Minggu, 25 Agustus 2013

Bagaimana Bekerjanya Kebijakan Moneter?

Tujuan akhir kebijakan moneter adalah menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah yang salah satunya tercermin dari tingkat inflasi yang rendah dan stabil.  Untuk mencapai tujuan itu Bank Indonesia menetapkan suku bunga kebijakan BI Rate sebagai instrumen kebijakan utama untuk mempengaruhi aktivitas kegiatan perekonomian dengan tujuan akhir pencapaian inflasi.  Namun jalur atau transmisi dari keputusan BI rate sampai dengan pencapaian sasaran inflasi tersebut sangat kompleks dan memerlukan waktu (time lag).

Mekanisme bekerjanya perubahan BI Rate sampai mempengaruhi inflasi tersebut sering disebut sebagai mekanisme transmisi kebijakan moneter.  Mekanisme ini menggambarkan tindakan Bank Indonesia melalui perubahan-perubahan instrumen moneter dan target operasionalnya mempengaruhi berbagai variable ekonomi dan keuangan sebelum akhirnya berpengaruh ke tujuan akhir inflasi. Mekanisme tersebut terjadi melalui interaksi antara Bank Sentral, perbankan dan sektor keuangan, serta sektor riil. Perubahan BI Rate mempengaruhi inflasi melalui berbagai jalur, diantaranya jalur suku bunga, jalur kredit, jalur nilai tukar, jalur harga aset, dan jalur ekspektasi.



sumber gambar : www.bi.go.id
Pada jalur suku bunga, perubahan BI Rate mempengaruhi suku bunga deposito dan suku bunga kredit perbankan.  Apabila perekonomian sedang mengalami kelesuan, Bank Indonesia dapat menggunakan kebijakan moneter yang ekspansif melalui penurunan suku bunga untuk mendorong aktifitas ekonomi.  Penurunan suku bunga BI Rate menurunkan suku bunga kredit sehingga permintaan akan kredit dari perusahaan dan rumah tangga akan meningkat.  Penurunan suku bunga kredit juga akan menurunkan biaya modal perusahaan untuk melakukan investasi.  Ini semua akan meningkatkan aktifitas konsumsi dan investasi sehingga aktifitas perekonomian semakin bergairah.  Sebaliknya, apabila tekanan inflasi mengalami kenaikan, Bank Indonesia merespon dengan menaikkan suku bunga BI Rate untuk mengerem aktifitas perekonomian yang terlalu cepat sehingga mengurangi tekanan inflasi.   

Perubahan suku bunga BI Rate juga dapat mempengaruhi nilai tukar.  Mekanisme ini sering disebut jalur nilai tukar.  Kenaikan BI Rate, sebagai contoh, akan mendorong kenaikan selisih antara suku bunga di Indonesia dengan suku bunga luar negeri.  Dengan melebarnya selisih suku bunga tersebut mendorong investor asing untuk menanamkan modal ke dalam instrument-instrumen keuangan di Indonesia seperti SBI karena mereka akan mendapatkan tingkat  pengembalian yang lebih tinggi.  Aliran modal masuk asing ini pada gilirannya akan mendorong apresiasi nilai tukar Rupiah. Apresiasi Rupiah mengakibatkan harga barang impor lebih murah dan barang ekspor kita di luar negeri menjadi lebih mahal atau kurang kompetitif sehingga akan mendorong impor dan mengurangi ekspor.  Turunnya net ekspor ini akan berdampak pada menurunnya pertumbuhan ekonomi dan kegiatan perekonomian.

Perubahan suku bunga BI Rate mempengaruhi perekonomian makro melalui perubahan harga aset.  Kenaikan suku bunga akan menurunkan harga aset seperti saham dan obligasi sehingga mengurangi kekayaan individu dan perusahaan yang pada gilirannya mengurangi kemampuan mereka untuk melakukan kegiatan ekonomi seperti konsumsi dan investasi. 

Dampak perubahan suku bunga kepada kegiatan ekonomi juga mempengaruhi ekspektasi publik akan inflasi (jalur ekspektasi).  Penurunan suku bunga yang diperkirakan akan mendorong aktifitas ekonomi dan pada akhirnya inflasi mendorong pekerja untuk mengantisipasi kenaikan inflasi dengan meminta upah yang lebih tinggi.  Upah ini pada akhirnya akan dibebankan oleh produsen kepada konsumen melalui kenaikan harga.

