Tampilkan postingan dengan label Ekonomi SDM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi SDM. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 September 2012

Teori-teori ekonomi sumber daya manusia


Toeri Klasik Adam Smith (1729-1790
           Smith mengangap bahwa manusialah sebagai faktor produksi utama yang menentukan kemakmuran bangsa-bangsa. Alasannya alam tidak ada artinya kalau tidak ada sumber daya manusia yang pandai mengelolahnya sehingga berguna bagi kehidupan.
Teori Klasik JB. Say (1767-1832)
            Terhadap aliranklasik pandangannya adalah setiap penawaran akan menciptakan  permintaan sendiri (supply creates is own demand) . pendapat Say ini disebut dengan hukum Say (Say’s Law). Menurutnya peningkatan produksi selalu di iringi dengan peningkatan permintaan. Jadi dalam perekonomian yang menganut  pasar persaingan sempurna tidak akan terjadi kelebihan penawaran.

Teori  Maltus (1766-1834)
            Ber anggapan bahwa manusia berkembang jauh lebih cepat dibandingkan dengan produksi hasil pertanian, untuk memenuhi kebutuhan manusia.  Maltus tidak percaya bahwa teknologi mampu berlomba denga penduduk. Maltus juga berpendapat bahwa jumlah penduduk yang tinggi pasti mengakibatkan turunnya produksi perkepala. Dalam Essay on the principles of population (0796) ia mengatakan bahwa satu-satuya cara untuk menghindarkan malapetaka adalah dengan melakukan kontrol atau pengawasan atas pertumbuhan penduduk.

Teori Keynes
            Kaum klasi percaya bahwa perekonomian yang dilandaskan pada kekuatan mekanisme pasar akan selalu menuju keseimbangan (equilibrium).  Dalam keseimbangan kegiatan produksi secara otomatis akan menciptakan daya beli untuk membeli barang yang dihasilkan.

Teori Harrod-Domar (1946)
            Yang dikenal dengan teori pertumbuhan, menurut teori ini investasi tidak hanya menciptakan  permintaan. Tetapi juga memperbesar kapasitas produksi. Kapasitas produksi yang membesar membutuhkan permintaan yang lebih besar pula agar produksi tidak menurun. Jika kapasitas yang membesar tidak diikuti dengn permintaan yang besar pula, surplus akan muncul dan disusul penurunan jumlah produksi.
Teori coala-Hoover
            Coala-Hoover tidak melihat penduduk semata sebagai input dalam proses produksi, tetapi terutama sebagai konsumen hasil produksi. Coala-Hoover memperhatikan persoalan negara miskin. Menurutnya kemiskinan bukan akibat permintaan agresif, namun kurang tersedianya modal fidik pembangunan, vigor, enterprise, cooperation, adptability pada semua komponen angkatan kerja. Mereka berpendapat bahwa perubahan penduduk baru terasa pada penduduk sebagai output proses produksi setelah korun waktu tiga puluh tahun.
Teori Ester Boserup (1965)
            Menyimpulkan  bahwa pertumbuhan penduduk justru menyebabkan diapakainya sistem pertanian yang lebih insentif di suatu masyarakat primitif dan meningkatkan output lebih di sektor pertanian.  Ester juga berpendapat  bahwa penduduk berakibat dipilihnya sistem teknologi  pertanian pada tingkat yang lebih tinggi. Dengan kata lain, inovasi teknologi ada lebih dahulu inovasi itu hanya menguntungkan bila jumlah penduduk lebih banyak.
Teori Rational Expectation
            Aliran  Ratex memodifikasi perluasan teori klasik. Tapi dalam teari ini ditambahkan suatu asumsi penting yaitu bahwa masyarakat tidak bodoh. Orang selalu mengejar kepentingan sendiri, untuk itu mereka akan menggunakan semua  informasi yng mereka punyai untuk memperkirakan apa yang akan terjadi dan perkiraan itulah yang melandasi tingkah lakunya.
            Dalam rational expectation aspek ketenaakerjaan seperti permintaan dan penawaran dibahas secara mendalam. Menurut teori ini perubahan permintaan, apakah melalui ekspansi moneter atau rangsangan fiskal hanya kan meningkatkan output nyata atau employment. Bila masyarakat tidak menduga  adanya kenaikan permintaan itu, tetapi masyarakat kemudian belajar dari pengalaman tentang peruabahan permintaan yang tidak diduga tersebut. Akhirnya, permintaan akan kembali seperti semula. Output nyata employment kembali dikritik keseimbangan semula.

