Tampilkan postingan dengan label Patriot Garuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Patriot Garuda. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juli 2015

Patriot Garuda : Catatan Seorang Chef Part 18

Assalamualaikum wr wb...

Lagiiii...

Share artikel dari www.patriotgaruda.com , mudah-mudahan bisa membangkitkan rasa Nasionalis kita..

EXPENDABLES

citoxnew78
Hehehe..! Ini betul-betul judul film..! Saya yakin anda semua telah mengetahuinya. Ya, benar..! Film ini dibintangi oleh banyak bintang veteran, dan bercerita tentang kisah petualangan mengasyikan mantan personel pasukan-pasukan elite. Maklum, sebagaimana kita ketahui, anggota pasukan elite di Amerika ataupun Eropa tidak sama dengan anggota pasukan elite kita. Disana, keanggotaan seseorang dalam pasukan elite, biasanya hanya dalam hitungan tahun, bukan puluhan tahun. Setelah masa kontrak habis, biasanya mereka akan menjalani masa pensiun muda yang menyenangkan. Deposito cukup, semua aspek kehidupan telah diasuransikan, tenaga masih kuat, kemampuan strategi yang mumpuni dan memiliki jaringan yang sangat luas, sehingga tidak heran jika mereka kemudian banyak yang menjadi konsultan di berbagai perusahaan, bahkan meski harus memilih profesi hanya sebagai sopir taksi, kehidupan dan jaminan sosial mereka sangat mencukupi.

Kembali ke film tersebut..! Saya penggemar akting Jason Statham. Tapi kali ini saya juga harus menyukai sosok Bearney Ross lakonan Sylvester Stallone..! Sebabnya tak lain karena sosok tersebut mengingatkan saya pada sosok ayahanda disaat beliau memimpin kami setiap kali melakukan perburuan di berbagai hutan dan gunung..!
Sangat komit dan kebapakan..! Beginilah sosok ayahanda dalam setiap perburuan. Bagi beliau, perburuan adalah sebuah pembelajaran dalam hidup. Perburuan bukanlah sebuah pembunuhan. Perburuan bukanlah sebuah perusakan. Perburuan adalah sebuah management, yang tak lain sebagai sebuah seni mengatur hidup dan kehidupan. Tujuan perburuan bukan untuk mencatatkan berapa banyak objek yang kita taklukan, berapa banyak binatang yang kita musnahkan dan berapa banyak peluru yang telah kita habiskan.
Bagi ayahanda, perburuan adalah interaksi kita dengan alam beserta isinya. Adapun senjata dan pelurunya, adalah media untuk bertahan hidup alias survive, karena tujuan berburu yang paripurna adalah berangkat dari rumah, maka harus bisa kembali lagi ke rumah..! Simple mathematic..!
Untuk mencapai tujuan itu, ayahanda mengajarkan kami untuk senantiasa berhati-hati menjaga kelestarian alam sekitar, menjaga tata krama dengan lingkungan, dan tidak sewenang-wenang terhadap segala yang ditemukan. Meski banyak binatang yang kita jumpai, tapi nyatanya kami lebih banyak membidiknya dengan kamera, bukan dengan senjata. Senjata berfungsi hanya disaat kami kehabisan bekal makanan, atau disaat ada penduduk meminta bantuan untuk menggiring binatang liar agar kembali ke hutan dan tidak merusak ladang. Alhasil, dari aksi sosial ini pun, kami malah bisa kelebihan bekal makanan..! Hehehe..!
Tidak heran, jika suatu ketika kami melakukan pendakian ke puncak gunung Kerinci, Jambi, kami tidak menemukan kendala berarti. Ayahanda telah membimbing kami untuk senantiasa menyatu dengan alam. Ayahanda mengajarkan ketulusan bersopan santun, tanpa ada sandiwara. Kita berkomunikasi dan berinteraksi, bukan hanya dengan penduduk kampung, hutan dan gunung, namun juga dengan binatang yang kerap kita temui. Kami diajarkan untuk bersatu..!
Ketika kami bilang bahwa kita bisa kaya jika bisa menembak banyak binatang di atas gunung itu. Beliau malah tertawa, dan bilang justru kita akan mati jika banyak membunuh binatang di atas gunung itu. Selain karena alam tidak akan lagi bersahabat, kita juga dipastikan tidak akan mampu mengangkat hasil perburuan kita sendiri..!
Ternyata inilah yang ingin beliau ajarkan pada kami. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, kami disarankan untuk tetap menjaga keharmonisan yang telah ada sebelumnya. Hidup dan perburuan adalah hampir serupa, dan bersifat sementara. Keserakahan hanya akan mencelakakan diri sendiri. Ambil secukupnya, selebihnya biarkan tetap tumbuh subur untuk kehidupan bersama. Niscaya alam akan melindungi, dan manusia akan menghormati..!

yayan47
KRI Teluk Bintuni
Selamat atas penyerahan kapal KRI Teluk Bintuni kepada TNI AL. Penyerahan ini menandakan bahwa kapal jenis LST terbesar yang pernah dibangun oleh Indonesia telah betul-betul siap dan lengkap dengan berbagai senjata penunjangnya.
Tahun lalu kapal ini juga pernah diserahkan, namun pada waktu itu masih kosongan alias ompong, alias meskipun berstatus sebagai kapal KRI, tapi spesifikasinya masih sama dengan kapal sipil.
Namun kini, semuanya sudah lain..! Terbukti yang memberitakan acara ini juga bukan hanya media nasional, namun juga media internasional. Dengan tuntasnya kapal ini, di mata para pengamat militer, telah menambah poin tersendiri bagi kekuatan TNI.

Daya gedor TNI akan semakin beringas dan gahar, karena pergerakan personel akan paralel dengan pergerakan alutsista berat lainnya..! Semoga kelak kapal sejenis yang lebih besar akan segera kembali terwujud..! Sebagai catatan bersama, galangan kapal Indonesia pernah membangun kapal hingga sebesar 50,000 DWT, atau hampir 10 kali lipat dari berat kapal KRI Bintuni ini. Tak ada kata mustahil, selagi masih ada kemauan dan kemampuan..! Selamat berkarya dan berjaya..!

citoxnew79


BLESSING IN DISGUISE

Saya pernah menjadi seorang bartender di sebuah night club dan discotique..!

Pelajaran berharga yang saya peroleh dari dunia gemerlap ini adalah tentang kebahagiaan..! Banyak yang keliru dalam memaknai dan mencari kebahagiaan. Mereka berpikir bahwa kebahagiaan senantiasa bersemayam dalam kegemerlapan dan kemeriahan..! Nun di dalam gudang minuman saya yang sepi, isak tangis seorang wanita terdengar amat nyaring. Seorang purel yang sehari-hari senantiasa tertawa, berdandan dengan extra kosmetika, kini sedang menangis di hadapan saya. Ketika ditanya kenapa dia bersedih..? Jawaban yang didapat sungguh jauh berbeda..!

