Tampilkan postingan dengan label PatGa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PatGa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juli 2015

Patriot Garuda : Catatan Seorang Chef Part 18

Assalamualaikum wr wb...

Lagiiii...

Share artikel dari www.patriotgaruda.com , mudah-mudahan bisa membangkitkan rasa Nasionalis kita..

EXPENDABLES

citoxnew78
Hehehe..! Ini betul-betul judul film..! Saya yakin anda semua telah mengetahuinya. Ya, benar..! Film ini dibintangi oleh banyak bintang veteran, dan bercerita tentang kisah petualangan mengasyikan mantan personel pasukan-pasukan elite. Maklum, sebagaimana kita ketahui, anggota pasukan elite di Amerika ataupun Eropa tidak sama dengan anggota pasukan elite kita. Disana, keanggotaan seseorang dalam pasukan elite, biasanya hanya dalam hitungan tahun, bukan puluhan tahun. Setelah masa kontrak habis, biasanya mereka akan menjalani masa pensiun muda yang menyenangkan. Deposito cukup, semua aspek kehidupan telah diasuransikan, tenaga masih kuat, kemampuan strategi yang mumpuni dan memiliki jaringan yang sangat luas, sehingga tidak heran jika mereka kemudian banyak yang menjadi konsultan di berbagai perusahaan, bahkan meski harus memilih profesi hanya sebagai sopir taksi, kehidupan dan jaminan sosial mereka sangat mencukupi.

Kembali ke film tersebut..! Saya penggemar akting Jason Statham. Tapi kali ini saya juga harus menyukai sosok Bearney Ross lakonan Sylvester Stallone..! Sebabnya tak lain karena sosok tersebut mengingatkan saya pada sosok ayahanda disaat beliau memimpin kami setiap kali melakukan perburuan di berbagai hutan dan gunung..!
Sangat komit dan kebapakan..! Beginilah sosok ayahanda dalam setiap perburuan. Bagi beliau, perburuan adalah sebuah pembelajaran dalam hidup. Perburuan bukanlah sebuah pembunuhan. Perburuan bukanlah sebuah perusakan. Perburuan adalah sebuah management, yang tak lain sebagai sebuah seni mengatur hidup dan kehidupan. Tujuan perburuan bukan untuk mencatatkan berapa banyak objek yang kita taklukan, berapa banyak binatang yang kita musnahkan dan berapa banyak peluru yang telah kita habiskan.
Bagi ayahanda, perburuan adalah interaksi kita dengan alam beserta isinya. Adapun senjata dan pelurunya, adalah media untuk bertahan hidup alias survive, karena tujuan berburu yang paripurna adalah berangkat dari rumah, maka harus bisa kembali lagi ke rumah..! Simple mathematic..!
Untuk mencapai tujuan itu, ayahanda mengajarkan kami untuk senantiasa berhati-hati menjaga kelestarian alam sekitar, menjaga tata krama dengan lingkungan, dan tidak sewenang-wenang terhadap segala yang ditemukan. Meski banyak binatang yang kita jumpai, tapi nyatanya kami lebih banyak membidiknya dengan kamera, bukan dengan senjata. Senjata berfungsi hanya disaat kami kehabisan bekal makanan, atau disaat ada penduduk meminta bantuan untuk menggiring binatang liar agar kembali ke hutan dan tidak merusak ladang. Alhasil, dari aksi sosial ini pun, kami malah bisa kelebihan bekal makanan..! Hehehe..!
Tidak heran, jika suatu ketika kami melakukan pendakian ke puncak gunung Kerinci, Jambi, kami tidak menemukan kendala berarti. Ayahanda telah membimbing kami untuk senantiasa menyatu dengan alam. Ayahanda mengajarkan ketulusan bersopan santun, tanpa ada sandiwara. Kita berkomunikasi dan berinteraksi, bukan hanya dengan penduduk kampung, hutan dan gunung, namun juga dengan binatang yang kerap kita temui. Kami diajarkan untuk bersatu..!
Ketika kami bilang bahwa kita bisa kaya jika bisa menembak banyak binatang di atas gunung itu. Beliau malah tertawa, dan bilang justru kita akan mati jika banyak membunuh binatang di atas gunung itu. Selain karena alam tidak akan lagi bersahabat, kita juga dipastikan tidak akan mampu mengangkat hasil perburuan kita sendiri..!
Ternyata inilah yang ingin beliau ajarkan pada kami. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, kami disarankan untuk tetap menjaga keharmonisan yang telah ada sebelumnya. Hidup dan perburuan adalah hampir serupa, dan bersifat sementara. Keserakahan hanya akan mencelakakan diri sendiri. Ambil secukupnya, selebihnya biarkan tetap tumbuh subur untuk kehidupan bersama. Niscaya alam akan melindungi, dan manusia akan menghormati..!

