Tampilkan postingan dengan label Kebangsaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebangsaan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juli 2015

Patriot Garuda : SEKOLAH KNOWING VS SEKOLAH BEING ?

Assalamualaikum wr wb....

Selamat Pagi...

Izin share artikel dari www.patriotgaruda.com

Satu hari saya kedatangan seorang tamu dari Eropa, saya menawarkannya melihat-lihat objek- wisata kota Jakarta.
Pada saat kami ingin menyeberang jalan, kawan saya ini selalu berusaha untuk mencari zebra cross.
Berbeda dengan saya dan orang Jakarta yang dengan mudahnya menyeberang dimana saja suka, teman saya ini tetap tidak terpengaruh oleh situasi, dan terus mencari zebra cross setiap kali mau menyeberang. Padahal di Indonesia tidak setiap jalan dilengkapi dengan zebra cross.

Yang lebih memalukan meskipun sudah ada zebra cross tetap saja para pengemudi tidak mau memberikan jalan dan tetap menancap gas sehingga rekan saya sering menggeleng-gelengkan kepalanya tanda begitu kagumnya terhadap prilaku bangsa kita.
Akhirnya saya coba menanyakan pandangan teman saya ini mengenai fenomena menyebrang jalan tadi.
Saya bertanya mengapa orang-orang di negara kami menyebrang tidak pada tempatnya, meskipun mereka tahu bahwa Zebra Cross itu adalah untuk menyebrang jalan. Sementara dia selalu konsisten mencari zebra Cross meskipun tidak semua jalan di negara kami dilengkapi dengan zebra cross.

Pelan-pelan dia menjawab pertanyaan saya.
Katanya…. It’s all happened because of The Education System.
Wah.. bukan main kagetnya saya mendengar jawaban rekan saya.
Apa hubungan menyebrang jalan sembarangan dengan sistem pendidikan…?
Lalu dia melanjutkan penjelasannya,

Di dunia ini ada dua jenis sistem pendidikan, yang pertama adalah sistem pendidikan yang hanya menjadikan anak-anak kita menjadi mahluk “Knowing” atau sekedar tahu saja, sedangkan yang lainnya sistem pendidikan yang mencetak anak-anak menjadi mahluk “Being”.
Maksudnya…., ?
Ya kebanyakan sekolah yang ada hanya bisa mengajarkan banyak hal untuk diketahui para siswanya…sementara sekolah tadi tidak mampu membangun kesadaran siswanya untuk mau melakukan apa yang dia ketahui itu sebagai bagian dari kehidupannya. Sehingga anak-anak tumbuh hanya menjadi “Mahluk Knowing” hanya sekedar mengetahui bahwa zebra cross adalah tempat menyeberang, tempat sampah adalah untuk menaruh sampah tapi mereka tetap menyebrang dan membuang sampah sembarangan.

Sekolah semacam ini biasanya memiliki banyak sekali mata pelajaran yang diajarkan… hingga tak jarang membuat para siswanya stress dan mogok sekolah, segala macam di ajarkan dan banyak hal yang di ujikan…tetapi tak satupun dari siswa yang menerapkannya setelah ujian dilakukan.
Karena ujiannyapun hanya sekedar tahu…“Knowing”.

Di negara kami… sistem pendidikan benar-benar di arahkan untuk mencetak manusia-manusia yang tidak hanya tahu apa yang benar akan tetapi mereka juga mau melakukan apa yang benar sebagai bagian dari kehidupannya.
Di negara kami anak-anak hanya di ajarkan 3 mata pelajaran pokok yakni Basic Sains, Basic Art dan Social yang dikembangkan melalui praktek langsung dan studi kasus vs kejadian nyata diseputar kehidupan mereka.

Mereka tidak hanya tahu, melainkan mereka juga mau menerapkan ilmu yang diketahuinya dalam keseharian kehidupan mereka.
Anak-anak ini juga tahu persis alasan mengapa mereka mau atau tidak mau melakukan sesuatu.
Cara ini mulai di ajarkan pada anak sejak usia mereka masih sangat dini agar terbentuk sebuah kebiasaan yang kelak akan membentuk mereka menjadi mahluk “Being”.
Yakni manusia-manusia yang melakukan apa yang mereka tahu benar.

citoxnew14
Wow…!
Betapa sekolah begitu memegang peran yang sangat penting bagi pembentukan prilaku dan mental anak-anak bangsa.
Betapa sebenarnya sekolah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga sertifikasi yang hanya mampu memberi ijazah para anak bangsa.
Kita mestinya lebih arahkan pendidikan untuk mencetak generasi yang tidak hanya sekedar tahu tentang hal-hal yang benar tapi jauh lebih penting untuk mencetak anak-anak yang mau melakukan apa-apa yang mereka ketahui itu benar….
Mencetak manusia-manusia yang “Being”.