Selasa, 18 September 2012

Jawaban dari Soal SDM BAB 6




5.      Apa yang terjadi pada jam kerja ketika tingkat upah turun? uraikan perubahan tersebut ke dalam efek pendapatan dan substitusi.
Jawab :
Ketika tingkat upah turun akan berdampak pada
Efek pndaptan : pnurunan tingkat upah akan mengakibatkan permintaan barang normal menurun. Akibatny permintaan atas waktu luang juga akan mnurun karena mereka akan berusaha untuk mendapatkan upah yg tetap seperti sebelum terjadi nya penurunan tingkat upah. Jadi penurunan upah menyiratkan pembelian lebih sedikit waktu luang dan bekerja lebih banyak
Efek subtitusi : tingkat upah yg rndah berarti bhw wktu luang itu lebih murah. Ini berarti bekerja lbh jarang atau kuantitas waktu luang yg diminta lebih tinggi, serta kuantitas tenaga kerja yang di tawarkan lebih rendah. Hal ini menyiratkan bhwa membeli lebih sedikit waktu luang dan bekerja lebih sering.

6.      Apa yang terjadi dengan probabilitas bahwa orang tertentu bekerja ketika upah naik?
Apakah seperti kenaikan upah menghasilkan efek pendapatan?
Jawab:
Probabilitas bahwa orang tertentu akan bekerja lebih byk ketika upah naik adalah mereka yg berasumsi bahwa kenaikan tingkat upah akan membuat waktu menjadi lebih mahal, waktu
yang lebih tinggi cenderung membuat orang mensubstitusikan waktu Ieisurenya dengan
lebih banyak bekerja . Namun kenaikan upah juga menghasilkan efek pendapatan, dimna Kenaikan upah akan mendorong orang untuk meningkatkan permintaan leisure dan mengurangi bekerja.

7.      Mengapa program-program kesejahteraan menciptakan disinsentif bekerja?
Jawab :
 Program-program kesejahteraan menciptakan disinsentif bekerja karena mereka memberikan pajak kepada peserta pajak yang memasuki pasar kerja dengan tujuan pajak tersebut akan di gunakan untuk meningkatkan kesejahteraan . Namun  Pengurangan hasil kerja akibat kenaikan pajak membuat pekerja malas bekerja dan mengkonsumsi waktu senggangnya (leisure) lebih banyak.

8.      Mengapa kredit pajak penghasilan yang diperoleh meningkatkan tingkat partisipasi angkatan kerja dari kelompok sasaran?
Jawab :
kredit pada pendapatan yang diperoleh menciptakan insentif kerja. Hal ini disebabkan karena Mereka akan bekerja lebih lama untuk mengkompensasikan pendapatannya yang kurang.

Teori-teori Ekonomi SDM


Adapun teori-teori ekonomi sumber daya manusia adalah sebagai berikut:
Toeri Klasik Adam Smith (1729-1790)
            Smith mengangap bahwa manusialah sebagai faktor produksi utama yang menentukan kemakmuran bangsa-bangsa. Alasannya alam tidak ada artinya kalau tidak ada sumber daya manusia yang pandai mengelolahnya sehingga berguna bagi kehidupan.
Teori Klasik JB. Say (1767-1832)
            Terhadap aliranklasik pandangannya adalah setiap penawaran akan menciptakan  permintaan sendiri (supply creates is own demand) . pendapat Say ini disebut dengan hukum Say (Say’s Law). Menurutnya peningkatan produksi selalu di iringi dengan peningkatan permintaan. Jadi dalam perekonomian yang menganut  pasar persaingan sempurna tidak akan terjadi kelebihan penawaran.

