Tampilkan postingan dengan label Nasionalisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasionalisme. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Januari 2018

Suku Alas

Suku Alas

Sosial Budaya Suku Alas

Suku Alas adalah salah satu suku yang mendiami Tanah Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Arti kata “alas” dalam bahasa Alas berarti “tikar”. Ini berkaitan dengan tempat daerah itu yang membentang datar seperti tikar di sela-sela Bukit Barisan. Daerah Tanah Alas dilalui banyak sungai, salah satu di antaranya adalah sungai Alas.

Desa orang Alas disebut kute yang biasanya dalam suatu kute didiami oleh satu atau beberapa klan, yang disebut merge. Anggota satu merge berasal dari satu nenek moyang yang sama. Mereka menarik garis keturunan patrilineal, artinya garis keturunan laki-laki. Mereka juga menganut adat eksogami merge, artinya jodoh harus dicari di merge lain.

Sejarah

Ukhang Alas atau biasa disebut juga khang Alas atau Kalak Alas telah lama bermukim di lembah Alas, hal ini dibuktikan jauh sebelum Pemerintah Kolonial Belanda masuk ke Indonesia. Keadaan penduduk lembah Alas telah tercatat dalam sebuah buku yang dikarang oleh seorang bangsa Belanda bernama Radermacher (1781:8), bila dilihat dari catatan sejarah masuknya Islam ke Tanah Alas, pada tahun 1325 (Effendy, 1960:26) maka jelas penduduk ini sudah ada walaupun masih bersifat nomaden dengan menganut kepercayaan animisme.

Nama Alas diperuntukan bagi seorang atau kelompok etnis, sedangkan daerah Alas disebut dengan kata Tanoh Alas. Menurut Kreemer (1922:64) kata “Alas” berasal dari nama seorang kepala etnis (cucu dari Raja Lambing) keturunan Raja Pandiangan di Tanah Batak. Beliau bermukim di desa paling tua di Tanoh Alas yaitu Desa Batu Mbulan.

Menurut Iwabuchi (1994:10) Raja yang pertama kali bermukim di Tanoh Alas adalah terdapat di Desa Batumbulan yang dikenal dengan nama RAJA LAMBING, keturunan dari Raja Pandiangan di Tanah Batak. Raja Lambing adalah moyang dari merga Sebayang di Tanah Karo dan Selian di Tanah Alas. Raja Lambing merupakan anak yang paling bungsu dari tiga bersaudara yaitu abangnya tertua adalah Raja Patuha di Dairi, dan nomor dua adalah Raja Enggang yang hijrah ke Kluet Aceh Selatan, keturunan dan pengikutnya adalah merga Pinem atau Pinim.

Mata pencaharian

Mata pencaharian suku Alas adalah pertanian dan peternakan. Pertanian dapat berupa menanam padi, karet, kopi,dan kemiri, serta mencari berbagai hasil hutan, seperti kayu, rotan, damar dan kemenyan. Sedangkan untuk peternakan mereka memelihara kuda, kambing, kerbau, dan sapi.

Agama

Suku Alas menganut ajaran agama Islam. Tetapi masih ada juga yang mempercayai praktik perdukunan misalnya dalam kegiatan pertanian.

Bahasa

Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Alas (Cekhok Alas) Bahasa ini merupakan rumpun bahasa dari Austronesia suku Kluet di kabupaten Aceh Selatan juga menggunakan Bahasa yang hampir sama dengan bahasa suku Alas.

Tolong Menolong Masyarakat Alas

Penelitian yang dilakukan oleh Muliadi Imami (2013) dalam desertasinya yang berjudul Perilaku altruisme di Aceh Tenggara, ia menemukan beberpa ciri khas budaya menolong masyarakat Alas, yaitu:

Bidang Sosial Ekonomi

Jika seorang dari suku Alas baru berumah tangga, secara adat akan dibantu orang tua dari pihak lelaki dan orang tua di pihak perempuan. Budaya bantuan untuk pengantin tersebut dikenal sebagai berikut:

Jawè, artinya pisah rumah. Pengantin yang dianggap telah cukup masa tinggal di rumah ibu bapanya (orang tua pengantin lelaki) harus membentuk rumahtangga yang baik dengan tinggal di rumah lain. Sebagai modal awal, ibu bapanya akan memberikan modal usaha dan beberapa peralatan yang diperlukan.
Pesula’i, bermaksud memberikan ‘hadiah’ sebagai cikal bakal dalam memulai kehidupan yang baru. Pesula’i adalah pemberian dari orang tua pengantin perempuan kepada anaknya dengan maksud membantunya dalam menempuh hidup baru. Barang-barang yang biasanya diberikan adalah perhiasan dari emas dan alat-alat rumah tangga yang diperlukan.
Bidang Pertanian

Pada bidang pertanian ada beberapa istilah tolong menolong yang dilakukan.

Budaya Peleng Akhi, Budaya ini mempunyai arti ‘bergiliran’. Maksudnya, bekerja sama dalam melakukan pekerjaan di bidang pertanian dengan cara bergiliran. Orang yang telah dibantu pekerjaannya oleh orang lain diwajibkan untuk menggantinya dengan bekerja di lahan pertanian orang tersebut di lain waktu.
Nempuhi, Artinya membantu orang lain dalam hal bertani tanpa mengharapkan ganjaran dari pekerjaan itu. Budaya ini biasanya dilakukan kepada orang yang dihormati seperti guru atau pemimpin kampung, serta orang yang mempunyai kelemahan secara fisik. Sebaliknya, bila yang dibantu itu guru atau pemimpin, mereka mempunyai kesadaran untuk menyediakan makanan dan minuman kepada para pekerja tersebut sebagai bentuk penghargaan dan terimakasih.

