Jumat, 01 Mei 2015

Saya, Merasa Sangat Bersalah…

Assalamualaikum wr wb..

Sebuah tulisan Ricky Elson sang Putra Petir yang membuat saya merinding... 
enggak percaya? silahkan baca..


saya, merasa sangat bersalah…

pada “orang tua”yang tak berhenti berjuang itu. pada seseorang sangat memberikan kepercayaan besar pada saya yang sebenarnya tak memiliki ilmu seperti yang dibayangkan banyak orang.

saya merasa bersalah…

karena menyanggupi permintaan beliau..walau saya sendiri di beberapa pertemuan awal telah menceritakan beratnya mewujudkan mobil listrik dengan kondisi seperti ini di Indonesia dan selalu meyakinkan beliau, bahwa bukan untuk 1 tahun 2 tahun ini..

saya merasa bersalah…

karena menyanggupi akan membantu mewujudkan dalam 1, 2 tahun dari pertemuan itu, dengan harapan beliau..bahwa project awal ini adalah untuk meyakinkan pemuda pemudi Indonesia

bahwa kita sanggup jika kita berjuang.. sungguh sungguh..

saya merasa bersalah…

menyatakan sanggup membuat prototipe mobil listrik dengan biaya hitungan beberapa Milyar…

dimana untuk projek yang saya ikuti di jepang 1 projek prototype , dengan dana konsorsium hingga 60 milyar

saya merasa bersalah…

menyanggupi…

padahal saya tahu, dinegeri ini semua peralatan terbatas…

saya merasa bersalah…

ketika diawal saya setuju diutus ke beberapa BUMN industri untuk menganalisa kemampuan perwujudan mobil listrik

dengan kondisi yang ada pada saat itu…ketika untuk mengembangkan mesin penggerak, Motor Listrik..

tak ada peralatan Laser Cutting, Wire Cutting dan Mesin Stampin.. untuk membuat komponen stator dan rotor…

saya sangat merasa bersalah…

karena ketika pertemuan dengan RI1 satu di Gedung Agung Jogja… 25Mei, dihadapan 38 rektor, beberapa mentri yang telah memaparkan roadmap Mobil listrik Indonesia, dengan lantang saya berkata akan mewujudkan mesin mobil listrik yang saat itu baru direncanakan lahir akhir tahun 2014 ini, dalam waktu 3 bulan, atau dihari Harteknas 2012.

saya sangat merasa bersalah…

pada kolega di perusahaan saya, ketika teknologi yang belum saya patenkan disana, bulat-bulat saya berikan ke sebuah BUMN,

dan kami berpacu dengan waktu mewujudkan mesin mobil listrik tersebut, dimana hampir semua dari mereka tak percaya, Motor Listrik dengan berat komponen Untama 16 kg ini akan mampu menggerakkan Mobil dengan daya rated 30kW (40HP) dan peak 50kW.

saya merasa bersalah…

karena untuk menjawab, tantangan Presiden Negeri lebih dari 250 Juta jiwa ini, saya memesan prototipe dengan nama pribadi ke Partner Perusahaan di Jepang…

saya merasa bersalah…

pada Istri saya melibatkan dia dalam perjalanan berbahaya di tanggal 19 Juli 2012, dengan memasukkan kedalam koper saya prototipe Stator dan Rotor motor listrik untuk mimpi yang sangatlah berat ini. saya merasa bersalah melihat wajahnya yang sangat mengkhawatirkan saya, dengan doa, agar saya tidak tertangkap di bandara Jepang dan di Bea Cukai Indonesia…

saya… merasa bersalah…

memberikan mimpi pada pegawai BUMN, yang saya ajarkan proses produksi motor listrik ini, berharapa akan banyak pesanan jika program ini berkelanjutan dari seluruh universitas yang terlibat pengembangan mobil listrik…

saya merasa bersalah…

telah membuat sahabat sahabat BUMN ini… bekerja siang malam tanpa libur, sejak 20Juli 2012… hanya untuk mewujudkan 1 mobil konversi bertenaga listrik, namun dengan mesin buatan tangan mereka.. yang akhirnya, pada hari Harteknas tersebut… hanya ada kebanggaan sepi dari para teknisi.. tanpa penghargaan akan jerih payah mereka…

saya juga sangat merasa bersalah sekali…

tak bisa membiarkan Pak Tua ini…

berjanji pada media, bulan 7, setelah umrah, bulan 10, bulan 11…. untuk memamerkan sebuah karya indah Mobil lsitrik Tucuxi, yang tak kunjung selesai.. karena sesuatu dan lain hal.. saya tak tega, melihat beliau tetap tenang ditagih media, “kapan ferrari listriknya ditampilkan pak?”