yayan47
KRI Teluk Bintuni
Selamat atas penyerahan kapal KRI Teluk Bintuni kepada TNI AL. Penyerahan ini menandakan bahwa kapal jenis LST terbesar yang pernah dibangun oleh Indonesia telah betul-betul siap dan lengkap dengan berbagai senjata penunjangnya.
Tahun lalu kapal ini juga pernah diserahkan, namun pada waktu itu masih kosongan alias ompong, alias meskipun berstatus sebagai kapal KRI, tapi spesifikasinya masih sama dengan kapal sipil.
Namun kini, semuanya sudah lain..! Terbukti yang memberitakan acara ini juga bukan hanya media nasional, namun juga media internasional. Dengan tuntasnya kapal ini, di mata para pengamat militer, telah menambah poin tersendiri bagi kekuatan TNI.

Daya gedor TNI akan semakin beringas dan gahar, karena pergerakan personel akan paralel dengan pergerakan alutsista berat lainnya..! Semoga kelak kapal sejenis yang lebih besar akan segera kembali terwujud..! Sebagai catatan bersama, galangan kapal Indonesia pernah membangun kapal hingga sebesar 50,000 DWT, atau hampir 10 kali lipat dari berat kapal KRI Bintuni ini. Tak ada kata mustahil, selagi masih ada kemauan dan kemampuan..! Selamat berkarya dan berjaya..!

citoxnew79


BLESSING IN DISGUISE

Saya pernah menjadi seorang bartender di sebuah night club dan discotique..!

Pelajaran berharga yang saya peroleh dari dunia gemerlap ini adalah tentang kebahagiaan..! Banyak yang keliru dalam memaknai dan mencari kebahagiaan. Mereka berpikir bahwa kebahagiaan senantiasa bersemayam dalam kegemerlapan dan kemeriahan..! Nun di dalam gudang minuman saya yang sepi, isak tangis seorang wanita terdengar amat nyaring. Seorang purel yang sehari-hari senantiasa tertawa, berdandan dengan extra kosmetika, kini sedang menangis di hadapan saya. Ketika ditanya kenapa dia bersedih..? Jawaban yang didapat sungguh jauh berbeda..!

“Saya tidak bersedih, justru menangis karena bahagia..! Di tempat tenang seperti inilah saya merasa menemukan kebahagiaan, dan melihat Tuhan itu ada dan sangat nyata..!”




Sejak saat itu, saya baru tahu jika gudang itu bukan sekedar tempat untuknya berkosmetika, tetapi juga sebagai mushola..!

Merasa bahwa Tuhan itu amat dekat diantara kami, akhirnya kami berdua sepakat meninggalkan dunia hitam itu. Kini perempuan yang konon berpikir bahwa kebahagiaan adalah sebuah kemeriahan dan keceriaan itu, kini telah menjadi ibu yang bahagia di kota Malang. Bersuamikan seorang pilot, menjalani bisnis kecil-kecilan, sambil menemani anak-anaknya mengenyam pendidikan. Masih di tempat yang tenang, kebahagiaan itu konon selalu dia dapatkan. Saat menoleh ke dalam sebuah lemari kaca, saya terkejut saat melihat sebuah botol minuman Jack Daniel. Seperti mengerti dengan apa yang terbersit dalam pikiranku, dia pun berujar..!

“Ya, itu botol yang kamu beri, masih tersegel dan tidak pernah aku minum. Aku menjaganya sebagaimana aku menjaga nasihatmu. Aku tidak punya siapa-siapa yang mampu membuatku berani, selain botol itu dan kamu..! Walaupun usiamu di bawahku, tapi aku merasa bahwa kamu adalah kakakku, bahkan terkadang aku merasa jika kamu adalah ayahku..!”




Lagi-lagi tangisnya tak terbendung, namun kali ini beruntung, disampingnya selalu ada suami yang setia dan selalu bersedia memberikan ketegaran dan keteguhan. Alhamdillah, terima kasih Tuhan..!