Acara Adat Istiadat

Upacara adat istiadat yang ada dalam masyarakat suku Alas adalah ‘Turun Mandi’, ‘Sunat Khitan’, ‘Perkawinan’, dan ‘Kematian’. Pada setiap kegiatan ini dikenal beberapa budaya tolong menolong yang dilakukan oleh masyarakat sesuai dengan posisinya dalam struktur kekerabatan. Ada tiga struktur kekerabatan dalam suku Alas yaitu Wali, Sukut/Senine, dan Pebekhunen/Malu. Adapun bentuk tolong-menolong yang dilakukan adalah: 
Pemamanen, yaitu panggilan yang diberikan kepada rombongan yang datang dari pihak Wali yaitu ayah dan saudara lelaki dari perempuan (Malu) yang mempunyai hajatan. Pada setiap acara adat Alas, pemamanen mempunyai peran penting karena mereka adalah tamu yang dimuliakan. Dalam setiap kegiatan mereka akan membawa bantuan kepada tuan rumah dan biasanya bantuan ini dalam bentuk materi atau sejumlah uang. Semakin tinggi nilai bantuan maka semakin tinggi pula prestige yang mereka dapatkan. Begitupula tuan rumah merasa lebih dihormati dan dimuliakan. Slogan yang menjadi failosofi budaya ini adalah Besar wali karena malu, besar malu karena wali.
Tempuh, artinya bantuan yang diberikan oleh saudara dekat atau diistilahkan dengan kelompok sukut artinya orang yang punya kerja (saudara kandung atau masih mempunyai pertalian darah dan marga). Bantuan ini terkadang ditentukan dalam musyawarah keluarga, namun terkadang juga tidak ditentukan, sehingga pemberian didasarkan oleh kesadaran masing-masing yang disesuaikan dengan kemampuannya, serta bergantung pula pada jauh dekatnya pertalian kekerabatan yang dimiliki.
Nempuhi Wali artinya membantu wali, bantuan ini diberikan oleh Malu yaitu anak perempuan atau saudara perempuan yang sudah kawin dan pebekhunen yaitu suaminya kepada pihak wali yang mempunyai hajatan/acara adat. Dalam setiap kegiatan bantuan yang mereka berikan adalah dalam bentuk tenaga, misalnya bertanggung jawab di dapur dalam menyiapkan hidangan dan membereskannya. Sebenarnya Nempuhi Wali ini merupakan kewajiban yang ditetapkan dalam budaya suku Alas tidak hanya pada kegiatan yang menyangkut adat-istiadat, tetapi juga pada kegiatan lainnya dalam kehidupan sehari-hari seperti membantu di sawah dan lain-lain.

Marga

Menurut buku Sanksi dan Denda Tindak Pidana Adat Alas, Dr Thalib Akbar MSC (2004) adapun marga–marga etnis Alas yaitu : Bangko, Deski, Keling, Kepale Dese, Keruas, Pagan, dan Selian kemudian hadir lagi marga Acih, Beruh, Gale, Kekaro, Mahe, Menalu, Mencawan, Munthe, Pase, Pelis, Pinim, Ramin, Ramud, Sambo, Sekedang, Sugihen, Sepayung, Sebayang dan marga Teriga

Seni Tari

Tari Mesekat.
Pelabat.
Landok Alun.
Tangis Dilo.
Canang Situ.
Canang Buluh.
Genggong.
Oloi-olio.
Keketuk layakh.

Kerajinan

Nemet (mengayam daun rumbia).
Mbayu amak (tikar pandan).
Bordir pakaian adat.
Pande besi (pisau bekhemu).

Makanan Tradisonal
Manuk labakh.
Ikan labakh.
Puket Megaukh.
Lepat bekhas.
Gelame.
Puket Megaluh.
Buah Khum-khum.
Ikan pacik kule.
Telukh Mandi.
Puket mekuah.
Tumpi.
Godekhr.
Puket sekuning.
Cimpe.
Getuk.

Sumber : http://indonesia.go.id/?p=8528

Kamis, 02 Juli 2015

Patriot Garuda : Catatan Seorang Chef Part 18

Assalamualaikum wr wb...

Lagiiii...

Share artikel dari www.patriotgaruda.com , mudah-mudahan bisa membangkitkan rasa Nasionalis kita..

EXPENDABLES

citoxnew78
Hehehe..! Ini betul-betul judul film..! Saya yakin anda semua telah mengetahuinya. Ya, benar..! Film ini dibintangi oleh banyak bintang veteran, dan bercerita tentang kisah petualangan mengasyikan mantan personel pasukan-pasukan elite. Maklum, sebagaimana kita ketahui, anggota pasukan elite di Amerika ataupun Eropa tidak sama dengan anggota pasukan elite kita. Disana, keanggotaan seseorang dalam pasukan elite, biasanya hanya dalam hitungan tahun, bukan puluhan tahun. Setelah masa kontrak habis, biasanya mereka akan menjalani masa pensiun muda yang menyenangkan. Deposito cukup, semua aspek kehidupan telah diasuransikan, tenaga masih kuat, kemampuan strategi yang mumpuni dan memiliki jaringan yang sangat luas, sehingga tidak heran jika mereka kemudian banyak yang menjadi konsultan di berbagai perusahaan, bahkan meski harus memilih profesi hanya sebagai sopir taksi, kehidupan dan jaminan sosial mereka sangat mencukupi.