dan saya merasa bersalah…

ketika harus bilang pada beliau… saya ikut campur untuk menyelesaikannya… sehingga terjadilah perpecahan antara Sang Pencipta dengan Beliau, hanya karena saya….tentu saja mobil tersebut berhasil di Launching… dengan penuh kekurangan disana sini… namun harapan pada kejayaan harus di gelorakan… apapun pengorbanannya..

saya merasa bersalah…

walau pun saya dan team, sudah menjelaskan bahwa…

mobil tersebut belum akan mampu… menempuh perjalanan dari solo ke magetan…. namun kalah dengan keyakinan beliau, bahwa… anda harus membuatnya mampu…

saya merasa bersalah…

pada team Kupu kupu malam… mengajak mereka dalam resiko hidup mati… untuk menyiapkan perjalanan itu, dengan memperbaiki berbagai fitur keamanan, penguatan posisi baterai, penggantian sistem AC, perbaikan Steering, perbaikan AC, dan Sistem pengereman…

saya merasa bersalah…

ketika keluarga teman-teman saya di Jepang bercerita.. indahnya tahun baru pada istri saya, saya dan Team… diam diam setiap hari menguji performa mobil di Turgo Merapi, simulasi.. perjalanan Cemara Sewu… bertaruh nyawa, yang pastinya dimata pengomentar… mengapa ga uji di sirkuit…mengapa ga begini , mengapa ga begitu…

saya sangat merasa bersalah…

setelah saya menceritakan hasil uji dan kekhawatiran saya tentang Fungsi Rem saja… saya masih belum mampu mengalahkan tekad ORANG TUA ini….

saya merasa bersalah sekali…

mempertaruhkan nyawa seorang menteri yang begitu yakin dan sungguh-sungguh pada kejayaan bangsa ini… dengan perjuangan mewujudkan mobil listrik…

saya merasa bersalah sekali…

tak mampu membuat beliau mengurungkan niat untuk melanjutkan perjalanan setelah pemberhentian sejenak…itu…

saya merasa bersalah…

telah membuat khawatir dan gundah pada sikap gila saya sehingga terjadinya kecelakan tgl 5 januari 2013 itu, yang membuat istri, ibu dan semua bunda2 tercinta saya menangis tersedu sedu… walau saya dan beliau tak mengalami luka sedikitpun… berkat perlindungan Allah..

saya merasa bersalah dan geram…

Tak bisa membela beliau.. dipermalukan oleh media dan orang orang tak berhati… dari siaran televisi yang hanya saya bisa tonton dari youtube di Jepang..

saya merasa bersalah…

menyetujui dikembalikan ke jepang sementara… agar saya tak memberikan klarifikasi yang sebenarnya… untuk membela beliau…

sambil berkata… ” Rick… kalau ada anak yang teriak ke teman dan tetangga protes pada bapaknya… apa mungkin bapaknya… bela diri dan bilang ke tetangga bahwa anaknya.. lah yang jahat, atau membiarkan saudaranya membela bapaknya.. dan ikut bilang saudara tuanya,. yang salah?”

Saya merasa bersalah sekali…

1 jam setelah kecelakaan… saya masih meng IYA kan… bisikan beliau… “anda sanggup bikin satu lagi, yang lebih baik, pake gearbox… kita lewat sana lagii”…dan bibir saya dengan semangat dan senyum membara..berucap ” sanggup Abah”…

saya merasa bersalah…

setelah menyanggupi… tak mengizinkan beliau sedikitpun melihat prose pengerjaan… mobil listrik Selo dan Gendhis….

hanya dengan janji… akan menyelesaikan 5 unit mobil tersebut tepat Waktu di Ajang APEC 2013, di Bali oktober lalu…..

saya merasa bersalah…

bahwa dengan kekurangan peralatan presisi di sana ini.. saya harus memforsir kemampuan para maestro Selo dan Gendhis, siang malam 5 bulan…. mewujudkan nya..

saya merasa bersalah…

tak mampu meyakinkan bapak bapak saya di kemenhub dan kemenristek… bahwa ini.. adalah awal perjuangan kemandirian bangsa yang harus didukung…didukung sepenuh hati…. sepenuh hati.. sepenuh jiwa sepenuh raga….

saya sangat merasa bersalah dan bersedih…

melihat wajah Orang Tua… yang sangat berharap izin mengendarai… hanya untuk menguji dengan kondisi jalan sebenarnya… untuk riset dan perbaikan performa… bukan unuk menjual apalagi produksi…namun tak kunjung jelas…

saya sangat sedih tak terkira….

ketika saya tahu beliau merasa sangat bersalah pada diri saya, merasa telah menjadi penyebab saya meninggalkan kehidupan di jepang dan bahagia bersama keluarga… untuk mimpi yang tak kunjung jelas ini….