Kini, saya menjalani profesi sebagai seorang tukang masak..!

Banyak yang bertanya, kenapa perut saya tidak buncit. Sayang banyak yang tidak percaya dan tidak mengerti jika ” Makan itu tidak untuk kenyang, melainkan untuk tidak lapar.”




Suatu ketika ada yang bertanya mengapa saya terlihat awet muda dan selalu tersenyum..! Saya menjawab dengan gaya saya, ” Sebenarnya bukan saya yang awet muda, tapi mungkin kamu terlalu cepat merasa tua. Jika ada yang bilang saya selalu tersenyum, itu juga tidak selamanya benar, karena mungkin yang sedang dia lihat bukanlah senyum saya, tapi bisa jadi sekedar gigi ini yang gak tahan pengen nongol keluar..!”

Hahaha..! Sekarang orang yang bertanya seperti itu, telah berubah total. Saat bertemu, dia sudah terlihat langsing dan tidak lagi terlihat lusuh dan kusut..! Terima kasih, sungguh dialah sejatinya pribadi yang sukses..! Saya telah memetik pengalaman ini sebagai sebuah pelajaran..! Salaam..

yayan49
UNDANGAN Peringatan ke-70, hari kemenangan China
China telah mengundang Indonesia sejak dua bulan lalu untuk mengirimkan pasukan militernya dalam acara parade militer dalam rangka peringatan ke-70, hari kemenangan China atas penjajahan Jepang. Setelah Indonesia tidak memberikan respon, kini negeri Tirai Bambu itu menyampaikan undangannya pada hampir seluruh negara ASEAN..!

Perlukah kita dan ASEAN mengirimkan delegasinya..?
Andaikan kita beserta negara ASEAN hadir dalam acara parade militer tersebut, bukankah itu sebuah symbol penguasaan militer China ke atas Indonesia dan ASEAN..?
Dan, bukankah itu cara yang ditempuh Majapahit dalam usahanya untuk menguasai Nusantara..?
Jika benar demikian, kali ini siapakah sesungguhnya pihak yang sedang belajar dan mengajarkan sejarah dan pengalamannya..? Hehehe…!

By Patku Yayan Indocuisine
Gambar by Google,  dan Patsus Citox

Sumber : klik disini

Kamis, 28 Mei 2015

AIR MATAKU LURUH DI SCHIPHOL..!