“Saya tidak bersedih, justru menangis karena bahagia..! Di tempat tenang seperti inilah saya merasa menemukan kebahagiaan, dan melihat Tuhan itu ada dan sangat nyata..!”




Sejak saat itu, saya baru tahu jika gudang itu bukan sekedar tempat untuknya berkosmetika, tetapi juga sebagai mushola..!

Merasa bahwa Tuhan itu amat dekat diantara kami, akhirnya kami berdua sepakat meninggalkan dunia hitam itu. Kini perempuan yang konon berpikir bahwa kebahagiaan adalah sebuah kemeriahan dan keceriaan itu, kini telah menjadi ibu yang bahagia di kota Malang. Bersuamikan seorang pilot, menjalani bisnis kecil-kecilan, sambil menemani anak-anaknya mengenyam pendidikan. Masih di tempat yang tenang, kebahagiaan itu konon selalu dia dapatkan. Saat menoleh ke dalam sebuah lemari kaca, saya terkejut saat melihat sebuah botol minuman Jack Daniel. Seperti mengerti dengan apa yang terbersit dalam pikiranku, dia pun berujar..!

“Ya, itu botol yang kamu beri, masih tersegel dan tidak pernah aku minum. Aku menjaganya sebagaimana aku menjaga nasihatmu. Aku tidak punya siapa-siapa yang mampu membuatku berani, selain botol itu dan kamu..! Walaupun usiamu di bawahku, tapi aku merasa bahwa kamu adalah kakakku, bahkan terkadang aku merasa jika kamu adalah ayahku..!”




Lagi-lagi tangisnya tak terbendung, namun kali ini beruntung, disampingnya selalu ada suami yang setia dan selalu bersedia memberikan ketegaran dan keteguhan. Alhamdillah, terima kasih Tuhan..!

Kini, saya menjalani profesi sebagai seorang tukang masak..!

Banyak yang bertanya, kenapa perut saya tidak buncit. Sayang banyak yang tidak percaya dan tidak mengerti jika ” Makan itu tidak untuk kenyang, melainkan untuk tidak lapar.”




Suatu ketika ada yang bertanya mengapa saya terlihat awet muda dan selalu tersenyum..! Saya menjawab dengan gaya saya, ” Sebenarnya bukan saya yang awet muda, tapi mungkin kamu terlalu cepat merasa tua. Jika ada yang bilang saya selalu tersenyum, itu juga tidak selamanya benar, karena mungkin yang sedang dia lihat bukanlah senyum saya, tapi bisa jadi sekedar gigi ini yang gak tahan pengen nongol keluar..!”

Hahaha..! Sekarang orang yang bertanya seperti itu, telah berubah total. Saat bertemu, dia sudah terlihat langsing dan tidak lagi terlihat lusuh dan kusut..! Terima kasih, sungguh dialah sejatinya pribadi yang sukses..! Saya telah memetik pengalaman ini sebagai sebuah pelajaran..! Salaam..

yayan49
UNDANGAN Peringatan ke-70, hari kemenangan China
China telah mengundang Indonesia sejak dua bulan lalu untuk mengirimkan pasukan militernya dalam acara parade militer dalam rangka peringatan ke-70, hari kemenangan China atas penjajahan Jepang. Setelah Indonesia tidak memberikan respon, kini negeri Tirai Bambu itu menyampaikan undangannya pada hampir seluruh negara ASEAN..!

Perlukah kita dan ASEAN mengirimkan delegasinya..?
Andaikan kita beserta negara ASEAN hadir dalam acara parade militer tersebut, bukankah itu sebuah symbol penguasaan militer China ke atas Indonesia dan ASEAN..?
Dan, bukankah itu cara yang ditempuh Majapahit dalam usahanya untuk menguasai Nusantara..?
Jika benar demikian, kali ini siapakah sesungguhnya pihak yang sedang belajar dan mengajarkan sejarah dan pengalamannya..? Hehehe…!

By Patku Yayan Indocuisine
Gambar by Google,  dan Patsus Citox

Sumber : klik disini

Patriot Garuda : SEKOLAH KNOWING VS SEKOLAH BEING ?

Assalamualaikum wr wb....

Selamat Pagi...

Izin share artikel dari www.patriotgaruda.com

Satu hari saya kedatangan seorang tamu dari Eropa, saya menawarkannya melihat-lihat objek- wisata kota Jakarta.
Pada saat kami ingin menyeberang jalan, kawan saya ini selalu berusaha untuk mencari zebra cross.
Berbeda dengan saya dan orang Jakarta yang dengan mudahnya menyeberang dimana saja suka, teman saya ini tetap tidak terpengaruh oleh situasi, dan terus mencari zebra cross setiap kali mau menyeberang. Padahal di Indonesia tidak setiap jalan dilengkapi dengan zebra cross.

Yang lebih memalukan meskipun sudah ada zebra cross tetap saja para pengemudi tidak mau memberikan jalan dan tetap menancap gas sehingga rekan saya sering menggeleng-gelengkan kepalanya tanda begitu kagumnya terhadap prilaku bangsa kita.
Akhirnya saya coba menanyakan pandangan teman saya ini mengenai fenomena menyebrang jalan tadi.
Saya bertanya mengapa orang-orang di negara kami menyebrang tidak pada tempatnya, meskipun mereka tahu bahwa Zebra Cross itu adalah untuk menyebrang jalan. Sementara dia selalu konsisten mencari zebra Cross meskipun tidak semua jalan di negara kami dilengkapi dengan zebra cross.

Pelan-pelan dia menjawab pertanyaan saya.
Katanya…. It’s all happened because of The Education System.
Wah.. bukan main kagetnya saya mendengar jawaban rekan saya.
Apa hubungan menyebrang jalan sembarangan dengan sistem pendidikan…?
Lalu dia melanjutkan penjelasannya,

Di dunia ini ada dua jenis sistem pendidikan, yang pertama adalah sistem pendidikan yang hanya menjadikan anak-anak kita menjadi mahluk “Knowing” atau sekedar tahu saja, sedangkan yang lainnya sistem pendidikan yang mencetak anak-anak menjadi mahluk “Being”.
Maksudnya…., ?
Ya kebanyakan sekolah yang ada hanya bisa mengajarkan banyak hal untuk diketahui para siswanya…sementara sekolah tadi tidak mampu membangun kesadaran siswanya untuk mau melakukan apa yang dia ketahui itu sebagai bagian dari kehidupannya. Sehingga anak-anak tumbuh hanya menjadi “Mahluk Knowing” hanya sekedar mengetahui bahwa zebra cross adalah tempat menyeberang, tempat sampah adalah untuk menaruh sampah tapi mereka tetap menyebrang dan membuang sampah sembarangan.