padahal saya sangat bahagia…

ada beliau yang mengerti perjuangan….saya.

dan saya tak berharap rasa penyesalan dan rasa bersalah beliau memanggil saya pulang ke negeri ini…

karena , saya begitu percaya pada takdir….

pada Keputusan SANG MAHA BERKEHENDAK….

bahwa semua ini adalah takdir dan skenario dari NYA…

maaf kan saya Abah….

saya tak akan kembali lagi untuk tinggal di Jepang…

dari hati kecil yang paling dalam…

jangan “usir” saya dari negri ini….

saya akan tetap berjuang dengan segala keterbatasan ini…

dan insyaAllaah tak akan menyerah dan menyalahkan siapa siapa ketika..

jawabannya adalah kegagalan … dimata mereka.

ada pepatah dikampung halaman saya…

“indak ado kayu, janjang dikapiang”…

bismillah…. semoga Allah memberikan jawaban atas perjuangan kecil ini…

sungguh saya mohon maaf pada Istri, Keluarga, pada Guru2 saya… dan pada Abah, Orang Tua yang terus berjuang….untuk kejayaan bangsa ini…

jangan lah merasa bersalah pada hidup saya,

karena Saya adalah Tokoh utama dari hidup saya dengan

penulis skenario… SANG MAHA GURU.

hemmmmmm

sebagai balasan… MH tentang saya… lalu.


ciheras , 1 Mei 2014

ternyata surat tersebut di buat oleh Ricky Elson atas surat yang diterbitkan oleh "abah" Dahlan Iskan seperti di bawah ini...

Main-Main Nasib Ahli yang Mahal

Saya merasa bersalah. Salah besar. Terutama kepada anak muda yang hebat ini: Ricky Elson.

Dia sudah enak hidup di Jepang. Sekolahnya pintar dan setelah lulus pun langsung diminta untuk bekerja di perusahaan besar di sana. Gajinya bagus dan karirnya melejit. Perusahaan itu juga memberikan lapangan yang luas yang bisa dia pakai untuk berkiprah.

Ricky Elson menemukan banyak inovasi kelas dunia. Selama bekerja di Jepang, dia berhasil mematenkan 14 penemuan di lembaga paten di Jepang. Terutama di bidang motor listrik. Anak yang begitu lulus SMA di Padang itu langsung sekolah di Jepang menjadi anak emas di sana.

Kesalahan saya adalah memintanya pulang ke Indonesia. Untuk mengabdi ke bangsa sendiri. Cukuplah mengabdi 14 tahun untuk bangsa Jepang.

Di berbagai kampus universitas kita, saya memang sering mendengar teriakan mahasiswa seperti ini: mengapa tidak diusahakan memanggil pulang anak-anak bangsa yang hebat-hebat yang kini di luar negeri.

Terakhir suara seperti itu saya dengar waktu dialog dengan mahasiswa Politeknik Negeri Denpasar dan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Purwokerto dua minggu lalu. Pertanyaan seperti itu juga disuarakan banyak kalangan di berbagai kesempatan.

Tentu saya mencoba untuk realistis. Jangan semua anak kita yang hebat dipanggil pulang. Panggillah yang benar-benar diperlukan untuk proyek mendesak yang bisa mengeluarkan bangsa ini dari kesulitan.

Saya melihat bangsa ini lagi terbelit masalah besar. Yang belum menemukan jalan keluarnya yang jelas. Yakni, persoalan ketergantungan bangsa ini pada bahan bakar minyak (BBM) impor. Kian lama impor BBM kita kian besar. Dan, akan kian besar.

Salah satu solusi yang saya lihat adalah mobil listrik. Bukan karena saya ahli mobil listrik, melainkan begitulah pendapat ahli di seluruh dunia. Kalau terlambat mengembangkannya, kita akan terantuk lubang untuk kali kedua. Mobil-mobil listrik buatan asing akan membanjiri Indonesia dalam 15 tahun ke depan.

Maka, saya merayu Ricky untuk pulang. Memang dia semula menolak. Gajinya akan turun drastis. Dia sudah menikah. Perempuan Padang juga. Dia sudah harus bertanggung jawab kepada keluarga.

Tapi, alasan penolakan terbesarnya adalah ini: apakah saya akan berarti? Apakah saya akan mendapatkan keleluasaan untuk mencipta? Apakah pemerintah Indonesia akan memberikan dukungan? Apakah proyek itu benar-benar akan bisa jalan? Dan, banyak pertanyaan yang sifatnya jauh dari urusan uang seperti itu.

