dengan landing gear jauh lebih kokoh, sehingga mampu menahan beban saat pesawat mendarat. Faktor mesin jet yang menjadi penambah potensi fatique menjadi turun.

Riwayat keilmuan Habibie dimulai ketika ia mendapat beasiswa dari pemerintah untuk belajar di Technische Hochschule Die Facultaet Fue Maschinenwesen, Aachen, Jerman, pada 1956. Selama setahun sebelumnya, Habibie tercatat sebagai mahasiswa ITB. Setelah mengantongi gelar diploma ingenieur jurusan konstruksi pesawat terbang, tahun 1960, sambil melanjutkan kuliahnya, ia menjadi asisten Riset Ilmu Pengetahuan Institut Konstruksi Ringan di kampusnya.

Otak Habibie makin kelihatan encer kala gelar doctor ingenieur-nya disabet dengan predikat suma cum laude pada 1965. Rata-rata nilai mata kuliahnya 10. Presatsi ini membuatnya dipercaya jadi Kepala Departemen Riset dan Pengembangan Analisis Struktur di Hamburger Flugzeugbau (HFB). Tugas utamanya adalah memecahkan persoalan kestabilan konstruksi bagian belakang pesawat Fokker 28. Luar biasa, hanya dalam kurun waktu enam bulan, masalah itu terpecahkan oleh Habibie.

Ia meraih kepercayaan lebih bergengsi, yakni mendesain utuh sebuah pesawat baru. Satu diantara buah karyanya adalah prototipe DO-31, pesawat baling-baling tetap pertama yang mampu tinggal landas dan mendarat secara vertikal, yang dikembangkan HFB bersama industri Donier. Rancangan ini lalu dibeli oleh Badan Penerbangan dan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA).

Habibie hanya sampai tahun 1969 saja di HFB, karena dilirik oleh Messerschmitt Boelkow Blohm Gmbh (MBB), industri pesawat terbesar yang bermarkas di Hamburg. Di tempat yang baru ini, karier Habibie meroket. Jabatan Vice President/Direktur Teknologi MBB disabetnya tahun 1974. Hanya Habibie-lah, orang diluar kebangsaan Jerman yang mampu menduduki posisi kedua tertinggi itu.

Di tempat ini pula Habibie menyusun rumusan asli di bidang termodinamika, konstruksi ringan, aerodinamika dan krack progression. Dalam literatur ilmu penerbangan, temuan-temuan Habibie ini lantas dikenal dengan nama Teori Habibie, Faktor Habibie dan Metode Habibie. Paten dari semua temuan itu telah diakui dan dipakai oleh dunia penerbangan internasional.

Pesawat Airbus A-300 yang diproduksi konsorsium Eropa (European Aeronautic Defence and Space) tak lepas dari sentuhan Habibie. Maklumlah dalam konsorsium ini tergabung Daimler, produsen Mercedes-Benz yang mengakuisisi MBB. Sehingga Habibie berhak atas royalti dari teknologi yang dipakai dalam kendaraan udara berbadan lebar itu. Selain dari Airbus, Habibie juga mendapat royalti dari produsen-produsen roket di banyak negara, yang banyak menggunakan teknologi konstruksi ringannya.

Tahun 1978, Habibie dipanggil pulang ke Tanah Air oleh Presiden Soeharto dan sejak itu kemudian berkiprah dalam upaya pengembangan teknologi kedirgantaraan di Indonesia,hasilnya antara lain pesawat terbang pertama buatan Indonesia CN-235 dan N-250. Prestasi keilmuan Habibie mendapat pengakuan di dunia internasional. Ia menjadi anggota kehormatan berbagai lembaga di bidang dirgantara. Antara lain di : Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).
 

Sedangkan dalam bentuk penghargaan, Habibie menerima Von Karman Award (1992) yang di bidang kedirgantaraan boleh dibilang gengsinya hampir setara dengan Hadiah Nobel. Dan dua tahun kemudian menerima penghargaan yang tak kalah bergengsi, yakni Edward Warner Award. (Hidayat Gunadi, Hatim Ilwan) / Majalah Gatra Edisi Khusus, Agustus 2004 .