Assalamualaikum wr wb...
Copas dari web www.patriotgaruda.com...
Agustus 1992, langit Amsterdam cerah ketika kami menjamu para undangan menikmati hidangan kuliner Indonesia, hasil racikan keluarga kami.Tetamu yang datang pun bukan sekedar dari Amsterdam, Roterdam atau kota-kota lain di Holland, malahan konon ada yang datang dari Belgium, Luxemburg, French, Germany, Austria, Italy, Spain, dan lain-lain.
Hehehe..! Kedengarannya sangat wah, dan datang dari tempat yang jauh-jauh. Namun tidak demikian sebenarnya. Nama-nama negara Eropa tersebut, ternyata saling berdekatan dan memiliki konektivitas transportasi yang sangat baik, sehingga hampir tidak ada masalah sama sekali tentang suatu jarak..! Bayangkan dengan Indonesia di saat itu..! Kita hanya punya beberapa maskapai penerbangan dengan kepemilikan pesawat dalam jumlah yang sangat kecil. Di laut, kita hanya punya beberapa unit angkutan kapal milik PT Pelni. Jalan tol juga baru ada di Jakarta dan beberapa kota di pulau Jawa, selebihnya kita sering menikmati segala kekurangan..!
Itulah tema pertemuan kami di Amsterdam pada hari itu. Meski sejatinya pertemuan ini diselenggarakan sebagai pengenalan keluarga kepada rekan-rekan, kerabat dan sahabat yang kebetulan berdomisili di Eropa, namun nyatanya kami secara spontan memilih pertemuan ini sebagai media tukar pikiran dan memupuk kembali rasa nasionalisme yang ada. Ayahanda menjelma menjadi keynote speaker yang handal dalam moment itu. Bagaimana tidak, meskipun kepindahan keluarga kami ke Belanda karena terpaksa dan bukan karena faktor cinta serta cita-cita, namun nyatanya beliau selalu mendengungkan semangat keindonesiaan yang berkobar..!
Ya, sangat berkobar…! Di matanya, aku melihat jilatan api, seperti api yang pernah menjilat, membakar dan memusnahkan rumah keluarga kami di Indonesia.
Semangatnya begitu menderu, laksana rentetan peluru yang menerjang pintu dan dinding-dinding rumah itu. Tangannya kembali terlihat mengepal, sama persis dengan ketika kami mengetahui bahwa ayahanda dan bunda, tidak akan pernah lagi bisa bekerja di Indonesia, tapi keduanya tidak pernah menitikkan air mata. Namun disini, di sudut mata ini, kelima putranya terhanyut dalam bah kepedihan, ditenggelamkan samudera lara yang dalam tiada tara, dan tergantung tanpa temali di atas bara api..! Luka dan duka itu, menjelma menjadi dendam dalam hati ini. Adakah aku pantas memikul balas yang kubawa, akankah dendam ini mampu menyelesaikan segalanya, pada siapa amarah ini kan kutumpahkannya, masihkah keadilan itu setia di singgasananya, atau punah, lunglai, layu dan tak berdaya..?
Berjuta pertanyaannya tiba-tiba memborbardir pikiranku, yang anehnya, di saat yang sama, setiap ucapan ayahanda seolah berusaha menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan yang mengalun di hati. Meski dalam duka, ayahanda selalu menekankan arti penting semangat, kemampuan dan ketangguhan. Ayahanda tidak ingin membiarkan kami terpuruk sebagai pecundang, karena kami dan kita sama-sama terlahir dari rahim ibu pertiwi yang mewarisi terah bangsa pemenang. Jangan pernah menyerah, kita bukan bangsa sampah yang cuma doyan menyepah..! Kita bangsa pejuang yang mampu bangkit menjadi pemenang yang abadi, jaya, gemah dan ripah..! Aku terkejut, ketika seseorang menepuk bahuku. Seorang relasi ayahanda yang juga senior beliau, seakan bisa membaca isi kepalaku. Dengan lembut dia menyapu air mataku. “Ini bukan akhir dari segalanya, ini adalah langkah awal, ini yang disebut sebuah permulaan. Inilah peluang, dan inilah kesempatan untuk kalian menjadi seorang pemenang..!”
Kata-kata penyemangat itu nyata telah mampu menarikku dari keterpurukan, dan mengembalikan aku akan kecintaan terhadap bangsa dan negeriku, Indonesia..! Sejak saat itu pula, aku beserta abangku, bertekad untuk pulang dan melanjutkan perjuangan keluarga yang tertunda. Kami yakin, kelak kami akan mampu mengecap dan menikmati sebuah kemenangan dan mempersembahkan bingkisan keadilan..! November 1992, ku kemas segala kenangan di dalam hati, membiarkannya menari dan menyanyi penuh ekspresi. Aku tak ingin bersedih dan kecewa lagi. Aku mencatat segalanya dalam helaian jiwa, terangkum rapi dalam kisi-kisi hati, menjadikannya sebagai sebuah album, yang tidak sekedar sebuah kenangan, tapi juga kemenangan. Kelak aku akan memutar segalanya kembali, sebagai sebuah ensiklopedi..!
Tepat di hari terakhirku, Schiphol menjadi saksi bisu pertemuan kami. Sang relasi ayahanda nan bijak itu, dengan penuh kelembutan dan keramahan, kembali menyulut semangatku dan mengingatkan segala kebesaran negeri yang kita miliki. Kita adalah kunci kemajuan dan kemakmuran bangsa, jangan pernah bercerai-berai dan saling benci. Kita harus mampu menjadi manusia Indonesia yang bersemangat, berkemampuan dan tangguh. Kita boleh berkompetisi, namun harus mengedepankan sikap kooperasi
dedenew37


Lihat bandara ini, kelak kita harus mampu memindahkannya.
Lihat pabrik pesawat Fokker itu, nanti kita harus bisa mengalahkannya.
Kita berkemampuan, dan kita berpeluang menjadi bangsa pemenang. Pada yang muda, ku titipkan asa dan cinta ini untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik, sejahtera dan penuh pesona.
Jangan pernah kendurkan doa dan semangatmu, niscaya Tuhan kabulkan cita-citamu..! Berkaryalah..!
#thanks_eyangprofsubroto.com
by Patku Yayan Indocuisine
Gambar by Google dan Patsus Dede Sherman