Soal gaji yang akan turun, saya bisa mencarikan jalan keluar. Biarlah seluruh gaji saya sebagai menteri, dialah yang menerima. Setiap bulan. Tapi, soal jaminan kelangsungan proyek, saya sulit memberikan. Kecuali bahwa saya akan ikut all-out. Termasuk membiayai seluruh pembuatan mobil-mobil listrik prototipe.

Ricky memenuhi komitmennya. Membuat mobil listrik 100 persen made in Indonesia. Dia juga berhasil membina tenaga-tenaga ahli di Pindad agar bisa membuat bagian yang paling sulit dari mobil listrik: motor listrik.

Tapi, nasib mobil listrik kini kian tidak jelas. Aturan tentang mobil listrik tidak segera keluar. Sikap Bapak Presiden sendiri sudah sangat jelas: berikan dukungan yang maksimal untuk mobil listrik. Nyatanya, sulitnya bukan main.

Kini Ricky menganggur di Indonesia. Dia seperti harus menunggu Godot. Maka, dia mulai merasa hidup sia-sia. Dia ingin kembali ke Jepang. Dia tidak berani mengatakannya langsung kepada saya, tapi dari beberapa tulisan tentang Ricky di Kompasiana, saya bisa merasakan dukanya yang dalam.

Bahkan, salah seorang temannya di Jepang meledeknya dengan kalimat ini: sudah puaskah Anda hanya main-main di Indonesia?

Saya merasa bersalah. Saya tidak akan mampu menahannya. Terutama karena masa depannya yang tidak boleh dikorbankan.

Ricky sebenarnya sangat ideal bagi saya. Selama hampir dua tahun di Indonesia, dia kerja amat keras. Sama sekali tidak menonjolkan diri sebagai seorang ahli. Dia sangat ringan kaki. Mau terjun ke bawah dan mengurus hal yang detail.

Dia tidak segan-segan ikut angkat-angkat barang. Dia mau membina dan mengajar secara telaten dan sistematis. Misalnya, mempraktikkan dan menularkan ilmu yang dia peroleh selama di Jepang.

Saya masih berharap, kalau perjuangan mobil listrik sudah jelas, kelak akan merayunya kembali untuk pulang ke Indonesia.(***)

Dahlan Iskan


Menteri  BUMN

—————

Sungguh mengharukan membaca kedua tulisan ini.  rasa bersalah orang tua yang merasa tidak bisa menepati janji, dibalas oleh rasa bersalah sang Putera yang merasa telah menebar harapan palsu.  Yang paling menyedihkan adalah betapa merasa tidak bersalahnya negeri ini, telah menyia-nyiakan kedua manusia hebat yang sedang merintis jalan melepas negeri ini dari jeratan persoalan BBM.  Persoalan yang tidak akan ada jalan keluarnya, kecuali kita mulai menggunakan energi alternatif, dan itu harus dimulai dari sekarang.


Sumber : klik disini

Senin, 27 April 2015

Journey to Lageun Aceh Jaya

Oleh : Jul Fahmi Salim

Assalamualaikum wr wb...

Selamat Pagiii yang agak mendung ini..

Mari kita lihat keindahan yang menakjubkan dari Desa Lageun yang terletak di Kabupaten Aceh Jaya..

Terkadang memang foto/gambar lebih bisa berbicara ..heheheh

Check this out...

Dalam Perjalanan dari Meulaboh Ke Banda Aceh

Jalan Lintas Nasional dengan Background Pinus dan Pantai


Jalan Lintas Nasional di Pinggir Pantai..

Lagiiiiii

dan inilah Lageuun.

Nice...

Nice..

Niceeee

Nah ini dia spot yang paling Aduhaai menurut saya


Untuk melihat videonya klik disini

Indah kan? sesekali datang lah berkunjung..hehehhe

Terimakasih sudah berkunjung......

Rabu, 22 April 2015

Regresi Linear Berganda Dengan Menggunakan Shazam (Multiple Linear Regression with Shazam)

Asslamualaikum wr wb..

Selamat pagiiii..

setelah sebelumnya saya share bagaimana cara regresi linear sederhana, maka kali ini saya akan share bagaimana cara regresi linear berganda dengan menggunakan Shazam..

Berikut merupakan langkah-langkahnya....

- Siapkan data dalam bentuk excel atau notepad

Data dalam Bentuk Excel



- Buka program Shazam

Workspace Shazam



- kemudian ketik sample 1 91  (karena jumlah sampel saya kali ini sebanyak 91 )




- kemudian ketik " read ihsg kurs inf birate " perintah ini untuk membca urutan variabel yang digunakan.




- kemudian copy dan pastekan data



- ketik " stat ihsg kurs inf birate "


- ols ihsg kurs inf birate




- ketik " stop " (untuk mengakhiri perintah)


- kemudian klik " run "



Berikut merupakan hasil outputnya,,,








Cara membacanya sama dengan membaca hasil di SPSS, EViews, maupun Excel serta pengolahan data lainnya..