Mekanisme transmisi kebijakan moneter ini bekerja memerlukan waktu (time lag).  Time lag masing-masing jalur bisa berbeda dengan yang lain.  Jalur nilai tukar biasanya bekerja lebih cepat karena dampak perubahan suku bunga kepada nilai tukar bekerja sangat cepat.  Kondisi sektor keuangan dan perbankan juga sangat berpengaruh pada kecepatan tarnsmisi kebijakan moneter.   Apabila perbankan melihat risiko perekonomian cukup tinggi, respon perbankan terhadap penurunan suku bunga BI rate biasanya sangat lambat.  Juga, apabila perbankan sedang melakukan konsolidasi untuk memperbaiki permodalan, penurunan suku bunga kredit dan meningkatnya permintaan kredit belum tentu direspon dengan menaikkan penyaluran kredit. Di sisi permintaan, penurunan suku bunga kredit perbankan juga belum tentu direspon oleh meningkatnya permintaan kredit dari masyarakat apabila prospek perekonomian sedang lesu.  Kesimpulannya, kondisi sektor keuangan, perbankan, dan kondisi  sektor riil sangat berperan dalam menentukan efektif atau tidaknya proses transmisi kebijakan moneter.

sumber: http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/Transmisi+Kebijakan+Moneter/

Jumat, 23 Agustus 2013

Cara Membuat Flag Counter di Blog

Kali ini saya akan berbagi sedikit pegetahuan mengenai cara membuat flag counter pada blog, selain membuat penampilan blog semakin bagus juga membuat kita bangga karena dengan flag counter kita bisa melihat berapa banyak blogger dari negara lain yang pernah "singgah" ke blog kita. hihihihihihi.. oke..oke.. langsuuuung saja, berikut langkah-langkahya :


  • Nah, sampai disini, selanjutnya kita bisa memilih berbagai pengaturan yang ada, yang pertama yaitu maksimal jumlah bendera yang akan kita gunakan, yang kedua adalah jumlah kolom dari bendera,  selain itu kita juga dapat mengubah warna latar, label bendera dsb. setelah saya lakukan beberapa perubahan, maka hasilnya adalah seperti ini :

  • jika sudah seusia dengan keinginan kita, maka tinggal klik pada tempat yang diberi tanda lingkaran merah, selanjutnya akan muncul jendela seperti ini :

  • isilah dengan alamat email yang digunakan untuk membuat blog anda terdahulu, selanjutnya akan muncul jendela code html yang akan kita gunakan untuk meletakannya di blog kita

  • copy seluruh code yang terdapat di dalam kotak tersebut, 
  • Untuk penerapan di blog, silahkan login di blog anda, kemudian klik pada desain,


  • kemudian klik tata letak

  • klik "tambah gadget" atau "add gadget"

  • kemudian  pilih  HTML/JavaScript dengan cara klik tanda "+"

  • kemudian beri judul gadget yang baru kita tambahkan, saya membuatnya "visitor" dan paste kan code yang telah kita copy dari flag counter tadi pada tabel "konten".

  • klik simpan, nah jadilah flag counter sudah ada di blog kita
sekedar tambahan, ketika kita tadi diminta memasukan email, maka kita diberi oleh pihak flag counter berupaa password dan link yang dapat digunakan untuk memperbaiki,mengubah warna, serta mengubah jumlah maksimal bender yang akan kita letakan di blog, nah berikut caraya,
  • buka email kita,



  • coba perhatikan di email yang dikirim tersebut terdapat password (saya kaburkan, karena takut terjadi hal-hal yang diinginkan,hahahahah) dan link yang dapat digunakan untuk menguatik-atik flag counter yang telah kita buat tadi
  • silahkan klik link yang ditunjuk tanda panah merah, maka akan keluar jendela 

  • masukan password yang terdapat di email kita tadi, kemudian klik ''login'', kita akan dibawa ke jendela flag counter management,

  • silahkan klik link yang diberi tanda merah

  •  nah, sekarang anda bisa me manage kembali flag counter anda,
  • ketika semua sudah selesai, klik 'get your counter flag'
  • kita akan di bawa ke jendela kode html yg baru,


  • copy dan paste kan kode html yang baru tersebut ke dalam blog kitaa,
  • Finishhhhhhhhhhhh........
Terimakasih selamat mencoba :-)
Mohon maaf atas segala kekuragannya.... :-)