Sumber : klik disini

APALAH ARTI SEBUAH NAMA

Assalamualaikum wr wb....
Mari membagkitkan rasa nasionalis dengan membaca berbagai info dari web www.patriotgaruda.com 
yayan33
Ungkapan kondang yang pernah dibuat oleh mendiang Williams Shakespare itu amat melegenda di seluruh dunia. Dalam konteks tertentu, kalimat itu bisa jadi menemukan kebenarannya. Tapi adakalanya justru sepenggal nama amatlah berarti dan mampu mencitrakan suatu kharisma atau wibawa..! Saya tidak ingin mengaitkannya dengan sosok personaliti siapapun. Saya hanya ingin lebih melihat sebuah kata tatkala disematkan sebagai nama sebuah kapal perang..!

Semua sudah maklum bahwa beberapa waktu dulu, kita pernah mengakuisisi asset militer berupa 3 unit kapal perang yang tidak jadi dibeli oleh Kerajaan Brunei Darussalam dari BAE System, Inggris.
Di Indonesia, ketiga kapal tersebut mendapat sebutan sebagai Bung Tomo Class, karena kapal pertama yang kita resmikan memang memakai nama salah seorang pahlawan kesohor dari Surabaya, Bung Tomo, KRI Bung Tomo 357..! Adapun kapal kedua yaitu KRI John Lie 358. Dan yang paling fenomenal, tak lain adalah KRI Usman Harun 359..!

yayan32

Dikatakan paling fenomenal karena mulai dari proses penamaannya hingga kedatangannya ke tanah air, KRI Usman Harun 359 telah dan senantiasa mendapat perhatian penuh dari seluruh khalayak baik di Indonesia maupun Singapore..! Hehehe..!
Sebagai kilas balik, Usman dan Harun adalah dua anggota pasukan elit TNI yang ditugaskan untuk melakukan penyusupan dan penghancuran titik-titik penting di Singapore, saat kita masih berkonfrontasi dulu..! Tidak heran, meskipun di Indonesia kedua tokoh tersebut dianugerahi sebagai pahlawan Nasional, namun di Singapore, keduanya tak lebih hanya dikenali sebagai sosok teroris yang amat sadis..!
Berangkat dari fakta sejarah inilah, pemerintah Singapore melarang keras kehadiran KRI Usman Harun merapat dan hadir di perairan seantero tanah Temasek..!

Ironisnya, bermula dari sikap benci dan dendam ini pula, kini rakyat Singapore lebih mengenali kapal KRI John Lie 358 sebagai kapal perang KRI Usman Harun Class, bukan lagi sebagai KRI Bung Tomo Class, sebagaimana Indonesia telah menamainya secara resmi..!
Tiga hari kehadirannya bersama KRI Tombak, sebuah kapal dari jenis KCR 60 buatan PT PAL Surabaya, KRI John Lie 358 mendapat sambutan hangat dari para pengunjung. Bahkan bisa dibilang, KRI John Lie 358 sebagai sosok celebritis yang mampu tampil menawan sebagai bintang disamping bintang lainnya dari Amerika Serikat, USS Forth Worth, dalam ajang pameran dan kongres pertahanan laut di Singapore, IMDEX Asia 2015 yang baru lalu..!

yayan34
Yang lebih membanggakan dan kian menggemaskan, adalah apa yang disajikan oleh para awak dari kedua KRI tersebut. Manakala kapal-kapal dari negara lain sibuk mengekspose otot-otot senjatanya,
KRI kita justru tampil dengan berbagai atraksi tari dan budaya nasional Indonesia lainnya. Hadirin pun terkesiap, tidak terasa titik air mata haru berlinang di antara sudut mata para pengunjung.
Tarian itu begitu indah dan gagah, seakan menggambarkan karakter Indonesia yang sebenarnya. Meski harus tampil sebagai duta dalam sebuah ajang pameran senjata, duta-duta bangsa ini lebih memilih tampil humanis, mengangkat tema peradaban bangsa Nusantara yang luhur..!

Terbukti, sajian budaya itu ternyata telah mampu mengenalkan realita Indonesia pada setiap pengunjung yang datang. Bahkan rakyat Singapore sendiri banyak yang mulai memahami sosok dan peran Usman Harun yang sebenarnya. Mereka adalah pahlawan, bukan teroris..!
Kini tirai perhelatan akbar The International Maritime Defense Expo (IMDEX Asia)2015 itu telah ditutup, namun gaung dan pesona Usman Harun masih terus menebarkan pesonanya yang menggema. KRI Jhon Lie dan KRI Tombak yang menerima amanat sebagai duta bangsa ternyata telah berhasil menancapkan pengaruhnya begitu dalam.
Meski nama mereka diabaikan, namun semuanya bangga, karena Usman Harun telah kian melegenda..!