Apakah tempat anak-anak kita bersekolah telah menerapkan sistem pendidikan dan kurikulum yang akan menjadikan anak-anak kita untuk menjadi mahluk “Being” atau hanya sekedar “knowing”.
By Bapak Agus Ruchyan Barnas
Foto by Patsus Citox dan Patsus Dede Sherman
Sumber : http://patriotgaruda.com/2015/06/30/sekolah-knowing-vs-sekolah-being/

Senin, 25 Mei 2015

ELEGI BUAT ASEAN: Without Indonesia, Asean is Nothing..!

Dahulu, sewaktu masih duduk di bangku sekolah dasar, saya sudah memiliki pertanyaan special yang sering dilayangkan pada kedua orang tua saya.
Waktu ibunda bekerja untuk Pertamina, pertanyaan yang hingga kini masih kami ingat bersama adalah tentang minyak Indonesia dan Brunei..!
Waktu itu saya membandingkan istana Nurul Iman di Brunei yang jauh lebih mewah dengan Istana Negara di Jakarta, padahal semua tahu bahwa produksi minyak Indonesia saat itu jauh lebih besar jika dibandingkan dengan produksi minyak Brunei..!
Begitupun ketika kami tinggal di Sungai Liat, Bangka. Saya membandingkan timah Indonesia dengan timah Malaysia. Lagi-lagi waktu itu saya menyampaikan kekecewaan saya, karena ternyata selain mencatatkan diri sebagai negara produsen timah terbesar di dunia, Malaysia juga sudah dikenal luas sebagai produsen karet nomer satu di dunia. Lantas dimana posisi bangsa Indonesia..?
Ibunda terdiam, namun beruntung ayahanda kemudian menyambung pembicaraan. Konon saat itu Indonesia juga telah tercatat sebagai produsen kina terbesar di dunia. Kina adalah bahan penting yang diperlukan untuk pembuatan obat bagi penderita malaria dan demam berdarah..! Selain itu, Indonesia juga adalah ibukota Asean, karena kantor Sekjen Asean berada di Jakarta, Indonesia..!
Sejak saat itu saya mulai tertarik mengenal lebih jauh tentang Asean, apalagi Indonesia merupakan ibukota Asean itu sendiri. Bayangan saya jadi melambung, membayangkan kemegahan New York, tempat dimana kantor Sekjen PBB/UN berada..!
Dalam benak saya terpikir, bahwa alasan pemilihan Jakarta sebagai ibukota Asean adalah karena kemegahannya..! Hahaha..!
Sesuatu yang sangat konyol dan kemudian sangat mengecewakan, karena ketika ayahanda mengajak saya ke Singapore, suasana Singapore udah jauh lebih baik daripada Jakarta. Masuk ke Malaysia, suasananya terasa sedang berada di Bogor, dimana pucuk pepohonan senantiasa berada di atas kepala, rindang dan teduh meskipun panas matahari amat menyengat.
Pun demikian ketika ke Bangkok, tempat dimana Asean didirikan..!
Kota Bangkok saat itu, meski tidak semegah sekarang, tapi tetap aja rasanya lebih dinamis daripada Jakarta. Dan suatu ketika, saat kami harus pindah ke Manila, Philippine, saya tersentak kaget, ternyata di Asia Tenggara ada kota megah yang terang benderang, modern, luas, bersih, tertib dan aman. Waktu itu saya berpikir, rasanya adalah sebuah kesalahan jika Asean harus memilih Jakarta sebagai ibukota. Jakarta kalah jauh dengan Manila, dan mungkin hanya Tokyo yang bisa mengalahkannya..! Entah kenapa, tiba-tiba hati saya merasa sangat sedih dan ingin menangis..!
Pada suatu hari saya kembali mengadu pada kedua orang tua saya. Mengapa Indonesia tidak bisa membangun kota semegah Manila..?
Ayahanda yang kembali berkenan menjawab..!
Kelak kalau kamu udah besar, Jakarta akan jauh lebih megah dari kota manapun di Asia Tenggara..! Karena di Indonesia, semua yang dihasilkan negara-negara Asean, masih tersimpan rapi dalam perut bumi.
Industri minyak kita belum maksimal, pertambangan kita juga masih baru, apalagi laut kita belum terjamah oleh teknologi dan industri..!
Hal ini berbeda dengan Brunei, Malaysia, Thailand dan Philippine, yang meskipun usia kemerdekaannya lebih muda, tapi mereka mewarisi industri yang telah lama dibangun oleh para penjajahnya, seperti Inggris, French ataupun Spain dan Amerika.
Dilihat dari kekayaan realnya, kita kalah, tapi kalau dilihat kekayaan potensialnya, kita masih nomer satu.
Kelak semua itu akan menjadi milik generasi kamu..! Sekarang saatnya belajar, supaya kelak bisa menjadi bangsa pemenang..!
Alangkah bangganya rasa di dada, meskipun belum menjadi rakyat sebuah bangsa yang berjaya, tapi hati saya sangat meyakini, bahwa kelak kitalah yang keluar sebagai pemenangnya..!
Bertahun lamanya, saya menggendong harapan, cita-cita dan kecintaan saya terhadap Indonesia, bersama keluarga yang terus melanglang buana ke lima benua..!