Untuk melihat videonya, klik disini

Terimakasih Kepada Bapak Dr. Aliasuddin, M.Si Atas Ilmunya, semoga sehat selalu dan terus berkarya Pak..

Jangan lupa untuk memberikan masukan untuk memperbaiki tulisan ini kedepannya dan..

Terimakasih sudah berkunjung.. :-)


Selasa, 21 April 2015

Regresi Dengan Menggunakan Shazam

Assalamualaikum wr wb..
Selamat malam...

Setelah berbagai Eviews, SPSS, Excel maka Baiklah kali ini saya akan sharing cara regresi linear sederhana dengan menggunakan Shazam

Berikut langkah-langkahnya,,,,
- siapkan data dalam bentuk excel maupun notepad

 

 - buka program shazam
- ketik "read Y X" (kali ini dengan menggunakan variabel Y dan X)



- ketik "sample 1 5" (maksudnya sampel dari 1 sampai 5, karena menggunakan sample sebanyak 5)

- copy data di excel dan kemudian paste di shazam


- ketik "stat y x"



- ketik "ols Y X"




- ketik stop untuk mengakhiri perintah



- klik run



- Hasil Output


Untuk cara membaca hasil outputnya secara umum masih sama dengan cara membaca hasil output excel, spss maupun eviews..

Untuk melihat Videonya klik disini


Semoga dapat membantu..
Silahkan berikan masukannya untuk memperbaiki tulisan ini.

Terimakasih sudah berkunjung...

Waktu Pelaksanaan Shalat Sunah Fajar

Assalamualaikum wr wb...

Selamat Pagiii...

Baiklah pagi ini saya ingin share sebuah info/pengetahuan yang mungkin dapat mencerahkan..hehehhe

check this out...

Just Copast...

Assalamu’alaykum Ustadz..

Ana ingin bertanya sbb:

1. Utk pelaksanaan sholat sunnah fajar apakah dilaksanakan sebelum adzan shubuh ataukah sesudah mendengar adzan shubuh?

2. Bolehkah sholat sunnah fajar dilakukan berjamaah bersama istri di rumah?

Jazakallah khairan katsiir.

Dari: Abu Tsuraya, Kalbar

Jawaban:

Wa alaikumus salam

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Terdapat banyak hadis yang menunjukkan keutamaan shalat sunah fajar. Diantaranya,

Dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
”Dua rakaat fajar, lebih baik dari pada dunia seisinya.” (HR. Muslim 725, Nasai 1759, Turmudzi 416, dan yang lainnya).

Kemudian, juga hadis dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيِ الفَجْرِ
Tidak ada shalat sunah yang lebih diperhatikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari pada dua rakaat fajar. (HR. Bukhari 1169).

Kapan Waktu Pelaksanaannya?

Sebagian orang kebingungan antara shalat fajar dengan shalat qabliyah subuh. Sehingga ada yang melaksanakan dua kali. Shalat fajar dilakukan sebelum adzan subuh, kemudian shalat qabliyah subuh dilakukan setelah adzan subuh.

Dan jelas, ini adalah pemahaman yang tidak benar. Karena shalat fajar adalah shalat qabliyah subuh.

A’isyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لاَ يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ
”Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum dzuhur dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR.Bukhari 1182, Nasai 1758, dan yang lainnya).

Cerita A’isyah ini menunjukkan bahwa shalat sunah yang dimotivasi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau rutinkan adalah shalat sunah qabliyah subuh.

Shalat ini dinamakan shalat fajar, karena shalat ini dilaksanakan tepat setelah terbit fajar, sebelum pelaksanaan shalat subuh.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

sumber : klik disini

Senin, 20 April 2015

Kepemimpinan Umar bin Khatab RADHIYALLAHU ‘ANHU

Assalamualaikum wr.wb...

Selamat Malam...

Baiklah, malam ini saya mau share cerita kepemimpinan nih yang seharusya bisa dijadikan pelajaran maupun pedoman oleh pemimpin sekarang... cekidooot...

Suatu ketika Umar bin al-Kahththab radhiyallahu ‘anhu, Amirul Mukminin membeli seekor kuda. Lalu dia membawanya berjalan agak jauh dari si pembeli, lalu dia menungganginya untuk mencoba kuda tersebut. Ternyata kuda tersebut mengalami memar-memar. Lantas beliau sendiri menangani hal ini dengan mengembalikan kuda tersebut dan beranggapan bahwa penjual telah menipunya. Akan tetapi, si penjual tidak mau menerima kembali kuda tersebut dari Amirul Mukminin. Lalu apa yang dilakukan oleh Amirul Mukminin terhadap orang yang mempersulit ini? Apakah beliau memerintahkan agar orang tersebut ditahan? Apakah beliau merekayasa tuduhan terhadap orang tersebut? Tidak, beliau pun mengajukan gugatan untuk mendapatkan haknya.