B. J. Habibie Ibnu Khaldum Modern Abad Ini
Pada saat beliau berbicara hampir tiga jam lebih pada Forum Dialog Umum di hadapan ribuan mahasiswa Indonesia di Mesir ini, ada satu hal yang paling menarik bagi saya adalah konsep pemikiran beliau tentang kemajuan sebuah negara. Menurut Pak Habibie kemajuan sebuah negara haruslah ditopang oleh tiga pilar elemen utama, yaitu budaya, agama, ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika tiga pilar ini bisa bersinergi, maka bisa dipastikan sebuah negara bisa berkembang dan maju. Pak Habibie mengistilahkan elemen ini sebagai SDM yang sejatinya potensi tersebut sudah dimiliki oleh setiap individu.

Menurut saya, dalam konsep kenegaraan Pak Habibie ini memiliki kemiripan dengan konsep pemikiran Ibnu Khaldun pada ke 7 Hijriyah. Saya menemukan ada dua titik persamaan antara Pak B.J. Habibi dengan Ibnu Khaldun. Pertama: keduanya adalah seorang ilmuwan yang kemudian terjun ke panggung politik. Kedua: teori pendekatan yang digunakan Pak Habibi dan Ibnu Khaldun, dalam memahami konsep negara sama-sama menggunakan pendekatan budaya, agama dan ilmu pengetahuan.

Dalam mukadimahnya Ibnu kHaldun banyak mengupas tentang keunggulan-keunggulan orang Arab dan kemajuan peradabannya. Ibnu Khaldun berpandangan bahwa dengan keunggulan peradaban, bangsa Arab bisa maju, dan terbukti bahwa kejayaan itu pernah dicapai oleh bangsa Arab pada masa puncak kejayaan Islam. Sama halnya dengan pandangan Bapak Habibi budaya adalah salah satu komponen utama kemajuan sebuah negara.

Bangsa Indonesia sejatinya memiliki keunggulan budaya yang jauh lebih kaya dibandingkan dengan negara-negara Eropa, apalagi negara Jepang. Keunggulan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia tersebut bisa menjadi salah faktor pendukung untuk menjadi negara yang maju. Artinya, jika keunggulan budaya merupakan perasyarat kemajuan sebuah negara, maka keunggulan itu sudah kita miliki. Namun, selain budaya masih ada komponen yang tak kalah pentingnya, yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi.

B.J Habibie: Si Jenius Dari Timur
Ketika berbicara tentang ilmu pengetahuan, Pak Habibie menganalogikan potensi besar yang dimiliki oleh setiap manusia tak jauh berbeda dengan VCD yang masih kosong. Semua orang memiliki potensi besar di dalam dirinya yang bisa dikembangkan dan dilejitkan menjadi kekuatan luar biasa. Potensi itu apa yang disebut dengan otak. Setiap orang memiliki kapasitas otak yang sama untuk berpikir dan menyerap ilmu pengetahuan. Nah, apakah nantinya otak tersebut memiliki daya nilai yang tinggi, hal tersebut terletak kepada softwwere apa yang dimasukkan ke dalam otak tersebut. Sama halnya dengan VCD, jika softwere yang dinmasukkan hanya file-file PDF atau file MP3, jelas akan berbeda nilainya dengan VCD yang memuat program Office atau program Windows, misalnya.

Pak Habibie juga menganalogikan peran kecerdasan dengan perbandingan antara mobil Kijang dan Mercy. Keduanya memiliki bahan baku yang sama, yaitu besi. Lantas mengapa Mercy lebih mahal daripada Kijang? Dari analogi ini, saya bisa memahami bahwa Pak Habibie mencoba untuk mendekatkan pemahaman potensi dengan teori-teori ekonomi. Dalam teori ekonomi, kualitas barang sangat ditentukan oleh pasar. Barang yang berkualitas, juga akan meningkatkan nilai harga jual di pasaran. Semakin besar manfaat barang tersebut, maka juga akan menentukan harga jualnya.

Teori ini sama halanya dengan teori kecerdasan. Kualitas kecerdasan seseorang nantinya ditentukan oleh seberapa besar kebutuhan umat manusia kepadanya. Teknokrat jenius bidang industrri pesawat terbang seperti Pak Habibi misalnya, memiliki nilai jual dan kualitas yang jauh lebih besar daripada sekedar profesor bidang kehutanan atau kelautan. Mengapa? Karena kebutuhan dunia terhadap teknologi industri pesawat terbang jauh lebih membutuhkan daripada sekedar teknorat bidang kehutanan dan kelautan.