Dan kini, dalam forum Asean Business Club 2015, saya amat terhenyak saat menyaksikan bangsa Indonesia tidak mengirimkan seorangpun wakilnya. Padahal sebelumnya, kami begitu antusias untuk membahas progres dan hambatan-hambatan vital menuju terbentuknya Masyarakat Ekonomi Asean/Asean Economic Community(AEC) 2015.
Terasa ada yang hilang, pertemuan itupun menjadi sangat hambar.
Tak ada lagi cita-cita besar, tak ada lagi ambisi dan mimpi-mimpi sukses..! Kami mulai merasakan pesimisme yang begitu tebal, andai Indonesia benar-benar mundur dari percaturan MEA/AEC. Senyum-senyum hambar yang ada, seperti sedang mentertawakan ketidakmampuan diri sendiri.
Di tengah kesedihan, tiba-tiba ada rasa bangga yang menyeruak..!
Ternyata kini benar yang dikatakan ayahanda dahulu, bahwa kelak Indonesia akan menjadi negara paling utama di Asean.
Buktinya, pertemuan penting untuk membahas MEA/AEC itu, seperti lesu darah dengan ketidakhadiran delegasi Indonesia..!
Pernyataan Nazir Razak yang sebelum ini mengatakan bahwa ‘Asean without Indonesia is Nothing’ telah menemui kebenarannya..!
Bagaimana jadinya jika Indonesia juga benar-benar keluar dari Asean dan lebih fokus membangun blok baru Negara-negara Melanesia..? Hahaha..! Haruskah tangis ini mengiringi perpisahan atas kebersamaan yang telah terjalin lama..? Semoga tidak..!
dedenew85
PESAN BUNDA
Pesan ini ibunda sampaikan barusan melalui messengernya. Jika kurang berkenan, mohon abaikan..! Beliau hanya menjalankan perannya sebagai orang tua. Anyhow, thank a lot Mom, you are my great master..!
“Kalau kamu cuma baca koran, maka tidak mustahil jika kelak kamu akan menjelma menjadi umat yang radikal..!
Tapi jika kamu membaca Al Quran, maka kamu akan menjadi umat yang tenang..!
Islam itu tegas, bukan keras..! Tuhan adalah Maha Mengetahui dan Maha Melihat, jadi tidak perlu menjadi umat yang penjilat dan penghujat.
Islam itu agama pelindung, bukan tukang pancung..!
Radikalisme bukan sebuah simbol keteguhan dan ketebalan iman seseorang. Jadilah muslim yang tegas dan disegani, bukan muslim yang beringas, dibenci dan ditakuti..!
Mati syahid, bukan satu-satunya kunci masuk syurga. Dan berperang juga bukan satu-satunya jalan untuk mati syahid.
Sebagai umat yang baik, tetaplah tenang dan menjaga ketentraman. Jalankan syariat agama, dan patuhi aturan negara sebagaimana mestinya. Jadikan dan pastikan Islam senantiasa menjadi agama khalifah dunia, Insya Allah kelak kita akan bersama di alam syurga..!
Andai kamu mati dalam perang hari ini, siapa yang akan menjaminmu syahid dan masuk surga, jika matimu ternyata membawa dengki, kebencian dan dendam..?
Jangan sia-siakan hidup kita yang telah dimulakan dengan pekikan adzan dan dijalankan dalam bingkai syahadat, ternyata kemudian hanya mendapati sebuah potret kosong.
Allahu Akbar, memuja Tuhan Yang Maha Besar. Bermakna agama kita juga besar, maka jadilah kita sebagai umat yang berjiwa besar, jangan pernah menjadi insan kerdil yang pandir..!
Allahu Akbar, adalah kata dan kalimat yang universal, artinya semua makhluk Tuhan di seluruh alam semesta mengetahuinya dan mampu mengucapkannya.
Jadi jangan sesekali menjadi insan dan umat yang besar kepala..! Karena nun di alam sana, jangankan malaikat, setan dan jin pun mampu dan bahkan lebih mampu mengucapkannya.
Jangan besar kepala, tetaplah menjadi umat yang berbudi dan sederhana. Syurga adalah piala dari sebuah prestasi keimanan, bukan harta karun yang harus diperebutkan dengan jalan peperangan..!
Semua orang bisa menjadi jenderal, tapi tidak semua orang mampu menjadi jenderal besar..!”
Thanks Mom..
yayan26
JET TEMPUR TNI KEJAR PESPUR AUSIE HINGGA KE PNG
Tidak dijelaskan dari jenis pespur mana yang barusan dikejar dan melakukan pengejaran. Namun pihak intelligent PNG berhasil mengambil kedua identitas pesawat-pesawat tersebut. Menurut laporan pihak PNG juga, konon sejak TNI menempatkan skuadron jet tempurnya di Papua, kini langit PNG seringkali dimasuki oleh pespur-pespur TNI AU itu. Sebuah pemandangan baru di atas angkasa Papua New Guinea..! Hehehe
Pihak intel PNG udah tahu betul tentang isi skuadron tempur di Papua
Dan ternyata pihak PNG telah memberikan izin terbang pada pespur TNI di atas wilayah PNG yang berbatasan dengan Papua.
Konon PNG juga boleh minta bantuan pespur TNI, sekiranya sewaktu-waktu diperlukan.
Artinya, pemantau radar PNG bisa langsung minta tolong pespur TNI untuk mencegat pesawat yang dicurigai.
By Patku Yayan@indocuisine
Gambar by Google dan Patsus Dede Sherman
Sumber : Klik Disini