Changi Naval Base yang kembali sunyi, menjadi saksi kehadiran ribuan langkah yang kembali beranjak. Walau tiada bertapak, tapi catatannya tersemat di awan-awan yang berarak..!
Andai kelak ada skoci yang datang, itulah aku pembawa pesan harum mengalun, bersama sosok yang senantiasa kau campak, Usman Harun..!

Ya, akulah Usman Harun, bukan lagi John Lie dan bukan juga Bung Tomo..! Akulah Usman Harun..!
by Patku Yayan Indocuisine
Gambar by Google dan Patsus Dede Sherman
Sumber : http://patriotgaruda.com/2015/05/28/catatan-seorang-chef-part-13/

BELAJAR DARI FOKKER

Assalamualaikum wr wb..
Selamat malam.. 
Mari menyimak artikel mencerahkan dan membangkitkan rasa nasionalisme kita dari www.patriotgaruda.com 
Ketika PT Dirgantara Indonesia dipailitkan oleh IMF dan menyebabkan tersungkurnya project pesawat penumpang pertama Indonesia N250, saya kembali teringat pada ucapan Eyang Prof. Subroto pada 1992, saat mengantar saya ke Schiphol Airport, Amsterdam, Belanda. Beliau berujar bahwa kelak kita harus bisa mengalahkan Fokker..! Saat itu, pesawat produksi Fokker sudah sangat terkenal dan mapan, serta dipercaya oleh berbagai negara di dunia, tidak terkecuali dengan Indonesia..! Fokker adalah sebuah perusahaan besar yang sahamnya juga dikuasai oleh perusahaan-perusahaan konglomerasi kelas global. Bandingkan dengan PT Dirgantara Indonesia yang saat itu hanya mengandalkan anggaran negara yang tidak seberapa.
Rasanya untuk bisa mengalahkan Fokker adalah sesuatu yang tidak mungkin. Namun ketika Habibie berhasil menerbangkan pesawat N250 pada Agustus 1995, semua mata dunia terbelalak, karena nyatanya, dari negeri sekelas Indonesialah, pesawat penumpang pertama di dunia yang mengusung teknologi fly by wire itu terlahir..!
Praktis, bisa dibilang semua pesawat penumpang yang ada pada waktu itu, tiba-tiba harus menanggung predikat sebagai pesawat kuno alias ketinggalan zaman..! Maklum, teknologi fly by wire, sebelumnya hanya diapplikasikan pada sebagian kecil pesawat tempur..! Dari sinilah segalanya akan bermula..! Pasca sukses terbang N250, semua produsen pesawat sekelasnya harus berpikir dan berhitung ulang, bahkan mau tidak mau harus meredesign pesawatnya..! Jika tidak, mereka akan rugi dengan wajah ditutupi malu..!
Namun sayang, ditengah kesuksesan PT DI, tiba-tiba Asia dilanda krisis ekonomi yang super parah, dan Indonesia menjadi salah satu atau bisa jadi sebagai negara yang paling hancur diterjang krisis. Dalam suasana yang tidak pasti, maka kita ketahui bahwa IMF mencoba datang sebagai dewa penolong, walaupun pada kenyataannya mereka tak lebih sebagai penodong..! Mengapa IMF sangat bernafsu untuk menggulingkan dan menggulungtikarkan PT DI..? Siapakah sesungguhnya pihak yang berkepentingan di dalamnya..? Inilah kisahnya..
Pasca N250 terbang, semua produsen pesawat dunia mulai mencium bau kematian semakin mendekatinya. Harga saham mereka anjlok di pasaran..! Di Belanda, DASA, pemegang saham mayoritas Fokker, tiba-tiba melelang kepemilikan sahamnya.Anak perusahaan Daimler Benz dari Germany ini memilih untuk lebih fokus mengurus bisnis induknya yang bergerak dalam bidang otomotif..! Sekeluarnya DASA dari Fokker, kontan perusahaan aircraft negeri Belanda itupun meregang nyawa. Tidak lama kemudian, pada 1996, Fokker dinyatakan pailit alias bangkrut..!
Selain itu, perusahaan sejenis di Eropa pun terancam mati mendadak. Aerospatiale, French dan Casa, Spain, harus berjibaku dengan sekaratul maut. Seandainya krisis ekonomi tidak menyerang Indonesia, sangat mungkin kini perusahaan-perusahaan itu hanya tinggal nama. Bersama IMF mereka datang membunuh PT DI..! Kita pun tak berdaya..! PT DI menjadi mati suri, selain harus dengan terpaksa menghentikan kegiatan produksinya, PT DI juga harus menanggung biaya pesangon yang amat besar atas aksi PHK besar-besaran sebagaimana yang diinginkan oleh IMF. Bahkan sekedar untuk meraih sesuap nasi, PT DI harus rela memproduksi panci, dan menjauhkan diri dari identitas dan stempel perusahaan berteknologi tinggi..! Sedih dan sangat prihatin..! Saya yakin, Eropa sangat berdendam dengan PT DI. Bagaimana tidak, berkat N250nya, PT DI telah mampu menghapus mimpi dan meleburkan laba yang sudah ada di depan mata.
Bahkan PT DI juga nyata-nyata telah melenyapkan anggaran Research and Development mereka..! Industri pesawat Eropa dan dunia menjadi oleng, sehingga melenyapkan PT DI adalah sebuah keharusan..! Sukses, PT DI pun lumpuh seketika..! Saat tak berdaya, hal yang paling saya khawatirkan adalah berpindahnya PT DI ke tangan swasta. Jika itu terjadi, maka tidak mustahil PT DI pun mengalami nasib yang sama dengan Fokker..!
yayan29
Tuhan masih menyayangi bangsa Indonesia, Perusahaan Pengelola Asset yang diamanati untuk memprivatisasi PT DI, tak kunjung menemukan pembeli, sehingga hal ini memberi kesempatan kepada kaum nasionalis untuk kembali menata pola pikirnya, agar bisa mempertahankan setiap tonggak kemajuan bangsa yang pernah dicapainya. Berkat kemauan dan kerja keras, akhirnya PT DI mampu bertahan hingga kini dan bahkan mampu bangkit kembali..!
Dengan daya tahan yang dimilikinya,
PT DI mampu memikat hati pihak CASA Spain untuk memindahkan fasilitas produksi C212nya. Type pesawat ini, sejatinya adalah pesawat bersayap tetap pertama yang dibangun oleh PT DI..!
Adapun CASA, Aerospatiale dan Dornier, kita ketahui kemudian melakukan merger dan membentuk perusahaan Airbus dan Eurocopter..!