Teori  Maltus (1766-1834)
            Ber anggapan bahwa manusia berkembang jauh lebih cepat dibandingkan dengan produksi hasil pertanian, untuk memenuhi kebutuhan manusia.  Maltus tidak percaya bahwa teknologi mampu berlomba denga penduduk. Maltus juga berpendapat bahwa jumlah penduduk yang tinggi pasti mengakibatkan turunnya produksi perkepala. Dalam Essay on the principles of population (0796) ia mengatakan bahwa satu-satuya cara untuk menghindarkan malapetaka adalah dengan melakukan kontrol atau pengawasan atas pertumbuhan penduduk.

Teori Keynes
            Kaum klasi percaya bahwa perekonomian yang dilandaskan pada kekuatan mekanisme pasar akan selalu menuju keseimbangan (equilibrium).  Dalam keseimbangan kegiatan produksi secara otomatis akan menciptakan daya beli untuk membeli barang yang dihasilkan.

Teori Harrod-Domar (1946)
            Yang dikenal dengan teori pertumbuhan, menurut teori ini investasi tidak hanya menciptakan  permintaan. Tetapi juga memperbesar kapasitas produksi. Kapasitas produksi yang membesar membutuhkan permintaan yang lebih besar pula agar produksi tidak menurun. Jika kapasitas yang membesar tidak diikuti dengn permintaan yang besar pula, surplus akan muncul dan disusul penurunan jumlah produksi.
Teori coala-Hoover
            Coala-Hoover tidak melihat penduduk semata sebagai input dalam proses produksi, tetapi terutama sebagai konsumen hasil produksi. Coala-Hoover memperhatikan persoalan negara miskin. Menurutnya kemiskinan bukan akibat permintaan agresif, namun kurang tersedianya modal fidik pembangunan, vigor, enterprise, cooperation, adptability pada semua komponen angkatan kerja. Mereka berpendapat bahwa perubahan penduduk baru terasa pada penduduk sebagai output proses produksi setelah korun waktu tiga puluh tahun.
Teori Ester Boserup (1965)
            Menyimpulkan  bahwa pertumbuhan penduduk justru menyebabkan diapakainya sistem pertanian yang lebih insentif di suatu masyarakat primitif dan meningkatkan output lebih di sektor pertanian.  Ester juga berpendapat  bahwa penduduk berakibat dipilihnya sistem teknologi  pertanian pada tingkat yang lebih tinggi. Dengan kata lain, inovasi teknologi ada lebih dahulu inovasi itu hanya menguntungkan bila jumlah penduduk lebih banyak.
Teori Rational Expectation
            Aliran  Ratex memodifikasi perluasan teori klasik. Tapi dalam teari ini ditambahkan suatu asumsi penting yaitu bahwa masyarakat tidak bodoh. Orang selalu mengejar kepentingan sendiri, untuk itu mereka akan menggunakan semua  informasi yng mereka punyai untuk memperkirakan apa yang akan terjadi dan perkiraan itulah yang melandasi tingkah lakunya.
            Dalam rational expectation aspek ketenaakerjaan seperti permintaan dan penawaran dibahas secara mendalam. Menurut teori ini perubahan permintaan, apakah melalui ekspansi moneter atau rangsangan fiskal hanya kan meningkatkan output nyata atau employment. Bila masyarakat tidak menduga  adanya kenaikan permintaan itu, tetapi masyarakat kemudian belajar dari pengalaman tentang peruabahan permintaan yang tidak diduga tersebut. Akhirnya, permintaan akan kembali seperti semula. Output nyata employment kembali dikritik keseimbangan semula.

Cara Mendapatkan EViews 11 Demo Version

 Oleh: Jul Fahmi Salim Assalmkum wrwb.. Selamat Pagi, Siang, Malam teman-teman sekalian, jika dipostingan sebelumnya sydah ada cara mendapat...