Kamis, 12 Maret 2015

FALSE LOCK...

Assalamualaikum wr wb....
Copas dari web www.patriotgaruda.com
FALSE LOCK … FALSE LOCK …
Teriak pilot Alpha One panik setelah melepas rudal udara ke udara tetapi arahnya menyimpang sekitar 6 meter dibawah sasaran, padahal dilayar radar senjata posisi sasaran ditengah dan terkunci sempurna. Itu adalah kesuksesan pesawat intruder melakukan jamming dan merubah informasi elektronik pulse yang dipantulkan ke radar kita.
Menyadari gentingnya kondisi, dengan cepat HQ memerintahkan ROLL BACK … ROLL BACK … agar Alpha One dan Alpha Two segera berputar balik dan menjauhi sasaran, karena bukan tidak mungkin justru mereka jadi santapan empuk lawan.
Dilain sisi Bravo One sedang naik tajam dengan gila hampir 60 derajat agar mencapai max ceilling service secepatnya, pesawat setengah siluman ini menggenjot maksimal kemampuan dua mesin pendorong supernya dan mematikan tiba-tiba ketika berada diatas ketinggian yang sebetulnya jauh dari combat area.
Koneksi multi link berkedip kencang dilayar monitor cockpit menandai sang Bravo One sedang menghubungi serentak 4 satelit militer yang ada disekelilingnya.
Dan membroadcast satu arah komunikasi itu ke HQ. Terhenyak para pengambil keputusan melihat hasil broadcast karena menunjukkan intruder bukan hanya satu, ada Tiga pesawat tempur, Satu kapal destroyer dan Dua kapal selam medium siap mengancam perbatasan.