Kembali ke film tersebut..! Saya penggemar akting Jason Statham. Tapi kali ini saya juga harus menyukai sosok Bearney Ross lakonan Sylvester Stallone..! Sebabnya tak lain karena sosok tersebut mengingatkan saya pada sosok ayahanda disaat beliau memimpin kami setiap kali melakukan perburuan di berbagai hutan dan gunung..!
Sangat komit dan kebapakan..! Beginilah sosok ayahanda dalam setiap perburuan. Bagi beliau, perburuan adalah sebuah pembelajaran dalam hidup. Perburuan bukanlah sebuah pembunuhan. Perburuan bukanlah sebuah perusakan. Perburuan adalah sebuah management, yang tak lain sebagai sebuah seni mengatur hidup dan kehidupan. Tujuan perburuan bukan untuk mencatatkan berapa banyak objek yang kita taklukan, berapa banyak binatang yang kita musnahkan dan berapa banyak peluru yang telah kita habiskan.
Bagi ayahanda, perburuan adalah interaksi kita dengan alam beserta isinya. Adapun senjata dan pelurunya, adalah media untuk bertahan hidup alias survive, karena tujuan berburu yang paripurna adalah berangkat dari rumah, maka harus bisa kembali lagi ke rumah..! Simple mathematic..!
Untuk mencapai tujuan itu, ayahanda mengajarkan kami untuk senantiasa berhati-hati menjaga kelestarian alam sekitar, menjaga tata krama dengan lingkungan, dan tidak sewenang-wenang terhadap segala yang ditemukan. Meski banyak binatang yang kita jumpai, tapi nyatanya kami lebih banyak membidiknya dengan kamera, bukan dengan senjata. Senjata berfungsi hanya disaat kami kehabisan bekal makanan, atau disaat ada penduduk meminta bantuan untuk menggiring binatang liar agar kembali ke hutan dan tidak merusak ladang. Alhasil, dari aksi sosial ini pun, kami malah bisa kelebihan bekal makanan..! Hehehe..!
Tidak heran, jika suatu ketika kami melakukan pendakian ke puncak gunung Kerinci, Jambi, kami tidak menemukan kendala berarti. Ayahanda telah membimbing kami untuk senantiasa menyatu dengan alam. Ayahanda mengajarkan ketulusan bersopan santun, tanpa ada sandiwara. Kita berkomunikasi dan berinteraksi, bukan hanya dengan penduduk kampung, hutan dan gunung, namun juga dengan binatang yang kerap kita temui. Kami diajarkan untuk bersatu..!
Ketika kami bilang bahwa kita bisa kaya jika bisa menembak banyak binatang di atas gunung itu. Beliau malah tertawa, dan bilang justru kita akan mati jika banyak membunuh binatang di atas gunung itu. Selain karena alam tidak akan lagi bersahabat, kita juga dipastikan tidak akan mampu mengangkat hasil perburuan kita sendiri..!
Ternyata inilah yang ingin beliau ajarkan pada kami. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, kami disarankan untuk tetap menjaga keharmonisan yang telah ada sebelumnya. Hidup dan perburuan adalah hampir serupa, dan bersifat sementara. Keserakahan hanya akan mencelakakan diri sendiri. Ambil secukupnya, selebihnya biarkan tetap tumbuh subur untuk kehidupan bersama. Niscaya alam akan melindungi, dan manusia akan menghormati..!

yayan47
KRI Teluk Bintuni
Selamat atas penyerahan kapal KRI Teluk Bintuni kepada TNI AL. Penyerahan ini menandakan bahwa kapal jenis LST terbesar yang pernah dibangun oleh Indonesia telah betul-betul siap dan lengkap dengan berbagai senjata penunjangnya.
Tahun lalu kapal ini juga pernah diserahkan, namun pada waktu itu masih kosongan alias ompong, alias meskipun berstatus sebagai kapal KRI, tapi spesifikasinya masih sama dengan kapal sipil.
Namun kini, semuanya sudah lain..! Terbukti yang memberitakan acara ini juga bukan hanya media nasional, namun juga media internasional. Dengan tuntasnya kapal ini, di mata para pengamat militer, telah menambah poin tersendiri bagi kekuatan TNI.

Daya gedor TNI akan semakin beringas dan gahar, karena pergerakan personel akan paralel dengan pergerakan alutsista berat lainnya..! Semoga kelak kapal sejenis yang lebih besar akan segera kembali terwujud..! Sebagai catatan bersama, galangan kapal Indonesia pernah membangun kapal hingga sebesar 50,000 DWT, atau hampir 10 kali lipat dari berat kapal KRI Bintuni ini. Tak ada kata mustahil, selagi masih ada kemauan dan kemampuan..! Selamat berkarya dan berjaya..!

citoxnew79


BLESSING IN DISGUISE

Saya pernah menjadi seorang bartender di sebuah night club dan discotique..!