Sekolah semacam ini biasanya memiliki banyak sekali mata pelajaran yang diajarkan… hingga tak jarang membuat para siswanya stress dan mogok sekolah, segala macam di ajarkan dan banyak hal yang di ujikan…tetapi tak satupun dari siswa yang menerapkannya setelah ujian dilakukan.
Karena ujiannyapun hanya sekedar tahu…“Knowing”.

Di negara kami… sistem pendidikan benar-benar di arahkan untuk mencetak manusia-manusia yang tidak hanya tahu apa yang benar akan tetapi mereka juga mau melakukan apa yang benar sebagai bagian dari kehidupannya.
Di negara kami anak-anak hanya di ajarkan 3 mata pelajaran pokok yakni Basic Sains, Basic Art dan Social yang dikembangkan melalui praktek langsung dan studi kasus vs kejadian nyata diseputar kehidupan mereka.

Mereka tidak hanya tahu, melainkan mereka juga mau menerapkan ilmu yang diketahuinya dalam keseharian kehidupan mereka.
Anak-anak ini juga tahu persis alasan mengapa mereka mau atau tidak mau melakukan sesuatu.
Cara ini mulai di ajarkan pada anak sejak usia mereka masih sangat dini agar terbentuk sebuah kebiasaan yang kelak akan membentuk mereka menjadi mahluk “Being”.
Yakni manusia-manusia yang melakukan apa yang mereka tahu benar.

citoxnew14
Wow…!
Betapa sekolah begitu memegang peran yang sangat penting bagi pembentukan prilaku dan mental anak-anak bangsa.
Betapa sebenarnya sekolah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga sertifikasi yang hanya mampu memberi ijazah para anak bangsa.
Kita mestinya lebih arahkan pendidikan untuk mencetak generasi yang tidak hanya sekedar tahu tentang hal-hal yang benar tapi jauh lebih penting untuk mencetak anak-anak yang mau melakukan apa-apa yang mereka ketahui itu benar….
Mencetak manusia-manusia yang “Being”.

Apakah tempat anak-anak kita bersekolah telah menerapkan sistem pendidikan dan kurikulum yang akan menjadikan anak-anak kita untuk menjadi mahluk “Being” atau hanya sekedar “knowing”.
By Bapak Agus Ruchyan Barnas
Foto by Patsus Citox dan Patsus Dede Sherman
Sumber : http://patriotgaruda.com/2015/06/30/sekolah-knowing-vs-sekolah-being/

Kamis, 28 Mei 2015

AIR MATAKU LURUH DI SCHIPHOL..!

Assalamualaikum wr wb...
Copas dari web www.patriotgaruda.com...
Agustus 1992, langit Amsterdam cerah ketika kami menjamu para undangan menikmati hidangan kuliner Indonesia, hasil racikan keluarga kami.Tetamu yang datang pun bukan sekedar dari Amsterdam, Roterdam atau kota-kota lain di Holland, malahan konon ada yang datang dari Belgium, Luxemburg, French, Germany, Austria, Italy, Spain, dan lain-lain.
Hehehe..! Kedengarannya sangat wah, dan datang dari tempat yang jauh-jauh. Namun tidak demikian sebenarnya. Nama-nama negara Eropa tersebut, ternyata saling berdekatan dan memiliki konektivitas transportasi yang sangat baik, sehingga hampir tidak ada masalah sama sekali tentang suatu jarak..! Bayangkan dengan Indonesia di saat itu..! Kita hanya punya beberapa maskapai penerbangan dengan kepemilikan pesawat dalam jumlah yang sangat kecil. Di laut, kita hanya punya beberapa unit angkutan kapal milik PT Pelni. Jalan tol juga baru ada di Jakarta dan beberapa kota di pulau Jawa, selebihnya kita sering menikmati segala kekurangan..!
Itulah tema pertemuan kami di Amsterdam pada hari itu. Meski sejatinya pertemuan ini diselenggarakan sebagai pengenalan keluarga kepada rekan-rekan, kerabat dan sahabat yang kebetulan berdomisili di Eropa, namun nyatanya kami secara spontan memilih pertemuan ini sebagai media tukar pikiran dan memupuk kembali rasa nasionalisme yang ada. Ayahanda menjelma menjadi keynote speaker yang handal dalam moment itu. Bagaimana tidak, meskipun kepindahan keluarga kami ke Belanda karena terpaksa dan bukan karena faktor cinta serta cita-cita, namun nyatanya beliau selalu mendengungkan semangat keindonesiaan yang berkobar..!
Ya, sangat berkobar…! Di matanya, aku melihat jilatan api, seperti api yang pernah menjilat, membakar dan memusnahkan rumah keluarga kami di Indonesia.
Semangatnya begitu menderu, laksana rentetan peluru yang menerjang pintu dan dinding-dinding rumah itu. Tangannya kembali terlihat mengepal, sama persis dengan ketika kami mengetahui bahwa ayahanda dan bunda, tidak akan pernah lagi bisa bekerja di Indonesia, tapi keduanya tidak pernah menitikkan air mata. Namun disini, di sudut mata ini, kelima putranya terhanyut dalam bah kepedihan, ditenggelamkan samudera lara yang dalam tiada tara, dan tergantung tanpa temali di atas bara api..! Luka dan duka itu, menjelma menjadi dendam dalam hati ini. Adakah aku pantas memikul balas yang kubawa, akankah dendam ini mampu menyelesaikan segalanya, pada siapa amarah ini kan kutumpahkannya, masihkah keadilan itu setia di singgasananya, atau punah, lunglai, layu dan tak berdaya..?
Berjuta pertanyaannya tiba-tiba memborbardir pikiranku, yang anehnya, di saat yang sama, setiap ucapan ayahanda seolah berusaha menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan yang mengalun di hati. Meski dalam duka, ayahanda selalu menekankan arti penting semangat, kemampuan dan ketangguhan. Ayahanda tidak ingin membiarkan kami terpuruk sebagai pecundang, karena kami dan kita sama-sama terlahir dari rahim ibu pertiwi yang mewarisi terah bangsa pemenang. Jangan pernah menyerah, kita bukan bangsa sampah yang cuma doyan menyepah..! Kita bangsa pejuang yang mampu bangkit menjadi pemenang yang abadi, jaya, gemah dan ripah..! Aku terkejut, ketika seseorang menepuk bahuku. Seorang relasi ayahanda yang juga senior beliau, seakan bisa membaca isi kepalaku. Dengan lembut dia menyapu air mataku. “Ini bukan akhir dari segalanya, ini adalah langkah awal, ini yang disebut sebuah permulaan. Inilah peluang, dan inilah kesempatan untuk kalian menjadi seorang pemenang..!”
Kata-kata penyemangat itu nyata telah mampu menarikku dari keterpurukan, dan mengembalikan aku akan kecintaan terhadap bangsa dan negeriku, Indonesia..! Sejak saat itu pula, aku beserta abangku, bertekad untuk pulang dan melanjutkan perjuangan keluarga yang tertunda. Kami yakin, kelak kami akan mampu mengecap dan menikmati sebuah kemenangan dan mempersembahkan bingkisan keadilan..! November 1992, ku kemas segala kenangan di dalam hati, membiarkannya menari dan menyanyi penuh ekspresi. Aku tak ingin bersedih dan kecewa lagi. Aku mencatat segalanya dalam helaian jiwa, terangkum rapi dalam kisi-kisi hati, menjadikannya sebagai sebuah album, yang tidak sekedar sebuah kenangan, tapi juga kemenangan. Kelak aku akan memutar segalanya kembali, sebagai sebuah ensiklopedi..!
Tepat di hari terakhirku, Schiphol menjadi saksi bisu pertemuan kami. Sang relasi ayahanda nan bijak itu, dengan penuh kelembutan dan keramahan, kembali menyulut semangatku dan mengingatkan segala kebesaran negeri yang kita miliki. Kita adalah kunci kemajuan dan kemakmuran bangsa, jangan pernah bercerai-berai dan saling benci. Kita harus mampu menjadi manusia Indonesia yang bersemangat, berkemampuan dan tangguh. Kita boleh berkompetisi, namun harus mengedepankan sikap kooperasi
dedenew37