Karena itu adalah sesuatu yang sangat tidak heran jika PT DI digadang-gadang akan mengembangkan pesawat tempur besutannya bersama Korea, dengan berlandaskan pada teknologi Eurofighter Typhoon..!
Apapun yang akan menjadi pilihan PT DI, sebenarnya saya tidak terlalu mempedulikan. Selama itu baik, why not..? Hehehe..

citoxnew56
Bagi saya bisa melihat PT DI tetap hidup, tumbuh dan berkembang adalah sebuah kepuasan, kebanggaan dan keajaiban..! Selebihnya adalah bagaimana agar kita mampu meraih mimpi, prestasi dan cita-cita yang kita impikan..? Ternyata ungkapan Profesor Subroto tentang kunci manusia Indonesia yang unggul telah menemukan kebenarannya. Kita harus terus semangat, berkemampuan dan tangguh..!
Sesungguhnya, itulah gambaran Indonesia yang kita dambakan..!
Selamat berjuang dan berkarya, bung..! Salam hangat..
by Patku Yayan@Indocuisine
Gambar by Google dan Patsus Citox
Sumber : http://patriotgaruda.com/2015/05/27/belajar-dari-fokker/

Senin, 25 Mei 2015

DETERRENCE EFFECT

DETERRENCE EFFECT
yayan27
Deterrence effect atau efek gentar, adalah istilah yang sudah sangat akrab dalam dunia militer. Setiap negara berusaha untuk memiliki aset-aset militer yang mampu memberikan efek gentar.
Maksud dan tujuannya adalah tiada lain, agar tak satu pun negara lain mau berpikir untuk menyerang negara tersebut, sehingga peperanganpun bisa dengan mudah terhindarkan.
Selain itu, efek gentar juga biasanya dimanfaatkan oleh banyak negara untuk memperkuat setiap usaha-usaha diplomasi yang sedang dan akan dilakukannya.
Meski harga aset yang harus mereka beli itu bukanlah sesuatu yang murah, namun nyatanya tetap saja masih jauh di bawah jumlah anggaran yang harus dikeluarkan sekiranya suatu negara harus berperang..!