Program softwere yang di burning ke VCD sangat menentukan kualitas VCD itu sendiri. Tentu saja, ilmu pengetahuan dan teknologi adalah softwere berkualitas yang sangat dibutuhkan dunia. Dengan demikian, sebuah negara yang ingin maju dan berkembang haruslah memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju dan berkembang pula. Bapak Habibie sudah membuktikan hal itu. Bertepatan pada tanggal 10 Agustus 1995, untuk pertama kalinya bangsa Indonesia berhasil memproduksi pesawat sendiri N250 yang merupakan karya monemental yang patut kita banggakan. Pak Habibie dan Ibnu Khaldun, sama-sama memandang bahwa ilmu pengetahuan dan tekhnologi faktor utama kemajuan sebuah bangsa.

B. J Habibie: Sang Ilmuwan Yang Religius
Tak kalah mengagumkannya, ternyata sosok seorang Habibie bukan saja unggul dibidang intelektual, tapi beliau juga seorang ilmuwan yang religius. Ada satu kisah yang menarik dari kisah kereligiusan Pak Habibie. Tradisi membaca al-Qur’an, puasa sunat senin kamis, merupakan tradisi rutin yang telah diamalkan Pak Habibie semenjak kecil. Kemanapun beliau pergi, beliau selalu membawa tasbih. Bahkan saat beliau berada di Jerman pun dan menjadi tokoh terhormat dikalangan para ilmuwan disana, beliau dengan bangga memperkenalkan dirinya sebagai muslim yang taat.

Terbukti pada saat beliau menerima sebuah nobel penghargaan dari sebuah organisasi ilmuwan Jerman, dihadapan orang-orang bule yang berpengaruh itu, dengan lantang Pak B.J Habibi mengawali pidatonya dengan ucapan Bismillah dan Assalamualaikum. “Lalu saya katakan, bahwa pendidikan bukanlah milik satu kelompok saja. Tidak ada diskriminasi dalam hak mendapatkan pendidikan baik untuk si kaya ataupun si miskin. Pendidikan adalah hak bagi seluruh umat manusia di muka bumi ini,” begitulah kata Pak Habibi lantang. Sorak tepuk tangan para hadirin berdiri kagum menyalami beliau.

Usai acara, salah seorang wartawan asing mewancarai beliau. “Pak Habibi, Anda termasuk satu-satunya orang Asia yang mendapatkan nobel penghargaan dari organisasi ilmuwan bergengsi di dunia ini. Saat organisasi ini didirikan sekitar 20 tahun yang lalu, Anda sedang berada dimana?”

Pak Habibi diam sejenak. Beliau menghitung mundur usianya, lalu berusaha mengingat-ngingat masa lalunya sesuai dengan tanggal dan waktu didirikan organisasi bergengsi tersebut. Pak Habibi menjawab, ”Waktu itu saya masih anak-anak. Pada waktu itu saya sedang berada di sebuah gubuk tua yang terbuat dari bambu di pinggiran hutan, memakai kopiah dan sarung Bugis, sembari membaca al-Qur’an.”

“That's incredible! Luar biasa!” seru reporter yang mewancarai beliau. “Saya tidak bisa membayangkan seorang anak kecil yang duduk mengaji di sebuah pelosok desa, akhirnya muncul sebagai bintang yang menerima nobel penghargaan dunia.”

“Semua keberhasilan saya,” lanjut Pak Habibie, tidak terlepas dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Sekiranya Allah memberikan saya pilihan untuk memilih salah satu pilihan antara Imtaq dan Iptek, maka jelas saya akan memilih imtaq terlebih dahulu. Namun, kalau saya bisa meminta keduanya, maka saya akan meminta keduanya. Ternyata Alllah mengabulkan permohonan saya,” ujar Pak Habibie.

Rahasia Kesuksesan B. J Habibie
Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa dibalik seorang pria yang hebat terdapat wanita yang hebat pula. Pak Habibie menuturkan bahwa motivasi terbesar beliau meraih semua prestasi dan mimpinya, karena beliau dimanjakan oleh dua orang ibu. Pertama, ibu kandung yang melahirkan beliau. Kedua. Ibu yang mendidik dan mengurus keluarga, sekaligus sebagai pendamping hidupnya. Kecintaan kepada dua orang perempuan inilah yang akhirnya menjadikan Habibie mampu melewati berbagai macam rintangan dan halangan yang mendera. Ibu Ainun, bagi Pak Habibie bukan sekedar istri, tapi sahabat akrab yang tak akan pernah terpisahkan oleh maut sekalipun.