Lihat bandara ini, kelak kita harus mampu memindahkannya.
Lihat pabrik pesawat Fokker itu, nanti kita harus bisa mengalahkannya.
Kita berkemampuan, dan kita berpeluang menjadi bangsa pemenang. Pada yang muda, ku titipkan asa dan cinta ini untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik, sejahtera dan penuh pesona.
Jangan pernah kendurkan doa dan semangatmu, niscaya Tuhan kabulkan cita-citamu..! Berkaryalah..!
#thanks_eyangprofsubroto.com
by Patku Yayan Indocuisine
Gambar by Google dan Patsus Dede Sherman

Sumber : klik disini

APALAH ARTI SEBUAH NAMA

Assalamualaikum wr wb....
Mari membagkitkan rasa nasionalis dengan membaca berbagai info dari web www.patriotgaruda.com 
yayan33
Ungkapan kondang yang pernah dibuat oleh mendiang Williams Shakespare itu amat melegenda di seluruh dunia. Dalam konteks tertentu, kalimat itu bisa jadi menemukan kebenarannya. Tapi adakalanya justru sepenggal nama amatlah berarti dan mampu mencitrakan suatu kharisma atau wibawa..! Saya tidak ingin mengaitkannya dengan sosok personaliti siapapun. Saya hanya ingin lebih melihat sebuah kata tatkala disematkan sebagai nama sebuah kapal perang..!

Semua sudah maklum bahwa beberapa waktu dulu, kita pernah mengakuisisi asset militer berupa 3 unit kapal perang yang tidak jadi dibeli oleh Kerajaan Brunei Darussalam dari BAE System, Inggris.
Di Indonesia, ketiga kapal tersebut mendapat sebutan sebagai Bung Tomo Class, karena kapal pertama yang kita resmikan memang memakai nama salah seorang pahlawan kesohor dari Surabaya, Bung Tomo, KRI Bung Tomo 357..! Adapun kapal kedua yaitu KRI John Lie 358. Dan yang paling fenomenal, tak lain adalah KRI Usman Harun 359..!

yayan32

Dikatakan paling fenomenal karena mulai dari proses penamaannya hingga kedatangannya ke tanah air, KRI Usman Harun 359 telah dan senantiasa mendapat perhatian penuh dari seluruh khalayak baik di Indonesia maupun Singapore..! Hehehe..!
Sebagai kilas balik, Usman dan Harun adalah dua anggota pasukan elit TNI yang ditugaskan untuk melakukan penyusupan dan penghancuran titik-titik penting di Singapore, saat kita masih berkonfrontasi dulu..! Tidak heran, meskipun di Indonesia kedua tokoh tersebut dianugerahi sebagai pahlawan Nasional, namun di Singapore, keduanya tak lebih hanya dikenali sebagai sosok teroris yang amat sadis..!
Berangkat dari fakta sejarah inilah, pemerintah Singapore melarang keras kehadiran KRI Usman Harun merapat dan hadir di perairan seantero tanah Temasek..!

Ironisnya, bermula dari sikap benci dan dendam ini pula, kini rakyat Singapore lebih mengenali kapal KRI John Lie 358 sebagai kapal perang KRI Usman Harun Class, bukan lagi sebagai KRI Bung Tomo Class, sebagaimana Indonesia telah menamainya secara resmi..!
Tiga hari kehadirannya bersama KRI Tombak, sebuah kapal dari jenis KCR 60 buatan PT PAL Surabaya, KRI John Lie 358 mendapat sambutan hangat dari para pengunjung. Bahkan bisa dibilang, KRI John Lie 358 sebagai sosok celebritis yang mampu tampil menawan sebagai bintang disamping bintang lainnya dari Amerika Serikat, USS Forth Worth, dalam ajang pameran dan kongres pertahanan laut di Singapore, IMDEX Asia 2015 yang baru lalu..!

yayan34
Yang lebih membanggakan dan kian menggemaskan, adalah apa yang disajikan oleh para awak dari kedua KRI tersebut. Manakala kapal-kapal dari negara lain sibuk mengekspose otot-otot senjatanya,
KRI kita justru tampil dengan berbagai atraksi tari dan budaya nasional Indonesia lainnya. Hadirin pun terkesiap, tidak terasa titik air mata haru berlinang di antara sudut mata para pengunjung.
Tarian itu begitu indah dan gagah, seakan menggambarkan karakter Indonesia yang sebenarnya. Meski harus tampil sebagai duta dalam sebuah ajang pameran senjata, duta-duta bangsa ini lebih memilih tampil humanis, mengangkat tema peradaban bangsa Nusantara yang luhur..!