Akan tetapi, laki-laki yang digugat mendesak agar dirinyalah yang memilih hakim. Akhirnya dia memilih Syuraih, seorang hakim yang terkenal adil. Sedangkan Umar radhiyallahu ‘anhu duduk pada posisi tersangka. Dan keputusan hukum mengalahkan Umar radhiyallahu ‘anhu sesuai dengan undang-undang keadilan seraya mengatakan kepada Umar radhiyallahu ‘anhu, “Ambillah apa yang telah engkau beli atau kembalikanlah sebagaimana engkau menerimanya.” Dengan perasaan bahagia Umar radhiyallahu ‘anhu melihat Syuraih seraya berkata, “Apakah ada putusan selain ini?” Beliau tidak memerintahkan untuk memenjarakan hakim, atau menuduh para pegawai-pegawainya membuat gejolak stabilitas negara. Beliau justru menunjuknya sebagai hakim di Kufah sebagai imbalan untuknya.

Ketika kain-kain Yaman telah sampai dan dibagikan kepada kaum muslimin secara adil dan sama rata, Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu memakai pakaian yang lebih besar dari jatahnya (karena postur beliau tinggi). Kaum muslimin menyentuh kain itu, karena semuanya dibagikan secara terang-terangan. Ketika Umar radhiyallahu ‘anhu naik ke atas mimbar untuk berkhutbah dan memberi semangat kepada orang-orang untuk berjihad dengan mengenakan pakaian tersebut dan berkata kepada mereka, “Dengarkanlah dan taatlah kalian!” Tidak ada sambutan berkata kepada mereka, “Dengarkanlah dan taatlah kalian!” Tidak ada sambutan gema suasana yang hangat. Yang ada justru suara keras mengarah kepadanya, “Tidak perlu didengar dan tidak perlu ditaati.” Pada situasi ini puluhan prajurit bersenjatakan pedang tidak terprovokasi, apalagi melancarkan pukulan. Akan tetapi, kondisi menjadi tenang dengan sendirinya.

Umar radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada orang yang bersuara tersebut ketika kondisi tenang, “Mengapa? Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatimu.” Lantas lelaki tersebut berkata dengan sangat berani, “Engkau telah mengambil kain sebagaimana kain yang kami ambil. Akan tetapi, bagaimana caranya engkau memotong kain tersebut padahal engkau lebih tinggi dari kami? Pastilah ada sesuatu yang diistimewakan untuk kamu.” Umar radhiyallahu ‘anhu pun membela diri. Kemudian dia memanggil anaknya, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma mengumumkan bahwa dia memberikan kain baigannya kepada ayahnya sehingga memungkinkan bagi Umar radhiyallahu ‘anhu membuat gamis yang sempurna dan dapat dijadikan untuk menutupi aurat dan berkumpul dengan orang-orang. Lantas laki-laki tersebut duduk dengan tenang seraya berkata, “Sekarang kami mendengar dan menaati.”

Umar radhiyallahu ‘anhu hidup seperti semua orang pada umumnya. Beliau menyalakan lampu di malam hari. Beliau berbincang-bincang dengan menggunakan lampu tersebut untuk urusan kenegaraan. Apabila orang yang berbincang-bincang dengannya membicarakannya hal-hal di luar urusan kaum muslimin, maka beliau memadamkan lampu. “Lampu ini milik Negara. Oleh karena itu, tidak benar jika digunakan untuk keperluan pribadi.”

Pada hari Jumat orang-orang telah berkumpul menanti Khathib, yaitu Umar radhiyallahu ‘anhu. Umar radhiyallahu ‘anhu datang terlambat sehingga mereka lama menunggu. Kemudian Umar radhiyallahu ‘anhu keluar menemui mereka, lalu dia naik ke atas mimbar. Dia menyampaikan alasan keterlambatannya kepada kaum muslimin. Ketika mereka bertanya mengenai sebab keterlambatannya, maka menjadi jelas bahwa Amirul Mukminin tadi sedang mencuci gamisnya. Dia tidak memiliki selain gamis tersebut. Kemudian beliau menunggu sampai gamisnya kering dan dia baru memakainya, lalu datang ke masjid untuk berkhutbah.