REQUEST YOUR COMMAND … suara Bravo One berulang hingga 3 kali, dan para pengambil keputusan belum juga mampu membuat perintah.
ON MY LEAD … Bravo One mengambil alih kendali lapangan dari HQ … gila hanya dalam 3 detik, komputernya mampu membuat analisa keputusan dengan memberi nomor prioritas urutan sasaran yang harus dihancurkan. Bravo One terbang dalam kondisi urgent tanpa dibekali sistem senjata, dia terbang karena menguji kemampuan sistem perang elektronik yang dimilikinya … dan dia kasat mata baik dilayar lawan ataupun dilayar kawan. Segera HQ melaksanakan skenario yang didapatkan dari Bravo One.

Intruder One yang tadi merasa gangguan atasnya mundur, melanjutkan misinya dengan terbang rendah menghindari radar.
Dia percaya diri bahwa kemampuan silumannya berhasil dan kemampuan jammingnya atas senjata lawan terbuktikan. Masuk jauh kedalam pertahanan kita.

HQ segera memerintahkan Charlie One di dampingi Delta One dan Delta Two melakukan intercept dari landasan yang berbeda,
Charlie diperintahkan mencegat di garis belakang dan Delta yang diperintahkan untuk menghalau dalam dog fight.
Gilanya ke 3 unit ini bisa dipayungi oleh Bravo One lewat gangguan sistem radar intruder.

Begitu jarak jelajah sistem senjata Delta tercapai, jamming dibuka dan intruder terhenyak karena tiba-tiba muncul 2 pesawat yang paling ditakuti muncul di sisi kiri dan depannya.
Tak mau ambil resiko intruder berputar balik arah kearah kanan dan menggenjot kecepatannya maksimal karena sadar kalah akan kemampuan mesin pendorongnya.
Semua jadi terlambat, ini bak burung camar dikejar dua elang besar.
Delta tidak perlu menggunakan missile udara karena si intruder dalam jangkauan senapan mesinnya.
Untung saja intruder ini adalah jenis pesawat generasi baru yang mampu bermanuver zig-zag cukup gila juga walau tak urung wing kanannya tercabik cannon Delta.
Kejar-kejaran seru berlangsung 7 menit lamanya sebelum intruder masuk parameter line yang diminta Bravo One. Begitu masuk parameter, tiba- tiba Delta One dan Two balik arah terbang rendah menyusuri garis batas perimeter ZEE dengan sangat kencang disertai sonic boom menggelegar.

citoxnew8
Intruder One yang sudah tercabik terbang secepat mungkin agar bisa keluar dari perimeter, dan merasa semuanya kini terkendali karena para defender sudah balik arah.
Asumsinya para defender takut terhadap kekuatan pendukung intruder yang ada. Belum sempat berpikir lebih lanjut, tiba-tiba alarm cockpitnya berteriak kencang karena menjejaki missile yang jaraknya tinggal 900 meter.
Refleknya segera menarik safety jump chute terlambat … BLARRRR … hancurlah intruder persis ketika hidungnya mau menyentuh perimeter ZEE tepat didepan unit pendukungnya.
Missile itu adalah hasil tembakan Charlie dari jarak 12 kilometer dengan panduan LOCK oleh Bravo One nan jauh diatas sana.

Serentak armada pendukung intruder bergerak masuk ke wilayah kita, tapi kembali lagi Bravo One unjuk perkasa …
Semua sasaran ter LOCK sempurna tanpa mereka tahu siapa yang menguncinya.
Dan hal itu dikonfirmasi oleh PING beberapa unit radar kita mengkonfirmasi siap meluncurkan skenario berikutnya. Kacau balau armada intruder tahu dirinya akan jadi sasaran empuk missile, diputuskan balik arah kembali ke perairan internasional secepatnya.

Dan Bravo One kembali membroadcast PING ke lawan kita dalam jumlah berlipat, sehingga mereka tidak tahu ada berapa sesungguhnya kekuatan dibalik ZEE kita itu.
Bravo One to HQ … Go head Bravo One … Mission Accomplish, request your permittion to landed … Thankyou Bravo One, you are permitted ...
Itu gambaran perang modern yang mungkin akan kita alami ke depan, ini cerita FIKSI ILMIAH … jadi bacanya harap santai dan nggak usah dikomentari … begitu


By Patsus Deddy Endarto
Gambar by Patsus Citox,Patsus Dede Sherman dan Googel

Sumber : klik disini

Cara Mendapatkan EViews 11 Demo Version

 Oleh: Jul Fahmi Salim Assalmkum wrwb.. Selamat Pagi, Siang, Malam teman-teman sekalian, jika dipostingan sebelumnya sydah ada cara mendapat...