Terbukti, sajian budaya itu ternyata telah mampu mengenalkan realita Indonesia pada setiap pengunjung yang datang. Bahkan rakyat Singapore sendiri banyak yang mulai memahami sosok dan peran Usman Harun yang sebenarnya. Mereka adalah pahlawan, bukan teroris..!
Kini tirai perhelatan akbar The International Maritime Defense Expo (IMDEX Asia)2015 itu telah ditutup, namun gaung dan pesona Usman Harun masih terus menebarkan pesonanya yang menggema. KRI Jhon Lie dan KRI Tombak yang menerima amanat sebagai duta bangsa ternyata telah berhasil menancapkan pengaruhnya begitu dalam.
Meski nama mereka diabaikan, namun semuanya bangga, karena Usman Harun telah kian melegenda..!

Changi Naval Base yang kembali sunyi, menjadi saksi kehadiran ribuan langkah yang kembali beranjak. Walau tiada bertapak, tapi catatannya tersemat di awan-awan yang berarak..!
Andai kelak ada skoci yang datang, itulah aku pembawa pesan harum mengalun, bersama sosok yang senantiasa kau campak, Usman Harun..!

Ya, akulah Usman Harun, bukan lagi John Lie dan bukan juga Bung Tomo..! Akulah Usman Harun..!
by Patku Yayan Indocuisine
Gambar by Google dan Patsus Dede Sherman
Sumber : http://patriotgaruda.com/2015/05/28/catatan-seorang-chef-part-13/

Senin, 25 Mei 2015

ELEGI BUAT ASEAN: Without Indonesia, Asean is Nothing..!

Dahulu, sewaktu masih duduk di bangku sekolah dasar, saya sudah memiliki pertanyaan special yang sering dilayangkan pada kedua orang tua saya.
Waktu ibunda bekerja untuk Pertamina, pertanyaan yang hingga kini masih kami ingat bersama adalah tentang minyak Indonesia dan Brunei..!
Waktu itu saya membandingkan istana Nurul Iman di Brunei yang jauh lebih mewah dengan Istana Negara di Jakarta, padahal semua tahu bahwa produksi minyak Indonesia saat itu jauh lebih besar jika dibandingkan dengan produksi minyak Brunei..!
Begitupun ketika kami tinggal di Sungai Liat, Bangka. Saya membandingkan timah Indonesia dengan timah Malaysia. Lagi-lagi waktu itu saya menyampaikan kekecewaan saya, karena ternyata selain mencatatkan diri sebagai negara produsen timah terbesar di dunia, Malaysia juga sudah dikenal luas sebagai produsen karet nomer satu di dunia. Lantas dimana posisi bangsa Indonesia..?
Ibunda terdiam, namun beruntung ayahanda kemudian menyambung pembicaraan. Konon saat itu Indonesia juga telah tercatat sebagai produsen kina terbesar di dunia. Kina adalah bahan penting yang diperlukan untuk pembuatan obat bagi penderita malaria dan demam berdarah..! Selain itu, Indonesia juga adalah ibukota Asean, karena kantor Sekjen Asean berada di Jakarta, Indonesia..!
Sejak saat itu saya mulai tertarik mengenal lebih jauh tentang Asean, apalagi Indonesia merupakan ibukota Asean itu sendiri. Bayangan saya jadi melambung, membayangkan kemegahan New York, tempat dimana kantor Sekjen PBB/UN berada..!
Dalam benak saya terpikir, bahwa alasan pemilihan Jakarta sebagai ibukota Asean adalah karena kemegahannya..! Hahaha..!
Sesuatu yang sangat konyol dan kemudian sangat mengecewakan, karena ketika ayahanda mengajak saya ke Singapore, suasana Singapore udah jauh lebih baik daripada Jakarta. Masuk ke Malaysia, suasananya terasa sedang berada di Bogor, dimana pucuk pepohonan senantiasa berada di atas kepala, rindang dan teduh meskipun panas matahari amat menyengat.
Pun demikian ketika ke Bangkok, tempat dimana Asean didirikan..!
Kota Bangkok saat itu, meski tidak semegah sekarang, tapi tetap aja rasanya lebih dinamis daripada Jakarta. Dan suatu ketika, saat kami harus pindah ke Manila, Philippine, saya tersentak kaget, ternyata di Asia Tenggara ada kota megah yang terang benderang, modern, luas, bersih, tertib dan aman. Waktu itu saya berpikir, rasanya adalah sebuah kesalahan jika Asean harus memilih Jakarta sebagai ibukota. Jakarta kalah jauh dengan Manila, dan mungkin hanya Tokyo yang bisa mengalahkannya..! Entah kenapa, tiba-tiba hati saya merasa sangat sedih dan ingin menangis..!
Pada suatu hari saya kembali mengadu pada kedua orang tua saya. Mengapa Indonesia tidak bisa membangun kota semegah Manila..?
Ayahanda yang kembali berkenan menjawab..!
Kelak kalau kamu udah besar, Jakarta akan jauh lebih megah dari kota manapun di Asia Tenggara..! Karena di Indonesia, semua yang dihasilkan negara-negara Asean, masih tersimpan rapi dalam perut bumi.
Industri minyak kita belum maksimal, pertambangan kita juga masih baru, apalagi laut kita belum terjamah oleh teknologi dan industri..!
Hal ini berbeda dengan Brunei, Malaysia, Thailand dan Philippine, yang meskipun usia kemerdekaannya lebih muda, tapi mereka mewarisi industri yang telah lama dibangun oleh para penjajahnya, seperti Inggris, French ataupun Spain dan Amerika.
Dilihat dari kekayaan realnya, kita kalah, tapi kalau dilihat kekayaan potensialnya, kita masih nomer satu.
Kelak semua itu akan menjadi milik generasi kamu..! Sekarang saatnya belajar, supaya kelak bisa menjadi bangsa pemenang..!
Alangkah bangganya rasa di dada, meskipun belum menjadi rakyat sebuah bangsa yang berjaya, tapi hati saya sangat meyakini, bahwa kelak kitalah yang keluar sebagai pemenangnya..!
Bertahun lamanya, saya menggendong harapan, cita-cita dan kecintaan saya terhadap Indonesia, bersama keluarga yang terus melanglang buana ke lima benua..!
Dan kini, dalam forum Asean Business Club 2015, saya amat terhenyak saat menyaksikan bangsa Indonesia tidak mengirimkan seorangpun wakilnya. Padahal sebelumnya, kami begitu antusias untuk membahas progres dan hambatan-hambatan vital menuju terbentuknya Masyarakat Ekonomi Asean/Asean Economic Community(AEC) 2015.
Terasa ada yang hilang, pertemuan itupun menjadi sangat hambar.
Tak ada lagi cita-cita besar, tak ada lagi ambisi dan mimpi-mimpi sukses..! Kami mulai merasakan pesimisme yang begitu tebal, andai Indonesia benar-benar mundur dari percaturan MEA/AEC. Senyum-senyum hambar yang ada, seperti sedang mentertawakan ketidakmampuan diri sendiri.
Di tengah kesedihan, tiba-tiba ada rasa bangga yang menyeruak..!
Ternyata kini benar yang dikatakan ayahanda dahulu, bahwa kelak Indonesia akan menjadi negara paling utama di Asean.
Buktinya, pertemuan penting untuk membahas MEA/AEC itu, seperti lesu darah dengan ketidakhadiran delegasi Indonesia..!
Pernyataan Nazir Razak yang sebelum ini mengatakan bahwa ‘Asean without Indonesia is Nothing’ telah menemui kebenarannya..!
Bagaimana jadinya jika Indonesia juga benar-benar keluar dari Asean dan lebih fokus membangun blok baru Negara-negara Melanesia..? Hahaha..! Haruskah tangis ini mengiringi perpisahan atas kebersamaan yang telah terjalin lama..? Semoga tidak..!
dedenew85
PESAN BUNDA
Pesan ini ibunda sampaikan barusan melalui messengernya. Jika kurang berkenan, mohon abaikan..! Beliau hanya menjalankan perannya sebagai orang tua. Anyhow, thank a lot Mom, you are my great master..!
“Kalau kamu cuma baca koran, maka tidak mustahil jika kelak kamu akan menjelma menjadi umat yang radikal..!
Tapi jika kamu membaca Al Quran, maka kamu akan menjadi umat yang tenang..!
Islam itu tegas, bukan keras..! Tuhan adalah Maha Mengetahui dan Maha Melihat, jadi tidak perlu menjadi umat yang penjilat dan penghujat.
Islam itu agama pelindung, bukan tukang pancung..!
Radikalisme bukan sebuah simbol keteguhan dan ketebalan iman seseorang. Jadilah muslim yang tegas dan disegani, bukan muslim yang beringas, dibenci dan ditakuti..!
Mati syahid, bukan satu-satunya kunci masuk syurga. Dan berperang juga bukan satu-satunya jalan untuk mati syahid.
Sebagai umat yang baik, tetaplah tenang dan menjaga ketentraman. Jalankan syariat agama, dan patuhi aturan negara sebagaimana mestinya. Jadikan dan pastikan Islam senantiasa menjadi agama khalifah dunia, Insya Allah kelak kita akan bersama di alam syurga..!
Andai kamu mati dalam perang hari ini, siapa yang akan menjaminmu syahid dan masuk surga, jika matimu ternyata membawa dengki, kebencian dan dendam..?
Jangan sia-siakan hidup kita yang telah dimulakan dengan pekikan adzan dan dijalankan dalam bingkai syahadat, ternyata kemudian hanya mendapati sebuah potret kosong.
Allahu Akbar, memuja Tuhan Yang Maha Besar. Bermakna agama kita juga besar, maka jadilah kita sebagai umat yang berjiwa besar, jangan pernah menjadi insan kerdil yang pandir..!
Allahu Akbar, adalah kata dan kalimat yang universal, artinya semua makhluk Tuhan di seluruh alam semesta mengetahuinya dan mampu mengucapkannya.
Jadi jangan sesekali menjadi insan dan umat yang besar kepala..! Karena nun di alam sana, jangankan malaikat, setan dan jin pun mampu dan bahkan lebih mampu mengucapkannya.
Jangan besar kepala, tetaplah menjadi umat yang berbudi dan sederhana. Syurga adalah piala dari sebuah prestasi keimanan, bukan harta karun yang harus diperebutkan dengan jalan peperangan..!
Semua orang bisa menjadi jenderal, tapi tidak semua orang mampu menjadi jenderal besar..!”
Thanks Mom..
yayan26
JET TEMPUR TNI KEJAR PESPUR AUSIE HINGGA KE PNG
Tidak dijelaskan dari jenis pespur mana yang barusan dikejar dan melakukan pengejaran. Namun pihak intelligent PNG berhasil mengambil kedua identitas pesawat-pesawat tersebut. Menurut laporan pihak PNG juga, konon sejak TNI menempatkan skuadron jet tempurnya di Papua, kini langit PNG seringkali dimasuki oleh pespur-pespur TNI AU itu. Sebuah pemandangan baru di atas angkasa Papua New Guinea..! Hehehe
Pihak intel PNG udah tahu betul tentang isi skuadron tempur di Papua
Dan ternyata pihak PNG telah memberikan izin terbang pada pespur TNI di atas wilayah PNG yang berbatasan dengan Papua.
Konon PNG juga boleh minta bantuan pespur TNI, sekiranya sewaktu-waktu diperlukan.
Artinya, pemantau radar PNG bisa langsung minta tolong pespur TNI untuk mencegat pesawat yang dicurigai.
By Patku Yayan@indocuisine
Gambar by Google dan Patsus Dede Sherman
Sumber : Klik Disini