Pelajaran berharga yang saya peroleh dari dunia gemerlap ini adalah tentang kebahagiaan..! Banyak yang keliru dalam memaknai dan mencari kebahagiaan. Mereka berpikir bahwa kebahagiaan senantiasa bersemayam dalam kegemerlapan dan kemeriahan..! Nun di dalam gudang minuman saya yang sepi, isak tangis seorang wanita terdengar amat nyaring. Seorang purel yang sehari-hari senantiasa tertawa, berdandan dengan extra kosmetika, kini sedang menangis di hadapan saya. Ketika ditanya kenapa dia bersedih..? Jawaban yang didapat sungguh jauh berbeda..!

“Saya tidak bersedih, justru menangis karena bahagia..! Di tempat tenang seperti inilah saya merasa menemukan kebahagiaan, dan melihat Tuhan itu ada dan sangat nyata..!”




Sejak saat itu, saya baru tahu jika gudang itu bukan sekedar tempat untuknya berkosmetika, tetapi juga sebagai mushola..!

Merasa bahwa Tuhan itu amat dekat diantara kami, akhirnya kami berdua sepakat meninggalkan dunia hitam itu. Kini perempuan yang konon berpikir bahwa kebahagiaan adalah sebuah kemeriahan dan keceriaan itu, kini telah menjadi ibu yang bahagia di kota Malang. Bersuamikan seorang pilot, menjalani bisnis kecil-kecilan, sambil menemani anak-anaknya mengenyam pendidikan. Masih di tempat yang tenang, kebahagiaan itu konon selalu dia dapatkan. Saat menoleh ke dalam sebuah lemari kaca, saya terkejut saat melihat sebuah botol minuman Jack Daniel. Seperti mengerti dengan apa yang terbersit dalam pikiranku, dia pun berujar..!

“Ya, itu botol yang kamu beri, masih tersegel dan tidak pernah aku minum. Aku menjaganya sebagaimana aku menjaga nasihatmu. Aku tidak punya siapa-siapa yang mampu membuatku berani, selain botol itu dan kamu..! Walaupun usiamu di bawahku, tapi aku merasa bahwa kamu adalah kakakku, bahkan terkadang aku merasa jika kamu adalah ayahku..!”




Lagi-lagi tangisnya tak terbendung, namun kali ini beruntung, disampingnya selalu ada suami yang setia dan selalu bersedia memberikan ketegaran dan keteguhan. Alhamdillah, terima kasih Tuhan..!

Kini, saya menjalani profesi sebagai seorang tukang masak..!

Banyak yang bertanya, kenapa perut saya tidak buncit. Sayang banyak yang tidak percaya dan tidak mengerti jika ” Makan itu tidak untuk kenyang, melainkan untuk tidak lapar.”




Suatu ketika ada yang bertanya mengapa saya terlihat awet muda dan selalu tersenyum..! Saya menjawab dengan gaya saya, ” Sebenarnya bukan saya yang awet muda, tapi mungkin kamu terlalu cepat merasa tua. Jika ada yang bilang saya selalu tersenyum, itu juga tidak selamanya benar, karena mungkin yang sedang dia lihat bukanlah senyum saya, tapi bisa jadi sekedar gigi ini yang gak tahan pengen nongol keluar..!”

Hahaha..! Sekarang orang yang bertanya seperti itu, telah berubah total. Saat bertemu, dia sudah terlihat langsing dan tidak lagi terlihat lusuh dan kusut..! Terima kasih, sungguh dialah sejatinya pribadi yang sukses..! Saya telah memetik pengalaman ini sebagai sebuah pelajaran..! Salaam..

yayan49
UNDANGAN Peringatan ke-70, hari kemenangan China
China telah mengundang Indonesia sejak dua bulan lalu untuk mengirimkan pasukan militernya dalam acara parade militer dalam rangka peringatan ke-70, hari kemenangan China atas penjajahan Jepang. Setelah Indonesia tidak memberikan respon, kini negeri Tirai Bambu itu menyampaikan undangannya pada hampir seluruh negara ASEAN..!

Perlukah kita dan ASEAN mengirimkan delegasinya..?
Andaikan kita beserta negara ASEAN hadir dalam acara parade militer tersebut, bukankah itu sebuah symbol penguasaan militer China ke atas Indonesia dan ASEAN..?
Dan, bukankah itu cara yang ditempuh Majapahit dalam usahanya untuk menguasai Nusantara..?
Jika benar demikian, kali ini siapakah sesungguhnya pihak yang sedang belajar dan mengajarkan sejarah dan pengalamannya..? Hehehe…!

By Patku Yayan Indocuisine
Gambar by Google,  dan Patsus Citox

Sumber : klik disini

Kamis, 28 Mei 2015

AIR MATAKU LURUH DI SCHIPHOL..!