Tak sekedar adanya dua wanita besar besar sebagai motivasi terbesar dalam hidupnya. Saya melihat kesuksesan sosok Pak Habibie adalah kemampuan beliau mensinergikan tiga kekuatan elemen, budaya, agama dan iptek secara seimbang. Secara mikro, Pak Habibi telah berhasil membuktikan bahwa ketiga unsur elemen tersebut bila disinergikan akan mampu membawa perubahan besar yang luar biasa. Secara makro, Pak Habibie juga telah mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia terhormat di mata dunia. Oleh karena konsep pemikiran Bapak Teknologi Indonesia ini beranjak dari pemikiran Ibnu Khaldun, maka tidak berlebihan kalau saya katakan kalau Bapak Prof. Dr. Ing Bachrudin Jusuf Habibie adalah Ibnu Khaldun modern abad ini. Tapi sayang seribu kali sayang, ternyata bangsa ini masih tidak bisa membedakan mana orang yang cerdas dan berprestasi dengan para politisi bermulut besar dan para koruptor yang meruntuhkan martabat bangsa!!!

Ketika beliau pergi haji akhir tahun 1982, mendapatkan pujian, “Habibie, dunia ini tidak tuli dan buta. Bahwa, didunia ini terdapat ilmuwan muslim yang mengangkat nama Islam dimata dunia dengan prestasi dan progresifitas.”
-Pengeran Sultan Abdul Aziz (Saudi Arabia)-

Kamis, 28 Maret 2013

Cara Mengganti ATM BRI Yang Hilang

Diantara teman-teman/keluarga/saudara/ pasti pernah mengalami kehilangan ATM kan???
ni saya bagi pengalaman pribadi, "Kehilangan ATM BRI"
kalau teman-teman ada yang senasib dengan saya, jangan panik dahulu, untuk mengganti ATM tersebut  sangatlah mudah, dan tahapan yang saya lakukan adalah :

  • Jika saldo di ATM teman2 banyak, maka segera telfn ke 14017 atau lapor ke Kantor BRI terdekat dan minta kepada CS untuk memblokir ATM yang hilang tersebut
  • Buatlah surat keterangan kehilangan di kantor polisi terdekat, dan untuk membuat surat keterangan dari polisi dibutuhkan FC KTP/SIM/tanda pengenal lainnya, dan FC Buku Tabungan
  • Selanjutnya pergi ke Kantor BRI terdekat,( kalau bisa kantor pusat di daerah tersebut)
  • Ambil nomor antrian untuk CS
  • Isi data yang diminta oleh CS, (pasti ditanya nama ibu kandung, jadi jangan sampe lupa ama nama ibu kandung gan hehheheh)
  • Membayar uang adm pergantian kartu sebesar Rp.10.000
  • Menunggu sekitar 15 menitlah, sambil ngomong2 ama CS nya. dan
  • tereeeeengggg...tereeeeeeeeengg..... ATM BRI kesayang kita kembali lagi,

Semoga pengalaman pribadi  saya ini bisa memberikan sedikit bantuan kepada teman-teman yang mengalami masalah yang sama.

Terima Kasih sudah berkunjung....:-)

Sertifikasi Guru Unsyiah

Assalamualaikum wr.wb....
Baiklah, pada kali ini saya akan berbagi informasi mengenai sertifikat sertifikasi guru,untuk bapak / ibu guru yang mengikuti sertikasi yang berada di rayon Unsyiah, infonya dapat di lihat disini dengan cara klik tautan di bawah ini
http://berita.sertifikasiguru.unsyiah.ac.id/home

maka akan terlihat halaman seperti dibawah ini.....



dan untuk melihat nomor sertifikat sertifikasi, dapat dilakukan dengan cara mengklik link di bawah ini :
http://sertifikasiguru.unsyiah.ac.id/sertifikat_pendidik_2012/

 maka akan tampil halaman sebagai berikut :

caranya :

  • pada nomor peserta isikan no peserta bapak/ibu misalnya 1245678910
  • pada kolom kedua cukup jumlahkan angka yang ditampilkan
  • klik bar "Lihat Nomor Sertifikat Pendidik"
semoga info sederhana ini dapat membantu Bapak/Ibu....Terimakasih

Cara Mendapatkan EViews 11 Demo Version

 Oleh: Jul Fahmi Salim Assalmkum wrwb.. Selamat Pagi, Siang, Malam teman-teman sekalian, jika dipostingan sebelumnya sydah ada cara mendapat...