DETERRENCE EFFECT

DETERRENCE EFFECT
yayan27
Deterrence effect atau efek gentar, adalah istilah yang sudah sangat akrab dalam dunia militer. Setiap negara berusaha untuk memiliki aset-aset militer yang mampu memberikan efek gentar.
Maksud dan tujuannya adalah tiada lain, agar tak satu pun negara lain mau berpikir untuk menyerang negara tersebut, sehingga peperanganpun bisa dengan mudah terhindarkan.
Selain itu, efek gentar juga biasanya dimanfaatkan oleh banyak negara untuk memperkuat setiap usaha-usaha diplomasi yang sedang dan akan dilakukannya.
Meski harga aset yang harus mereka beli itu bukanlah sesuatu yang murah, namun nyatanya tetap saja masih jauh di bawah jumlah anggaran yang harus dikeluarkan sekiranya suatu negara harus berperang..!

Namun benarkah harga untuk mendapatkan sebuah deterrence effect itu teramat mahal..?
Ternyata tidak..! Setidaknya jika saya melihat kasak-kusuk yang terjadi dalam sebuah meeting yang berlangsung di hotel saya hari ini.

Meeting itu sejatinya bertujuan untuk merumuskan item senjata yang akan diakuisisi oleh pihak militer Malaysia. Ada begitu banyak luxurious military asset yang mereka impikan, salah satu yang paling sering disinggung adalah sosok pesawat tempur jenis EF Typhoon..!
Namun entah apa sebabnya, tiba-tiba suasana meeting berubah menjadi buyar. Ada sebuah dilematika yang sepertinya telah menghantui mereka.