Assalamualaikum wr wb...
Copas dari web www.patriotgaruda.com...
Agustus 1992, langit Amsterdam cerah ketika kami menjamu para undangan menikmati hidangan kuliner Indonesia, hasil racikan keluarga kami.Tetamu yang datang pun bukan sekedar dari Amsterdam, Roterdam atau kota-kota lain di Holland, malahan konon ada yang datang dari Belgium, Luxemburg, French, Germany, Austria, Italy, Spain, dan lain-lain.
Hehehe..! Kedengarannya sangat wah, dan datang dari tempat yang jauh-jauh. Namun tidak demikian sebenarnya. Nama-nama negara Eropa tersebut, ternyata saling berdekatan dan memiliki konektivitas transportasi yang sangat baik, sehingga hampir tidak ada masalah sama sekali tentang suatu jarak..! Bayangkan dengan Indonesia di saat itu..! Kita hanya punya beberapa maskapai penerbangan dengan kepemilikan pesawat dalam jumlah yang sangat kecil. Di laut, kita hanya punya beberapa unit angkutan kapal milik PT Pelni. Jalan tol juga baru ada di Jakarta dan beberapa kota di pulau Jawa, selebihnya kita sering menikmati segala kekurangan..!
Itulah tema pertemuan kami di Amsterdam pada hari itu. Meski sejatinya pertemuan ini diselenggarakan sebagai pengenalan keluarga kepada rekan-rekan, kerabat dan sahabat yang kebetulan berdomisili di Eropa, namun nyatanya kami secara spontan memilih pertemuan ini sebagai media tukar pikiran dan memupuk kembali rasa nasionalisme yang ada. Ayahanda menjelma menjadi keynote speaker yang handal dalam moment itu. Bagaimana tidak, meskipun kepindahan keluarga kami ke Belanda karena terpaksa dan bukan karena faktor cinta serta cita-cita, namun nyatanya beliau selalu mendengungkan semangat keindonesiaan yang berkobar..!
Ya, sangat berkobar…! Di matanya, aku melihat jilatan api, seperti api yang pernah menjilat, membakar dan memusnahkan rumah keluarga kami di Indonesia.
Semangatnya begitu menderu, laksana rentetan peluru yang menerjang pintu dan dinding-dinding rumah itu. Tangannya kembali terlihat mengepal, sama persis dengan ketika kami mengetahui bahwa ayahanda dan bunda, tidak akan pernah lagi bisa bekerja di Indonesia, tapi keduanya tidak pernah menitikkan air mata. Namun disini, di sudut mata ini, kelima putranya terhanyut dalam bah kepedihan, ditenggelamkan samudera lara yang dalam tiada tara, dan tergantung tanpa temali di atas bara api..! Luka dan duka itu, menjelma menjadi dendam dalam hati ini. Adakah aku pantas memikul balas yang kubawa, akankah dendam ini mampu menyelesaikan segalanya, pada siapa amarah ini kan kutumpahkannya, masihkah keadilan itu setia di singgasananya, atau punah, lunglai, layu dan tak berdaya..?
Berjuta pertanyaannya tiba-tiba memborbardir pikiranku, yang anehnya, di saat yang sama, setiap ucapan ayahanda seolah berusaha menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan yang mengalun di hati. Meski dalam duka, ayahanda selalu menekankan arti penting semangat, kemampuan dan ketangguhan. Ayahanda tidak ingin membiarkan kami terpuruk sebagai pecundang, karena kami dan kita sama-sama terlahir dari rahim ibu pertiwi yang mewarisi terah bangsa pemenang. Jangan pernah menyerah, kita bukan bangsa sampah yang cuma doyan menyepah..! Kita bangsa pejuang yang mampu bangkit menjadi pemenang yang abadi, jaya, gemah dan ripah..! Aku terkejut, ketika seseorang menepuk bahuku. Seorang relasi ayahanda yang juga senior beliau, seakan bisa membaca isi kepalaku. Dengan lembut dia menyapu air mataku. “Ini bukan akhir dari segalanya, ini adalah langkah awal, ini yang disebut sebuah permulaan. Inilah peluang, dan inilah kesempatan untuk kalian menjadi seorang pemenang..!”
Kata-kata penyemangat itu nyata telah mampu menarikku dari keterpurukan, dan mengembalikan aku akan kecintaan terhadap bangsa dan negeriku, Indonesia..! Sejak saat itu pula, aku beserta abangku, bertekad untuk pulang dan melanjutkan perjuangan keluarga yang tertunda. Kami yakin, kelak kami akan mampu mengecap dan menikmati sebuah kemenangan dan mempersembahkan bingkisan keadilan..! November 1992, ku kemas segala kenangan di dalam hati, membiarkannya menari dan menyanyi penuh ekspresi. Aku tak ingin bersedih dan kecewa lagi. Aku mencatat segalanya dalam helaian jiwa, terangkum rapi dalam kisi-kisi hati, menjadikannya sebagai sebuah album, yang tidak sekedar sebuah kenangan, tapi juga kemenangan. Kelak aku akan memutar segalanya kembali, sebagai sebuah ensiklopedi..!
Tepat di hari terakhirku, Schiphol menjadi saksi bisu pertemuan kami. Sang relasi ayahanda nan bijak itu, dengan penuh kelembutan dan keramahan, kembali menyulut semangatku dan mengingatkan segala kebesaran negeri yang kita miliki. Kita adalah kunci kemajuan dan kemakmuran bangsa, jangan pernah bercerai-berai dan saling benci. Kita harus mampu menjadi manusia Indonesia yang bersemangat, berkemampuan dan tangguh. Kita boleh berkompetisi, namun harus mengedepankan sikap kooperasi
dedenew37


Lihat bandara ini, kelak kita harus mampu memindahkannya.
Lihat pabrik pesawat Fokker itu, nanti kita harus bisa mengalahkannya.
Kita berkemampuan, dan kita berpeluang menjadi bangsa pemenang. Pada yang muda, ku titipkan asa dan cinta ini untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik, sejahtera dan penuh pesona.
Jangan pernah kendurkan doa dan semangatmu, niscaya Tuhan kabulkan cita-citamu..! Berkaryalah..!
#thanks_eyangprofsubroto.com
by Patku Yayan Indocuisine
Gambar by Google dan Patsus Dede Sherman

Sumber : klik disini

Senin, 25 Mei 2015

ELEGI BUAT ASEAN: Without Indonesia, Asean is Nothing..!