Selasa, 20 Agustus 2013

Rakyat, Wakil Rakyat dan Uang rakyat


Rakyat? Ya, dalam sistem pemerintahan di negara kita ini “katanya” rakyat lah yang memegang kekuasan tertinggi dari pemerintahan, dengan kata lain rakyatlah yang menentukan kemajuan negeri kita tercinta ini, kita memilih presiden dan wakil presiden secara langsung, serta wakil rakyat secara langsung. Sedangkan wakil rakyat? Merupakan wakil – wakil yang dipilih oleh rakyat untuk menampung aspirasi dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada pada masyarakat yang kemudian dibahas oleh wakil rakyat tersebut secara bersama-sama untuk memberikan kontribusi yang memihak kepada rakyat dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat secara umum. sudah seharusnya para "wakil rakyat" yang digaji dengan uang rakyat mampu menyuarakan berbagai keluhan rakyat. Ya, Itu merupakan tujuan mulia dari sistem demokrasi yang tercinta dan begitu kita “banggakan”  ini. 
    Sementara dalam menjalankan tugasnya, saya yakin sebagian kecil dari  para wakil rakyat yang terhormat tersebut masih menggunakan hati nuraninya dan berjuang demi rakyat, namun sebagian BESAR mereka malah lebih sering meyakiti hati rakyatnya sendiri, yang telah memilih mereka menjadi wakil rakyat yang terhormat di kursi DPR yang empuk, baik tingkat kab/kota, provinsi maupun tingkat pusat. Kesenjangan antara rakyat dan wakil rakyat kita lihat sekarang ini sangat sangat sangat mengerikan, rakyat dalam keadaan sengsara sementara “wakil rakyat yang terhormat” malah hidup dengan bergelimangan harta. Ada – ada saja kelakuan wakil rakyat kita, mulai dari absennya saat sidang paripurna, tidur saat rapat, perjalanan dinas luar negeri yang menghamburkan miliaran uang rakyat hingga isu terbaru yang membuat kita ingin gantung diri yaitu “anggota DPR juga menerima gaji 13”(klik untuk baca berita selengkapnya), untung saja diklarifikasi kembali (klik disini) . Entah apa yang ada dibenak mereka, hingga bisa dikatakan tidak tahu malu lagi, dengan berbagai carut marut masalah perekonomian masyarakat, seolah mereka tidak lagi memikirkan rakyatnya. Janji yang diberikan sewaktu kampaye dahulu seperti termakan oleh waktu.
     Apa gunanya melakukan perjalanan ke luar negeri? Saya rasa dengan keterbukaan informasi di dunia maya sekarang ini, hampir tidak ada informasi yag tidak bisa kita dapat dengan berselancar di internet. Mulai dari informasi yang legal hingga memperoleh informasi yang ilegal. Dalam hal ini, jika alasannya untuk menambah pengetahuan mengenai budaya, perekonomian, infrastruktur dan segudang alasan “atas nama RAKYAT” dari wakil rakyat yang terhormat tersebut mampu kita gali “hanya” dengan modal laptop (kisaran 4jtaan) dan sebuah modem (200rb an + 6.000.000 => (100rb x 60 bulan)). Dari pada mengamburkan duit yang kabarnya mencapai Rp 20 jt/orang, mendingan menggunakan kalkulasi sederhana saya yang di atas yang totalnya hanya Rp.10.200.000. jadi sisa 9,8 juta kan? Kalikan aja ama berapa orang yang melakukan perjalanan luar negeri tu, kita misalkan saja 10 orang x 9.800.000 = 98.000.000,-. Jumlah yang sangat besar yang bisa dihemat, atau mungkin lebih baik dibelikan perlengkapan sekolah (seragam,tas, sepatu dan alat tulis) kemudian disumbangkan kepada sekolah-sekolah yang memiliki murid-murid kurang mampu.
      Selain cara di atas, bisa pula perjalanan dinas luar negeri di gantikan dengan perjalanan “dinas dalam negeri”. Dengan kata lain, melakukan kunjungan ke daerah-daerah (terutama daerah dapil caleg itu sendiri) yang masih terisolasi, tertinggal dan terbelakang meski harus mendaki dan menuruni gunung, melewati lembah dan sungai-sungai serta menyebrangi lautan (terkesan lebay, tapi memang begitu keadaan geografis negara kita ini). Kegunaan dari kunjungan ialah untuk menampung aspirasi langsung dari masyarkat tanpa adanya calo-calo kebijakan yang bermain. Sehingga hasil perjalanan tersebut 100% selain pasti lebih menyenangkan hati rakyat karena mampu secara langsung menyampaikan keluhan-keluhan mereka. Selain itu, kegunaan dari perjalanan dinas daerah ini adalah agar pihak SKPK (pemerintah daerah setempat) tidak selalu disalahkan/dikambinghitamkan karena tidak meratanya pembangunan karena adanya kong-kalikong antar pejabat daerah. Sudah semestinya wakil rakyat mampu mengangkat suara rakyat yang mungkin tidak terdengar oleh pejabat setempat. Yah,Tapi tetap saja itu kita kembalikan kepada anggota dewan kita yang “terhormat” tersebut.

     Terkadang kita sebagai masyarakat juga terlihat bodoh, hanya gara-gara “bantuan” sebesar 50rb – ratusan rb serta “THR” berupa sirup bergambar foto sang caleg, serta ambulance gratisss yang terdapat foto sang caleg membuat kita menderita selama 5 tahun lagi. Ntah lah, Terkadang memang itu bukanlah 100% salah “wakil rakyat” melainkan kebodohan kita sendiri yang mau kembali memilih para “wakil rakyat” itu. Mudah-mudahan kedepannya kita sebagai masyarakat lebih mampu menggunakan hati nurani kita dalam memilih wakil kita, baik di kab/kota, provinsi, maupun tingkat pusat, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup kita minimal di bidang kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan.. semoga... :-)
#hanyasebuahcoretanorangawam

Cara Mendapatkan EViews 11 Demo Version

 Oleh: Jul Fahmi Salim Assalmkum wrwb.. Selamat Pagi, Siang, Malam teman-teman sekalian, jika dipostingan sebelumnya sydah ada cara mendapat...