Usut punya usut, ternyata faktor penyebab buyarnya konsentrasi meeting tersebut, berawal dari adanya sebuah pemaparan dari seorang ahli setrategi lokal yang mengekspose tentang pemberitaan peluncuran drone terbaru buatan Indonesia..!
Rasanya sangat lucu, ketika anda sedang membicarakan kehebatan sebuah Euro Fighter Typhoon, namun tiba-tiba harus mengubah mimik panik hanya karena kemunculan sebuah drone, yang secara spesifikasi teknologi, jelas sangat jauh berbeda dengan EF Typhoon itu sendiri.
Namun ini nyata, mereka sangat panik dan memandang serius terhadap berbagai kemungkinan ancaman yang bisa dibuatnya.
Artinya ada sesuatu yang hebat, dan amat berpotensi untuk mampu melumpuhkan sebuah setrategi yang sudah matang dirancang sebelumnya. Saya pikir, inilah bentuk nyata dari sebuah efek deteren tersebut, mampu membuat sebuah setrategi yang matang, menemukan titik lawannya. Ironisnya, efek deterence itu sendiri lahir dari sebuah aset militer yang justru sangat jauh lebih murah daripada harga sebuah pesawat tempur EF Typhoon..!

Ternyata peluncuran drones buatan Indonesia telah membuat gentar para jiran. Sebabnya terletak pada kemampuan drone itu sendiri.
Meski hampir semua negara saat ini sudah sangat akrab dengan drones, namun untuk drones buatan Indonesia yang satu ini sangat special. Saya yakin bahwa drone ini merupakan drone tercanggih di dunia yang pernah ada..!

OS-Wifanusa, drones buatan para ahli di Indonesian Maritime Institute, adalah drones dengan kemampuan amphibi. Artinya, drones ini mampu melakukan lepas landas di wilayah perairan seperti sungai, danau, laut ataupun darat. Hebatnya lagi, untuk melakukan lepas landas tersebut, OS-Wifanusa hanya membutuhkan landasan sepanjang antara 30-40 meter..! \
Dan yang paling menakutkan, kemampuan loading capacity hingga mencapai 65 Kilogram..! Dengan kemampuan ini, drones bukan hanya sekedar bisa dicantolin kamera, namun lebih dari itu, drones juga bisa menggendong bom..!

Bayangkan jika kemudian drones ini dimiliki oleh negara yang menguasai teknologi nuklir, maka kelak tidak mustahil jika OS-Wifanusa akan menjadi sosok malaikat bayangan yang selalu siap untuk meluluhlantakan suatu wilayah negara. Mengutip pernyataan Albert Einstein tentang kehebatan atom, yang konon setiap 1 gram atom akan mampu menghancurkan dan mengangkat benda seberat 1 juta ton, ke atas setinggi hingga 12 kilometer..! Bagaimana jadinya jika sebuah OS-Wifanusa menjatuhkan bom itu seberat 65 kg alias 65,000 gr..?
Hehehe..! Selamat berkalkulasi…!

dedenew86
By Patku Yayan@Indocuisine
Gambar by Google dan Patsus Dede Sherman
Sumber : klik disini

Kamis, 12 Maret 2015

Lidah Tak Bertulang..!!!


angus
LIDAH TAK BERTULANG..!
Jenderal Moeldoko layak marah dan tegang..!
Bisa jadi, beliau adalah salah satu orang yang gak bisa tidur untuk beberapa hari yang akan datang..!
Pasca ditolaknya pembelaan dan permohonan keringanan hukuman yang terakhir atas si Chan dan Sukhumaran, kematian kian membayang dalam kehidupan dua gembong narkoba tersebut.
Australia dan Brazil kian kuat mengancam dan menekan dengan berbagai sikap yang menyinggung perasaan bangsa Indonesia..!
Sehingga tidak heran jika Panglima TNI merasa perlu untuk menyiapkan pasukannya secara maksimal untuk mengkonter berbagai ancaman yang mungkin tiba-tiba datang..!
Konyolnya, ditengah suasana yang kian memanas, Australia justru memunculkan wacana penggantian panglima angkatan bersenjatanya di depan para panglima tentara NATO yang saat ini sedang berkumpul di Australia..!
Sontak, banyak kalangan yang mengecam tindakkan Abbot, dan menilai sikap tersebut sebagai tindakan yang gegabah.
Tak kurang bahkan Menlu dan beberapa anggota kabinetnya pun merasa kecewa. Banyak diantara politisi senior yang menyarankan Abbot untuk berkunjung dan menemui presiden RI di Jakarta guna negosiasi ulang.
Cara ini dianggap lebih elegan daripada terus menerus menekan dan menyudutkan pihak Indonesia, karena harus disadari bahwa Indonesia telah banyak belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, dimana negara-negara Barat telah sering melukai perasaan Indonesia.
Chairman of Joint Chief Staff Martin Dempsey, menyarankan Australia untuk lebih dekat dan memperkuat hubungannya dengan Indonesia, mengingat jika stabilitas di kawasan Asean tidak termanage dengan baik, maka pintu untuk masuknya kekuatan lain di kawasan Asean akan sangat terbuka.
Ancaman yang sebenarnya mungkin masih sangat jauh, bisa dengan tiba-tiba datang dari Indonesia..!Bisa Kemungkinan terburuknya adalah masuknya kekuatan lain melalui pintu gerbang yang bernama Indonesia. Karena itulah Panglima US cenderung lebih berhati-hati dan terkesan gak mau ambil pusing.:!
Dia sangat tahu berapa harga perang yang harus ditanggung seandainya perang harus meletus tiba-tiba..!
Kini 52% warga Australia mengutuk pemimpinnya, dan menyebutnya sebagai pemimpin yang tidak becus..!
Lidah memang tidak bertulang, sopan santun itu kini telah tumbuh menjadi garang..!
angus1
Masih ingat dengan kasus pencari suaka dulu kan..?
Operasi militer yang dilancarkan Australia pada saat itu dinilai berhasil. Sehingga si Jenderal Angus mendapat promosi untuk menduduki jabatan Pangab..! Mereka pikir dengan track record Angus di Timtim dulu akan menyurutkan nyali Indonesia..! Padahal justru karena itulah, Pak Moeldoko malah lebih marah..!
Sikap inilah yang membuat warga Australia kecewa dan marah..! Seharusnya, ketika sebuah kasus masuk dalam tataran hak prerogatif, Abbot atau pun Dilma dituntut untuk lebih peka dan memahami bahwa masalah itu telah berada di level dia, bukan lagi tingkat Menlu..!
Dulu Pak SBY menolak memberikan uang tebusan untuk warga Indonesia yang terancam hukuman mati di Saudi Arabia.
Meski dikecam, beliau tak bergeming. Pak SBY sangat mengerti, esensi permasalahannya bukanlah uang, apalagi negara sekaya Arab Saudi.
Ini murni soal harga diri dan penghormatan sebuah bangsa, sehingga waktu itu Pak SBY secara gentlement dan rendah hati memohon raja Arab untuk mengampuni sang WNI..!
Hasilnya, Pak SBY bukan saja mendapatkan pengampunan untuk WNI tersebut, tapi beliau juga mendapatkan perjanjian investasi di bidang perindustrian, pertanian, pendidikan dan pertahanan.
Cara inilah yang telah dilewatkan oleh pemimpin Australia maupun Brazil..!
By:Patku Yayan Supriatna
Gambar By Patsus Cirox dan Googel

Sumber : klik disini

FALSE LOCK...