Dahulu, sewaktu masih duduk di bangku sekolah dasar, saya sudah memiliki pertanyaan special yang sering dilayangkan pada kedua orang tua saya.
Waktu ibunda bekerja untuk Pertamina, pertanyaan yang hingga kini masih kami ingat bersama adalah tentang minyak Indonesia dan Brunei..!
Waktu itu saya membandingkan istana Nurul Iman di Brunei yang jauh lebih mewah dengan Istana Negara di Jakarta, padahal semua tahu bahwa produksi minyak Indonesia saat itu jauh lebih besar jika dibandingkan dengan produksi minyak Brunei..!
Begitupun ketika kami tinggal di Sungai Liat, Bangka. Saya membandingkan timah Indonesia dengan timah Malaysia. Lagi-lagi waktu itu saya menyampaikan kekecewaan saya, karena ternyata selain mencatatkan diri sebagai negara produsen timah terbesar di dunia, Malaysia juga sudah dikenal luas sebagai produsen karet nomer satu di dunia. Lantas dimana posisi bangsa Indonesia..?
Ibunda terdiam, namun beruntung ayahanda kemudian menyambung pembicaraan. Konon saat itu Indonesia juga telah tercatat sebagai produsen kina terbesar di dunia. Kina adalah bahan penting yang diperlukan untuk pembuatan obat bagi penderita malaria dan demam berdarah..! Selain itu, Indonesia juga adalah ibukota Asean, karena kantor Sekjen Asean berada di Jakarta, Indonesia..!
Sejak saat itu saya mulai tertarik mengenal lebih jauh tentang Asean, apalagi Indonesia merupakan ibukota Asean itu sendiri. Bayangan saya jadi melambung, membayangkan kemegahan New York, tempat dimana kantor Sekjen PBB/UN berada..!
Dalam benak saya terpikir, bahwa alasan pemilihan Jakarta sebagai ibukota Asean adalah karena kemegahannya..! Hahaha..!
Sesuatu yang sangat konyol dan kemudian sangat mengecewakan, karena ketika ayahanda mengajak saya ke Singapore, suasana Singapore udah jauh lebih baik daripada Jakarta. Masuk ke Malaysia, suasananya terasa sedang berada di Bogor, dimana pucuk pepohonan senantiasa berada di atas kepala, rindang dan teduh meskipun panas matahari amat menyengat.
Pun demikian ketika ke Bangkok, tempat dimana Asean didirikan..!
Kota Bangkok saat itu, meski tidak semegah sekarang, tapi tetap aja rasanya lebih dinamis daripada Jakarta. Dan suatu ketika, saat kami harus pindah ke Manila, Philippine, saya tersentak kaget, ternyata di Asia Tenggara ada kota megah yang terang benderang, modern, luas, bersih, tertib dan aman. Waktu itu saya berpikir, rasanya adalah sebuah kesalahan jika Asean harus memilih Jakarta sebagai ibukota. Jakarta kalah jauh dengan Manila, dan mungkin hanya Tokyo yang bisa mengalahkannya..! Entah kenapa, tiba-tiba hati saya merasa sangat sedih dan ingin menangis..!
Pada suatu hari saya kembali mengadu pada kedua orang tua saya. Mengapa Indonesia tidak bisa membangun kota semegah Manila..?
Ayahanda yang kembali berkenan menjawab..!
Kelak kalau kamu udah besar, Jakarta akan jauh lebih megah dari kota manapun di Asia Tenggara..! Karena di Indonesia, semua yang dihasilkan negara-negara Asean, masih tersimpan rapi dalam perut bumi.
Industri minyak kita belum maksimal, pertambangan kita juga masih baru, apalagi laut kita belum terjamah oleh teknologi dan industri..!
Hal ini berbeda dengan Brunei, Malaysia, Thailand dan Philippine, yang meskipun usia kemerdekaannya lebih muda, tapi mereka mewarisi industri yang telah lama dibangun oleh para penjajahnya, seperti Inggris, French ataupun Spain dan Amerika.
Dilihat dari kekayaan realnya, kita kalah, tapi kalau dilihat kekayaan potensialnya, kita masih nomer satu.
Kelak semua itu akan menjadi milik generasi kamu..! Sekarang saatnya belajar, supaya kelak bisa menjadi bangsa pemenang..!
Alangkah bangganya rasa di dada, meskipun belum menjadi rakyat sebuah bangsa yang berjaya, tapi hati saya sangat meyakini, bahwa kelak kitalah yang keluar sebagai pemenangnya..!
Bertahun lamanya, saya menggendong harapan, cita-cita dan kecintaan saya terhadap Indonesia, bersama keluarga yang terus melanglang buana ke lima benua..!
Dan kini, dalam forum Asean Business Club 2015, saya amat terhenyak saat menyaksikan bangsa Indonesia tidak mengirimkan seorangpun wakilnya. Padahal sebelumnya, kami begitu antusias untuk membahas progres dan hambatan-hambatan vital menuju terbentuknya Masyarakat Ekonomi Asean/Asean Economic Community(AEC) 2015.