Namun benarkah harga untuk mendapatkan sebuah deterrence effect itu teramat mahal..?
Ternyata tidak..! Setidaknya jika saya melihat kasak-kusuk yang terjadi dalam sebuah meeting yang berlangsung di hotel saya hari ini.

Meeting itu sejatinya bertujuan untuk merumuskan item senjata yang akan diakuisisi oleh pihak militer Malaysia. Ada begitu banyak luxurious military asset yang mereka impikan, salah satu yang paling sering disinggung adalah sosok pesawat tempur jenis EF Typhoon..!
Namun entah apa sebabnya, tiba-tiba suasana meeting berubah menjadi buyar. Ada sebuah dilematika yang sepertinya telah menghantui mereka.

Usut punya usut, ternyata faktor penyebab buyarnya konsentrasi meeting tersebut, berawal dari adanya sebuah pemaparan dari seorang ahli setrategi lokal yang mengekspose tentang pemberitaan peluncuran drone terbaru buatan Indonesia..!
Rasanya sangat lucu, ketika anda sedang membicarakan kehebatan sebuah Euro Fighter Typhoon, namun tiba-tiba harus mengubah mimik panik hanya karena kemunculan sebuah drone, yang secara spesifikasi teknologi, jelas sangat jauh berbeda dengan EF Typhoon itu sendiri.
Namun ini nyata, mereka sangat panik dan memandang serius terhadap berbagai kemungkinan ancaman yang bisa dibuatnya.
Artinya ada sesuatu yang hebat, dan amat berpotensi untuk mampu melumpuhkan sebuah setrategi yang sudah matang dirancang sebelumnya. Saya pikir, inilah bentuk nyata dari sebuah efek deteren tersebut, mampu membuat sebuah setrategi yang matang, menemukan titik lawannya. Ironisnya, efek deterence itu sendiri lahir dari sebuah aset militer yang justru sangat jauh lebih murah daripada harga sebuah pesawat tempur EF Typhoon..!

Ternyata peluncuran drones buatan Indonesia telah membuat gentar para jiran. Sebabnya terletak pada kemampuan drone itu sendiri.
Meski hampir semua negara saat ini sudah sangat akrab dengan drones, namun untuk drones buatan Indonesia yang satu ini sangat special. Saya yakin bahwa drone ini merupakan drone tercanggih di dunia yang pernah ada..!

OS-Wifanusa, drones buatan para ahli di Indonesian Maritime Institute, adalah drones dengan kemampuan amphibi. Artinya, drones ini mampu melakukan lepas landas di wilayah perairan seperti sungai, danau, laut ataupun darat. Hebatnya lagi, untuk melakukan lepas landas tersebut, OS-Wifanusa hanya membutuhkan landasan sepanjang antara 30-40 meter..! \
Dan yang paling menakutkan, kemampuan loading capacity hingga mencapai 65 Kilogram..! Dengan kemampuan ini, drones bukan hanya sekedar bisa dicantolin kamera, namun lebih dari itu, drones juga bisa menggendong bom..!

Bayangkan jika kemudian drones ini dimiliki oleh negara yang menguasai teknologi nuklir, maka kelak tidak mustahil jika OS-Wifanusa akan menjadi sosok malaikat bayangan yang selalu siap untuk meluluhlantakan suatu wilayah negara. Mengutip pernyataan Albert Einstein tentang kehebatan atom, yang konon setiap 1 gram atom akan mampu menghancurkan dan mengangkat benda seberat 1 juta ton, ke atas setinggi hingga 12 kilometer..! Bagaimana jadinya jika sebuah OS-Wifanusa menjatuhkan bom itu seberat 65 kg alias 65,000 gr..?
Hehehe..! Selamat berkalkulasi…!

dedenew86
By Patku Yayan@Indocuisine
Gambar by Google dan Patsus Dede Sherman
Sumber : klik disini

Cara Mendapatkan EViews 11 Demo Version

 Oleh: Jul Fahmi Salim Assalmkum wrwb.. Selamat Pagi, Siang, Malam teman-teman sekalian, jika dipostingan sebelumnya sydah ada cara mendapat...