Assalamualaikum wr wb....
Copas dari web www.patriotgaruda.com
FALSE LOCK … FALSE LOCK …
Teriak pilot Alpha One panik setelah melepas rudal udara ke udara tetapi arahnya menyimpang sekitar 6 meter dibawah sasaran, padahal dilayar radar senjata posisi sasaran ditengah dan terkunci sempurna. Itu adalah kesuksesan pesawat intruder melakukan jamming dan merubah informasi elektronik pulse yang dipantulkan ke radar kita.
Menyadari gentingnya kondisi, dengan cepat HQ memerintahkan ROLL BACK … ROLL BACK … agar Alpha One dan Alpha Two segera berputar balik dan menjauhi sasaran, karena bukan tidak mungkin justru mereka jadi santapan empuk lawan.
Dilain sisi Bravo One sedang naik tajam dengan gila hampir 60 derajat agar mencapai max ceilling service secepatnya, pesawat setengah siluman ini menggenjot maksimal kemampuan dua mesin pendorong supernya dan mematikan tiba-tiba ketika berada diatas ketinggian yang sebetulnya jauh dari combat area.
Koneksi multi link berkedip kencang dilayar monitor cockpit menandai sang Bravo One sedang menghubungi serentak 4 satelit militer yang ada disekelilingnya.
Dan membroadcast satu arah komunikasi itu ke HQ. Terhenyak para pengambil keputusan melihat hasil broadcast karena menunjukkan intruder bukan hanya satu, ada Tiga pesawat tempur, Satu kapal destroyer dan Dua kapal selam medium siap mengancam perbatasan.

REQUEST YOUR COMMAND … suara Bravo One berulang hingga 3 kali, dan para pengambil keputusan belum juga mampu membuat perintah.
ON MY LEAD … Bravo One mengambil alih kendali lapangan dari HQ … gila hanya dalam 3 detik, komputernya mampu membuat analisa keputusan dengan memberi nomor prioritas urutan sasaran yang harus dihancurkan. Bravo One terbang dalam kondisi urgent tanpa dibekali sistem senjata, dia terbang karena menguji kemampuan sistem perang elektronik yang dimilikinya … dan dia kasat mata baik dilayar lawan ataupun dilayar kawan. Segera HQ melaksanakan skenario yang didapatkan dari Bravo One.

Intruder One yang tadi merasa gangguan atasnya mundur, melanjutkan misinya dengan terbang rendah menghindari radar.
Dia percaya diri bahwa kemampuan silumannya berhasil dan kemampuan jammingnya atas senjata lawan terbuktikan. Masuk jauh kedalam pertahanan kita.

HQ segera memerintahkan Charlie One di dampingi Delta One dan Delta Two melakukan intercept dari landasan yang berbeda,
Charlie diperintahkan mencegat di garis belakang dan Delta yang diperintahkan untuk menghalau dalam dog fight.
Gilanya ke 3 unit ini bisa dipayungi oleh Bravo One lewat gangguan sistem radar intruder.

Begitu jarak jelajah sistem senjata Delta tercapai, jamming dibuka dan intruder terhenyak karena tiba-tiba muncul 2 pesawat yang paling ditakuti muncul di sisi kiri dan depannya.
Tak mau ambil resiko intruder berputar balik arah kearah kanan dan menggenjot kecepatannya maksimal karena sadar kalah akan kemampuan mesin pendorongnya.
Semua jadi terlambat, ini bak burung camar dikejar dua elang besar.
Delta tidak perlu menggunakan missile udara karena si intruder dalam jangkauan senapan mesinnya.
Untung saja intruder ini adalah jenis pesawat generasi baru yang mampu bermanuver zig-zag cukup gila juga walau tak urung wing kanannya tercabik cannon Delta.
Kejar-kejaran seru berlangsung 7 menit lamanya sebelum intruder masuk parameter line yang diminta Bravo One. Begitu masuk parameter, tiba- tiba Delta One dan Two balik arah terbang rendah menyusuri garis batas perimeter ZEE dengan sangat kencang disertai sonic boom menggelegar.

citoxnew8
Intruder One yang sudah tercabik terbang secepat mungkin agar bisa keluar dari perimeter, dan merasa semuanya kini terkendali karena para defender sudah balik arah.
Asumsinya para defender takut terhadap kekuatan pendukung intruder yang ada. Belum sempat berpikir lebih lanjut, tiba-tiba alarm cockpitnya berteriak kencang karena menjejaki missile yang jaraknya tinggal 900 meter.
Refleknya segera menarik safety jump chute terlambat … BLARRRR … hancurlah intruder persis ketika hidungnya mau menyentuh perimeter ZEE tepat didepan unit pendukungnya.
Missile itu adalah hasil tembakan Charlie dari jarak 12 kilometer dengan panduan LOCK oleh Bravo One nan jauh diatas sana.

Serentak armada pendukung intruder bergerak masuk ke wilayah kita, tapi kembali lagi Bravo One unjuk perkasa …
Semua sasaran ter LOCK sempurna tanpa mereka tahu siapa yang menguncinya.
Dan hal itu dikonfirmasi oleh PING beberapa unit radar kita mengkonfirmasi siap meluncurkan skenario berikutnya. Kacau balau armada intruder tahu dirinya akan jadi sasaran empuk missile, diputuskan balik arah kembali ke perairan internasional secepatnya.

Dan Bravo One kembali membroadcast PING ke lawan kita dalam jumlah berlipat, sehingga mereka tidak tahu ada berapa sesungguhnya kekuatan dibalik ZEE kita itu.
Bravo One to HQ … Go head Bravo One … Mission Accomplish, request your permittion to landed … Thankyou Bravo One, you are permitted ...
Itu gambaran perang modern yang mungkin akan kita alami ke depan, ini cerita FIKSI ILMIAH … jadi bacanya harap santai dan nggak usah dikomentari … begitu


By Patsus Deddy Endarto
Gambar by Patsus Citox,Patsus Dede Sherman dan Googel

Sumber : klik disini

Cara Mendapatkan EViews 11 Demo Version

 Oleh: Jul Fahmi Salim Assalmkum wrwb.. Selamat Pagi, Siang, Malam teman-teman sekalian, jika dipostingan sebelumnya sydah ada cara mendapat...