Terasa ada yang hilang, pertemuan itupun menjadi sangat hambar.
Tak ada lagi cita-cita besar, tak ada lagi ambisi dan mimpi-mimpi sukses..! Kami mulai merasakan pesimisme yang begitu tebal, andai Indonesia benar-benar mundur dari percaturan MEA/AEC. Senyum-senyum hambar yang ada, seperti sedang mentertawakan ketidakmampuan diri sendiri.
Di tengah kesedihan, tiba-tiba ada rasa bangga yang menyeruak..!
Ternyata kini benar yang dikatakan ayahanda dahulu, bahwa kelak Indonesia akan menjadi negara paling utama di Asean.
Buktinya, pertemuan penting untuk membahas MEA/AEC itu, seperti lesu darah dengan ketidakhadiran delegasi Indonesia..!
Pernyataan Nazir Razak yang sebelum ini mengatakan bahwa ‘Asean without Indonesia is Nothing’ telah menemui kebenarannya..!
Bagaimana jadinya jika Indonesia juga benar-benar keluar dari Asean dan lebih fokus membangun blok baru Negara-negara Melanesia..? Hahaha..! Haruskah tangis ini mengiringi perpisahan atas kebersamaan yang telah terjalin lama..? Semoga tidak..!
dedenew85
PESAN BUNDA
Pesan ini ibunda sampaikan barusan melalui messengernya. Jika kurang berkenan, mohon abaikan..! Beliau hanya menjalankan perannya sebagai orang tua. Anyhow, thank a lot Mom, you are my great master..!
“Kalau kamu cuma baca koran, maka tidak mustahil jika kelak kamu akan menjelma menjadi umat yang radikal..!
Tapi jika kamu membaca Al Quran, maka kamu akan menjadi umat yang tenang..!
Islam itu tegas, bukan keras..! Tuhan adalah Maha Mengetahui dan Maha Melihat, jadi tidak perlu menjadi umat yang penjilat dan penghujat.
Islam itu agama pelindung, bukan tukang pancung..!
Radikalisme bukan sebuah simbol keteguhan dan ketebalan iman seseorang. Jadilah muslim yang tegas dan disegani, bukan muslim yang beringas, dibenci dan ditakuti..!
Mati syahid, bukan satu-satunya kunci masuk syurga. Dan berperang juga bukan satu-satunya jalan untuk mati syahid.
Sebagai umat yang baik, tetaplah tenang dan menjaga ketentraman. Jalankan syariat agama, dan patuhi aturan negara sebagaimana mestinya. Jadikan dan pastikan Islam senantiasa menjadi agama khalifah dunia, Insya Allah kelak kita akan bersama di alam syurga..!
Andai kamu mati dalam perang hari ini, siapa yang akan menjaminmu syahid dan masuk surga, jika matimu ternyata membawa dengki, kebencian dan dendam..?
Jangan sia-siakan hidup kita yang telah dimulakan dengan pekikan adzan dan dijalankan dalam bingkai syahadat, ternyata kemudian hanya mendapati sebuah potret kosong.
Allahu Akbar, memuja Tuhan Yang Maha Besar. Bermakna agama kita juga besar, maka jadilah kita sebagai umat yang berjiwa besar, jangan pernah menjadi insan kerdil yang pandir..!
Allahu Akbar, adalah kata dan kalimat yang universal, artinya semua makhluk Tuhan di seluruh alam semesta mengetahuinya dan mampu mengucapkannya.
Jadi jangan sesekali menjadi insan dan umat yang besar kepala..! Karena nun di alam sana, jangankan malaikat, setan dan jin pun mampu dan bahkan lebih mampu mengucapkannya.
Jangan besar kepala, tetaplah menjadi umat yang berbudi dan sederhana. Syurga adalah piala dari sebuah prestasi keimanan, bukan harta karun yang harus diperebutkan dengan jalan peperangan..!
Semua orang bisa menjadi jenderal, tapi tidak semua orang mampu menjadi jenderal besar..!”
Thanks Mom..
yayan26
JET TEMPUR TNI KEJAR PESPUR AUSIE HINGGA KE PNG
Tidak dijelaskan dari jenis pespur mana yang barusan dikejar dan melakukan pengejaran. Namun pihak intelligent PNG berhasil mengambil kedua identitas pesawat-pesawat tersebut. Menurut laporan pihak PNG juga, konon sejak TNI menempatkan skuadron jet tempurnya di Papua, kini langit PNG seringkali dimasuki oleh pespur-pespur TNI AU itu. Sebuah pemandangan baru di atas angkasa Papua New Guinea..! Hehehe
Pihak intel PNG udah tahu betul tentang isi skuadron tempur di Papua
Dan ternyata pihak PNG telah memberikan izin terbang pada pespur TNI di atas wilayah PNG yang berbatasan dengan Papua.
Konon PNG juga boleh minta bantuan pespur TNI, sekiranya sewaktu-waktu diperlukan.
Artinya, pemantau radar PNG bisa langsung minta tolong pespur TNI untuk mencegat pesawat yang dicurigai.
By Patku Yayan@indocuisine
Gambar by Google dan Patsus Dede Sherman
Sumber : Klik Disini