Umar keluar untuk melakukan patroli malam dalam rangka mencari informasi di masyarakat. Sampailah beliau di perkampungan Ali setelah menempuh lima mil dari Madinah. Beliau melihat-lihat, ternyata di dalamnya ada sebuah kemah yang apinya menyala. Ketika beliau mendekat, beliau melihat seorang perempuan yang di sekelilingnya terdapat anak-anak kecil sedang menangis. Umar radhiyallahu ‘anhu pun bertanya tentang kondisi mereka, lalu perempuan tersebut menjawab, “Kami dihantam kedinginan dan kerasnya malam.’ Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Mengapa anak-anak itu menangis?” Perempuan tersebut menjawab, “Mereka menangis lantaran kelaparan.” Umar bertanya lagi, “Apa yang ada di dalam periuk?” Dia menjawab, “Air yang saya gunakan untuk mendiamkan mereka sampai mereka tidur.” Kemudian perempuan tersebut berkata, “Allah di antara kami dan Umar.” Perempuan tersebut tidak mengetahui bahwa orang yang diajak bicara adalah Umar radhiyallahu ‘anhu. Lalu umar radhiyallahu ‘anhu berkata kepadanya, “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatimu. Apakah Umar radhiyallahu ‘anhu tidak mengetahui kondisi kalian?” Perempuan tersebut menjawab, “Mahasuci Allah, apakah dia mengurusi urusan kami, buktinya dia melupakan kami.” Lantas Umar radhiyallahu ‘anhu berjalan dengan cepat menuju ke Baitul Mal. Dia kembali lagi dengan memikul sendiri makanan di atas pundaknya. Dia membawakan tepung yang bagus dan minyak untuk perempuan tersebut dengan dipikul di atas punggungnya sendiri. Dia menolak seorang pun yang hendak menggantikannya memikulkan barang tersebut seraya mengatakan bahwa sesungguhnya siapa pun tidak akan dapat menggantikan untuk memikul dosa-dosanya di hari kiamat. Umar radhiyallahu ‘anhu memasakkan makanan untuk anak-anak tersebut sedangkan si perempuan kagum dengan tindakan Umar radhiyallahu ‘anhu ini. Dia berkata kepada Umar radhiyallahu ‘anhu, “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalasmu dengan kebaikan. Demi Allah, Anda lebih berhak memegang kekuasaan dari pada Umar radhiyallahu ‘anhu, Sang Amirul Mukminin.”

Pada suatu hari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu menghukum seorang tentara dari kelompok pasukan Irak, lalu dia mencukur rambut tentara tersebut. Si tentara menganggap bahwa hukuman ini tidak adil. Lantas dia mengumpulkan potongan rambutnya di tempat duduk Umar radhiyallahu ‘anhu dan berkata, “Seperti inilah anak buahmu memperlakukan kami.” Lalu wajah Umar radhiyallahu ‘anhu bersinar cerah, dia berkata, “Sungguh, saya lebih menyukai jika semua orang mempunyai keberanian seperti laki-laki daripada semua daerah yang berhasil saya bebaskan. Mereka itu adalah umat kami dan hal tersebut adalah warisan kami. Tidak ada kemuliaan bagimu hai tuan kami.”

Suatu ketika Umar radhiyallahu ‘anhu sedang berjalan di malam hari. Tiba-tiba ada seorang perempuan yang memanggil-manggil nama Nashr bin Hajjaj. Dia ingin minum arak dan bertemu Nashr. Dia berkata,

Apakah ada jalan menuju arak agar saya dapat meminumnya

Atau apakah ada jalan menuju Nashr bin Hajjaj

Lalu Umar radhiyallahu ‘anhu mengirim surat kepadanya. Ternyata Nashr bin Hajjaj ialah orang yang paling pintar membuat syair dan paling tampan, kemudian Umar radhiyallahu ‘anhu memerinahkan agar rambutnya dipendekkan. Dia pun memendekkan rambutnya. Maka, dia semakin tampan. Lantas Umar radhiyallahu ‘anhu memerintahkan agar dia memakai surban. Di pun memakai surban. Maka, surban tersebut menambah ketampanananya dan hiasannya. Lalu umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Tidak akan tenang bersamaku seorang laki-laki yang dipanggil-panggil oleh perempuan.” Kemudian Umar radhiyallahu ‘anhu memberinya harta yang banyak dan dia mengutusnya ke Bashrah agar dia melakukan perdagangan yang dapat menyibukkan dirinya dari memikirkan perempuan dan menyibukkan perempuan dari dirinya.

Amr bin Al-Ash radhiyallahu ‘anhu ialah seorang gubernur Mesir. Putranya melatih kuda untuk persiapan balapan. Suatu ketika sebagian penduduk Mesir menantangnya balapan kuda. Lantas terdapat perselisihan di antara keduanya tentang milik siapakah kuda yang menang balapan. Putra gubernur marah, lalu dia memukul orang Mesir tersebut seraya berkata, “Apakah kamu berani melangkahi putra orang-orang terhormat?” Maka, orang Mesir itu pun tidak terima, lantas dia mengajukan gugatan kepada Amirul Mukminin, Umar radhiyallahu ‘anhu. Selanjutnya Umar radhiyallahu ‘anhu memanggil gubernur Mesir (Amr bin Al-Ash radhiyallahu ‘anhu) beserta putranya. Beliau juga memanggil orang Mesir tersebut, mengumpulkan orang-orang dan memerintahkan orang Mesir tersebut agar memukul pihak lawannya dengan mengucapkan, “Pukullah anak-anak orang-orang terhormat.” Kemudian Umar radhiyallahu ‘anhu juga memerintahkan kepadanya agar memukul gubernur, karena putranya tidak akan berani memukul orang kecuali karena kekuasaannya. Beliau membentak Amr bin Al-Ash radhiyallahu ‘anhu dengan berkata kepadanya, “Sejak kapan kalian memperbudak manusia padahal mereka dilahirkan oleh ibu mereka dalam keadaan merdeka.”

Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu adalah orang yang selalu menangis lantaran takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala hingga engkau melihat pada wajah dua garis hitam saking banyaknya air mata yang menets. Beliau adalah orang yang sangat takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di samping itu beliau berkata, “Seandainya aja ibuku tidak pernah melahirkanku. Seandainya saja saya adalah sehelai rambut pada jasad Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu.” Dia pernah mengatakan, “Seandainya ada yang mengumandangkan bahwa semua manusia masuk surga kecuali satu orang, pastilah saya khawatir kalau satu orang tersebut adalah diriku.”

Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1

sumber : klik disini

Senin, 13 April 2015

Cara Daftar VPN di Perpustakaan Unsyiah

Oleh : Jul Fahmi salim

Assalamualaikum wr wb.

Terkadang dalam masa kuliah kita di berikan tugas oleh dosen berupa membuat ringkasan dari jurnal maupun artikel dan untuk tugas akhir sudah pasti kita sangat membutuhkan jurnal tersebut karena akan dijadikan sebagai rujukan dalam penelitian. dan tentu saja jurnal yang dimaksd adalah jurnal yang jelas, terakreditasi, dan syarat-syarat resmi lainnya. Namun permasalahan yang sering dihadapi adalah masih sedikitnya jurnal terakreditasi yang mudah di dapatkan secara online karena kebanyakan harus di beli maupun kita harus sebagai mahasiswa di kampus tersebut.

Nah, jika kamu adalah mahasiswa di Unsyiah maka pihak kampus sudah memberikan kemudahan berupa akses jurnal internasional gratis yang jumlahnya sampai ribuan. Jika sudah disediakan mengapa kita tidak memanfaatkannya? untuk menikmati layanan terebut caranya cukup mudah, yaitu :

  • Buka website uilis Unsyiah, klik disini





  • Kemudian pilihlah "Pendaftaran VPN"


  • Kemudian pilih mendaftar sebagia mahasiswa


  • klik icon download da tunggu beberapa saat


  • Nah sekarang coba lihat panah berwarna merah, formulir pendaftaran kamu sudah berhasil di download


  • Isilah semua biodata dengan benar, kemudian bawa ke bagian akademik / Pembantu Dekan / Direktur untuk di tandatangani dan di stempel.
  • Selanjutnya bawalah formulir tersebut ke bagian publikasi elektronik di lantai 2 Gedung UPT Perpustakaan Unsyiah.
  • Tunggu sekitar 10 Menit, VPN kita sudah terdaftar
  • Sekarang tinggal dilakukan pengaturan VPN di Laptop kita, cara termudahnya minta tolong kepada kakak operatornya untuk men setting nya di laptop kita.
  • untuk memastikan jika laptop kita sudah bisa mengaksesnya silahkan cek di icon jaringan di laptop

  • Nah sekarang dengan menggunakan laptop kita yang sduah di setting VPN maka kita dapat mendowload jurnal - jurnal tersebut dari luar Unsyiah..
  • Mari kita bandingkan tidak  menggunakan  VPN dan Menggunakan VPN

Hanya sebagian saja yang bisa di download dan sebagian besar harus di bayar
(Tidak menggunakan VPN)


Semua jurnal menjadi Open Acces
(Menggunakan VPN)



  • Selamat mendownload jurnal internasional sepuasnya...
  • Selesai..
Cukup mudah kan caranya untuk bisa mengakses jurnal internasional yang terakreditasi?? 
selamat mencoba dan semoga kuliahnya lancar dan tugas akhirnya juga selesai dengan cepat...

Cara Mendapatkan EViews 11 Demo Version

 Oleh: Jul Fahmi Salim Assalmkum wrwb.. Selamat Pagi, Siang, Malam teman-teman sekalian, jika dipostingan sebelumnya sydah ada cara mendapat...