DETERRENCE EFFECT

DETERRENCE EFFECT
yayan27
Deterrence effect atau efek gentar, adalah istilah yang sudah sangat akrab dalam dunia militer. Setiap negara berusaha untuk memiliki aset-aset militer yang mampu memberikan efek gentar.
Maksud dan tujuannya adalah tiada lain, agar tak satu pun negara lain mau berpikir untuk menyerang negara tersebut, sehingga peperanganpun bisa dengan mudah terhindarkan.
Selain itu, efek gentar juga biasanya dimanfaatkan oleh banyak negara untuk memperkuat setiap usaha-usaha diplomasi yang sedang dan akan dilakukannya.
Meski harga aset yang harus mereka beli itu bukanlah sesuatu yang murah, namun nyatanya tetap saja masih jauh di bawah jumlah anggaran yang harus dikeluarkan sekiranya suatu negara harus berperang..!

Namun benarkah harga untuk mendapatkan sebuah deterrence effect itu teramat mahal..?
Ternyata tidak..! Setidaknya jika saya melihat kasak-kusuk yang terjadi dalam sebuah meeting yang berlangsung di hotel saya hari ini.

Meeting itu sejatinya bertujuan untuk merumuskan item senjata yang akan diakuisisi oleh pihak militer Malaysia. Ada begitu banyak luxurious military asset yang mereka impikan, salah satu yang paling sering disinggung adalah sosok pesawat tempur jenis EF Typhoon..!
Namun entah apa sebabnya, tiba-tiba suasana meeting berubah menjadi buyar. Ada sebuah dilematika yang sepertinya telah menghantui mereka.

Usut punya usut, ternyata faktor penyebab buyarnya konsentrasi meeting tersebut, berawal dari adanya sebuah pemaparan dari seorang ahli setrategi lokal yang mengekspose tentang pemberitaan peluncuran drone terbaru buatan Indonesia..!
Rasanya sangat lucu, ketika anda sedang membicarakan kehebatan sebuah Euro Fighter Typhoon, namun tiba-tiba harus mengubah mimik panik hanya karena kemunculan sebuah drone, yang secara spesifikasi teknologi, jelas sangat jauh berbeda dengan EF Typhoon itu sendiri.
Namun ini nyata, mereka sangat panik dan memandang serius terhadap berbagai kemungkinan ancaman yang bisa dibuatnya.
Artinya ada sesuatu yang hebat, dan amat berpotensi untuk mampu melumpuhkan sebuah setrategi yang sudah matang dirancang sebelumnya. Saya pikir, inilah bentuk nyata dari sebuah efek deteren tersebut, mampu membuat sebuah setrategi yang matang, menemukan titik lawannya. Ironisnya, efek deterence itu sendiri lahir dari sebuah aset militer yang justru sangat jauh lebih murah daripada harga sebuah pesawat tempur EF Typhoon..!

Ternyata peluncuran drones buatan Indonesia telah membuat gentar para jiran. Sebabnya terletak pada kemampuan drone itu sendiri.
Meski hampir semua negara saat ini sudah sangat akrab dengan drones, namun untuk drones buatan Indonesia yang satu ini sangat special. Saya yakin bahwa drone ini merupakan drone tercanggih di dunia yang pernah ada..!

OS-Wifanusa, drones buatan para ahli di Indonesian Maritime Institute, adalah drones dengan kemampuan amphibi. Artinya, drones ini mampu melakukan lepas landas di wilayah perairan seperti sungai, danau, laut ataupun darat. Hebatnya lagi, untuk melakukan lepas landas tersebut, OS-Wifanusa hanya membutuhkan landasan sepanjang antara 30-40 meter..! \
Dan yang paling menakutkan, kemampuan loading capacity hingga mencapai 65 Kilogram..! Dengan kemampuan ini, drones bukan hanya sekedar bisa dicantolin kamera, namun lebih dari itu, drones juga bisa menggendong bom..!

Bayangkan jika kemudian drones ini dimiliki oleh negara yang menguasai teknologi nuklir, maka kelak tidak mustahil jika OS-Wifanusa akan menjadi sosok malaikat bayangan yang selalu siap untuk meluluhlantakan suatu wilayah negara. Mengutip pernyataan Albert Einstein tentang kehebatan atom, yang konon setiap 1 gram atom akan mampu menghancurkan dan mengangkat benda seberat 1 juta ton, ke atas setinggi hingga 12 kilometer..! Bagaimana jadinya jika sebuah OS-Wifanusa menjatuhkan bom itu seberat 65 kg alias 65,000 gr..?
Hehehe..! Selamat berkalkulasi…!

dedenew86
By Patku Yayan@Indocuisine
Gambar by Google dan Patsus Dede Sherman
Sumber : klik disini

Cara Mendapatkan EViews 11 Demo Version

 Oleh: Jul Fahmi Salim Assalmkum wrwb.. Selamat Pagi, Siang, Malam teman-teman sekalian, jika dipostingan sebelumnya sydah ada cara mendapat...